69 research outputs found
Variasi Haplotipe Gen Cytochrome c Oxidase I dan II pada Wereng Hijau Nephotettix virescens (Distant) (Hemiptera: Cicadellidae) Populasi Indonesia.
Wereng hijau, Nephotettix virescens (Hemiptera: Cicadellidae) merupakan
serangga vektor virus tungro padi yang menginfeksi tanaman padi di Indonesia.
Gejala tanaman yang terinfeksi virus tungro menjadi kerdil, warna daun
menguning, daun muda menggulung, anakan padi berkurang, dan gabah hampa,
sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu yang berakibat
menurunnya produktivitas. Populasi N. virescens memiliki variasi yang berbeda
pada karakter morfologi eksternal (kepala, torak, sayap, abdomen, dan tungkai)
dan karakter genitalia jantan (aedeagus, jumlah spines (duri) pada aedeagus, dan
pygofer) di beberapa wilayah Indonesia. Variasi yang terjadi pada populasi N.
virescens kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan lokal sehingga tidak
mengungkapkan pola pengelompokkan berdasarkan geografik. Oleh karena itu,
diperlukan identifikasi serangga vektor yang lebih akurat untuk membedakan
populasi N. virescens dari berbagai daerah.
Pendekatan molekular dengan mempelajari variasi genetik diharapkan
dapat mengungkapkan pola pengelompokkan berdasarkan geografik, sehingga
dapat digunakan untuk Pemantauan persebaran populasi N. virescens di setiap
daerah. Oleh karena itu, database molekular N. virescens sangat diperlukan untuk
mengembangkan strategi pengendalian vektor. Informasi variasi genetik dapat
digunakan untuk mempelajari asal-usul serangga vektor ketika terjadi dominansi
N. virescens di suatu daerah.
Marka DNA mitokondria (DNAmt) dapat digunakan untuk mempelajari
identifikasi spesies, variasi genetik intra spesies dan hubungan kekerabatan antar
spesies. Gen pada DNAmt yang banyak digunakan dalam studi molekular untuk
mempelajari variasi genetik dan struktur populasi adalah gen cytochrome c
oxidase (COI dan COII). Daerah gen COI dan COII memiliki variabilitas yang
rendah, bersifat konservatif, tidak ada insersi dan delesi. Data DNAmt untuk N.
virescens di Indonesia belum ada. Oleh karena itu, analisis variasi gen COI dan
COII N.virescens di Indonesia perlu dilakukan untuk mendapatkan database
serangga tersebut. Penelitian ini bertujuan mempelajari variasi haplotipe gen COI
dan COII N. virescens yang dikoleksi dari delapan lokasi di enam provinsi di
Indonesia, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi
Selatan.
Tahapan analisis molekular meliputi ekstraksi DNA fase dewasa N.
virescens, amplifikasi DNA, perunutan dan alignment DNA. Primer gen COI dan
COII N. virescens dirancang berdasarkan complete genome DNAmt N. cincticeps
(GenBank no. aksesi KP749836). Analisis bioinformatik dilakukan berdasarkan
homologi runutan basa dan asam amino, analisis jarak genetik dan konstruksi
pohon filogeni untuk kekerabatan antar populasi. Analisis molekular lain meliputi
diversitas haplotipe dan basa, dan analisis struktur genetik populasi.
Sebanyak 128 urutan basa gen COI dan COII telah berhasil diperoleh dari
64 individu N. virescens. Hasil alignment dari delapan populasi diperoleh panjang
basa gen COI dan COII parsial masing-masing sebesar 735 dan 612 pb. Penelitian
ini menemukan 14 dan 10 haplotipe baru dari alignment runutan basa berturutturut
untuk COI dan COII. Haplotipe baru hasil penelitian ini telah didaftar ke
DNA Data Bank of Japan (DDBJ) dengan nomer aksesi: LC330970 - LC330983
untuk gen COI dan LC330984 – LC330993 untuk gen COII. Variasi basa yang
terjadi pada 14 haplotipe gen COI dan ke-10 haplotipe gen COII adalah berupa
substitusi yang tidak selalu menyebabkan perubahan asam amino.
