10 research outputs found
Tazkiyatun Nafs Said Hawwa dan Penerapannya dalam Bimbingan dan Konseling Islam
Bimbingan dan konseling menjadi sebuah disiplin ilmu yang berkembang di Barat sebagai jawaban atas kebutuhan asupan spiritual yang sebelumnya banyak ditentang. Seiring berkembangnya zaman, bidang keilmuan tersebut sedikit banyak diadopsi dalam keilmuan agama Islam dan disesuaikan dengan nilai-nilai Islam, sehingga muncul sebuah disiplin ilmu baru, yaitu bimbingan dan konseling Islam. Perbedaan mendasar antara bimbingan dan konseling Islam dan konvensional adalah pada aspek spiritual. Konseling konvensional didasari atas penelitian empirik dan spekulatif. Sedangkan konseling Islam didasari atas syari’ah yang telah ditetapkan. Bahkan pembahasan tentang kejiwaan dalam agama Islam sudah dikaji sejak lama, dan dikenal istilah tazkiyatun nafs untuk mengatasi berbagai permasalahan jiwa. Salah satu tokoh yang membahas secara mendalam tentang tazkiyatun nafs adalah Imam Al-Ghazali, yang kemudian pemikirannya ditinjau ulang oleh Said Hawwa dan diringkas dalam karyanya Al-Mustakhlash Fii Tazkiyati Al-Anfus. Dalam telaah ini, didapati bahwa konsep tazkiyatun nafs Said Hawwa dapat diterapkan dalam bimbingan dan konseling Islam untuk mencapai tujuan umum maupun khususnya. Maka penulis berharap, semoga kajian ini dapat menjadi tambahan referensi dalam keilmuan bimbingan dan konseling Islam
Penyutradaraan Film Dokumenter Biografi Seni Tradisional Bringbrung
Film dokumenter biografi Bringbrung adalah film dokumenter tentang seni tradisi yang ada di Kelurahan Ledeng Kecamatan Cidadap Kotamadya Bandung. Seni tradisi ini cukup unik, dengan adanya ritual yang mengharuskan memakai kemenyan dan berbau mistis digabungkan dengan pembacaan kitab Al-Barzanjie oleh dalang yang bercerita tentang sejarah nabi Muhammad SAW diiringi dengan perkusi oleh pemain terbang yang berjumlah 7 orang dan 2 orang penari. Pertunjukan Bringbrung diadakan semalam suntuk dan dimulai dari setelah ba’da Isya sampai menjelang subuh, Seni tradisi ini biasa diadakan untuk mengisi acara sunatan, nikahan, selametan panen dan ruwatan rumah. Akibat perkembangan zaman, seni tradisi ini mulai tersisihkan oleh seni pertunjukan modern seperti orkes tunggal dan acara dangdut, selain faktor itu seni tradisi ini terancam punah karena regenerasinya yang terkesan lambat yang disebabkan oleh kurangnya minat dari generasi muda. Pak Danis Suara selaku dalang Bringbrung generasi ke lima menyampaikan kepada masyarakat agar seni tradisi ini harus dilanjutkan karena Bringrung adalah aset budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga bersama
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENGERJAAN TUGAS PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI UTILITAS GEDUNG DI SMK NEGERI 6 BANDUNG
Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Pengerjaan Tugas pada Mata Pelajaran Gambar Konstruksi Utilitas Gedung di SMK Negeri 6 Bandung
Muhammad Izzuddin Al-Qossam1, Budi Kudwadi2, Amar Mufhidin3
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pengaruh motivasi belajar terhadap pengerjaan tugas pada mata pelajaran gambar konstruksi utilitas Gedung di SMK Negeri 6 Bandung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa, gambaran pengerjaan tugas, serta seberapa besar akan pengaruh motivasi belajar terhadap pengerjaan tugas siswa. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 119 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar siswa berada pada kategori “Tinggi” dengan persentase sebesar 85,7% dan pengerjaan tugas juga berada pada kategori “Tinggi” dengan persentase sebesar 74,8%. Hasil analisis regresi membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap pengerjaan tugas dengan koefisien determinasi sebesar 46,7% dan persamaan persamaan Y = 38,985 + 0,500X. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin baik pula dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan motivasi belajar siswa guna menunjang kualitas dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu menciptakan strategi pembelajaran yang lebih menarik dan kondusif agar motivasi belajar siswa dapat terus ditingkatkan.
Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pengerjaan Tugas, Gambar Konstruksi Utilitas Gedung
The influence of Learning Motivation on Task Completion in the Subject of Building Utility Construction Drawing at SMK Negeri 6 Bandung
Muhammad Izzuddin Al-Qossam1, Budi Kudwadi2, Amar Mufhidin3
Building Engineering Education Study Program, Faculty of Engineering and Industrial Education, Indonesian University of Education.
ABSTRACT
This study examines the influence of learning motivation on task completion in the subject of Building Utility Construction at SMK Negeri 6 Bandung. The main objective of this research is to determine the level of students learning motivation, the level of task completion, and the extent to wich learning motivation influences students task completion. This research uses a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 119 students selected using simple random sampling. Data were collected through a close-ended questionnaire using a likert scale and analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The result showed that students learning motivation was in the “High” category with a percentage of 85,7%, and task completion was also in the “High” category with a percentage of 74,8%. Regression analysis indicated a significant influence of learning motivation on task completion, with a coefficient of determination of 46,7% and the regression equation Y = 38,985 + 0,500X. these findings indicate that the higher the student learning motivation, the better they perfom in completing learning tasks. The implications of this research emphasize the importance of efforts to improve student learning motivation to support quality and responsibility in task completion. Therefore, teachers are expected to create more engaging and conducive learning strategis to continuously enhance students motivation to learn.
Keywords: Learning Motivation, Task Completion, Building Utility Construction Drawin
Analisis Hukum Pidana Islam terhadap putusan hakim tentang sanksi pengalihan benda yang menjadi jaminan Fidusia: studi putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor : 10/Pid,Sus/2016/PN.Yyk)
Skripsi yang ditulis dengan judul “Analisis Hukum Pidana Islam Terhadap Putusan Hakim Tentang Sanksi Pengalihan Benda Yang Menjadi Jaminan Fidusia” merupakan penelitian pustaka yang bertujuan untuk menjawab rumusan masalah. Rumusan masalah yang pertama yaitu, bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara mengalihkan benda yang menjadi jaminan fidusia dalam putusan pengadilan negeri Yogyakarta No. : 10/Pid.Sus/2016/PN.Yyk? dan rumusan masalah yang kedua yaitu, bagaimana analisis hukum pidana Islam terhadap pertimbangan hukum Hakim tentang tindak pidana mengalihkan benda yang menjadi jaminan fidusia dalam putusan pengadilan negeri Yogyakarta No. 10/Pid.Sus/2016/PN.Yyk? Penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka (library research). Tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah dengan cara membaca, memahami dari kumpulan data yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan penulis dalam melakukan penelitian ini. Kemudian dari data yang sudah didapatkan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan metode deduktif, yaitu menjelaskan dari kereangan yang umum menjadi khusus. Anlisis yang telah dilakukan kemudian disimpulkan menggunakan teori hukum pidana Islam. Hasil penelitian menyimpulkan data dari putusan pengadilan negeri Yogyakarta Nomor. 10/Pid.Sus/2016/PN.Yyk tentang tindak pidan. Terdakwa yang telah terbukti dan mengaku bersalah dalam pengadilan telah melanggar pasal 35 UU No. 42 Tahun 1999 tentang jaminan fidusia, terdakwa dijatuhi pidana selama 3 bulan penjara dan denda sebesar 1.000.000,- (satu juta rupiah). Berdasarkan pertimbangan hukum hakim dalam menentukan sanksi, putusan tersebut sudah tepat, meskipun dari segi sanksi tidak cukup memberikan efek jera bagi pelaku. Berdasarkan analisis hukum pidana islam pertimbangan Hakim sesuai dengan rukun syar’i hukum pidana Islam. Yaitu unsur formil, unsur materiil 3. unsur moril dan dalam hukum pidana Islam sanksi ini masuk dalam kategori jarimah ta’zi>r. Sejalan dengan kesimpulan di atas hendaknya penegak hukum dalam memutus suatu sanksi hukuman untuk memberikan sanksi sesuai berdasarkan beratnya tindak pidana tersebut sehingga akan menimbulkan efek jera terhadap pelaku tindak pidana agar tidak mengulangi hal yang serupa karena tindak pidana yang berkaitan dengan melanggar perjanjian ini menyangkut tindak pidana kejahatan mengancam keamanan dan rasa percaya masyarakat
