1,721,189 research outputs found

    Directory of museums in Indonesia

    No full text
    This Directory of Museums in Indonesia contains 214 museums which are registered at the Directorate of Museums. From this total, 42 museums belong to government agencies within the structure of the Department of Education and Culture; 108 belong to government agencies and institutions outside the Department of Education and Culture; and 64 run by private foundations. All those museums are continuously fostered to enhance their capabilities in the fields of collection, conservation, research, presentation and benefaction of collections to support the development of science, education and tourism

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    Perjanjian Kerjasama Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan/Pengaspalan antara PT. Dian Perkasa dengan PT. Blastindo Mitra Mandiri (Studi Desa Sipermara Kecamatan Pergetteng-gettengsengkut Kabupaten Pakpak Bharat)

    No full text
    Perjanjian kerjasama dimulai dengan diadakan perjanjian antara pihak pertama dengan pihak kedua. Pihak pertama dan pihak kedua sepakat mengikat perjanjian kerja untuk melaksanakan paket pekerjaan pembangunan jalan/pengaspalan. Beberapa masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk dan isi Perjanjian Kerjasama Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan/Pengaspalan Antara PT. Dian Perkasa dengan PT. Blastindo Mitra Mandiri. Bagaimanakah kedudukan dan tanggung jawab para pihak dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama paket pekerjaan pembangunan jalan/pengaspalan antara PT. Dian Perkasa dengan PT. Blastindo Mitra Mandiri. Bagaimanakah perjanjian kerjasama paket pekerjaan pembangunan jalan/pengaspalan antara PT. Dian Perkasa dengan PT. Blastindo Mitra Mandiri (Studi Desa Sipermara, Kecamatan Pergetteng-Gettengsengkut, Kabupaten Pakpak Bharat). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris. Sifat penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitis. Sumber data primer dan data sekunder pada penelitian umumnya dibedakan antara data yang diperoleh secara langsung dari narasumber dan dari bahan-bahan pustaka. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bentuk dan isi perjanjian kerjasama paket pekerjaan pembangunan jalan/pengaspalan antara PT. Dian Perkasa dengan PT. Blastindo Mitra Mandiri, bentuk perjanjian dibuat secara tertulis dengan saksi notaris untuk tanda tangan para pihak. Fungsi kesaksian notaris atau suatu dokumen semata-mata hanya untuk kebenaran tanda tangan para pihak, akan tetapi, kesaksian tersebut tidaklah mempengaruhi kekuatan hukum dari isi perjanjian. Kedudukan dan tanggung jawab para pihak dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama paket pekerjaan pembangunan jalan/pengaspalan antara PT. Dian Perkasa dengan PT. Blastindo Mitra Mandiri. Bentuk tanggung jawab dari pihak kontraktor apabila tidak sesuai dengan bestek akan dikenakan sanksi-sanksi seperti pemberi tugas akan menangguhkan pembayaran. Penyelesaian sengketa perjanjian kerjasama paket pekerjaan pembangunan jalan/pengaspalan antara PT. Dian Perkasa dengan PT. Blastindo Mitra Mandiri, apabila timbul perselisihan antara pihak pertama dan pihak kedua, maka diselesaikan secara musyawarah dan mufakat, Jika dengan jalan musyawarah tidak tercapai kata sepakat maka penyelesaian dilakukan di pengadilan negeri. Dapat pula penyelesaian perselisihan tersebut dengan dibentuk panitia arbitrase yang terdiri dari seorang wakil pihak kesatu dan seorang wakil pihak kedua, kemudian mengangkat seorang ahli yang pengangkatannya disetujui oleh kedua belah pihak.Skripsi Sarjan

    Tanggung Jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara untuk Melindungi Konsumen Terhadap Produk Kecantikan yang Tidak Mencantumkan Bahasa Indonesia (Studi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara)

    No full text
    Perkembangan zaman yang begitu pesat, diiringi pula dengan keinginan manusia yang ingin tampil sempurna dan menarik di depan publik dengan menggunakan kosmetik sebagai alat untuk mempercantik wajah, ini menjadikan kosmetik sangat banyak sekali diminati, banyaknya produk kosmetik yang tidak melampirkan bahasa Indonesia mengakibatkan konsumen banyak yang mengalami kerugian, seperti iritasi pada kulit wajah yang di diakibatkan konsumen tidak memahami kandungan yang terdapat dalam produk kosmetik yang tidak melampirkan bahasa Indonesia. Adapun permasalahan dalam skripsi ini yaitu, bagaimana pelaksanaan perlindungan konsumen yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, Bagaimana tanggung jawab Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatra Utara terhadap produk kecantikan yang tidak mencantumkan bahasa Indonesia, bagaimana perlindungan hukum yang dapat dilakukan oleh konsumen terhadap kosmetik yang tidak menggunakan bahasa Indonesia Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif dengan menelaah bahan-bahan pustaka dan dokumen-dokumen hukum yang relevan dengan permasalahan hukum yang dikaji, serta didukung dengan studi lapangan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara untuk memperoleh data-data sehubungan dengan tanggung jawab untuk melindungi konsumen terhadap produk kecantikan yang tidak mencantumkan bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana pelaksanaan perlindungan konsumen yang dilakukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Sumatera Utara terhadap produk kecantikan yang tidak mencantumkan bahasa Indonesia, yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara memilih kosmetik, mengetahui kandungan dan bahaya pemakaian yang tidak mengetahui kandungan suatu produk kosmetik. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera utara bertanggung jawab untuk melaporkan pelaku usaha dan meminta untuk menarik peredaran produk kosmetik yang tidak mencantumkan bahasa Indonesia agar tidak memasarkanya sebelum mencantumkan bahasa Indonesia dalam produk kecantikan yang dipasarkanya, dan perlindungan hukum yang dapat dilakukan Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Utara untuk melindungi konsumen, yaitu hanya sebatas menyarankan kepada konsumen yang mengalami kerugian agar melaporkan kerugian yang dialami kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).99 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore