1,720,986 research outputs found
Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Agen Asuransi PT. Allianz Life Indonesia KPM Cirebon
ITA PURNAMASARI. NIM. 1608203022, “PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA AGEN ASURANSI PT. ALLIANZ LIFE INDONESIA KPM CIREBON”, 2020.
Penelitian ini bertujuan untuk menganilis Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Agen asuransi PT. Allianz Life Indonesia Kantor Pemasaran Mandiri Cirebon. Untuk variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja (Y). Sedangkan untuk variabel independen adalah Pelatihan (X1) dan Motivasi Kerja (X2).
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh agen asuransi PT. Allianz Life Indonesia Kantor Pemasaran Mandiri Cirebon yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan sampling jenuh. Sehingga sample dari peneliitian ini sebanyak 30 orang untuk semua populasi yang ada, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis statistik berupa uji vaiditas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan uji hipotesis berupa uji t (parsial), uji f (simultan), dan uji koefisien determinasi (R2), dimana semua proses pengujian tersebut menggunakan alat bantu berupa SPSS 21.
Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial terdapat pengaruh positif namun tidak signifikan antara Pelatihan terhadap Kinerja sebesar 10,78%, dan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja sebesar 32,44%. Secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Pelatihan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja sebesar 86,8%.
Kata Kunci: Pelatihan, Motivasi Kerja dan Kinerja
PENGARUH MEDIA PUZZLE AKSARA JAWA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA KELAS III C DI MIN 8 SRAGEN TAHUN AJARAN 2018/2019
ABSTRAK
Ita Purnamasari, “Pengaruh Media Puzzle Aksara Jawa Terhadap Hasil
Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa Kelas III Di MIN 8 Sragen
Tahun Ajaran 2018/2019”. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2019.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya pemahaman peserta
didik kelas III terkait dengan aksara Jawa, alokasi waktu 2 jam pelajaran setiap
minggu untuk pelajaran bahasa Jawa, keunikan bentuk aksara Jawa yang
memerlukan kejelian dalam memahaminya, metode ceramah masih mendominasi
pembelajran serta belum digunakan media pembelajaran dalam pelajaran bahasa
Jawa. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Adakah pengaruh
media Puzzle aksara Jawa terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran
bahasa Jawa kelas III di MIN 8 Sragen tahun ajaran 2018/2019.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen,
desain eksperimen dalam penelitian ini dengan menggunakan desain pre
experimental . Bentuk desain yang digunakan dalam penelitian pre experimental ini
yaitu one grup pretest-posttest. Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam
penelitian ini dengan menggunakan wawancara tidak tersetruktur, dokumentasi,
dan tes berupa pretest-posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan
statistik parametrik yaitu paired sample T-test.
Hasil penelitian menunjukkan: terdapat pengaruh penggunaan medi puzzle
aksara Jawa terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Jawa
kelas III di MIN 8 Sragen tahun ajaran 2018/2019. Terbukti dari hasil perhitungan
Uji paired sample T-test dengan nilai t hitung (sig.2-tailed) = 0,000< 0,05 berarti Ho
ditolak dan Ha diterima
Ita Purnamasari NIM 11209244028
PENCIPTAAN TARI GUGADI DALAM TRADISI SADRANANDI DUSUN DUREN, DESA BEJI, KECAMATAN NGAWEN,KABUPATEN GUNUNGKIDULOleh:Ita PurnamasariNIM 11209244028Sumaryadi, M. PdTrie Wahyuni, M. PdABSTRAKPenelitian ini bertujuan membuat koreografi (komposisi) tari Gugadi untuk upacara Sadranan di dusun Duren, desa Beji, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul. Penamaan tari Gugadi dilakukan dengan mengakomodasi pendapat saran dan persetujuan dari warga dusun Duren, mengingat dua dusun yang mengadakan tradisi Sadranan adalah Gunung Gambar dan Wonosadi. Nama tari Gugadi yang akan difungsikan sebagai tari upacara tersebut berasal dari kata “guga” yang berarti Gunung Gambar dan “di” dari kata Wonosadi.Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R D). Berdasarkan „potensi masalah‟ yang berhasil disusun, dilakukan proses „pengumpulan data‟ tentang tradisi Sadranan, dilanjutkan dengan „mendesain produk tari Gugadi‟ (tema, judul, gerak, adegan). Konsep itu „divalidasi‟ oleh ahli koreografi dan ahli budaya setempat. Hasil validasi digunakan untuk melakukan „revisi‟ konsep tersebut. Selanjutnya, desain produk tari Gugadi „diuji coba‟ (disaksikan tokoh masyarakat), dilakukan revisi, dilanjutkan dengan „uji coba pemakaian‟ (uji coba pengguna dengan perlengkapan lengkap), hasil uji pemakaian di revisi semaksimal mungkin dan siap digunakan dalam prosesi Sadranan.Hasil penelitian ini sebagai berikut. Koreografi tari Gugadi terdiri atas sembilan langkah penggarapan, yaitu tahap potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, dilakukan uji coba produk yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat, revisi, selanjutnya di uji coba pemakaian bersama pengguna yaitu masyarakat dusun Duren, desa Beji. Hasil validasi ahli koreografi, ahli budayawan dan pengguna menunjukkan bahwa koreografi tari Gugadi cocok atau sesuai untuk dipergelarkan pada prosesi tradisi Sadranan di dusun Duren, desa Beji, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul. Hasil uji coba produk dan uji coba pemakaian di menunjukkan bahwa koreografi tari Gugadi cukup bisa diterima, ceritanya baik, temanya baik, susunan geraknya baik, gerak yang disusun mudah diikuti, kerjasama antar pelaku seni, pengamat budaya, pamong desa, dan masyarakat setempat cukup baik. Dapat disimpulkan bahwa koreografi tari Gugadi layak dipergelarkan dalam rangkaian prosesi acara tradisi Sadranan di dusun Duren, desa Beji, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul.Kata Kunci: penciptaan tari, Gugadi, tradisi Sadranan
LAPORAN AKHIR PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI A049 SD NEGERI REJOWINANGUN 1
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta
yang salah satunya berlokasi di SD N Rejowinangun 1 telah dilaksanakan oleh
mahasiswa pada tanggal 10 Agustus sampai dengan 12 September 2015. Tujuan
dari program PPL adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa
dalam pembelajaran di sekolah; melatih dan mengembangkan
profesionalismenya dalam bidang keguruan atau pendidikan; kesempatan untuk
mengenal, belajar, dan memahami seluk beluk sekolah dengan segala
permasalahannya; serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki dalam proses
pembelajaran.
Program PPL ini terdiri dari program mengajar dan non mengajar.
Program mengajar terdapat pelaksanaan praktik mengajar terbimbing sebanyak
4 kali yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2015 yang dilaksanakan di
kelas 2B dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, 20 Agustus 2015
dilaksanakan di kelas 5A dengan mata pelajaran Matematika materi KPK dan
FPB, 22 Agustus 2015 dilaksanakan di kelas 3B dengan mata pelajaran tematik
Bahasa Indonesia dan Matematika, dan 27 Agustus 2015 dilaksanakan di kelas
5B dengan mata pelajaran PKn. Praktik ujian sebanyak 2 kali yang dilaksanakan
tanggal 1 September 2015 di kelas 2B dengan mata pelajaran tematik Bahasa
Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan pada 3 September 2015 di kelas 4B
dengan mata pelajaran Matematika. Praktik mengajar ini meliputi pembuatan
rencana pelaksanaan pembelajaran, persiapan media, pelaksanaan
pembelajaran, evaluasi pembelajaran serta menggunakan metode pembelajaran
yang berbeda-beda. Metode yang digunakan antara lain ceramah, diskusi, tanya
jawab, pemberian tugas, dan kuis.
Pada pelaksanaan program PPL di SD Negeri Rejowinangun 1 berjalan
dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak terutama pihak sekolah sendiri
sangat membantu kelancaran pelaksanaan program PPL di sekolah tersebut.
Kegiatan PPL dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam
pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan
kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang
telah dipelajari kedalam proses pembelajaran di sekolah, serta dapat
meningkatkan hubungan yang baik antara UNY dengan sekolah
LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 1 WONOSARI
Program PPL yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta merupakan program praktek pengalaman lapangan yang telah dirancang sebagai bagian dari implementasi, pengabdian, tanggung jawab serta loyalitas perguruan tinggi. Dengan PPL ini praktikan memperoleh kesempatan menghadapi kondisi riil dalam proses belajar mengajar. Selain itu program ini sangat berguna untuk penguasaan kompetensi keilmuan dan ketrampilan bidang studi, ketrampilan pengembangan profesi, dan kompetensi dalam pembentukan kepribadian sebagai pendidikan yang profesional.
Kegiatan PPL ini dilaksanakan bersama dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2014 sampai dengan 17 September 2014 di SMA Negeri 1 Wonosari. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka PPL di SMA Negeri 1 Wonosari antar lain: observasi lingkungan pembelajaran dan lingkungan fisik sekolah, persiapan mengajar, pembutan rencana pembelajaran, kegiatan praktek mengajar di kelas, pembuatan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran, analisis hasil evaluasi, dan pembuatan laporan sebagai kegiatan akhir dalam rangkaian Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Wonosari.
Hasil Pratek Pengalaman Lapangan (PPL) mengungkapkan bahwa praktekan dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan praktek keguruan dengan teori kependidikan secara terpadu, yang digunakan sebagai bekal membentuk calon pendidikn profesional. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan PPL. Hambatan itu diantarnya rasa canggung pada saat pertama kali mengajar, kurang percaya diri dan kurang menguasai kelas kadang peserta didik kurang memperhatikan. Hambatan itu dapat teratasi seiringnya berjalanya waktu. Dengan semua program kegiatan yang dilaksanakan oleh praktikan tersebut, praktikan berharap dapat menjadikan kegiatan tersebut sebagai wadah untuk memaksimalkan semua potensi yang praktikan miliki. Selain itu juga membantu upanya pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM melaui pembangunan pendidikan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
