1,729,207 research outputs found

    Al - Ikhsan / Ammarul Eddrie Shah

    Full text link
    Al-Ikhsan Sports Sdn Bhd is Malaysia’s No. 1 sports retailer which is primarily involved in the retail of sports footwear, apparel and equipment. Al-Ikhsan Sports was established in 1993 with a single 150sqft store in Holiday Plaza, Johor Bahru by a husband and wife team, Tuan Haji Ali Hassan and Pn Marina Abu Bakar. From a sole proprietorship enterprise, the Company has evolved to a Private Limited Company now known as Al-Ikhsan Sports Sdn Bhd. The business has grown tremendously and currently has over 125 stores located throughout Peninsular Malaysia. Since its inception, the company has grown from a singular sports convenience concept to a multi-category, multi-concept sporting goods giant with a clearly segmented strategy to address consumers and sports lover across different income groups, offering global brands at affordable price. In 2011, the Company was awarded the ASEAN Business Outstanding Award 2011 – Industry Class Sector Sports Retail by ASEAN Retail & Franchise Federation. 2016 was an important milestone in Al-Ikhsan’s history when the Government linked PE fund Ekuinas (Ekuiti Nasional Berhad) decided to buy 35% share in Al-Ikhsan Sports. The board then decided to bring in a globally experienced Sports and Lifestyle retail veteran as their CEO and a new management team. Since then the company has shown a double digit growth in sales and extremely strong profitability. The Sporting Good Intelligence Report ranked Al-Ikhsan as the 63rd largest Sporting Goods Retailer in The Galaxy in 2018. Al-Ikhsan Sports has also received the “Brand of the Year” Award for Malaysia from World Branding Council, UK at a glittering ceremony in Nov 2019

    Al-Ikhsan Sports@FBM

    Full text link
    The highly anticipated "MEGA TALK WITH CHAIRMAN: ROAD TOUR UiTM x AL-IKHSAN SPORTS SDN. BHD." finally made its way to FBM. Taking place at the DK200 PFI Building, Faculty of Business and Management on November 2, 2023, this program featured none other than Al-Ikhsan's Chairman, Tuan Haji Ali Hassan. The collaborative effort of the Industry, Community and Alumni Network Office (ICAN) Shah Alam, the Faculty of Business Management, and the D'Entrepreneurship Society led to an impactful event. The partnership with the renowned sports brand in Malaysia, Al-Ikhsan Sports Sdn. Bhd., adds an extra layer of significance to this occasion, creating an exciting platform for engagement and knowledge sharing

    Implementasi ISAK 35 pada Yayasan Al Ikhsan

    Full text link
    Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada Pengurus Yayasan Al Ikhsan sebagai pengelola Masjid Agung Sarua Permai, Ciputat, Tangerang Selatan dalam menyusun laporan keuangan Masjid sesuai ISAK 35. Sebelum kegiatan PKM dilaksanakan, dilakukan studi pustaka tentang Penerapan ISAK 35, PSAK 45, dan PSAK 1, kegiatan ini dilaksanakan mulai Minggu tanggal 21 November- 5 Desember 2021. Hasil dari pelaksanaan PKM ini adalah pengurus Yayasan Al Ikhsan memahami pentingnya laporan keuangan Masjid yang sesuai standar ISAK 35 serta menghasilkan Laporan Keuangan sesuai standar ISAK 35, yang Transparan, Akuntanbel dan dapat dipertanggungjawabkan. Dapat disimpulkan bahwa pemahaman Masjid Agung Sarua Permai dan TKS Al Ikhsan terkait pentingnya Laporan Keuangan menunjukkan bahwa sebagian besar masjid belum menerapkan akuntansi sesuai dengan standar, sehingga sulit untuk mempertanggungjawabkan Amanah yang diberikan oleh umat. Jika pengurus masjid tidak dapat mempertanggungjawabkan amanahnya, maka akan berpotensi kehilangan kepercayaan. Namun, setelah diadakan pendampingan dan pelatihan kepada pengurus Yayasan Al Ikhsan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil dan dapat diterima oleh pengurus, hal ini ditunjukkan dengan tidak ditemukannya kendala selama PKM ini dilaksanakan, selain itu kegiatan PKM ini juga mendapatkan apresiasi dari segenap pengurus dan DKM Masjid Agung Serua Permai. Kata kunci—Implementasi ISAK 35, Laporan Keuangan, Yayasan Al Ikhsan Masjid Agung Sarua Permai Abstract  The objective of this community service (PKM) implementation is to provide assistance and training to the management of the Al Ikhsan foundation as the manager of the Great Mosque of Sarua Permai, Ciputat, South Tangerang in compiling Mosque financial reports according to ISAK 35. Before PKM activities are carried out, a literature study is carried out on the implementation of ISAK 35, PSAK 45, and PSAK 1, this activity is carried out starting Sunday, November 21 - December 5, 2021. The implementation of this PKM has resulted in the Al Ikhsan Foundation's management comprehending the necessity of mosque financial reports that comply with ISAK 35 requirements and producing financial reports that are transparent, accountable, and responsible. It can be concluded that the understanding of the Great Mosque of Sarua Permai and TKS Al Ikhsan regarding the importance of Financial Statements shows that most mosques have not implemented accounting according to standards, making it difficult to account for the mandate given by the people. If the mosque administrator cannot account for his mandate, it will potentially lose trust. Nevertheless, after the assistance and training was provided to the management of the Al Ikhsan Foundation, it was revealed that this community service activity was successful and acceptable to the management, as evidenced by the absence of obstacles during this PKM implementation, and this PKM activity was also praised by all administrators and DKM of the Great Mosque of Serua Permai. Keywords—Implementation of ISAK 35, Financial Report, Al Ikhsan Foundation of the Mosque of Sarua Perma