Hasil penelitian menemukan gen COI terdiri atas satu haplotipe umum dan
13 haplotipe spesifik, sedangkan gen COII ditemukan dua haplotipe umum dan
delapan haplotipe spesifik. Haplotipe umum ditentukan berdasarkan runutan basa
yang ditemukan disemua lokasi sampel yang diteliti, yaitu haplotipe 1 (HT1)
untuk gen COI sedangkan HT1 dan HT2 untuk gen COII. Dengan adanya
haplotipe umum ini dimungkinkan terjadi aliran gen antara populasi-pupulasi
wereng hijau tersebut dan HT1 mungkin merupakan haplotipe nenek moyang N.
virescens. Haplotipe spesifik (haplotipe unik untuk masing-masing daerah) pada
gen COI dan COII dapat dikelompokkan masing-masing menjadi empat dan tiga
haplotipe spesifik pulau. Keempat haplotipe spesifik N. virescens yang ditemukan
di gen COI dapat digunakan untuk mewakili daerah Jawa, Sumatera, Bali, dan
Sulawesi, sedangkan tiga haplotipe spesifik gen COII berasal dari Jawa, Sumatera,
dan Sulawesi.
Diversitas genetik delapan populasi N. virescens menunjukkan bahwa
nilai rata-rata diversitas haplotipe gen COI dan COII relatif moderat (Hd = 0.546)
sampai tinggi (Hd = 0.665) dengan diversitas basa rendah (Л = 0.00204 dan
0.00208). Nilai Fst menunjukkan bahwa populasi Kutacane, Wonosobo, dan
Sidrap mempunyai aliran gen yang rendah dibandingkan populasi lainnya yang
kemungkinan disebabkan adanya isolasi geografik (misalnya pegunungan, jarak
antar populasi dan lautan). Konstruksi pohon filogeni N. virescens menunjukkan
bahwa gen COI lebih memberikan sinyal genetik dibandingkan gen COII dengan
terbentuk dua kelompok yaitu kelompok 1 Sundaland untuk daerah Sumatera,
Jawa, dan Bali dan kelompok 2 untuk daerah Sulawesi. Oleh karena itu, hasil
penelitian ini dapat menunjukkan bahwa runutan gen COI lebih efektif digunakan
sebagai penanda atau marka untuk identifikasi spesies N. virescens di masing -
masing daerah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk
menjelaskan jika terjadi sebaran haplotipe N. virescens dari daerah native tungro
ke daerah non-native
UPAYA PT INDOKOM SAMUDRA PERSADA DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS KARYAWAN
ABSTRAK
PT Indokom Samudra Persada merupakan perusahaan
perseroan terbatas yang bergerak dibidang budidaya udang,
pengolahan dan eksportir udang beku yang didirikan melalui Akta
Notaris pada tahun 2000 dan termasuk dalam kategori perseroan
terbatas perseorangan yang mana pemasaran produk yang dihasilkan
PT Indokom Samudra Persada tidak domestik melainkan
internasional. PT Indokom Samudra Persada memiliki karyawan yang
beragama Islam, Kristen dan Hindu, dalam peningkatan religiusitas
para karyawan, perusahaan memiliki banyak upaya yang dilakukan
yang bertujuan untuk menjaga kepercayaan yang dianut oleh
karyawan ditengah-tengah kesibukan kerja. Penulis akan membahas
apa saja yang telah dilakukan perusahaan yang merupakan upaya PT
Indokom Samudra Persada dalam peningkatan religiusitas para
karyawan dan penulis juga akan menggali dampak religiusitas
terhadap etos kerja karyawan.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menghasilkan data
deskriptif tentang Upaya PT Indokom Samudra Persada dalam
meningkatkan religiusitas para karyawan. Dalam pengumpulan data,
penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui interview atau
wawancara bebas terpimpin, observasi terhadap fenomena-fenomena
yang diselidiki terkait dengan Upaya PT Indokom Samudra Persada
dalam meningkatkan religiusitas karyawan dan dokumentasi terkait
program atau kegiatan para karyawan dalam penguatan religiusitas
yang mereka jalani.
PT Indokom Samudra Persada memiliki karyawan yang
berjumlah 1.275 orang dan dalam berkeyakinan berbeda, pemeluk
Agama Islam berjumlah 1.245 orang, pemeluk Agama Kristen
berjumlah 15 orang dan pemeluk Agama Hindu berjumlah 15 orang.
Dalam memperkuat religiusitas para karyawannya, PT Indokom
Samudra Persada melakukan banyak upaya seperti doa bersama
sebelum melakukan pekerjaaan yang dipimpin oleh masing-masing
supervisor, membuat jadwal imamah untuk para karyawan untuk
mengimami karyawan lain saat melaksanakan sholat dzuhur dan ashar
berjamaah, mengadakan sholat jumat seminggu sekali dengan mengundang ustadz dari luar untuk mengisi khutbah dan menjadi
imam, mengadakan tahsin qiroah rutin seminggu sekali yang mana
mengundang ustadz dan ustadzah dari Dewan Dakwah Lampung
untuk mentashih bacaan Al-Ouran karyawaan, mengadakan khotmil
quran sebulan sekali yang mana mengundang ustadz dan santri-santri
dari Pondok Assalafiyah Al-Birru Kaliasin, mengadakan pengajian
sebulan sekali kegiatan ini bergilir dengan kegiatan khotmil quran,
mengadakan kegiatan kajian setiap tiga minggu sekali, ikut serta
merayakan idul adha, mengadakan undian berhadiah umroh kepada
para karyawan setiap tahunnya, mengadakan santunan anak yatim dan
piatu, mengadakan acara halal bihalal setelah hari raya idul fitri dan
mengadakan peringatan maulid nabi di Masjid Birrul Walidain.
Khusus untuk karyawan pemeluk Agama Kristen dan Agama Hindu
pihak PT Indokom Samudra Persada tidak mempersulit para
karyawannya dalam perizinan untuk merayakan hari besar agama
yang dianutnya. Dan selain itu, PT Indokom Samudra Persada juga
menganjurkan kepada seluruh karyawannya untuk menciptakan
suasana yang saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai toleransi
antara karwana dengan karyawan lainnya, antara karyawan pemeluk
Agama Islam dan Pemeluk Agama yang Lainnya yang sengaja
dibangun yang bertujuan membangun keharmonisan para karyawan,
juga akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para karyawan
yang berada di lingkungan perusahaan. Dengan diadakannya berbagai
hal yang berkaitan dengan kehidupan beragama dan menghadirkan
suasana lingkungan yang harmonis, diharapkan dapat memperkuat
religiusitas para karyawan di PT Indokom Samudra Persada Lampung
Selatan.
Kata kunci: PT Indokom Samudra Persada, Religiusitas,
Karyawan. ABSTRAK
PT Indokom Samudra Persada is a limited liability company
engaged in shrimp farming, processing and exporting frozen shrimp
which was established through a Notary Deed in 2000 and is included
in the category of individual limited liability companies where the
marketing of products produced by PT Indokom Samudra Persada is
not domestic but international. PT Indokom Samudra Persada has
employees who are Muslim, Christian and Hindu, in increasing the
religiosity of employees, the company has many efforts made which
aim to maintain the beliefs held by employees in the midst of busy
work. The author will discuss what the company has done which is PT
Indokom Samudra Persada's effort in increasing the religiosity of
employees and the author will also explore the impact of religiosity on
employee work ethic.
The method used by the author in this research is to use a
qualitative approach to produce descriptive data about PT Indokom
Samudra Persada's efforts to improve the religiosity of employees. In
collecting data, the author uses data collection techniques through
interviews or free guided interviews, observation of the phenomena
under investigation related to PT Indokom Samudra Persada's efforts
to improve employee religiosity and documentation related to
programs or activities of employees in strengthening their religiosity.
PT Indokom Samudra Persada has 1,275 employees with
different beliefs, 1,245 Muslims, 15 Christians and 15 Hindus. In
strengthening the religiosity of its employees, PT Indokom Samudra
Persada makes many efforts such as praying together before doing
work led by each supervisor, making a schedule of imamah for
employees to lead other employees when performing dzuhur and asr
prayers in congregation, held Friday prayers once a week by inviting
outside ustadz to fill the sermon and become an imam, held tahsin
qiroah routine once a week which invited ustadz and ustadzah from
the Lampung Da'wah Council to mentashih the reading of the Al�Ouran of the employees, held khotmil quran once a month which invited ustadz and students from Pondok Assalafiyah Al-Birru
Kaliasin, PT Indokom Samudra Persada conducts recitation once a
month with khotmil quran activities, holds study activities every three
weeks, participates in celebrating Eid al-Adha, holds a lottery for
Umrah prizes for employees every year, holds compensation for
orphans and orphans, holds halal bihalal events after Eid al-Fitr and
holds prophet maulid commemorations at the Birrul Walidain
Mosque. Especially for Christian and Hindu employees, PT Indokom
Samudra Persada does not make it difficult for its employees to obtain
permits to celebrate their religious holidays. In addition, PT Indokom
Samudra Persada also encourages all employees to create an
atmosphere of mutual respect and uphold the value of tolerance
between karwana and other employees, between employees who
adhere to Islam and other religions that are deliberately built with the
aim of building employee harmony, will also provide its own
experience for employees who are in the company environment. By
holding various things related to religious life and presenting a
harmonious environmental atmosphere, it is hoped that it can
strengthen the religiosity of employees at PT Indokom Samudra
Persada South Lampung.
Keywords: PT Indokom Samudra Persada, Religiosity, Employees
Karakterisasi Gen Odorant Receptor (OR) Parsial Serangga Penggerek Batang Padi Kuning Scirpophaga incertulas (Walker)
Yellow rice stem borer S. incertulas (Lepidoptera: Crambidae) is an important insect causes the damage of the rice crop. The females of S. incertulas naturally release sex pheromones and then captured by pheromone binding protein (PBP) in the haemolymph of male antennaes; subsequently sent to the odorant receptor proteins located on the olfactory sensory neuron dendrites on the antennae sensillae membrane which detect the chemical stimuli. The aim of this study was to characterize the odorant receptor (OR) gene that mediates the chemical information systems on the mating behavior of S. incertulas. RNA was extracted from male and female imago antennaes collected from Karawang and from rearing in Indonesian Centre for Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research and Development (BB-BIOGEN). The OR gene amplification from cDNA was performed by standard PCR, touchdown PCR and nested-touchdown PCR. The characterization of partial OR gene of S. incertulas male successfully performed by using touchdown-nested PCR. The OR partial gene sequence of S. incertulas revealed 133 bp size was homolog to the OR gene sequence of Ostrinia nubilalis (Lepidoptera: Crambidae) OnubOR7a (GenBank Accession No. AB597005.1). The homologous part showed that 133 bp sequence of S. incertulas was a candidate of OR genes that mediated the chemical information systems on the mating behavior of yellow rice stem borer. This study also successfully amplified beta-actin gene sequence 681 bp size from both male and female insects as the verification to the success of RNA extraction
. Biologi Penggerek Batang Jagung Ostrinia Furnacalis Guenée Yang Diberi Pakan Buatan
Ostrinia furnacalis merupakan serangga penggerek batang yang memanfaatkan tanaman jagung sebagai inang utamanya. Serangga O. furnacalis berkembang dalam suatu siklus hidup dengan metamorfosis sempurna (holometabola). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti beberapa aspek biologi O. furnacalis (siklus hidup, masa inkubasi telur, fertilitas telur, fekunditas betina, longivitas imago, waktu kawin) yang diberi pakan buatan yang telah dimodifikasi dari formula yang pernah dibuat sebelumnya. Siklus hidup O. furnacalis yang diberi pakan buatan secara keseluruhan berlangsung selama 27-34 hari. Fekunditas penggerek batang jagung betina yaitu sebanyak 16-452 telur dengan tingkat fertilitas sebesar 61,97% dan masa inkubasi 3-5 hari. Longivitas imago penggerek batang jagung ini adalah 6-11 hari, dan longivitas imago betina lebih tinggi dibandingkan imago jantan. Imago melakukan kopulasi pada umur 0-3 hari setelah keluar dari pupa dan terbanyak pada satu hari. Waktu imago berkopulasi yaitu pada jam ke-3 hingga jam ke-8 setelah fase gelap dimulai, dan tertinggi pada jam ke-5. Pakan buatan yang digunakan pada penelitian ini dapat digunakan untuk perbanyakan O. furnacalis. Stadia telur hingga pupa O. furnacalis yang diberikan pakan buatan berlangsung lebih singkat dibandingkan stadia telur hingga pupa yang diberikan pakan alami
Variasi Sensila pada Antena Ngengat Scirpophaga incertulas Walker (Lepidoptera: Crambidae)
Scirpophaga incertulas Walker (Lepidoptera: Crambidae) moth infests paddy, therefore it is known as yellow rice stem borer. The antenna of moth S. incertulas serve as the olfactory organ. The pores in antennal sensilla allow the feromon pass to the inner side of the antenna. The aim of this research was to study the diversity of antennal sensilla from the male and female S. incertulas by using scanning electron microscope (SEM). Goldplating method was applied for the purpose of coating process to increase the slide contrast. The antenna S. incertulas is filiform type and the antenna consists of three main parts, i.e. scape, pedicle, and flagellum. This study found that the S. incertulas male antenna has two types of sensila: trichodea sensilla (having three variations: TrI, TrII, and TrIII types) and bassiconica sensilla with two variations, BaII and BaIII types. Further in female antennal, the result of this study revelaed four types of sensilla: trichodea sensilla (TrI, TrII, and TRIII types), bassiconica sensilla (BaIII type), chaetica sensilla, and three variations of coeloconica sensilla (CoI, CoII, and CoIII types)
Kama Salah
Dewa Siwa ingin mengelilingi dunia bersama istrinya. Beliau naik diatas punggung Lembu Andini, terbang diangkasa. Setelah selesai mengelilingi Hutan/ daratan, lalu terbang di atas samudra.
Kebetulan waktu matahari terbenam, waktu senjakala, sinar matahari merah menyinari air samudra, menimbulkan pandangan indah di lautan. Dewa Siwa memandang keindahan samudra, bimbang ragu hatinya, bangkit asmaranya, karena sejak Weton Wisnu, jauh dari rindu asmara.
Sejak itulah baru bangkit keinginan untuk bersatu rasa dengan istrinya. Tetapi sayang Dewi Uma tidak menanggapinya, sebab rasa hati masih jauh untuk bersenggama. Namun Dewa Siwa berkeinginan keras, Dewi Uma dipegang, lalu dipangku & akan digaulinya. Dewi Uma menolak & berkata mengingatkan. Dikatakannya Dewa Siwa kurang sabar dan agak kasar seperti raksasa, berbuat disembarang tempat, di atas punggung lembu.
Dewi Uma mengharap agar Dewa Siwa lebih sabar, namun sumpah serapah Dewi Uma yang telah terucap bagaikan sumpah ampuh, sehingga seketika Sangyang Siwa bertaring seperti raksasa. Karena tak kuasa menahan gairah & timbul amarahnya, Kama (benih) Dewa Siwa terlanjur keluar dan tumpah di samudra, menggelegar suaranya.
Air samudra berdebur hebat, membual-bual seperti diaduk-aduk. Segera Beliau kembali ke Kahyangan. Air samudra masih hebat membual-bual, gegap gempita suaranya, menggemparkan para Dewa. Surga bagai diguncang, lalu disuruhnya para Dewa mencari penyebabnya. Setelah jelas, Para Dewa kembali melapor, bahwa yang menimbulkan huru-hara berasal dari dasar laut.
Mereka tidak dapat mendekat karena panas sinar seperti panas api. Dewa Siwa bersabda bahwa yang tampak bersinar itu disebut Kama Salah. Dan menyuruhnya untuk membinasakannya. Namun apa daya, mereka semua yang diperintahkan, tak sanggup membunuhnya.
