15 research outputs found
Program Kemitraan Masyarakat Bagi Kelompok Kader PKK Desa Barengkok Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor
The purpose of this community partnership program is to provide knowledge and skills in the utilization of mangosteen peel waste as an active ingredient and natural coloring in making dishwashing soap. The partners in the activity were a group of PKK cadres in Barengkok Village, Leuwiliang District, Bogor Regency. Implementation of activities using counseling, demonstration, training and mentoring methods. Based on the result of the responses of participants in the PKM activites, there was an increase in communityempowerment, namely the knowledge and skills of partners increased in the utilization of mangosteen peel waste. Participants who suggested satisfaction were 72.8% and those who were vey satisfied were 27.2%. The output of this activity is in the form of appropriate technology in the process of making mangosteen skin crusher products and liquid dishwashing solution products based on mangosteen skin extract. Further assistance is still needed for partners who want liquid dishwashing soap products as business products, especially for access to capital, digital based product marketing and business licensing.Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam memanfaaatkan limbah kulit manggis sebagai bahan aktif dan pewarnaan alami dalam pembuatan sabun cair cuci piring. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok kader PKK Desa Baregkok Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode penyuluhan, demontrasi, pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil respon peserta kegiatan PKM ini menghasilkan terjadinya peningkatan keberdayaan masyarakat yaitu Pengetahuan dan Keterampilan mitra meningkatdalam pemanfaatan limbah kulit manggis. Peserta yang menyatakan puas sebanyak 72,8 % dan yang sangat puas 27,2 %. Luaran kegiatan ini berupa teknologi tepat guna proses membuat produk ekstrak kulit manggis dan produk larutan sabun cair cuci piring yang berbasis ekastrak kulit manggis. Masih perlu dilakukan pendampingan lanjutan bagi mitra yang mengehndaki produk sabun cair cuci piring ini sebagai produk usaha, terutama untuk akses permodalan, pemasaran produk berbasis digital serta perijinan usahanya
IPTEK BAGI MASYARAKAT DESA BARENGKOK KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR DALAM PEMANFAATAN KULIT MANGGIS: IPTEK BAGI MASYARAKAT DESA BARENGKOK KECAMATAN LEUWILIANG KABUPATEN BOGOR DALAM PEMANFAATAN KULIT MANGGIS
ABSTRAKPotensi unggulan pertanian Desa Barengkok salah satunya adalah manggis, namunpengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam memanfaatkan dari limbah kulit manggissehingga menjadi nilai ekonomis tersebut belum teroptimalkan. Tujuan kegiatan ini adalah untukmemberikan pemahaman mengenai pemanfaatan kulit manggis melalui penyuluhan dan pelatihanmembuat ektrak untuk dijadikan bahan aktif dalam pembuatan cairan pembersih lantai. Luarankegiatan ini adalah: 1) Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat Desa Barengkokdalam pemanfaatan kulit manggis, 2) Meningkatkan kompetensi masyarakat dalam berusah atauberbisnis, 3) Mampu secara mandiri untuk berproduksi sehingga dapat meningkatkan ekonomikeluarga. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan yangdiikuti oleh peserta para kader Posyandu yang ada di Desa Barengkok, yaitu sepuluh orang dariperwakilan 6 kelompok Kader Posyandu (Perkutut II, Perkutut III, Perkutut V, Perkutut VIII,Perkutut X, dan Perkutut XI). Peserta ikut berperan aktif selama kegiatan berlangsung mulai daripemaparan awal materi penyuluhan dan demo membuat ekstrak sampai akhir kegiatan berupapraktek membuat larutan pembersih lantai dengan menggunakan bahan aktif dari ekstrak kulitmanggis. Diharapkan hasil dari kegiatan ini masyarakat Desa Barengkok mampu secara mandiriberusaha dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga serta menjadi masyarakat produktifmenuju desa berkembang
Pemanfaatan Potensi Limbah Kulit Manggis Dalam Pembuatan Pembersih Lantai Berbasis Zero Waste
Kulit manggis memiliki banyak manfaat terutama bagi kesehatan diantaranya adalah sebagai antialergi, anti-inflamasi, anti-oksidan, anti-kanker, antimikroorganisme, anti-aterosklerosis, danbahkan anti-HIV dan masih banyak manfaat lainnya. Kemampuan sebagai antimikroorganismeinilah maka akan didayagunakan sebagai bahan aktif untuk pembuatan pembersih lantai. Penelitianini bertujuan untuk menganalisa potensi usaha pembuatan ektrak dan pembersih lantai yangberbahan aktif ekstrak limbah kulit manggis. Metode yang digunakan berupa eksperimen yangdilakukan di laboratorium dengan skala rumah tangga, dan dianalsis secara statistic deskriptip.Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa usaha pembuatan pembersih lantai berbahan aktifekstrak kulit manggis dapat memberikan keuntungan secara ekonomi, dari rendemen ekstraksi kulitmanggis yang relative kecil sebesar 8,6 % (556 gram) dapat menghasilkan nilai produksi sebesarRp. 33.952.807,-. Teknologi yang digunakan merupakan teknologi yang sangat sederhana danberskala rumah tangga
PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI (SNI 06-1842-1995) DENGAN BAHAN AKTIF DARI EKSTRAK KULIT MANGGIS PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DI DESA BARENGKOK BOGOR
AGROINDUSTRI TAHU DJADI SARI DI KELURAHAN KAYUMANIS KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha agroindustri tahu Djadi Sari dari aspek finansialnya serta bagaimana tingkat sensitivitas kelayakan bisinis terhadap perubahan-perubahan harga yang terjadi pada kenaikan harga bahan baku dan penurunan produksi tahu. Penelitian ini dilakukan di pabrik agroindustri Tahu Djadi Sari di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.  Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei – Juli 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Metode pengolahan dan analisis data menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung NPV, IRR, Net B/C, Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha agroindustri tahu Djadi Sari ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan dengan melihat hasil dari kriteria kelayakan yang diapatkan NPV sebesar Rp.554.345.382,- , Net B/C sebesar 1,98, IRR sebesar 39,83% dan PP 3,04 tahun. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan harga bahan baku sebesar 12% dan penurunan produksi tahu sebesar 6% maka usaha dinyatakan sudah tidak layak
Determinan Produksi Padi Pada Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Ciampea Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor
Abstrak Penelitian ini memiliki maksud mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Kelompok Tani Rukun Tani, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data memakai uji hipotesis dan uji asumsi klasik, teknik pengolahan data menggunakan alat SPSS versi 20 yang menghasilkan regresi linier berganda. Hasil analisis determinan secara segmental, komponen produksi, luas lahan, biaya pupuk, biaya pestisida, dan varietas padi berdampak secara signifikan terhadap produksi padi. Peubah yang tidak berdampak secara parsial terhadap produksi padi yaitu faktor produksi tenaga kerja. Secara simultan faktor produksi luas lahan, beban pupuk, beban pestisida, tenaga kerja, dan varietas padi memberikan dampak secara signifikan terhadap produksi padi Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Ciampea Udik. Produksi padi pada Kelompok Tani Rukun Tani di Desa Ciampea Udik sebesar 85,4% ditentukan oleh luas lahan, beban pupuk, beban pestisida, tenaga kerja dan varietas padi.AbstractThis study aims to determine the factors that influence rice production in the Rukun Tani Farmer Group, Ciampea Udik Village, Ciampea District, Bogor Regency. This type of research is descriptive quantitative. Data analysis using hypothesis testing and classical assumption test, data processing technique using SPSS version 20 which produces multiple linear regression. The results of segmental determinant analysis, production components, land area, fertilizer costs, pesticide costs, and rice varieties have a significant impact on rice production. The variable that does not have a partial impact on rice production is the labor production factor. Simultaneously the production factors of land area, fertilizer load, pesticide burden, labor, and rice varieties have a significant impact on the rice production of the Rukun Tani Farmer Group in Ciampea Udik Village. Rice production in the Rukun Tani Farmer Group in Ciampea Udik Village was 85.4% determined by land area, fertilizer load, pesticide load, labor, and rice varieties
PEMBERDAYAAN PETANI DALAM OPTIMALISASI LAHAN BERBASIS KONSERVASI DI DESA SUKAMANTRI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOGOR
Berdasarkan potensi pertanian yang ada di Desa Sukamantri yang mencapai 1.46 juta hektar luas lahan untuk sawah dan ladang, yang seharusnya desa ini memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Namun dikarenakan kondisi lahan yang cenderung memiliki kemiringan dan berdekatan dengan wilayah yang memiliki pergerakan tanah yang cukup tinggi, sehingga potensi pertanian dan sumber dayanya belum teroptimalkan, hal ini dikarenakan masih rendahnya keterampilan dan pengetahuan petani dalam membangun kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pemanfaatan lahan melalui pengembangan usahatani secara optimal berbasis konservasi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui penyuluhan, demontrsasi dan pelatihan. Hasil kegiatan adalah 15 orang petani peserta yang sebagian besar berpendidikan rendah rata-rata tidak tamat SD namun memiliki kemampuan berpartisifasi aktif selama kegiatan berlangsung, terlihat dari resposipnya petani dalam mengikuti penyuluhan maupun saat pelatihan yang terlibat langsung dalam praktek berusahatani diversifikasi penanaman secara verticultur yang ditumpangsarikan dengan tanaman pangan. Pembuatan rorak di anatara petak pertanaman merupakan teknologi konsevasi yang mudah dilakukan oleh petani. Petani yang menyatakan puas dengan kegiatan ini sebanyak 60% dan sangat puas sebanyak 40%. Perlu adanya pembinaan dalam pengetahuan dan ketrampilan lebih lanjut untuk menciptakan kemandirian para petani
EMPOWERMENT OF PELANGI GUNUNG SULING WOMAN FARMERS GOUP (KWT) IN PROCESSING COFFEE SKIN WASTE INTO CASCARA
Bogor Regency in one of the coffee producers in west Java, including coffee from Barengkok Village, Leuwiliang District, Bogor Regency. So far, farmers in post-harvest processing of coffee cherries only process coffee beans, while the skin is removed so that it becomes waste that is not utilized. Whereas from the coffee skin, there are many ingredients that are very beneficial for health, including rich in antioxidants, but the knowledge and skills of farmers in processing coffee bean waste are still low, so there is a need for education for the people of Barengkok Village. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the Women Farmers Group (KWT) through education and training in processing coffee bean waste into Cascara as a health drink, so that it has economic value. The method of implementing this activity uses counseling, demonstrations and training on Cascara production, production management and product marketing strategies. Partners in this activity were the Pelangi Gunung Suling Women Farmer Group (KWT), totaling 18 people. To see the success of the program, it was carried out through the pretest and posttest analyzed by quantitative descriptive. The results of the activity showed that there was an increase in partner knowledge in processing coffee skin waste from unknowing to 94.4% knowing and understanding, the participants were very enthusiastic about participating in this empowerment activity as seen from the number of attendees who were 100% present from beginning to end. Coffee skin waste can be of economic value through processing health drinks, thus making it a new business opportunity.
PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI (SNI 06-1842-1995) DENGAN BAHAN AKTIF DARI EKSTRAK KULIT MANGGIS PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DI DESA BARENGKOK BOGOR
Iptek bagi Masyarakat ini dilakukan pada KWT Rindu Alam dan KWT Suka Tani di Desa Barengkok Kecamatan Leuwiliang Bogor, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam memanfaatkan kulit manggis, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani manggis. Metode Pelaksanaan Kegiatan menggunakan metode Penyuluhan, Pelatihan dan Pendampingan dengan tahapan kegiatan : 1) Memberikan penyuluhan khasiat kulit manggis secara umum, 2) Pelatihan Proses Pembuatan Ekstrak Kulit Manggis sesuai (SNI 06-1842-1995), 3) Pelatihan Pembuatan Ekstrak Kulit Manggis dengan cara destilasi di Laboratorium, dan dengan cara metode penyederhanaan, 4) Pelatihan Proses Pembuatan Larutan Pembersih Lantai, 5) Penyuluhan Teknik Pengemasan, 6) Pelatihan Analisa Usaha dan Menetapkan Harga Pokok, 7) Penyuluhan Strategi Pemasaran, 8) Pendampingan membuat produk serta memasarkan secara mandiri. Luaran IbM ini adalah produk pembersih lantai dengan bahan aktif dari ekstrak kulit manggis dengan spesifikasi sesuai SNI 06-1842-1995. Hasil kegiatan IbM ini dapat meningkatkan pemahaman dan ketrampilan wanita tani dalam mengolah kulit manggis. Mereka mampu membuat ekstrak dan produksi cairan pembersih lantai secara mandiri, dengan kapasitas produksi dalam dua minggu menghasilkan 120 botol kemasan 250 ml atau 240 botol per bulan, sehingga target kemampuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani manggis Desa Barengkok telah tercapai
IMPLEMENTASI METODE FULL COSTING PADA PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SABUN CAIR CUCI PIRING BERBASIS EKSTRAK KULIT MANGGIS
Kulit buah manggis yang kaya dengan kandungan senyawa fenol/polifenol, epikatekin, antosianin, tanin, dan xanthone, yang hingga saat ini sudah mulai banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pada industry skala rumah tangga, salah satunya pada pembuatan sabun cair cuci piring di UMKM Pelangi Gunung Suling. Namun umumnya industry skala rumahan dalam penetapan harga jual produknya masih berdasarkan taksiran atau perkiraan saja, untuk itu perlu dikaji dalam implementasi penetapan harga pokok produksinya melalui penerapan metode Full Costing sebagai dasar dalam penetapan harga jualnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penetapan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing sebagai dasar penetapan harga jual produk sabun cuci piring dengan pewarna dan bahan aktif ekstrak kulit manggis. Hasilnya memperlihatkan bahwa perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode full costing adalah Rp. 206.700,00 per produksi atau Rp. 13.212,00 per unit kemasan 500 ml, dan harga jual menurut perusahaan Rp. 11.000,00, harga jual perusahaan berada pada posisi tidak mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan
