820,064 research outputs found
Analisis dan kajian geguritan Salampah Laku karya Ida Padanda Made Sidemen
Geguritan Salampah Laku ini adalah hasil penelitian dari Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, Drs. I Made Suastika SU, Drs. I Made Seraya, dan Drs. I Nyoman Sulaga, yang dibiayai oleh Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara Jakarta pada tahun anggaran 1987/ 1988. Geguritan Salampah
Laku adalah suatu karya sastra tradisiona1 Bali yang dibangun oleh 13 jenis pupuh dan terdiri dari 121 bait, masing-masing pupuh sinom (17 bait), pupuh mijil (19 bait), pupuh adri (14 bait), pupuh ginanti (9 bait), pupuh maskumambang ( 10 bait), pupuh pucung (7 bait), pupuh megatruh (14 bait), pupuh semarandana (3 bait), pupuh wasi (3 bait), pupuh jerum (3 bait), dan pupuh durma (1 bait)
‘I Made Mistakes’: Robert McNamara's Vietnam War Policy, 1960–1968
Speaking to an advisor in 1966 about America's escalation of forces in Vietnam, Secretary of Defence Robert S. McNamara confessed: 'We've made mistakes in Vietnam … I've made mistakes. But the mistakes I made are not the ones they say I made'. In 'I Made Mistakes', Aurélie Basha i Novosejt provides a fresh and controversial examination of Secretary of Defence Robert S. McNamara's decisions during the Vietnam War. Although McNamara is remembered as the architect of the Vietnam War, Novosejt draws on new sources - including the diaries of his advisor and confidant John T. McNaughton - to reveal a man who resisted the war more than most. As Secretary of Defence, he did not want the costs of the war associated with a new international commitment in Vietnam, but he sacrificed these misgivings to instead become the public face of the war out of a sense of loyalty to the President
Tema lukisan I Made Jata
I Made Jata adalah salah satu seorang pelukis senior desa Batuan, Gianyar. Dalam berkarya, ia tidak luput pula dari perubahan - perubahan yang terjadi pada seni lukis Bali. Karyanya banyak mengalami perubahan - perubahan, baik teknik, komposisi maupun pewarnaan, dan yang paling menonjol adalah perubahan pada tema lukisan.Dalam penciptaan karya seni lukis, I made jata selain dipengaruhi faktor dari dalam, juga dipengaruhi faktor dari luar dirinya. I Made Jata banyak melukis tentang cerita rakyat, epos Ramayana dan Mahabarata, mitos keagamaan, dan yang paling dominan dalam perkembangannya sekarang ini, ia banyak menampilkan tentang kehidupan sehari - hari masyarakat Bali
BUKU AJAR PENCIPTAAN KRIYA PERAK SENI MURNI DAN SENI SAKRAL
KATA PENGANTAR
Puji syukur disampaikan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi
Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, atas berkah dan rahmatNYA, maka penulisan
Buku Ajar yang berjudul ”PENCIPTAAN KARYA PERAK SENI
MURNI DAN SENI SAKRAL”
Penulis menyadari bahwa dalam proses pembuatan Buku Ajar ini
masih banyak kekurangannya, Untuk itu, kritik dan saran yang membangun
dari semua pembaca sangat penulis harapkan. Terselesaikannya Buku Ajar
ini, tidak lepas dari bantuan semua pihak, terutama para perajin perak yang
ada di Desa Celuk, Singapadu, dan Desa Taro yang ada di Kabupaten
Gianyar serta imforman lainnya yang banyak memberikan masukan dan
imformasi, sehingga penulisan Buku Ajar ini tersusun baik dan sistematis.
Untuk itu pada kesempatan ini, penulis menyampaikan penghargaan dan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu, yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, semoga jasa budi
baiknya akan mendapat rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.
Akhirnya semoga Buku Ajar dapat berguna bagi semua pihak, baik
para perajin, akademisi, maupun pemerintah
Denpasar, 13 Oktober 2021
Penulis.
Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.S
DESAIN INTERIOR KOPI MADE Jalan Pengosekan, Ubud - Bali
ABSTRAK
Menikmati kopi merupakan hal biasa yang sering dilakukan oleh mayoritas orang Indonesia. Menikmati kopi bukan sekedar untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga sebagai bagian dari gaya hidup. Dari kebiasaan inilah warung-warung kopi mulai banyak tumbuh dan berkembang yang dilihat sebagai peluang usaha. Dengan seiring berkembangnya pemikiran manusia, saat ini konsep warung kopi yang sederhana berubah menjadi sebuah tempat dengan desain interior menarik yang menawarkan suasana nyaman dan rileks, dari hal inilah warung kopi dikenal dengan sebutan café. Saat ini café menjadi tempat yang sangat diminati sebagai tempat untuk berkumpul bersama teman dan keluarga, atau pun sebagai point meeting bagi para pelaku bisnis. Kopi Made merupakan salah satu café lokal yang keberadaannya masih cukup baru, meskipun belum populer seperti café lokal lainnya namun langkah Kopi Made sudah cukup meyakinkan dalam bidang usaha ini. Sebagai pendatang baru sudah semestinya Kopi Made memiliki ciri khas tersendiri baik dari segi makanan dan minuman yang disajikan dan juga suasana interiornya untuk menarik minat konsumen. Sebagai penguat fungsi café untuk tempat berkumpul atau tempat minum kopi, maka muncul ide membentuk suasana café yang nyaman dan santai. Dengan demikian dalam proses desain interior Kopi Made ini konsep yang digunakan adalah Modern Tropis, dimana pada aplikasinya menerapkan ruang-ruang terbuka yang memperlihatkan keindahan alam sekitar, memberikan kesan ruang yang bergaya modern dan juga mengacu pada nilai-nilai kelokalan daerah setempat.
Kata kunci : Desain, Interior, Kopi, Kopi Made, café, Modern Tropi
Dunia Luar, Dunia Dalam dan Spirit Personal I Made Ardika
Karya-karya yang dipamerkan di sini mungkin sungguh-sungguh sulit didekati oleh banyak penonton, karena yang ditampilkan bukan corak relistik, bukan memindahkan keindahan bentuk visual sehari-hari dan bukan memberi tanda yang jelas bagaimana harus menafsir dan memahami ekspresi pribadi dari sosok I Made Ardika (selanjutnya Made). Disini terlihat lukisannya meningggalkan patokan (landmarks) visual yang biasa dalam hidup sehari-hari atau representasi visual alam benda. Objek yang digambarkan memang tidak relevan bagi kita jika kita membandingkan dengan realitas keindahan visual alam sehari-hari.
Untuk dapat menyelami karya-karya dari Made maka kita harus mencoba membuka diri dengan emosi atau intelek mengapresiasinya. Kita tidak bisa menunggu atau agar Made sendiri yang menjelaskan apa yang dilukis pastilah tidak akan mendapat jawaban.”Made sendiri tidak mengetahui apa yang ingin disampaikan pada saat melukis”. Sama juga jika kita melihat sekali akan merasa binggung, kurang mampu untuk memasuki dunia simbolnya Made. Karyanya menuntut pentingnya pengalaman dan persepsi individu. Kita harus mencari dalam diri kita sendiri bagaimana peringatan visual pada karyanya yakni warna-warna, garis-garis, bidang-bidang ternyata mampu mengesankan kita. Apa yang diungkapkan lewat karyanya membangkitkan emosi kita melalui cara penyusunan dan permainan garis, warna dan bidang
Dunia Luar, Dunia Dalam dan Spirit Personal I Made Ardika
Karya-karya yang dipamerkan di sini mungkin sungguh-sungguh sulit didekati oleh banyak penonton, karena yang ditampilkan bukan corak relistik, bukan memindahkan keindahan bentuk visual sehari-hari dan bukan memberi tanda yang jelas bagaimana harus menafsir dan memahami ekspresi pribadi dari sosok I Made Ardika (selanjutnya Made). Disini terlihat lukisannya meningggalkan patokan (landmarks) visual yang biasa dalam hidup sehari-hari atau representasi visual alam benda. Objek yang digambarkan memang tidak relevan bagi kita jika kita membandingkan dengan realitas keindahan visual alam sehari-hari.