    Al-Ikhsan / Mohamad Azrel Amer Mohd Azman

    Full text link
    Al-Ikhsan is a local Malaysian company that is still managing to compete with international names. Al-Ikhsan Sports is the number one multi-brand, multi-category sports retailer in Malaysia, with 128 stores, and that number expected to grow to 140 by the end of this year. The company was founded by an enterprising first-generation entrepreneur when he was just in his early twenties, Mr Ali Hassan bin Mohammed Hassan. The founder saw the local population’s need for sports brands like Nike and Adidas and decided to start with a 150 square foot shop at a small shopping mall in the city of Johor Bahru. From a singular concept of Al-Ikhsan Sports, we now have four clearly differentiated concepts built around the same core philosophy which will allow us to seamlessly straddle different consumer segments without any conflict or confusion. We focus on curating our brands in line with the consumers’ expectations,” explains Vach Pillutla, CEO of Al-Ikhsan Sports. “To me, business, like war, is won on the basis of a clear strategy and positioning and it is always better to go into that war with multiple weapons in your arsenal

    ANALISIS PENERAPAN METODE AT-TARTIL DI TPQ NAWIYATUL IKHSAN SIDOARJO

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Analisis Penerapan Metode At Tartil di TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo” ini ditulis oleh Annisa Afis Sunani, NIM 126201203194, pembimbing Ahmad Natsir, M.Pd.I. Kata Kunci: Penerapan guru TPQ, Metode At Tartil Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang kaitannya dengan dengan ilmu agama karena sumber hukum agama yang paling dominan adalah Al Quran, anak harus diberikan pengetahuan tentang Al Quran yang cukup. Pertama yang harus dipersiapkan orang tua terhadap anak-anaknya yaitu membaca Al Quran dan memahami maknanya. Al Quran dijadikan sebagai sumber pertama karena ia memiliki nilai absolute yang diturunkan dari Tuhan, Allah SWT menciptakan manusia dan Dia pulalah yang mendidik manusia, yang mana isi pendidikan itu telah termaktub dalam wahyu Nya, tidak satupun persoalan termasuk persoalan pendidikan yang luput dari jangkauan Al Quran. Fokus penelitian ini adalah (1) Apa kekuatan yang dimiliki oleh TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo dalam penerapan metode At Tartil? (2) apa kelemahan yang dimiliki oleh TPQ Nawiayatul Ikhsan Sidoarjo dalam penerapan metode At Tartil? (3) Apa kesempatan yang dimiliki TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo dalam penerapan metode At Tartil? (4) Apa ancaman yang dimiliki oleh TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo dalam penerapan metode At Tartil? Metode penelitian ini yang digunakan peneliti yaitu pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini adalah penerapan guru TPQ, dan metode At Tartil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kekuatan yang dimiliki oleh TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo pembelajaran di dilakukan secara klasikal dan privat agar bisa mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran tersebut menggunakan metode At Tartil yang mana santri harus menguasai huruf, bacaan panjang pendek, terutama tajwid. Selain itu TPQ mempunyai sarana dan prasarana yang memadai (2) kelemahan yang dimiliki oleh TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo santri yang kurang disiplin saat pembelajaran berlangsung didalam kelas seperti halnya jail kepada temannya, dan ada santri yang sulit diatur. Selain itu ada guru yang kekurangan waktu pembelajaran, dikarenakan kemampuan santri yang berbeda-beda (3) kesempatan yang dimiliki TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo mayoritas keluarga santri sangat mendukung, lokasi TPQ tersebut berada di lingkungan religious kuat. Selain itu, di era modern banyak keluarga yang menyadari pentingnya pendidikan agama (4) tantangan yang dihadapi TPQ Nawiyatul Ikhsan Sidoarjo adalah penyesuaian santri saat menghadapi ujian sekolah formal dan jadwal mengaji tidak terlupakan. Perkembangan teknologi dan hiburan modern menyebabkan santri menjadi teralihkan. Selain itu, munculnya lembaga nonformal lainya menjadi tantangan untuk TPQ

    Kamu bukan patung/ Ikhsan

    No full text
    p. 165-16

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKUITI JENAMA SYARIKAT AL-IKHSAN TERHADAP PEMBELI DI MELAKA TENGAH

    Full text link
    Kajian ini bertujuan mengkaji kesan yang mempengaruhi ekuiti jenama Syarikat Al-Ikhsan terhadap pembeli di Melaka Tengah. Objektif utama kajian ini adalah untuk mengenal pasti sama ada kesan imej jenama, kesetiaan jenama dan kualiti yang dirasakan mempengaruhi ekuiti jenama Syarikat Al-Ikhsan. Responden terdiri daripada pembeli-pembeli barangan sukan Al-Ikhsan di Melaka Tengah iaitu seramai 74 orang. Kajian ini dilakukan di empat lokasi iaitu Al-Ikhsan Mahkota Parade, Al-Ikhsan Melaka Central Plaza, Al-Ikhsan The Shore, dan Al-Ikhsan Aeon Bandaraya Melaka. Analisis data dihasilkan dengan menggunakan IBM Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25.0 yang merangkumi data deskriptif, skor min, dan analisis regrasi yang digunakan untuk mengetahui kesan yang paling mempengaruhi pembolehubah bersandar. Hasil daripada kajian ini menunjukkan bahawa setiap kesan mempengaruhi ekuiti jenama Syarikat Al-Ikhsan terhadap pembeli di Melaka Tengah. Setelah kajian dibuat, pengkaji mendapati bahawa  kualiti yang dirasakan merupakan kesan yang paling mempengaruhi ekuiti jenama dalam analisis regrasi. Kata Kunci: Ekuiti jenama, Imej jenama, Kesetiaan jenama dan Kualiti yang dirasakan.

    Case Study : Al-Ikhsan Sports / Ahmad Khuzairi Rusydi Ahmad Iskandar

    Full text link
    Al-Ikhsan Sports Sdn Bhd is Malaysia’s No. 1 sports retailer which is primarily involved in the retail of sports footwear, apparel and equipment. Al-Ikhsan Sports was established in 1993 with a single 150sqft store in Holiday Plaza, Johor Bahru by a husband and wife team, Tuan Haji Ali Hassan and Pn Marina Abu Bakar. From a sole proprietorship enterprise, the Company has evolved to a Private Limited Company now known as Al-Ikhsan Sports Sdn Bhd. The business has grown tremendously and currently has over 125 stores located throughout Peninsular Malaysia. Since its inception, the company has grown from a singular sports convenience concept to a multi-category, multi-concept sporting goods giant with a clearly segmented strategy to address consumers and sports lover across different income groups, offering global brands at affordable price

    Implementasi pembelajaran hadits dalam penanaman nilai-nilai Islam di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar

    Full text link
    ABSTRAK Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar merupakan sebuah lembaga pendidikan keagamaan yang bersifat salaf yang mengkaji Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan juga dikenal sebagai pondok kutubusittah, karena Hadits yang diajarkan di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan merupakan enam kitab Hadits yang termasyhur pada abad pertengahan yang dikenal dengan sebutan kutubusittah (enam kitab Hadits), diantaranya adalah kitab Shohih Bukhari, Kitab Shohih Muslim, Kitab Sunan Abu Daud, Kitab Sunan At- Tirmidzi, Kitab Sunan An-Nasa‟i, Kitab Sunan Ibnu Majah. Secara global Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan memiliki tujuan melahirkan ulama-ulama (mubaligh) yang faqih dan berakhlakul karimah sesuai dengan Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Dalam upaya melahirkan ulama-ulama (mubaligh) yang faqih dan berakhlakul karimah sesuai dengan Al-Qur‟an dan Al-Hadits sebagai tujuan utama pembelajaran Hadits di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan, maka hal ini menarik bagi peneliti untuk mengadakan penelitian skripsi dengan judul “Implementasi Pembelajaran Hadits dalam Penanaman Nilai-Nilai Islam di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan Sukosewu Blitar”, yang bertujuan untuk mengetahui: pertama, Bagaimana implementasi pembelajaran Hadits dalam rangka penanaman nilai- nilai Islam di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar? kedua, Bagaimana dampak dari implementasi pembelajaran Hadits dalam rangka penanaman nilai-nilai Islam di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar? Untuk menemukan jawaban dari permasalahan peneliti, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh data dilapangan yang berkaitan dengan judul peneliti, maka peneliti menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Hadits dalam penanaman nilai-nilai islam di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan Sukosewu Blitar adalah sebagai berikut: (1) upaya mewujudkan tujuan Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan dalam melahirkan mubaligh yang faqih dan berakhlakul karimah sesuai dengan Al-Qur‟an dan Al-Hadits. (2) penanaman nilai moral- spiritual di kalangan pengurus pondok dan penerapan kepengurusan yang bersifat open act for consensus. (3) pembagian dan penyusunan jadwal kegiatan dan materi pelajaran kedalam beberapa tingkatan kelas yang disesuaikan dengan usia, kemampuan santri dan kebutuhan masyarakat. (4) penerapan metode mufassahah. (5) upaya mewujudkan iklim pondok pesantren yang implementatif melalui pemahaman Hadits secara tekstual dan kontekstual dan pengamalan Hadits secara teoritis dan implementatif. Dari beberapa hasil temuan peneliti, ada beberapa saran konstruktif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Pondok Pesantren Dahlan Ikhsan dalam upaya menghasilkan mubaligh yang mampu bersaing di era global, diantaranya adalah: (1) penambahan materi keterampilan berbasis IT (Information Technology) dan profiL (menghasilkan laba/untung) di kelas Wustho sebagai pembekalan sebelum terjun ke masyarakat untuk persiapan usaha mandiri. (2) pengadaan usaha mandiri pondok seperti koperasi, toko, bengkel dan sebagainya yang dikelola oleh pondok sebagai bentuk usaha untuk membantu mengisi kas/keuangan pondok agar dapat membantu pendanaan untuk menambah fasilitas pondok, perekrutan tenaga pendidik, pengadaan pelatihan keterampilan dan sebagainya yang dapat mendukung program pembelajaran kemandirian santri sebagai bekal untuk terjun kemasyarakat. ABSTRACT Dahlan Ikhsan boarding school, Sukosewu, Blitar is a religious institution that is a salaf examines Al-Qur‟an and Al-Hadith. Dahlan Ikhsan boardin school also known as the cottage Kutubusittah. Because of those taught in the Dahlan Ikhsan boarding school is six the famous hadeeth of the middle ages known as kutubusittah (the six books of hadith). Which is the book of Shohih Bukhari, the book of Shohih Muslim, the book of Sunan Abu Daud, the book of Sunan At- Tirmidzi, the book of Sunan An-Nasa‟i, and the book of Sunan Ibnu Majah. Globally Dahlan Ikhsan boarding school has goals to give birth scholars (missionary) that faqih and berakhlakul karimah in accordance with Al-Qur‟an and Al-Hadith. In an attempt to give birth to scholars (missionary) that faqih and berakhlakul karimah in accordance with Al-Qur‟an and Al-Hadith as the primary purpose of learning hadith in Dahlan Ikhsan boarding school, then it is of interest to researchers to held a research thesis by the title “Implementation Learning Hadith Within The Framework Planting Of Islamic Values In Boarding Schools Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar” that aims to know about: First, how implementation learning hadith within the framework planting of islamic values in boarding schools Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar?, Second, how the impact of the implementation learning hadith within the framework planting of islamic values in boarding schools Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar? For finding the answer from the problem of researcher, the researchers used a qualitative descriptive research methods. To obtain the data, the situation with regard to the title of researchers, the researchers used methods of observation, interview and documentation. The result of this research showed that the implementation learning hadith within the framework planting of islamic values in boarding schools Dahlan Ikhsan, Sukosewu, Blitar consists of: (1) efforts to realize the goal of Dahlan Ikhsan boarding school to give birth to missionary that faqih and berakhlaqul karimah in accordance with Al-Qur‟an and Al-Hadith. (2) cultivation of the moral-spiritual values among the cottage‟s caretakers and application of stewardship is an Open Act For Consensus. (3) the division and the preparation of schedule of activities and subject matter into some grade levels that are adjusted to the age, ability of the students and community needs. (4) the application of Mufassahah methods. (5) efforts to realize a implementatif boarding school climate through an understanding of textual and contextual hadith and sunna practice of theoretically and implementatif. From some of the findings of the researchers, there are a few constructive suggestions which are expected to improve the quality of learning in Dahlan Ikhsan boarding school in an attempt to produce a missionary who is able to compete in the global area, such as: (1) the addition of material skill-based I.T (information technology) and produce profit in class wustho as supplying before entering into the community for the preparation of independent business. (2) supply independent bussiness cottage such as cooperation, shops, workshop, and so on that are managed by the cottage as an effort to help fill cash/treasury funding in order to help the lodge to add on-site cottage, educators recruitment, procurement skills training and so on which can support learning program students independence as provision for plunging society
    corecore