1,720,957 research outputs found

    Studi Hadis Integrasi dan Interkoneksi dalam Pengetahuan dan Agama

    No full text
    Buku ini berangkat dari pemikiran dalam pidato pengukuhan Guru Besar saya yang berjudul "Hadis Misoginis: Resepsi, Negosiasi, dan Pergolakan Pemikiran antara Tradisi dan Modernitas di Indonesia." Dalam pidato ini, saya menyoroti bagaimana interpretasi hadis yang bias gender dapat membentuk budaya dan pemikiran masyarakat Islam serta memengaruhi struktur sosial. Mengacu pada pemikiran tersebut, buku ini bertujuan meninjau kembali pendekatan normatif dalam kajian hadis, khususnya dalam pendidikan agama Islam. Dalam buku ini, hadis tidak hanya diperlakukan sebagai teks hukum, tetapi juga sebagai entitas yang kaya akan dimensi sosial yang kontekstual, sehingga mampu berkontribusi pada pengembangan keilmuan yang berkeadilan dan berimbang gender. Pendekatan integratif-interkonektif menjadi pijakan utama dalam memahami hadis sebagai sumber pendidikan Islam yang adaptif terhadap kebutuhan zaman serta mampu merespons tantangan kontemporer tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar Islam. Di sisi lain, pendekatan ini juga menekankan pentingnya sensitivitas gender dalam upaya memperbaiki ketimpangan sosial dan bias patriarkis yang sering ditemukan dalam interpretasi hadis tradisional. Dengan demikian, buku ini menawarkan sebuah kerangka untuk mengkritisi dan merekonstruksi pemahaman hadis yang lebih humanis dan aplikatif, sehingga dapat menciptakan pendidikan agama Islam yang inklusif, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman secara holistik. Lebih jauh lagi, dalam era perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, kebutuhan akan integrasi dan konektivitas antardisiplin ilmu menjadi sangat relevan, khususnya dalam konteks pendidikan agama Islam (PAI). Pendekatan integratif-interkonektif hadir sebagai upaya menjawab tantangan ini, di mana kajian hadis bukan hanya menjadi sumber hukum dan etika, tetapi juga berfungsi sebagai landasan pengembangan wawasan yang lebih luas dan komprehensif. Buku ini hadir untuk menggali potensi tersebut, dengan fokus pada tema besar "Pengembangan Ilmu Pengetahuan Integratif- Interkonektif Perspektif Hadis," yang bertujuan menjembatani pemahaman klasik dan kontemporer dalam Islam. Tema besar ini berupaya mengembangkan pendekatan interkonektif dalam memahami hadis, sehingga hadis diperlakukan bukan hanya sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai sumber reflektif bagi pendidikan Islam yang responsif terhadap konteks zaman. Pendekatan ini mendukung pentingnya integrasi ilmu pengetahuan sebagai upaya mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu dunia. Dengan demikian, buku ini menawarkan landasan yang menyeluruh dan fungsional bagi para pendidik dan akademisi dalam merumuskan materi pendidikan agama Islam yang relevan, aplikatif, dan kontekstual serta mampu mengatasi keterpisahan antardisiplin ilmu yang selama ini terjadi. Buku ini juga menyoroti bagaimana prinsip-prinsip dalam hadis dapat menjadi pilar pengembangan ilmu pengetahuan yang holistik. Melalui pendekatan ini, berbagai aspek dalam hadis akan dikaji untuk melihat kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang-bidang seperti etika, moralitas, dan nilai-nilai universal yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Dengan pendekatan ini, diharapkan metodologi pendidikan Islam akan semakin kaya dalam menghadapi tantangan modern tanpa mengabaikan akar tradisionalnya yang kuat. Pendahuluan ini mengajak pembaca memahami pentingnya ilmu pengetahuan yang tidak terpisah-pisah, melainkan saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain, di mana perspektif hadis memberikan panduan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif dan relevan dengan tantangan zaman. Buku yang ada di hadapan Anda merupakan kajian hadis tentang integrasi dan interkoneksi antara ilmu dan agama—sebuah konsep yang mudah diucapkan tetapi memerlukan pendalaman yang harus dilakukan dengan tekun. Pembahasan dalam buku ini mencakup berbagai tema yang berhubungan dengan integrasi dan interkoneksi dalam pengetahuan dan agama, serta lima pembahasan utama, yaitu hadis sebagai basis pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI), ontologi, epistemologi, dan aksiologi hadis, pendidikan berbasis hadis, pendidikan sosial dan kebangsaan berbasis hadis, serta kepemimpinan dan Pancasila dalam perspektif hadis. Buku ini sengaja disusun dengan bahasa yang sederhana agar dapat dibaca oleh semua kalangan

    A Phenomenological Study of Islamic Religious Education Teachers\u27 Experiences in Inclusive Classrooms at Sleman Elementary Schools

    No full text
    This study explores the experiences of Islamic Religious Education (PAI) teachers in delivering inclusive instruction at elementary schools in Sleman, Indonesia. Employing a qualitative phenomenological approach, data were gathered through interviews, classroom observations, and document analysis involving five educators across three schools. The findings reveal that inclusive practices in PAI are facilitated through collaboration among PAI teachers, classroom teachers, and Special Companion Teachers (GPK), as well as the use of individualized strategies and multimedia resources. However, challenges persist, including limited infrastructure, lack of inclusive training, and insufficient parental involvement. The study highlights the need for systemic support, capacity building, and inclusive pedagogical innovation. It contributes to the discourse on inclusive religious education by integrating theological values with inclusive practices, offering implications for policy development and teacher training. Penelitian ini mengkaji pengalaman guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam melaksanakan pembelajaran inklusif di sekolah dasar di Kabupaten Sleman, Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap lima pendidik dari tiga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik inklusif dalam pembelajaran PAI diwujudkan melalui kolaborasi antara guru PAI, guru kelas, dan Guru Pendamping Khusus (GPK), serta penerapan strategi individual dan pemanfaatan media pembelajaran yang beragam. Namun demikian, tantangan tetap muncul, seperti keterbatasan sarana prasarana, minimnya pelatihan inklusif, dan rendahnya keterlibatan orang tua. Studi ini menekankan pentingnya dukungan sistemik, peningkatan kapasitas guru, dan inovasi pedagogi inklusif. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengintegrasian nilai-nilai keagamaan dengan praktik inklusif, yang memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan guru

    Belajar Efektif dan Efisien untuk Problem Belajar Siswa yang Berprestasi Rendah

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap permasalahan yang dialami siswa SD, SMP dan SMA. Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan, dengan pendekatan dokumentasi. Di sisi lain, informasi yang diperoleh dari tulisan, jurnal, artikel, buku kemudian dianalisis. Dari hasil analisis tersebut, peneliti mendeskripsikan beberapa keterampilan untuk metode pembelajaran yang efektif dan efisien untuk diterapkan pada siswa SD, SMP dan SMA. Efektif adalah mampu mencapai tujuan yang maksimal dari yang diharapkan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata efektif berarti ada efek (akibatnya efek, kesan); Pengertian kata efektif adalah pencapaian tujuan secara tepat atau pemilihan tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan metode dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lain. efisien adalah menghemat tenaga dan biaya waktu, memperoleh hasil yang maksimal tanpa mengeluarkan banyak. "tidak menyia-nyiakan waktu, tenaga, biaya), mampu melaksanakan tugas dengan tepat dan hati-hati, efisien , efisien. Cara pembelajaran yang efektif dan efisien adalah 1) mengatur waktu belajar, 2) memilih tempat belajar, 3) menggunakan sarana dan prasarana belajar, 4) membuat review materi, 5) mengadakan diskusi, 6) dan membuat kesimpulan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan untuk mengubah cara belajar dengan hasil yang maksimal.</jats:p

    KONSEP TEOLOGI ISLAM DALAM BUKU MENGENAL TUHAN BERSAMA M. QURAISH SHIHAB DAN RELEVANSINYA TERHADAP MATERI AKIDAH DALAM PAI SEKOLAH

