89,748 research outputs found
Egypt\u27s Police State in the Work of Idris and Mahfouz
In his article Egypt\u27s Police State in the Work of Idris and Mahfouz David F. DiMeo examines how two leading twentieth-century authors of politically committed fiction addressed an angry generation\u27s confrontations with former members of the oppressive state police apparatus. Yusuf Idris\u27s The Black Policeman (1962) and Najib Mahfouz\u27s al-Karnak (1974) remain particularly relevant as today\u27s Egyptian activists confront the vestiges of the former regime\u27s security forces. Using Mikhail Bakhtin\u27s theory of the carnival as a paradigm for analysis, DiMeo examines how both texts present sharp contrasts between hollow quests for public revenge through purges and a genuine overturning of political and social situations
Idris II (791-828)
La disparition d’Idris Ier parut d’autant plus grave qu’il ne laissait pas de successeur direct. L’avenir de la dynastie ne reposait plus que sur l’existence précaire de l’enfant que portait Kanza, l’une des femmes berbères d’Idris. Deux mois après la mort d’Idris Ier, Kanza mettait au monde un enfant de sexe masculin qui reçut le même prénom que son père, Idris II, et fut le véritable organisateur du premier royaume chérifien du Maroc. En attendant, l’enfant fut confié au fidèle Rachid qui f..
PENGARUH ANALISIS JABATAN, PELATIHAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA TENAGA PENDIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH IDRIS BINTAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Analisis Jabatan, Pelatihan, dan Kompensasi terhadap Kinerja Tenaga Pendidik di Madrasah Tsanawiyah Idris Bintan Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah Idris Bintan. Teknik pengambilan sampel digunakan adakah Nonprobability Sampling, yang berjumlah 30 responden yang merupakan tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah Idris Bintan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. sedangkan uji asumsi klasik (uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji multikoliniaritas), uji statistic (uji t, uji F, uji koefisien determinasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Analisis Jabatan, Pelatihan dan Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Tenaga Pendidik di Madrasah Tsanawiyah Idris Bintan
Neanthes Kinberg 1865
Genus Neanthes Kinberg, 1865 Neanthes Kinberg, 1865: 171. Type species Neanthes vaalii Kinberg, 1865, by subsequent designation of Hartman (1954: 27). Remarks The definition of the polyphyletic genus Neanthes introduced earlier by Bakken & Wilson (2005) through morphological phylogenetic analysis of Nereidinae sensu Fitzhugh (1987) and modified by Glasby (2015) and Villalobos-Guerrero & Idris (2021) is followed in the present study. For further details on the current taxonomic situation of the genus, see Davenport et al. (2020) and Villalobos- Guerrero & Idris (2021). The four species here morphologically delimited are still retained in Neanthes considering that genus definition.Published as part of Villalobos-Guerrero, Tulio F., Kara, Jyothi & Idris, Izwandy, 2021, Redescriptions of Neanthes Kinberg, 1865 (Annelida: Errantia: Nereididae) species from worldwide regions, pp. 101-135 in European Journal of Taxonomy 760 (1) on page 103, DOI: 10.5852/ejt.2021.760.1443, http://zenodo.org/record/512173
Muhammad rencontre Noé et Idris : Mir Haydar, Mira‘j-nameh
Papier, 265 f., 34 × 25,5 cm« Ils rencontrèrent alors les prophètes Noé et Idris qui les saluèrent et récitèrent de nombreuses prières. » Le peintre apporte de la variété en représentant les trois prophètes les mains cachées dans leurs longues manches.téléchargeabl
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Universitas Islam Negeri(UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Budaya yang kuat dapat mempengaruhi kinerja bahkan di lingkungan perusahaan atau Lembaga-Lembaga lebih besar pengaruhnya terhadap persaigan, seperti struktur organisasi, alat analisis keuangan, dapat menyesuaikan dengan perubahan jaman yang dapat meningkatkan kinerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai pada Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda X1 sebesar 5,029 > ttabel 2,228. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat dikatakan bahwa variabel X1 memiliki konstribusi terhadap Y. Yang berarti Kepemimpinan X1 berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) Budaya Organisasi X2 sebesar 2.465 > ttabel 2,228. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat dikatakan bahwa variabel X2 memiliki konstribusi terhadap Y. Secara Simultan Lingkungn kerja dan Budaya Organisasi berepengaruh terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan pada tabel di atas, dapat disimpulkan dalam pengujian secara simultan variabel lingkungan kerja X1, dan budaya organisasi X2, terhadap kinerja pegawai Y, diperoleh nilai Fhitung sebesar 43,213 untuk mengetahui nilai F tabel, F = (n-k). F (81 - 2) F= (2;79) = 3,110. Dengan nilai probabilitas sig = 0,05. Maka Fhitung 43,213 > Ftabel = 3,110 dan nilai sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja, dan budaya organisasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y)
PERJUANGAN KIAI IDRIS JAUHARI DALAM PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PRENDUAN DI SUMENEP (1971-2012 M)
Desa Prenduan secara geografis terletak di pesisir selatan Kabupaten Sumenep, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai pedagang, nelayan dan sebagian kecil petani. Kondisi keberagamaan masyarakat Prenduan secara keseluruhan adalah pemeluk agama Islam. Hal tersebut menjadi penopang dari berdirinya beberapa lembaga pendidikan Islam untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat Prenduan. Salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di Desa Prenduan adalah Pondok Pesantren Prenduan yang berdiri pada tahun 1952 M. Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ini didirikan oleh Kiai Jauhari yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Kiai Idris Jauhari. Kiai Idris Jauhari meneruskan perjuangan ayahnya dalam usia yang cukup muda, di saat usianya belum genap 20 tahun ia menggantikan peran ayahnya yang cukup besar dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Untuk mengetahui secara mendalam kontribusi Kiai Idris Jauhari dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan pendidikan di Prenduan, penulis merumuskan beberapa masalah penelitian yang terdiri dari sejarah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, riwayat hidup Kiai Idris Jauhari salah satu pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan perkembangan yang terjadi di bawah kepemimpinannya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan biografi, pendekatan ini akan membantu analisa terhadap perjuangan Kiai Idris Jauhari dalam mengembangkan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori behavioral Robert F. Bekhover, teori tersebut berkenaan dengan perilaku manusia dalam organisasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa sejarah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan berawal dari cita-cita luhur Kiai Chotib untuk mengembangkan pendidikan masyarakat Prenduan. Cita-cita luhur tersebut kemudian dilanjutkan oleh anak dan cucunya yakni Kiai Jauhari dan Kiai Idris. Dari latar belakang keluarga Kiai Idris yang memiliki perhatian terhadap pendidikan kemudian membuat dirinya mengambil langkah untuk terjun dalam mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan yang telah dirintis oleh ayahnya pada tahun 1952. Tahun 1971 Kiai Idris memulai usaha mengembangkan pondok pesantren dengan langkah-langkah yang dilakukannya selama kurang lebih 40 tahun. Hingga akhir masa hidupnya Kiai Idris mampu membawa perubahan dan perkembangan yang besar dalam sejarah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan
In situ method for power re-equalization of wavelength pulses inside of OCDMA codes
A simple in-situ method to equalize power among individual wavelengths pulses representing two-dimensional wavelength-hopping time-spreading OCDMA code originally generated by a fibre Bragg grating-based OCDMA encoder is presented. Experimental data obtained in a field-based multiuser OCDMA testbed shows that applying this method results in system performance enhancements which was demonstrated by observing improved bit error rate (BER) during the field trials
[Newspaper Clipping: Author Claims Evidence of Second JFK Assassin #1]
Newspaper article titled "Author Claims Evidence of Second JFK Assassin." The article states that author Richard J. Whalen concluded "that there is circumstantial evidence to support the theory of a second assassin in the shooting of President John F. Kennedy.
- …
