17 research outputs found
PEMANFAATAN LIMBAH SiC UNTUK MEMPERBAIKI KEKUATAN IMPAK ALUMINIUM SCRAP DAN STRUKTUR MIKRONYA DENGAN METODE SINTERING
Abstrak-- Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan limbah silikon karbida (SiC) pada aluminium scrap (Al-scrap) terhadap ketangguhan impak dan setruktur mikro dengan metode metalugi serbuk (sintering). Material yang digunakan pada penelitian ini adalah Al-scrap dan SiC. Ada tiga variasi campuran yaitu campuran cetakan masing-masing 0, 10 dan 20 % SiC. Pemanasan dilakukan selama 3 jam dan suhu 500 Co. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian impak dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi dari penambahan SiC mempengaruhi kekuatan impak bahan. Penambahan SiC 20 % pada penelitian ini menghasilkan kekuatan impak yang paling tinggi sebesar 13.078 x 10-3 J/mm². Sedangkan Al-scrap tanpa penambahan SiC adalah 11.98 x 10-3 J/mm². Katakunci: SiC, Al-scrap, Sintering, Ketangguhan impak Abstract-- The study aims is to determine the effect of the additional of the silicon carbide (SiC) disposal to the aluminum scrap (Al-scrap) over the impact strength and microstructure by sintering method. The materials used in this study were Al-scrap and silicon carbide (SiC). There were three mixed variations, they were 0, 10 and 20% SiC. The specimens were heated for 3 hours at the temperature of 500 Co. The tests carried out were impact testing and microstructure observation. The results showed that the variations in the addition of SiC affected the value of the impact strength of the material. The addition of 20% SiC in this study resulted in the highest impact toughness of 13,08 x 10-3 J / mm². Whereas Al-scrap without the addition of SiC was 11.98 x 10-3 J / mm². Keywords: SiC, Al-scrap, Sintering, Impact toughnes
Pengaruh Soft Skill dan Motif Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Kewirausahaan Siswa SMK Negeri 1 Jember
Pembelajaran kewirausahaan di SMK selain memahami materi konseptual juga mengharuskan kegiatan praktek pada siswa, dalam hal ini mengembangkan soft skill dan motif berprestasi siswa menjadi penting untuk memperoleh hasil belajar maksimal. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif yang bermaksud untuk menguji teori soft skill dan motif berprestasi dalam kaitannya dengan hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas x yang berjumlah 103 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan kuesioner dan metode dokumentasi. Sedangkan Analisis data yang dilakukan adalah analisis kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka dan perhitungannya menggunakan metode standart yang dibantu dengan program Statistical Package Social Sciences (SPSS) Versi 22. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang sebelumnya dilakukan analisis instrumen kemudian uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa variabel soft skill secara parsial berpengaruh terhadap hasil belajar kewirausahaan sebesar 67,6%. Sedangkan variabel motif berprestasi secara parsial berpengaruh terhadap hasil belajar kewirausahaan sebesar 2,4%. Dengan demikian variabel soft skill dan motif berprestasi berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar kewirausahaan sebesar 70% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain
Profil Pengajian Tasawuf di Majlis Tadzkir Wat Ta'lim Asshalawatiyah dan Motivasi Jema'ahnya di Kabupaten Kapuas
Ansharullah, S.Ag., PROFIL PENGAJIAN TASAWUF DI MAJLIS TADZKIR WAT TA’LIM ASSHALAWATIYAH DAN MOTIVASI JEMA’AHNYA DI KABUPATEN KAPUAS di bawah bimbingan: I. Prof. Dr. Asmaran AS, MA, dan II. Dr. Mujiburrahman, pada Pascasarjana IAIN Antasari, (2013).
Kata Kunci: profil, pengajian tasawuf, motivasi, jema’ah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan beragama pada manusia pada umunya, dan masyarakat Kabupaten Kapuas pada khususnya, yang berharap tersalurnya fitrah yang dimilikinya sebagai manusia yang berjiwa sementara itu kecenderungan tersebut disalurkan pada sebuah pengajian tasawuf sebagai hasil dari perkembangan pemikiran Islam sebelumnya. Dengan mengangkat permasalahan tentang profil pengajian tasawuf di Majlis Tadzkir dan Ta’lim dan motivasi jema’ahnya di Kabupaten Kapuas, penelitian ini bertujuan mengetahui profil pengajian tasawuf di Majlis Tadzkir dan Ta’lim dan motivasi jema’ah di Kabupaten Kapuas.
Dengan menggunakan wawancara, pengamatan, dokumenter, angket yang dipakai pada penelitian ini, data yang didapat dikumpulkan, diedit, dipertimbangkan dan diklasifikasi untuk dianalisis secara deskriptif-kualitatif.
Setelah dianalisis, ditemukan bahwa profil pengajian tasawuf Guru Achmad Humaidi Kuala Kapuas berawal dari bimbingan remaja yang berkembang menjadi Majelis Tadzkir wat Ta’lim Asshalawatiyah dengan tujuan mengedepankan pendidikan akhlak sufistik dengan semboyan “berdiri bebas dan untuk semua golongan”. Bersandarkan berbagai buku tasawuf akhlaki, pengajian ini bermaterikan tasawuf akhlakiy yang tak hanya digambarkan secara ukhrawiy semboyan sufistik dan digambarkan duniawi untuk peserta umum, dan bermaterikan pengenalan materi tarekat dan pengenalan dan pemahaman haqîqah Muhammadiyah untuk peserta khusus. Metode dalam pengajian ini dua macam, untuk peserta umum yang berlatar belakang sosial, usia, sejenis kelamin yang berbeda menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan konsultasi. Untuk peserta khusus, digunakan metode ceramah, tanya jawab, pelatihan ibadah ‘amaliyah dan penggunaan media lain yang dirasa perlu. Metode dan materi yang dipakai tidak terikat pada aliran tertentu, disesuaikan dengan peserta. Motivasi peserta dalam mengikuti pengajian tasawuf Guru Achmad Humaidi ini, secara intrinsik terdiri dari menuntut ilmu, bertambahnya tingkat keimanan, mendapat ketenangan, rasa dekat dengan Allah, pergaulan luas, mendapatkan rejeki yang lebih, lebih optimis menjalani hidup, berkah guru, dan mencari keridaan Allah. Motivasi ekstrinsiknya adalah ikut teman dan ajakan keluarga. Faktor penyebab motivasinya adalah kharisma guru, metode dan materi yang dipegang membuat mereka tertarik untuk mempelajari dan faktor ajakan orang lain.
Dengan penelitian ini disarankan kepada para pemerhati perkembangan tasawuf di Kalimantan untuk lebih mengembangkan hasil penelitian tesis ini dan ataupun aspek lain dari pengajian tasawuf di Majlis Tadzkir wat Ta’lim Asshalawatiyah di Kabupaten Kapuas ini dan kepada majelis-majelis pengajian tasawuf lainnya untuk tidak kaku dalam menerapkan materi dan metode pembimbingan sufistik yang dipakai terhadap peserta pengajian di masa sekarang yang beragam latarbelakang mereka
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa melalui Kepemimpinan Kepala Sekolah
Penelitian ini berisi tentang kepemimpinan kepala sekolah visioner dalam meningkatkan prestasi sekolah di SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Untuk mendapatkan data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan, peneliti melakukan interview dengan beberapa informan dengan teknik purposive sampling, yaitu berjumlah empat orang yakni kepala sekolah SMA Nurul Jadid, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, alumni SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Adapun hasil penelitian yang didapatkan ialah (1) Integritas Keilmuan ( Scientific Integrity) (2) Pengalaman Konsumsi (Consumption Experiences) (3) Pengaruh Sosial (Social Influences).
PELUANG PERGURUAN TINGGI ISLAM BERBASIS PESANTREN DI ERA DISRUPSI STUDI ANALISA DI SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ARAB DARUL ULUM BANYUANYAR PAMEKASAN
Era disrupsi berarti pengganggu, pengacau, atau biang kerok yang mengacaukan kemapanan sebelumnya melalui perubahan fundamental dan drastis. Era disruspi menawarkan inovasi, dinamisasi yang berpusat pada student-centries mengacaukan pola yang dipertahankan sangat lama yaitu, teacher-centries. Perubahan deras dan tak terbendung ini melanda semua termasuk pendidikan, pesantren dan perguruan tinggi. Penelitian bertujuan untuk menganalisa peluang pergruuan tinggi berbasis pesantren, studi analisis di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan.Metodologi penelitian ini yaitu berjenis kualitatif, model library research dengan menggunakan content analysis sebagai teknik analisa datanya agar ditelusuri sejauh mana opportunity yang perlu dimanfaatkan oleh Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren.Penelitian ini menghasilkan temuan penting bahwaera disrupsi justru menghadirkan lebih banyak peluang bagi Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren seperti Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan.untuk semakin kuat dengan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur klasik, serta terbuka terhadap semua perkembangan yang membawa dampak maslahat (al-muhafadzatu ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bil jadid al-ashlah).Kata Kunci : Perguruan Tinggi, Disrupsi, Isla
MUHAMMADIYAH EDUCATION'S READINESS IN THE SOCIETY 5.0 ERA
This study examines Muhammadiyah's readiness in education for the challenges of the society 5.0 era. Technology, Information, and Communication Technologies (ICT) are growing with the urgency of society 5.0 in education based on technology. It is significant to the modern education of Muhammadiyah, which has a progressive education spirit. The method used in this study is a literature review of various references to analyze the relevant data. As a result of the study, Muhammadiyah tried to develop a prophetic civilization, and the concepts of khaira ummah and baldah thayyibah as the recognition and expectations of the people and the nation toward Muhammadiyah, Muhammadiyah intellectuals synergized the potential resources in education. They strengthened religious-social movements as a driving force for the struggle by the spirit inherited by KH Ahmad Dahlan. In this spirit, Muhammadiyah intellectuals challenge and construe society 5.0 based on human-centered. Muhammadiyah education in this era tries to improve educational facilities for digital-based learning in Muhammadiyah schools or madrasas; able to improve teacher human resources to innovate in
digital-based learning both online and offline; able to apply humanist learning with the main characteristics of respecting the opinions of others, respecting, and communicating correctly
Peran Guru Dalam Peningkatan Kualitas Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Daring Di Madrasah Ibtidaiyah
In the teaching and learning process, teachers are required to be able to carry out their role to the fullest as a motivator and initiator in an effort to maintain and at the same time increase the enthusiasm of students to learn. Especially in the Covid-19 pandemic situation which requires educational institutions to carry out online learning. This study aims to discuss the teacher\u27s role as a motivator and the teacher\u27s role as an initiator in improving the quality of student learning in online learning at Madrasah Ibtidaiyah Ma\u27arif Condro Jember. This research uses qualitative research methods and the type of research is a case study. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The validity of the data using source triangulation and technical triangulation. Meanwhile, data analysis uses data condensation, data presentation and verification/conclusion. The results of this study indicate: 1) The teacher\u27s role as a motivator in improving the quality of learning in online learning, namely: providing opportunities for students to play an active role in learning, providing reinforcement, praise or verbal appreciation, teachers listening to students\u27 concerns and wishes to bond. good relationship between teachers and students. 2) The role of the teacher as an initiator in improving the quality of learning in online learning, namely: utilizing information and communication technology such as Whatsapp, Facebook, Google Meet and Google Form.
Keywords: Teacher Role; Quality of Learning; Online Learning
Dalam proses belajar mengajar, guru dituntut untuk mampu melaksanakan perannya secara maksimal menjadi motivator dan inisiator dalam upaya menjaga dan sekaligus meningkatkan semangat belajar peserta didik. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 yang menuntut lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara Daring. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang peran guru sebagai motivator dan peran guru sebagai inisiator dalam meningkatan kualitas belajar peserta didik pada pembelajaran daring di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Condro Jember. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan kualitas belajar pada pembelajaran daring yaitu: memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran, memberikan penguatan, pujian atau apresiasi secara verbal, guru mendengarkan keresahan dan keinginan peserta didik agar terjalin ikatan yang baik antara guru dan peserta didik. 2) Peran guru sebagai inisiator dalam meningkatkan kualitas belajar pada pembelajaran daring yaitu: memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti Whatsapp, Facebook, Google Meet dan Google Form.
Kata Kunci: Peran Guru; Kualitas Belajar; Pembelajaran Darin
Design of English Corner Extracurricular Activities in the 4.0 Industrial Revolution Era at Madrasah Ibtida\u27iyah
English Corner extracurricular activities are one of the choices for students to be able to learn English with more fun. Through the English Corner extracurricular program, the Madrasah provides provisions for its students to face the era of the industrial revolution 4.0. The purpose of this research is to add insight and to know the mechanism of the English corner extracurricular through the development, implementation, assessment, and evaluation of the English corner extracurricular in the 4.0 revolution era at MI Roudlotul Ulum Banyuwangi. This type of research is qualitative research with a descriptive design. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis used the concept of Miles and Huberman. The validity of the data was measured by means of triangulation of sources and techniques. The results showed that 1). The development of the English corner extracurricular in facing the 4.0 industrial revolution pays attention to human resources, needs, infrastructure, talents, and interests. 2). The implementation of the English corner extracurricular is almost the same as learning in general and is made more relaxed so that it is more comfortable in its implementation. 3). This English corner extracurricular assessment uses a written manual assessment, after which it is recapitulated and entered into the Digital Report Card Application (ARD). 4). This English corner extracurricular evaluation is carried out every six months or at the end of the semester, taking into account the development and implementation that was carried out in the previous semester.
Kegiatan ekstrakurikuler English Corner menjadi salah satu pilihan peserta didik untuk dapat mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan. Melalui program ekstrakurikuler english corner, Madrasah tersebut memberikan bekal kepada siswanya untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Tujuan penelitian ini untuk menambah wawasan serta mengetahui mekanisme ekstrakurikuler english corner melalui pengembangan, pelaksanaan, penilaian, dan evaluasi ekstrakurikuler english corner pada era revolusi 4.0 di MI Roudlotul Ulum Banyuwangi. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman. Keabsahan datanya diukur dengan cara triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Pengembangan ekstrakurikuler english corner dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini memperhatikan sumber daya manusia, kebutuhan, sarana prasarana, bakat dan minat. 2). Pelaksanaan ekstrakurikuler english corner hampir sama dengan pembelajaran pada umumnya dan dibuat lebih santai agar lebih nyaman dalam penyelenggaraannya. 3). Penilaian ekstrakurikuler english corner ini menggunakan penilaian manual yang tertulis, setelah itu direkap dan dimasukkan dalam Aplikasi Raport Digital (ARD). 4). Evaluasi ekstrakurikuler english corner ini dilakukan setiap 6 bulan sekali atau pada akhir semester, dengan memperhatikan pengembangan dan pelaksanaan yang telah dilakukan pada semester sebelumnya
Tingkat Kepuasan Pelanggan terhadap Sistem Pelayanan Farmasi di Apotek Kimia Farma 274 Pamekasan
Apotek harus berpedoman pada standar pelayanan yang berlaku dalam melaksanakan praktek pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian mengalami Perubahan yang semula hanya berfokus pada pengolahan obat (drug oriented) menjadi pelayanan yang komprehensif (pharmaceutical care) yaitu pelayanan yang langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap sistem pelayanan kefarmasian di apotek Kimia Farma 274 Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan kuisioner dengan skala Likert. Hasil dari penelitian yang dilakukan kepada 100 responden menunjukkan bahwa pelanggan apotek kimia farma 274 Pamekasan merasa sangat puas terhadap lokasi dan tata ruang apotek, ketersediaan perbekalan farmasi, waktu pelayanan, dan sikap tenaga kefarmasian dalam melakukan pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap apotek agar dapat meningkatkan pelayanan kefarmasian dimasa yang akan datang dan pemacu sarana pelayanan kefarmasian yang lain untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang lebih baik lagi kepada pelanggan.
Kata Kunci: Apotek, Kimia Farma 274 Pamekasan, Kepuasan Pelanggan, Pelayanan Kefarmasia
The Effect of Financial Technology, Demography, and Financial Literacy on Financial Management Behavior of Productive Age in Surabaya, Indonesia
This study aims to examine the effect of financial technology, demographics, and financial literacy on the financial decision making of the productive age population in Surabaya. The type of research is quantitative and conclusive in the form of causality.The data used are primary data obtained from the questionnaire. The population which is used as much as 180 respondents wasselected by way of judgmental sampling. The characteristics of respondents are the productive age population in Surabaya whohas income and work. Mechanical analysis of the use of researchers is an analysis of regression doubled by using SPSS softwareversion 20. Results of the study showed that the variables demographics are proxied by type of sex, income, and age did notinfluence on the financial management behavior in the population age productive in Surabaya. Whereas Financial Technologyand Financial Literacy have a significant positive effect on Financial Management Behavior in the productive age population inSurabay
