1,722,795 research outputs found
Clay Filled Aluminum Product
Ir. Mohd Ichwan Nasution and his team won gold for Clay Filled Aluminum Product. ITEX 2007, 18th - 20th May 2007 was held at Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur.Material for aluminium product usually made from aluminium scrap. Nowadays, the price of aluminium scrap increased. The idea is how to minimize the cost of production threw minimize the weight of the product without changing the form or the shape of product
PERJUANGAN H. ICHWAN DARDIRI DI SURAKARTA TAHUN 1968 – 2016 M
H. Ichwan Dardiri ialah tokoh muslim di Surakarta yang berkontribusi di berbagai bidang seperti jurnalistik, sosial, budaya, dan pendidikan di Surakarta. Ia adalah pendiri Yayasan Persaudaraan Haji Surakarta dan Dewan Pendidikan Kota Surakarta. Selain itu ia adalah pencipta Mars Muktamar HW ke-3. Ia merupakan wartawan dari Majalah Adil Muhamamadiyah sejak tahun 1968 - 1979. Dengan bekal pengalaman sebagai wartawan dan aktivis Muhammadiyah, ia menjadi pejabat daerah yang mengupayakan kesejahteraan rakyat. Penelitian sejarah ini menarik untuk diteliti karena perjuangan H. Ichwan Dardiri dinilai berpengaruh di berbagai bidang di Surakarta dengan karakternya yang aktif berorganisasi dan membawa prinsip amar ma’ruf nahi mungkar dalam setiap kontribusinya di masyarakat.
Penelitian ini memiliki fokus mengenai perjuangan H. Ichwan Dardiri sebagai tokoh yang berpengarh di Surakarta. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi khazanah intelektual tentang tokoh Muhammadiyah di Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dan biografi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang memiliki empat tahapan yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kontribusi H. Ichwan Dardiri pada Masa Orde Baru dimulai dari Muhammadiyah, dengan bergabung di Majalah Adil pada tahun 1968 dengan meliput berita tentang pembunuhan aktivis Muhammadiyah yang berjudul Bandjir Kanal. Pada tahun 1961, saat mengajar ia menciptakan Mars SD Muhammadiyah 2 Surakarta. Pada tahun 1980-an melakukan kolaborasi pembangunan antara Masjid Baitul Hikmah di Balaikota Surakarta dengan Yayasan Persaudaraan Haji Surakarta, dua kekuatan tersebut saling mendukung pembangunan fisik satu sama lain atas arahan dari H. Ichwan Dardiri. Pada Masa Reformasi dimulai pada tahun 2004 dengan mendirikan Dewan Pendidikan Kota Surakarta yang satu-satunya memiliki gedung sendiri di Jawa Tengah. H. Ichwan Dardiri aktif di bidang kepanduan hingga menciptakan Mars Muktamar Hizbul Wathan ke-3 pada tahun 2016. Di bidang sosial-budaya, ia menjadi abdi dalem yang mengedukasi masyarakat tentang perkawinan adat Jawa dan pernah membuat pagelaran wayang sebulan penuh dalam rangka HUT RI ke – 50 pada tahun 1995 di Keraton Kasunanan Surakarta. Atas kontribusinya di berbagai bidang dan menjadi tokoh masyarakat setempat, pada tahun 2012, H. Ichwan Dardiri diberikan gelar Kangjeng Pangeran Aryo Danukusumo
Analisis Ideologi Kekaryaan Pada Karya Patung Beetle Sphere Ichwan Noor
Penelitian ini merupakan sebuah upaya untuk mengungkap ideologi kekaryaan Ichwan Noor yang tersirat dalam karya Beetle Sphere. Mengingat berbagai prestasi yang telah diraih patung Beetle Sphere, posisi patung ini dapat dikatakan penting dalam dunia seni kontemporer Indonesia. Karya ini ikut serta pada Art fair internasional “ART BASEL” Hongkong dan membawa senimannya sebagai finalis pada nominasi Prudential Eye Award 2015 using Sculpture. Karya ini memperlihatkan bentuk penciptaan baru dalam seni kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Ideologi kekaryaan merupakan sebuah konsep pemikiran yang terbentuk melalui aktivitas aktual dan material mengenai prinsip mencipta yang diyakini seniman dalam mewujudkan karya seninya. Sebagai produk ideologi, Beetle Sphere memperlihatkan keterkaitan karya terhadap pemikiran mendasar senimannya dalam berkarya. Terbentuknya ideologi kekaryaan Ichwan tidak lepas dari adanya pola aktivitas yang ia lakukan setiap harinya dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup (gathering food and building house). Ichwan percaya bahwa kerumitan teknis juga mampu berbicara banyak dan memberi kekuatan tersendiri pada karya seni. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam penciptaan Beetle Sphere, Ideologi kekaryaan Ichwan yang mementingkan aspek teknis sangat mempengaruhi konsep dan perwujudan karya tersebut. Ichwan tidak lagi mengikuti tradisi linguistik yang membentuk struktur naratif simbolis dalam karya Beetle Sphere-nya. Melalui perwujudan bentuk bulat yang merupakan bentuk dasar mobil VW Beetle, seniman ini mengontrol persepsi imajinatif pengamat melalui pemanfaatan memori terdekat pengamatnya (memori kolektif) terhadap produk budaya untuk memudahkan proses identifikasi objek kemudian menghadirkannya dalam bentuk dasar/sederhana (bulat). Hal tersebut memberikan efek visual dalam imaji pengamatnya terhadap sebuah kondisi mobil yang telah mengalami berbagai perlakuan untuk mencapai bentuknya yang bulat. Inilah titik dimana Ichwan menempatkan kekuatan teknis dalam menghadirkan bentuk yang mampu mengarahkan pengamat untuk berfikir “bagaimana cara menekuk sebuah mobil VW menjadi bulat?”. Maka hadirlah berbagai persepsi imajinatif pengamat terhadap karya “Beetle Sphere” Ichwan Noor
Ichwan Yelfianhar's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Pengelolaan Pembelajaran Tematik di SD Djama’atul Ichwan Surakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) karakteristik
perencanaan pembelajaran tematik di SD Djama’atul Ichwan Surakarta;
(2) Karakteristik pengorganisasian pembelajaran tematik di SD Djama’atul
Ichwan Surakarta; (3) karakteristik pelaksanaan pembelajaran tematik di SD
Djama’atul Ichwan Surakarta; dan (4) karakteristik evaluasi pembelajaran tematik
di SD Djama’atul Ichwan Surakarta.
Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain penelitian studi kasus.
Pelaksanaan penelitian di SD Djama’atul Ichwan Kecamatan Laweyan Kota
Surakarta. Informan yang dipilih adalah kepala sekolah, guru, pengawas sekolah
dan komite sekolah. Keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber
maupun triangulasi teknik pengumpulan data.
Kesimpulan dari penelitian ini: (1) dalam perencanaan pembelajaran
tematik SD diawali dengan memetakan kompetensi dasar, mengembangkan
jaringan tema, mengembangkan silabus, menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP), mempersiapkan media pembelajaran; menyusun Silabus dan
RPP yang dikerjakan bersama-sama dalam KKG yang kemudian disesuaikan
dengan kebutuhan sekolah masing-masing oleh para guru; guru kelas rendah
menyiapkan tujuh jenis dokumen; (2) Pengorganisasian pembelajaran tematik
dilakukan dengan menyusun langkah-langkah penataan isi pembelajaran,
diantaranya: menyajikan kerangka isi; elaborasi; merangkum dan mensintesis;
menyajikan, dan tahap akhir pembelajaran, menyajikan kerangka isi dan
mensintesiskan keseluruhan isi bidang studi yang telah diajarkan; mengelola
perangkat pembelajaran, diantaranya RPP pembelajaran tematik, program
semester dan program tahunan; (3) dalam pelaksanaan pembelajaran tematik
SD meliputi tujuan pembelajaran tematik, materi pembelajaran tematik
dikembangkan sesuai dengan kurikulum yang sudah ditetapkan, Strategi
pembelajaran: dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu
kegiatan pembukaan/ awal/ pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup,
media pembelajaran tematik yang digunakan sesuai tema materi pelajaran yang
disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari; (4) dalam evaluasi pembelajaran SD
menggunakan model evaluasi alat tes dan non tes, cara penilaian di kelas tidak
ditekankan pada penilaian secara tertulis; penilaian mengacu pada indikator
kompetensi dasar mata pelajaran; dilakukan secara terus menerus; dan digunakan
sebagai masukan guru mengambil keputusan terhadap siswa; dilakukan secara
terpisah untuk masing-masing mata pelajaran
MOTIVASI WALI MURID MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAKNYA DI SD DJAMA’ATUL ICHWAN SURAKARTA
Latar belakang penelitian ini didasari oleh keingintahuan penulis tentang SD Djamaa’atul Ichwan Surakarta, di mana sekolah tersebut merupakan sekolah dasar tertua di kota Surakarta. Sekolah dasar yang dulunya bernama pamulangan rakyat yang berada di daerah Laweyan. Keberadaan SD Djamaa’atul Ichwan sudah banyak melahirkan ribuan generasi yang memberikan konstribusi positif kepada tanah air bahkan terhadap dunia. Sehingga sampai saat ini tetap eksis serta antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di SD Djamaa’atul Ichwan cukup tinggi. Hal ini terlihat dengan peningkatan jumlah siswa yang masuk ke sekolah tersebut tiap tahunnya. Berdasarkan itu semua maka penulis ingin mengungkap tentang faktor apa saja yang menjadi daya tarik atau kelebihan SD Djamaa’atul Ichwan Surakarta dan apa yang menjadi motivasi wali murid dalam memilih SD Djamaa’atul Ichwan Surakarta sebagai tempat belajar bagi anak–anaknya setelah menamatkan taman kanak–kanak serta motivasi apa yang paling berpengaruh atau dominan.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket atau kuesioner dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wali murid SD Djamaa’atul Ichwan Surakarta yang jumlahnya kurang lebih 725 orang. Mengingat jumlah populasi yang banyak maka peneliti menggunakan teknik sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Dan yang menjadi sampel adalah wali murid kelas I, II, III, IV, V dan VI SD Djamaa’atul Ichwan yang jumlahnya sebesar 34 orang (5%) dengan jumlah masing-masing kelas sekitar 5-6 orang. Adapun teknik analisis data yang dipakai adalah kualitatif interaktif. Model Miles dan Huberman yaitu dengan langkah mengumpulkan data, mereduksi data, verifikasi dan mengambil kesimpulan.
Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan: Motivasi wali murid tersebut didasari oleh dua factor, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor daari dalam diri wali murid itu sendiri. Misalnya cita–cita, harapan, rasa aman, obsesi, agama dan tanggung jawab. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor luar yang datang dari lingkungan keluarga, masyarakat, maupun daya tarik SD Djamaa’atul Ichwan Surakarta itu sendiri.Motivasi wali murid menyekolahkan anak–anaknya di SD Djamaa’atul Ichwan Surakarta di karenakan sekolah tersebut berbasis Pondok Pesantren, memiliki program unggulan kurikulum islam terpadu, biaya terjangkau relatif murah, prestasi dan letak yang strategis. Dan motivasi wali murid yang paling dominan karena berbasis pondok pesantren dan memiliki program unggulan islam terpadu
Differing Responses to an Ahmadi Translation and Exegesis. The Holy Qur'ân in Egypt and Indonesia
Nur Ichwan
Cet article analyse la controverse suscitée dans les années 1920 par la publication d'une traduction et exégèse du Coran en anglais. En Indonésie et au Caire, les arguments avancés concernaient les positions supposées hérétiques de l'auteur de cette traduction, le leader de la confrérie Ahmadiyya, Muhammad Ali, ainsi que le principe même de traductibilité du Livre révélé. L'auteur explore le débat par référence au contexte indonésien, où le leader nationaliste Tjokroaminoto préparait une version indonésienne de l'ouvrage de Muhammad Ali, et à celui du Caire, où l'opposition au mouvement Ahmadiyyah était exprimée avec force par le leader réformiste Rashid Rida. De cette manière sont mis en valeur à la fois les liens qui reliaient deux régions éloignées du monde islamique et leurs dissentions par rapport au texte même qui les unissait en tant que croyants.Nur Ichwan Moch. Differing Responses to an Ahmadi Translation and Exegesis. The Holy Qur'ân in Egypt and Indonesia. In: Archipel, volume 62, 2001. pp. 143-161
Rancang Bangun Alat Pengempa Minyak (oil Press) Tipe Ulir
VAN DEDO PASARIBU: Design and construction ofscrew type oil
pressequipment, supervised byAINUN ROHANAHandNAZIF ICHWAN.
Compression process is an important step in candlenut oil production,
which in this process will be produced candlenut oil through heating and
pressingcandlenut. Utilization of candlenut oil today more and more, not only in
the food industry but also in the cosmetic, paint, as well as fuels alternative. This
studywas aimed to plan and builda screw mechanicaldeviceofcandlenut pressing.
The study was conductedwith literature study, experiment, observationand
testingof theequipment. The parametersmeasured werethe effective capacity ofthe
equipment. The results showed thatthe effective capacity oftheoil
presswas3,35kg/hour.81 HalamanSkripsi Sarjan
Novel of Binary Metal-Non Metal Material for Chair Flower Product (Novel AI - PP for Chair Flower Product)
Prof. Madya Ir. Mohd Ichwan Nasution dan ahli kumpulannya telah memenangi gangsa bagi produk ini. Ekspo Rekacipta dan Pameran Penyelidikan UniMAP 2009 telah berlangsung pada 7 Januari 2010 bertempat di Dewan Warisan, Kangar, Perlis. Ekspo kali merupakan kali kedua dijalankan dengan kerjasama Jabatan Pelajaran Negeri Perlis.Material for aluminium product usually made from aliminium scrap. Nowadays, the price of aluminium scrap is increased. The idea is how to minimize the cost of production via minimize the weight of the product without changing the form or the shape of product. Binary aluminium and metal alloys are common and plenty. In this research, the idea is to combine aliminium with non metal polypropylene. In this case polypropylene was selected because of its low density, and low melting temperature compare with aluminium. However, combining aluminium with polypropylene as alloys is unexplored off. This concept is simple and never been attempted before due to the thermal instability and degradation of polypropylene. The product aluminium-polypropylene is then tested to study its mechanical characteristic
PERAN BIMBINGAN MANASIK HAJI DALAM MENGURANGI KECEMASAN TERHADAP CALON JEMAAH HAJI DI KBIH AL ICHWAN
Masalah-masalah yang sering dialami oleh para calon jamaah haji sebelum
berangkat ketanah suci pada masa lansia yang ditandai penurunan kodisi fisiologis,
psikologis karna disebabkan kecemasan maupun mental dapat disimpulkan bahwa
pada masa lansia masalah pribadi ini timbul karena individu tidak tau kurang
berhasil dalam mempertemukan antara aspek-aspek pribadi disatu pihak dan
keadaan lingkungan. Gejala-gejala yang timbul diatas membutuhkan suatu upaya,
atau langkah-langkah yang baik guna meminimalisir dampak yang berkelanjutan
dan upaya yang ada dapat diupayakan sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan
tugas perkembangan calon jamaah haji. Hal ini dilakukan dengan upaya bimbingan
manasik haji yang dilakukan di KBIH Al Ichwan dengan pembimbing.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang: 1) kondisi psikologis calon
jamaah haji di KBIH Al Ichwan, 2) peran pembimbing manasik haji dalam
mengurangi kecemasan terhadap calon jamaah haji di KBIH Al Ichwan, dan 3)
psikologis calon jamaah haji setelah mendapatkan bimbingan manasik haji di KBIH
Al Ichwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta Teknik
analisis data menggunakan model analisis Miles dan Hubermen, yaitu reduksi data,
penyajian data, penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Kondisi psikologis calon jemaah
haji di KBIH Al-Ichwan yaitu calon jemaah haji merasakan kecemasan dengan ciriciri
mengalami kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan akibat pembatalan haji di
tahun keberangkatan, dan pada jemaah dengan kondisi tertentu juga adanya rasa
takut, 2) Peran pembimbing dalam mengurangi kecemasan dapat diketahui bahwa
pembimbing manasik haji di KBIH Al-Ichwan menjalankan tugas dan perannya
sebagai seorang pembimbing dengan baik mulai dari memberikan layanan,
bimbingan, maupun perlindungan dan termasuk memberikan motivasi kepada
jemaah haji, 3) Kondisi psikologis calon Jemaah haji setelah dilakukannya
bimbingan yaitu calon jemaah haji merasa lebih kuat dalam menghadapi
permasalahan ibadah haji, calon jemaah merasa lebih santai dalam menghadapi
keputusan apapun, dan calon jemaah mengalami perubahan mental yang lebih baik
karena dengan terus memperbaiki dan mempersiapkan diri
- …