Untuk dapat menyelami karya-karya dari Made maka kita harus mencoba membuka diri dengan emosi atau intelek mengapresiasinya. Kita tidak bisa menunggu atau agar Made sendiri yang menjelaskan apa yang dilukis pastilah tidak akan mendapat jawaban.”Made sendiri tidak mengetahui apa yang ingin disampaikan pada saat melukis”. Sama juga jika kita melihat sekali akan merasa binggung, kurang mampu untuk memasuki dunia simbolnya Made. Karyanya menuntut pentingnya pengalaman dan persepsi individu. Kita harus mencari dalam diri kita sendiri bagaimana peringatan visual pada karyanya yakni warna-warna, garis-garis, bidang-bidang ternyata mampu mengesankan kita. Apa yang diungkapkan lewat karyanya membangkitkan emosi kita melalui cara penyusunan dan permainan garis, warna dan bidang
Made In China 2025
Treball Final de Grau en Economia. Codi: EC1049. Curs acadèmic: 2021/2022In this paper, I will analyse the Made In China 2025 plan, a strategic plan launched by the Chinese government in 2015 with ten objectives aimed at having a decisive position in the world in ten productive sectors by 2025. To no longer be the world's factory and to climb positions in the global value chain. We will approach this analysis from three points of view, first analysing one of the weaknesses of Chinese economic development, the development differences between China's inland and coastal regions will also be addressed, as this inequality is one of the serious disadvantages that China faces in its economic development process, the Made In China 2025 plan itself, studying whether these objectives are realistic, and finally, within this plan, we will pay special attention to the issue of energy and the energy transition that China must make towards a clean energy model
Proses Pembuatan Keris Oleh Made Subrata Dalam Fotografi Story
Keris merupakan benda seni dengan teknologi metalurgi tinggi yang rumit, penuh dengan
sentuhan artistik serta karya yang bermutu seni yang mempunyai nilai estetika tinggi. Keris
merupakan senjata tradisional yang banyak memiliki makna simbol dan manfaat bagi pemakainya,
keris masih dianggap barang yang mempunyai nilai seni tinggi dari segi bentuk dan estetika
pamor. Secara historis, keris Bali adalah bagian dari peninggalan kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Konon, pengaruh kebudayaan Majapahit sangat kuat sehingga alat peperangan seperti keris
diadopsi pula oleh kerajaan-kerajaan di Pulau Dewata. Proses pembuatan keris oleh Made Subrata
di desa Kaba Kaba Kediri Tabanan. Proses pembuatan keris yang akan dipotret adalah pembuatan
keris dari awal hingga akhir. Melalui karya ini pencipta dapat memberikan penyadaran kepada
masyarakat luas betapa pentingnya melestarikan budaya yang dilahirkan dari nenek moyang dan
kemudian mengapresiasikannya melalui media foto
Metode yang pencipta gunakan iyalah metode observasi dan wawancara. Metode ini
pencipta gunakan untuk mengumpul data dengan melakukan penelitian dan pencatatan data di
desa kaba kaba tepatnya dirumah Made subrata
Hasil berupa data dan informasi yang pencipta dapatkan ini, akan
dituangkan/divisualisasikan dalam karya foografi sory. Karya fotografi story ini pencipta
tampilkan berwarna, karena karya fotografi story bersifat objektif dan sesui dengan kenyataan.
Kata kunci : story, Fotografi, Keris, Made Subrata, Prose
Peta mutu pendidikan jenjang SMP Kabupaten Karangasem : diolah dan dianalisis berdasarkan data rapor mutu tahun 2018
Dalam konsep Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP), peningkatan mutu pendidikan harus dilaksanakan dengan berbasis data yang telah dianalisis dengan akurat dan benar. Analisis data ini kemudian menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai base-line data untuk dasar merencanakan kegiatan dan program peningkatan mutu secara proporsional, akurat, dan berkelanjutan. Sekolah/madrasah adalah pelaku utama dalam proses penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Salah satu alat untuk mengkaji kemajuan peningkatan mutu sekolah secara komprehensif yang berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah Evaluasi Diri
Sekolah (EDS). EDS sebagai salah satu komponen SPMP diharapkan dapat membangun semangat dan kultur penjaminan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan
- …