Konten Bongkar Praktik Perdukunan Sebagai Presentasi Diri Pesulap Merah
Penelitian ini menggunakan teori presentasi diri oleh Jones & Pittman pada karya nya Toward a General Theory of Strategic Self-Presentation di konsep presentasi diri. Berdasarkan analisis tiga konten video dengan subjek yang sama yaitu bongkar praktik perdukunan Gus Syamsudin. Hasilnya konten bongkar praktik perdukunan milik pesulap merah terdapat 2 tanda konsep self promotion, 4 tanda konsep intimidation, 7 tanda konsep exemplification, 3 tanda konsep ingratiation, dan 2 tanda konsep suplification. Dari tiga video di dapati konsep exemplification sebanyak 7 scene. Konsep tersebut didapati dengan menganalisis bahasa tubuh, kata – kata, pakaian serta tindakan yang dilakukan oleh pesulap merah
ANALISIS AUDIT ENERGI PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DI RUMAH SAKIT CIREMAI KOTA CIREBON
Industri rumah sakit merupakan suatu jenis usaha berbasis pelayanan kesehatan yang didalam operasionalnya membutuhkan energi listrik yang tinggi. Besarnya energi listrik yang tinggi mengakibatkan biaya pengeluaran juga tinggi. Rumah sakit Ciremai merupakan rumah sakit umum tipe B untuk tingkat wilayah III yang mengakibatkan tingkat hunian tinggi. Oleh karenanya kebutuhan energi listrik menjadi kebutuhan primer. Tarif dasar listrik yang semakin naik menjadi suatu masalah dalam biaya pengeluaran rumah sakit. Maka kegiatan audit energi perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa efisien pemakaian energi pada rumah sakit Ciremai melalui pemakaian peralatan listriknya. Metode audit energi awal akan memberi nilai awal dari Intensitas Konsumsi Energi (IKE) suatu bangunan gedung yang akan menentukan sudah efisienkah atau belum, yang kemudian dilanjutkan dengan audit energi rinci untuk mencari peluang penghematan energi listrik yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumah sakit Ciremai sudah tergolong efisien pada IKE-nya, namun terdapat peluang penghematan energi pada bagian penyejuk udara dan rekomendasi untuk perancangan ulang pada bagian pencahayaan. ..... Hospital industry is a kind of health-based business which in its operation require high electrical energy. The amount of high electrical energy resulted in high cost of expenditure. Ciremai hospital is a type B public hospital for region III which resulted in high occupancy rate. Therefore the need for electrical energy becomes the primary need. Basic electricity tariffs are increasingly becoming a problem in the cost of hospital expenses. Then the energy audit activities need to be done to find out how efficient the use of energy at hospital Ciremai through the use of electrical equipment. The initial energy audit method will give an initial value of the Energy Consumption Intensity (IKE) of a building that will determine whether it is efficient or not, which then proceed with a detailed energy audit to look for opportunities for energy saving of existing electricity. The results of this study indicate that Ciremai hospital is already efficient in its IKE, but there are energy saving opportunities in the air conditioning section and recommendations for redesign in the lighting section
Analisis Daya Saing Dan Struktur Pasar Kayu Lapis Indonesia Di Pasar Internasional
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing dan struktur pasar
kayu lapis Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini menggunakan analisis
deskriptif dengan periode penelitian tahun 2001-2015. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kayu lapis Indoensia memiliki keunggulan komparatif dan
memiliki daya saing, struktur pasar kayu lapis di pasar internasional adalah
oligopoli, dan analisis SWOT dengan strategi ST yang dimana menggunakan
kekuatan untuk mengatasi ancaman yang ada pada komoditas kayu lapis
Indonesia. Strategi ST adalah dengan meningkatkan mutu kayu lapis dengan cara
mengurangi hambatan terkait biaya, fasilitasi regulasi, dan oeningkatan peran
lembaga pengawasan mutu dan perbaikan SDM nya
Desain Diagram Ladder untuk Banyak Objek pada Factory Automatic Trainer Menggunakan Metode Cascade
Terdapat beberapa bahasa pemrograman dalam Programmable Logic Controller (PLC) namun hanya satu bahasa yang umum digunakan yaitu Ladder Diagram (LAD). Ladder diagram memodifikasi rangkaian listrik program yang diinginkan menjadi kumpulan relay berupa kontak dan koil. Kontak menggambarkan masukan sedangkan koil mempresentasikan keluaran relay pada program ladder diagram. Perancangan diagram ladder tidak dilakukan secara konservatif tetapi dibutuhkan sebuah metode agar didapatkan hasil yang efektif dan efisien serta tidak menyimpan banyak memori sehingga berdampak pada biaya. Pada topik tugas akhir ini digunakan metode Cascade yang dapat mengurangi jumlah relay tidak hanya secara fisik saja tetapi melakukan pendekatan melalui jumlah proses sehingga memudahkan untuk mencari solusi dalam masalah yang lebih kompleks. Factory Automatic Trainer merupakan miniatur plant industri yang secara umum memiliki sistem yang mirip pada kondisi riil. Objek penelitian yang dipilih adalah banyak objek yang telah tersedia pada Factory Automatic Trainer dimana permasalahan terjadi saat addressing dilakukan berkelanjutan dan beragam. Tahapan proses addressing terbagi menjadi 4 yaitu counting benda kerja, pairing address benda kerja, locking address benda kerja dan pemutusan aliran address benda kerja. Dari keseluruhan diagram ladder sistem menggunakan metode Cascade diperoleh 26 input serta 113 rung terdiri dari 63 relay, 9 timer, 18 counter dan 3 output dengan besar data program sebesar 20126 Bytes.============================================================================================================There are several programming languages in the Programmable Logic Controller (PLC), but only one language is commonly used, that is Ladder Diagram (LAD). The Ladder diagram modifies the desired program electrical circuit into a collection of relays in the form of contacts and coils. Contact describes input while the coil presents relay output on the ladder diagram program. The design of the ladder diagram is not done conservatively, but a method is needed in order to obtain effective and efficient results and not to save a lot of memory so that it has an impact on costs. In the topic of this final project, the Cascade method is used to reduce the number of relays not only physically but to approach through a number of processes so it will be easy to find solutions of more complex problems. Factory Automatic Trainer is a miniature industrial plant that generally has a similar system in real conditions. The chosen object of the research is multiple objects, provided by Factory Automatic Trainer, where problems occur when addressing is carried out continuously and multiply. The stages of the addressing process are divided into 4, counting workpieces, pairing address of workpieces, locking address of workpieces and termination of workpiece address flow. The overall ladder diagram of the system using the Cascade method produces 26 inputs also 113 rungs consisted of 63 relays, 9 timers, 18 counters and 3 outputs with a program data size of 20126 Bytes
TASAWUF MODERN MENURUT HAMKA; STUDI ANALISIS TERHADAP TASAWUF KLASIK
Sufism has developed in the Islamic world since the 2nd century Hijriah. Many of the companions and tabi'in figures were Sufism groups, including Abu Ubaidah Al-Jarrah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, Abdullah Ibn Mas'ud, and many more. Initially Sufism emerged as a criticism of various problems that occur in life. Whether it was the aristocratic love of wealth, or the endless debates of religious scholars on trivial matters. So there are some groups who want to stay away from worldly problems to be alone and get closer to Allah SWT. Their initial intentions were good. But over time, with the mixing of cultures, traditions, and thoughts from non-Arab civilizations, the practice of Sufism began to change. No longer running in accordance with Islamic law, and even began to deviate far. The result is a mistaken view of Sufism. So in this paper, the author wants to try to explain the concept of 'modern Sufism' which was initiated by Hamka and to give it a difference from the concept of classical Sufism. With the library research method, the authors found that there was a new principle in the Hamka concept. He no longer thinks that Sufism is away from the world and draws closer to Allah alone, but even as an approach to Allah without leaving the world.Tasawuf sudah berkembang di Dunia Islam sejak abad ke-2 Hijriah. Banyak di antara tokoh sahabat dan tabi’in yang merupakan kelompok tasawuf, diantaranya adalah Abu Ubaidah Al-Jarrah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, Abdullah Ibn Mas’ud, dan masih banyak lagi. Mulanya tasawuf muncul sebagai kritik atas berbagai problematika yang terjadi dalam kehidupan. Entah itu kecintaan kaum bangsawan yang berlebihan terhadap harta kekayaan, maupun perdebatan tiada akhir dari para ahli agama tentang hal-hal sepele. Maka hadirlah sebagian golongan yang ingin menjauhi permasalahan duniawi itu untuk menyendiri dan mendekatkan diri pada Allah swt. Niat awal mereka baik. Namun seiring berjalannya waktu, dengan bercampurnya kebudayaan, tradisi, serta pemikiran dari peradaban non-Arab, maka pengamalan tasawuf itu mulai berubah. Tidak lagi berjalan sesuai dengan syariat Islam, bahkan mulai melenceng jauh. Dan tasawuf semacam itulah yang dipahami oleh umat muslim dunia saat ini. Hasilnya adalah pandangan yang salah terhadap tasawuf. Maka dalam tulisan ini, penyusun ingin mencoba menjelaskan konsep ‘tasawuf modern’ yang digagas Hamka serta memberikan perbedaannya dengan konsep tasawuf klasik. Dengan metode penelitian kepustakaan, penyusun menemukan terdapat kebaruan prinsip dalam konsep Hamka. Beliau tidak lagi menganggap bahwa tasawuf adalah menjauhi dunia dan mendekatkan diri pada Allah saja, namun bahkan merupakan pendekatan diri dengan Allah tanpa meninggalkan dunia
Hydrogen-rich syngas production of solid waste supercritical water gasification multi-objective process optimization
The increasing population and changing lifestyles have led to significant solid waste accumulation, necessitating efficient waste management to prevent environmental and health issues. Supercritical water gasification (SCWG) is an effective method for converting high-moisture biomass into hydrogen-rich syngas, operating at temperatures above 374°C and pressures above 490MPa. The objective of this study was to develop and validate an integrated modeling and multi-objective optimization framework, combining Response Surface Methodology (RSM), Artificial Neural Networks (ANN), and Multi-Objective Genetic Algorithm (MOGA) to maximize hydrogen-rich syngas production from municipal solid waste through SCWG. The research models and predicts the effects of feed concentration, residence time, and reaction temperature on hydrogen yield, lower heating value (LHV), and gas yield. The integrated RSM and ANN models demonstrated high predictive accuracy with R² values exceeding 0.95. Optimization results from MOGA identified optimal parameters: a feed concentration of 2%, a reaction temperature between 490-495°C, and a residence time of 80 minutes. These conditions achieved H2 selectivity of 84.73%, an LHV of 6.95 MJ/Nm³, and a gas yield of 29.7%. The findings highlight the dominant influence of reaction temperature and residence time on hydrogen production, while feed concentration requires careful balance for optimal syngas quality. This study demonstrates that the combined use of RSM, ANN, and MOGA provides an effective framework for optimizing SCWG processes, offering practical insights for industrial-scale applications. Future research should explore additional variables such as biomass composition, pressure, and catalysts to enhance the efficiency and sustainability of hydrogen production from solid waste, supporting SCWG as a viable technology for sustainable energy production and effective waste management