Bahkan Para Dewa lari kocar- kacir..tunggang langgang dikarenakan kuatnya Kama Salah ini. Sampai akhir kata, Dewa Siwa memberi wejangan kepada Kama Salah bahwa ia adalah putera dari Dewa Siwa. Kemudian ia diberi nama Batara Kala dan lalu disuruhnya untuk memematahkan taring nya agar bisa diakui sepagai putra Dewa Siwa
ANALISIS MUTASI OFFICER TERHADAP KEGIATAN OPERASIONAL DI PERUSAHAAN PT. BAHTERA ENERGI SAMUDRA TUAH
Agung Rio Pambudi, 2018, NIT: 51145492. K, “Mutation Officer Analysis Of
Operational Activities In The Company PT. Bahtera Energi Samudra Tuah
",Mini Thesis of Port and Shipping Departement, Diploma IV Program,
Merchant marine polytechnic semarang, Supervisor I: Sri Murdiwati, S.
Sos., M.Si Supervisor II: Dodik Widarbowo, M.T., M.M
PT. Bahtera Energi Samudra Tuah which is engaged in shipping
commercial vessels both domestically and abroad. Each activity must be supported
by good implementation so that the activities / programs can run smoothly.
However, the implementation of ship operations at PT. Bahtera Energi Samudra
Tuah is often disturbed by the occurrence of crew mutations that are not in
accordance with the schedule that has been determined by the company so that
there needs to be a problem solving or improvement in the crew transfer policy.
Therefore, it is necessary to analyze crew mutations to optimize company
objectives. The purpose of this study is to determine the effect of officer mutations
that are not on schedule to the company's operational activities, to find out what
factors influence the mutation of officers that are not on schedule and to find out
what efforts PT. Bahtera energi samudra tuah is good to overcome delays in crew
mutations.
This study uses descriptive qualitative method by describing in detail the
implementation of officer mutations on the smooth operation of the ship's PT.
Bahtera energi samudra tuah. In addition, data collection was carried out by
interviewing, observing, literature literacy and the implementation of mutations of
ship officers at PT. Bahtera Energi Samudra Tuah.
The results of this study can be concluded, the influence of officer
mutations that are not on schedule to the operational activities of PT. Bahtera
energi samudra tuah is a cause of loss of time, cost, and a lack of chartered trust in
the company, as well as factors that influence the occurrence of officer mutations
namely, delays in salary payments, conflicts that occur between the crew, the crew
fled, as for the efforts made PT. Bahtera energi samudra tuah is the provision of
crew standby, timely crew placement, quality improvement of PT. Bahtera energi
samudra tuah and a more efficient crew recruitment process
Key Word: Analysis, Mutation Officer, Operationa
Art. II.—Samudra Gupta (A specimen chapter of the projected Ancient History of Northern India from the Monuments.)
The following history of the reign of the great conqueror, Samudra Gupta, who was emperor of Northern India, and made extensive, though temporary, conquests in the south, about the middle of the fourth century of the Christian era, is offered as a specimen of the author's projected “Ancient History of Northern India from the Monuments.” Though that projected history may never be completed, I venture to think that fragments of it may not be altogether valueless, and that they may suffice to prove that even now the materials exist for the construction of an authentic and fairly readable “History of Ancient India.”</jats:p
OPTIMALISASI SECURING CARGO PETI KEMAS DI MV. SAMUDRA INDAH 2
ABSTRAKSI
IGO OKTORA H, 2018, NIT : 51145152.N, “Optimalisasi Securing Cargo
Petikemas di MV. Samudra Indah 2”, skripsi Program Studi Nautika,
Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Capt. Agus Hadi Puurwantomo, M.Mar, Pembimbing II: Daryanto S.H.,
M.M.
Securing cargo adalah usaha yang dilakukan untuk mengamankan dan
melindungi dari gerakan-gerakan mengangguk kapal dapat mengakibatkan
mengendurnya lasingan muatan. Jenis kapal petikemas secara garis besar dapat
dibedakan dalam dua jenis yaitu :kapal full container dan kapal semi container.
Pada prinsipnya semua kapal dalam melaksanakan pemuatannya, mempunyai
tujuan untuk menjaga keselamatan muatan dan awak kapal baik dalam proses
permuatan, proses pembongkaran dan selama pelayaran. Terutama dalam hal
masalah lasing muatan selama pelayaran harus benar-benar diperhatikan. Seperti
halnya pada kapal MV. Samudra Indah 2 dimana penulis melaksanakan praktek
berlayar. Selain akibat pergerakan-pergerakan kapal faktor dari manusiapun
memungkinkan terjadinya bahaya-bahaya yang disebabkan oleh muatan. Faktorfaktor
tersebut antara lain, pelaksanaan securing cargo yang tidak sesuai dengan
prosedur, Pemberian alat-alat lasing yang tidak lengkap, kurangnya skill buruh
dalam hal pelaksanaan securing cargo yang sesuai prosedur, serta kurangnya
partisipasi awak kapal dalam pengamanan muatan.
Dalam pelaksanaannya, seorang peneliti harus menggunakan metodemetode
tertentu untuk mengumpulkan data yang tersusun secara sistematis sesuai
dengan tujuan penelitian. Ada bermacam-macam metode yang dipergunakan
untuk mengumpulkan data seperti interview, observasi, dan kepustakaan. Namun
tidak satu teknik pun yang paling dianggap baik.
Dengan melaksanakan securing cargo tersebut diharapkan securing cargo
petikemas dapat dilaksanakan sesuai prosedur untuk menjaga muatan petikemas
terjaga sampai di pelabuhan tujuan dengan lancer, aman, cepat, efektif, dan
efisien. Pada akhir bagian skripsi penulis menyajikan kesimpulan dan saran.
ABSTRACT
IGO OKTORA H, 2018, NIT: 51145152.N, "Optimality Securing Cargo
Container MV. Samudra Indah 2 ", essay of Nautical Study Program,
Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,1st supervisor: Capt. Agus
Hadi Puurwantomo, M.Mar, Pembimbing II: Daryanto S.H., M.M.
Securing cargo is an effort made to secure and protect from nodding
movements may result in loosening of the charge weld. Types of container vessels
can be broadly divided into two types: full-container ships and semi-container
vessels. In principle, all ships in carrying out their loads, have a purpose to
maintain the safety of cargo and crew both in the process of loading, dismantling
and during the voyage. Particularly in the case of lasing issues during the voyage
should be taken into account. Just like on a MV. Samudra Indah 2 where the
authors carry out the practice of sailing. In addition to the effects of the ship
movements, the factor of any human being allows the occurrence of the dangers
caused by the load. These factors include the implementation of cargo securing
cargo that is not in accordance with the procedure, the provision of incomplete
lasing equipment, the lack of labor skills in terms of implementation of cargo
securing cargo according to procedures, and the lack of participation of crew
members in charge cargo.
In practice, a researcher must use certain methods to collect data organized
systematically in accordance with the objectives of the study. There are various
methods used to collect data such as interviews, observations, and literature. But
not one technique is most considered good.
By implementing the securing cargo, it is expected that cargo container
cargo can be carried out in accordance with the procedure to keep the container
load safely until the port of destination with lancer, safe, fast, effective and
efficient. At the end of the authors section presents conclusions and suggestions
Optimizing Management of the Jeumpa Journal: Journal of Science & Biology Education, Journal of the Biology Education Department, Samudra University
Scientific journals are publication media that contain articles that present the results of research and scientific studies. Management of journals by departments at universities is essential in improving the quality and reputation of departments, especially in supporting the implementation of tridharma in research. Based on the results of observations, the management of the Jeumpa Journal carried out by the Department of Biology Education at Samudra University is still not optimal. Through the Community Partnership Program (PKM), efforts were made to solve problems related to the not yet optimal management of the journal. Together with Jeumpa Journal editorial partners, efforts to optimize the journal were carried out through four stages, namely optimizing the appearance of the journal's website, compiling author guidelines, compiling article templates, and socializing and promoting the journal. Evaluation with Jeumpa Journal editorial partners on all stages of optimization activities that have been carried out is used as a benchmark in preparing follow-up programs in the development
- …