    Full text link
    Latar belakang masalah penelitian ini adalah dalam buku Mengenal Tuhan Bersama M. Quraish Shihab, yang ditulis oleh Ali Sbramalisi. Menjelaskan konsep teologi Islam yang mudah difahami. Teologi Islam adalah kebenaran subjektif hasil daya tangkap seseorang terhadap pesan wahyu yang obyektif. Penjelasan oleh sang ulama sangat rasional dan masuk akal. Corak pembahasan nya sangat sesuai dengan kultur orang Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) Konsep teologi Islam dalam buku berjudul Mengenal Tuhan bersama M. Quraish Shihab. (2) Analisis konsep teologi Islam dalam buku Mengenal Tuhan bersama M. Quraish Shihab. (3) Relevansinya terhadap materi akidah dalam Pendidikan Agama Islam sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deduktif dan induktif. Sumber data dalam penelitian ini di bagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Analisis data dengan menggunakan metode content analysis atau analisis isi untuk menganalisis data. Tujuan Tulisan ini untuk menunjukkan pentingnya pondasi keimanan yang kokoh bagi anak agar seorang anak bisa menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep teologi dalam buku mengenal Tuhan bersama M. Quraish Shihab meliputi 2 sub bab: (1) memahami wujud Tuhan dan sarana dalam mengetahui Tuhan dengan aspek; memahami konsep ketuhanan, bukti-bukti wujud tuhan, teori pengetahuan, sumber-sumber pengetahuan, potensi-potensi pengetahuan. Dalam hal ini peneliti lebih menekankan pada memahami konsep ketuhanan yaitu Allah Maha Esa yang diyakini sebagai pencipta, pemelihara dan Yang Mahakuasa atas alam semesta. Sarana untuk yakin adanya Tuhan menggunakan akal secara rasional, hati atau kalbu, dan alat penginderaan yang lain. (2) mengenal Allah serta sifat dan perbuatannya dengan aspek; memahami zat Allah, memahami asma’ Allah, hubungan kalam dengan wahyu, hubungan alam dengan alam semesta. Dalam hal ini peneliti lebih menekankan bahwa zat Allah dapat dilihat dengan akal secara rasional yaitu eksistensi terciptanya alam semesta. Relevansi pada tingkat SD, dan SMP materi akidah lebih ditekankan terhadap 2 poin penting, pertama: pengertian Tuhan Maha Esa dengan segala bukti penciptaa-Nya, pembuktian wujud yang dapat disaksikan oleh indera, pembuktian dengan mengamati dan memperhatikan wujud alam semesta dan tanda-tanda kebesaran Tuhan. Kedua: pengenalan sifat-sifat Allah dan nama-nama Allah yaitu Asmaul-husna. Berikutnya relevansi di SMA yaitu: Meneladani Asmaulhusna dalam kehidupan. Penekanan pada materi viii asma-asma Allah pada kelas X untuk mengenal Allah dan menerapkan prilaku akhlakulkarimah dengan meneladani asma-asma Allah

    Hadis sebagai Dasar Pengembangan Pendidikan Agama Islam

    Full text link
    Hadis memiliki kedudukan sentral sebagai pegangan kedua bagi umat Islam setelah al-Qur’an. Ia tidak hanya menjadi pedoman hidup dalam menjalani aktivitas duniawi, tetapi juga merupakan disiplin ilmu yang harus senantiasa dipelajari dan dikembangkan. Sebagai ilmu, hadis tidak hanya memberikan petunjuk normatif, melainkan juga dapat dijadikan sebagai alat analisis dalam membaca dan memahami realitas kehidupan. Dengan demikian, hadis layak diposisikan sebagai bagian integral dari diskursus keilmuan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini, buku yang ada di tangan pembaca merupakan upaya yang sangat berarti untuk memperlihatkan bagaimana nilai-nilai pendidikan dalam hadis dapat diaktualisasikan dalam kerangka pendidikan agama Islam. Buku ini memberikan kontribusi pemikiran yang mempertegas pentingnya integrasi antara teks hadis dan praktik pendidikan kontemporer, sehingga mampu menjawab tantangan zaman secara konstruktif dan reflektif. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian utama. Bagian Pertama membahas dasar-dasar filosofis pendidikan dalam hadis, termasuk aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologinya. Bagian Kedua mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan yang termuat dalam hadis, seperti pendidikan karakter, toleransi, kecerdasan majemuk, antikorupsi, hak asasi manusia, hingga moderasi beragama dan pendidikan kebangsaan. Bagian Ketiga menghadirkan isu aktual mengenai kepemimpinan perempuan dalam perspektif hadis, dilengkapi dengan kajian kontekstual di Kota Solo dan refleksi dari tokoh Muhammadiyah

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore