190 research outputs found
AN ANALYSIS OF TEACHER TALK AND STUDENTS TALK IN ENGLISH CLASS (Descriptive Research at Eleventh Grade of MAN Bawu Jepara) In the Academic Year of 2018 / 2019)
This thesis entitled An Analysis of Teacher Talk and Students Talk in English Class (Descriptive Research at Eleventh Grade of Man Bawu Jepara in the Academic Year of 2018 / 2019) by Siti Humaidah Ariyani has objectives to find out the general description of teacher talk and students talk and identify the type of classroom interaction of eleventh grade of MAN Bawu Jepara. The subjects of this study are English teacher and eleventh graders of language major of MAN Bawu Jepara. To collecting the data, the writer use technique of Flander’s Interaction Analysis Categories Sistem (FIACS) and uses two instruments; 1) Observation of Tally Sheet and Recording. The finding of the reserach was teacher talk is 62,08% and she students talk is 36,49% and silence is 0,95%. Based on data above, indicated that the predominat interaction pattern was Teacher Talk and the less dominant interaction pattern was Students Talk. It can be concluded that the type of classroom interaction was “Teacher Dominate the Classroom Interaction”. Because the teacher more active than the students
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SD NEGERI 12/22 SALEBBO KABUPATEN PANGKEP
Nur Humaidah Imran. 2015. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan di SD Negeri 12/22 Salebbo Kabupaten Pangkep. Skripsi ini dibimbing oleh Dra. Sitti Habibah, M.Si dan Dra. Nirmala S.Pd, M.Si jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 12/22 Salebbo kabupaten Pangkep. Fokus penelitian ini adalah bagaimanakah pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 12/22 Salebbo Kabupaten Pangkep? Berdasarkan fokus penelitian tersebut, selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 12/22 Salebbo Kabupaten Pangkep. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 12/22 Salebbo dimulai dari tahap perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemakaian, pemeliharaan, dan penghapusan. Pada proses perencanaan sarana dan prasarana semua aspirasi dari warga sekolah ditampung untuk dipertimbangkan yang akan diprioritaskan pengadaannya berdasarkan sarana dan prasarana yang paling dibutuhkan. Semua sarana dan prasarana yang sudah ada selanjutnya dicatat di buku inventaris agar diketahui keberadaannya. Kemudian pada proses pemakaiannya selalu dikontrol dan dipelihara agar tetap terjaga dan selalu dalam keadaan siap pakai hingga akhirnya dilakukan penghapusan untuk sarana dan prasarana yang sudah tidak layak pakai. Tahapan dan proses pengelolaan tersebut sudah hampir terlaksana dengan baik tetapi masih terdapat beberapa sarana dan prasarana yang belum ada dan tidak tersedia seperti lapangan olahraga yang masih menggunakan lapangan upacara sebagai alternatinya, ruang pertemuan yang masih menggunakan ruang guru, serta tidak adanya mushallah sebagai tempat ibadah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 12/22 Salebbo sudah baik, namun ketersediaan sarana dan prasarananya belum memadai sesuai dengan yang diharapkan
PENGARUH PROGRAM EKSTRAKURIKULER TAHFIDZ TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA KELAS VII DI SMP N 8 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2018/ 2019
HUMAIDAH. Pengaruh Program Ekstrakurikuler Tahfiz Terhadap Kedisiplinan
Siswa Kelas VII Di SMP N 8 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019. SKRIPSI.
Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2019.
Latar belakang masalah penelitian ini adalah bahwa Alquran diturunkan oleh
Allah di tengah bangsa Arab yang pada waktu itu kebanyakan masih buta huruf.
Atas permasalahan tersebut Nabi Muhammad saw. menganjurkan dan
memerintahkan untuk menghafal ayat-ayat Alquran setiap kali diturunkan dan
memerintahkan para ahli untuk menulisnya. Salah satu syarat bagi penghafal
Alquran adalah istiqomah yaitu konsisten atau disiplin. Dari syarat itulah
kemudian memunculkan kedisiplinan dengan cara pembiasaan, keteladanan dan
pembinaan. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang pengaruh program
ekstrakurikuler tahfiz terhadap kedisiplinan. Yang menjadi permasalahan dalam
penelitian ini adalah: apakah ada pengaruh positif program ekstrakurikuler tahfiz
terhadap kedisiplinan siswa kelas VII di SMP N 8 Yogyakarta tahun ajaran 2018/
2019, berapa besar sumbangan (kontribusi) pengaruh program ekstrakurikuler
tahfiz terhadap kedisiplinan siswa kelas VII di SMP N 8 Yogyakarta tahun ajaran
2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ada tidaknya pengaruh
positif serta berapa sumbangan (kontribusi) program ekstrakurikuler tahfiz
terhadap kedisiplinan siswa kelas VII di SMP N 8 Yogyakarta tahun ajaran
2018/2019.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang
menggunkakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian
survey. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Adapun teknik penentuan sampel menggunakan rumus Isaac
dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dari populasi berjumlah 142 diperoleh
sampel sebanyak 57 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random
sampling).
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh positif program
ekstrakurikuler tahfiz terhadap kedisiplinan siswa kelas VII di SMP N 8
Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019. 2) Program ekstrakurikuler tahfiz memiliki
sumbangan pengaruh sebesar 0,567 (56,7%) terhadap kedisiplinan siswa kelas VII
di SMP N 8 Yogyakarta. Adapun sisanya 43,3% dijelaskan dengan faktor lain
atau variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini
THE EFFECTIVENESS OF ONLINE READING THROUGH “AUDIOBOOKS” ON VOCABULARY MASTERY IN THE ELEVENTH GRADE AT SMKN 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG
ABSTRACT
Humaidah, Binti. NIM 17203163118. 2021. The Effectiveness of Online Reading through “Audiobooks” on Vocabulary Mastery in The Eleventh Grade at SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, Thesis, English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic Institute (IAIN) of Tulungagung. Advisor: Dr. Muh. Basuni, M.Pd.
Keywords: Online Reading, Audiobooks, Vocabulary Mastery
Mastery of vocabulary is one of the important aspects in foreign language learning. As an element connecting the four language skills of English, vocabulary mastery is expected to help students gain a lot of knowledge in mastering language skills. In fact, many English students have difficulty in mastering vocabulary. Therefore, teachers need to use certain methods to solve these problems. In this millennium, one of the ways to practice vocabulary mastery is to read online through audio books. Reading online through audiobooks aims to make students interested in learning English rather than boring. Because in audiobooks there are reading and how to pronounce according to the writing in reading. Let students not only know the new vocabulary, but also the correct pronunciation. This research aims to understand whether the method of online reading through audiobooks is effective for teaching vocabulary.
The expression of the research question is "Is it effective on the vocabulary mastery of class XI students of SMKN 3 Boyolangu Tulungagung?"
Research methods: 1) The research design of this research adopts quantitative methods to conduct preliminary experiments, 2) the population of this research is 11 grade of SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, 3) the sample is XI TEI 1, composed of 32 students, 4) research tools To test, 5) T test is used for data analysis.
The results of this study show that online reading through audiobooks can be effectively used in the vocabulary mastery teaching of the 11th grade of SMKN 3 Boyolangu Tulunagung. The effectiveness of online reading through audiobooks can be reflected in the following points: 1) The average score of students in the pre-test is 63.75, and the average score in the post-test is 78.75. The gain of the average score is 15 2) The t-test result of the 0.05 significance level shows that the significance value (sig-2 tailed) 0.00 is less than 0.05 (0.00<0.05), which means that H₀ is rejected and Hα is accepted. The results show that there is a significant difference in vocabulary between the students who teach online reading through audio books and the students who teach by traditional methods. Therefore, online reading through audio books is not only effective for young learners, but also effective for the eleventh grade of SMKN 3 Boyolangu Tulungagung
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn PESERTA DIDIK KELAS IV DI MI ROUDLOTUL ULUM JABALSARI SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul” Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Peserta didik kelas IV di MI Roudlotul Ulum Jabalsari Sumbergempol Tulungagung” ini ditulis oleh Nuthqi Lathifatul Humaidah, NIM: 2817123126, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Jurusan PGMI, IAIN Tulungagung. Pembimbing: Hj. Indah Khomsiyah, M.Pd.
Kata Kunci: Kooperatif, Jigsaw, Prestasi Belajar.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi pembelajaran PKn di Madrasah, yang prestasi belajar peserta didiknya masih rendah dan peserta didik cenderung pasif. Penggunaan, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini diharapkan dapat membantu peserta didik untuk lebih aktif dalam pembelajaran dan saling membantu untuk menguasai pelajaran agar tercapainya prestasi belajar secara maksimal.
Dalam penelitian ini masalah yang akan dipecahkan oleh peneliti adalah (1) Bagaimana langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran PKn pokok bahasan sistem pemerintahan pusat, dapat meningkatkan kemampuan peserta didik kelas IV di MI Roudlotul Ulum Jabalsari Sumbergempol Tulungagung? (2) Bagaimana peningkatan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan sistem pemerintahan pusat, dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada peserta didik kelas IV di MI Roudlotul Ulum Jabalsari Sumbergempol Tulungagung?
Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran PKn pokok bahasan sistem pemerintahan pusat, dapat meningkatkan kemampuan peserta didik kelas IV di MI Roudlotul Ulum Jabalsari Sumbergempol Tulungagung, (2) Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan pokok bahasan sistem pemerintahan pusat, dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada peserta didik kelas IV di MI Roudlotul Ulum Jabalsari Sumbergempol Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, meliputi: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing), dan Refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data yang dipakai berupa tes, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Indicator keberhasilan dalam penelitian ini apabila penguasaan materi peserta didik mencapai 75% dari tujuan yang seharusnya dicapai, dengan nilai KKM 70.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn dengan melalui langkah-langkah kegiatan awal, inti, dan akhir. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata peserta didik yang awalnya 64,13 (pree test), meningkat menjadi 70,21 (post test siklus I), dan meningkat lagi menjadi 81, 20 (post test siklus II). Selain itu, peningkatan hasil belajar peserta didik juga dapat dilihat dari ketuntasan belajarnya. Terbukti dengan prosesntase ketuntasan belajar dari 39, 13% (pree test) meningkat menjadi 56,52% (post test siklus I), dan meningkat kembali menjadi 85,71% (post test siklus II). Dengan demikian, membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PKn peserta didik kelas IV di MI Roudlotul Ulum Jabalsari Sumbergempol Tulungagung
PENGASUHAN ANAK PEREMPUAN PERSPEKTIF KEADILAN GENDER (Studi Kasus di Desa Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk)
Riza Arzika Humaidah, 126102211083, Pengasuhan Anak Perempuan Perspektif
Keadilan gender (Studi Kasus Di Desa Pacewetan Kecamatan Pace
Kabupaten Nganjuk), progam studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah
dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung, 2025. Dosen Pembimbing: Dr. Hj. Nur Fadhilah, S.H.I., M.H.
Kata kunci: anak perempuan, keadilan gender, pengasuhan anak.
Penelitian ini didasari oleh Masih banyak ditemukan praktik pengasuhan
yang memuat ketidaksetaraan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan, yang
dipengaruhi oleh budaya patriarkis dan konstruksi sosial tradisional. Praktik
pengasuhan anak perempuan yang terjadi kemudian menjadi kasus penelitian
menggunakan perspektif keadilan gender.
Fokus dan Pertanyaan dari penelitian ini adalah, 1). Bagaimana praktik
pengasuhan anak Perempuan yang dilakukan oleh orang tua di Desa Pacewetan
Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk? 2). Bagaimana pengasuhan anak Perempuan
yang diterapkan orang tua di Desa Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk
dalam perspektif keadilan gender? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1).
Untuk mendeskripsikan pengasuhan anak Perempuan dari orang tua di Desa
Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk. 2). Untuk mengidentifikasi
pengasuhan anak Perempuan di Desa Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten
Nganjuk dalam perspektif keadilan gender.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik
yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan cara observasi,
wawancara dengan kriteria tertentu, dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.
Triangulasi digunakan untuk pengecekan keabsahan data, Penggunaan triangulasi
ini bertujuan agar hasil penelitian lebih lengkap dan sesuai dengan kenyataan yang
sebenarnya, tanpa dipengaruhi oleh pendapat pribadi peneliti, triangulasi yang
digunakan adalah triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Pengasuhan anak perempuan di Desa
Pacewetan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk dibedakan menjadi dua aspek,
yaitu: tumbuh kembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Berkaitan dengan aspek tumbuh kembang, orang tua dalam pengasuhan anak
perempuan seringkali berkomunikasi menggunakan nada tinggi dengan alasan
pendisiplinan supaya anak mematuhi orang tua. Selain itu, anak perempuan juga
belum mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Masih ada
orang tua yang berpandangan bahwa anak perempuan pada akhirnya akan di dapur
saja, sehingga tidak perlu sekolah tinggi-tinggi dan ijazah yang dimiliki tidak ada
artinya. Orang tua lebih memprioritaskan anak laki-laki untuk melanjutkan studi
karena anak laki-laki yang kemudian menjadi kepala keluarga sehingga anak lakilaki dibebaskan. Mayoritas orang tua juga berpendapat bahwa tugas pengasuhan
anak menjadi tanggung jawab ibu yang mempunyai waktu lebih banyak di rumah.
Sedangkan ayah bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 2.
Berdasarkan keadilan gender, pengasuhan anak perempuan di Desa Pacewetan
Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk tidak selaras dengan prinsip keadilan gender.
Komunikasi orang tua kepada anak perempuan dengan nada tinggi dengan alasan
pendisiplinan tidak sejalan dengan prinsip saling menghormati dan saling
menyayangi antara orang tua dan anak. Anak perempuan yang mendapatkan
perlakuan berbeda dibandingkan dengan anak laki-laki ataupun sebaliknya dalam
hal kesempatan untuk melanjutkan studi tidak mencerminkan prinsip mubadalah.
Selain itu, pandangan orang tua bahwa hanya ibu yang bertanggungjawab dalam
pengasuhan anak tidak selaras dengan prinsip keadilan gender antara ayah dan ibu
Hubungan kemampuan guru dalam mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas VIII di MTs Yayasan Pembangunan Didikan Islam (YAPDI)
Parenting styles in John Hughes’ The Ship of Dreams
ABSTRACT
Parents are the first source to explore many things for their children. The way they take care their children will give effect to their children’s development until they grow up and become adolescents. The ways in taking care of children are different from one parent to another. That is why in this study I analyze role of parents to adolescents’ development in John Hughes play’s The Ship of Dreams. I analyze the role of Tom’s parents to his development and use Diana Baumrind’s parenting styles.
The purposes of this study are to know the parenting style used by Tom’s parents and the effect of parenting style to the attachment between Tom and his parents. This study is literary criticism and use psychological approach. It is a study that analyzes the development of the main character in a literary work from psychological view. It employs literary criticism because I conduct an analysis of literary work which is related with the role of parents to their adolescents’ development in The Ship of Dreams. The data are taken from the drama text The Ship of Dreams by John Hughes that was published by The Macmillan Company in 1962.
From the data that have been analyzed, I can conclude that both Tom’s father and mother use different kinds of parenting styles. His mother is authoritative parent. She is supportive and protective to him. She also allows him to share with her about many things. And his father is authoritarian parent. He is a tough person. He forces Tom to follow his direction and to respect work and effort. He is also high in demandingness and low in responsiveness. He does not allow his son to share with him. Because of these different kinds of parenting styles, the effects to attachment are different, too. Tom feels secure toward his mother. He feels safe and comfort beside her. However, he feels insecure toward his father. He is afraid to his father and it brings bad effect to Tom’s development. Because of his father’s influence is much more than his mother’s influence. His development is not really good. He becomes a mousy boy and always afraid toward his father
تنفيذ طريقة السماع والحفاظ (Mimicry Memorization) في تعليم مفردات اللغة العربية لطلاب الصف الخامس بمدرسة دار العلوم التخصص الابتدائية الإسلامية نجاليان سمارانج في العام الدراسي ٢٠٢٣/٢٠٢٤
إن تعليم اللغة العربية لا يمكن فصله عن دور المفردات التي تعتبر رأس المال الأساسي لتحقيق المهارات اللغة العربية. وأما من أهم طرق تعليم المفردات هي من خلال طريقة السماع والحفاظ. طريقة السماع والحفاظ هي طريقة يستخدمها المعلم ليقول مفردات ثم يقلدها الطلاب ويحفظونها.
يهدف هذا البحث لوصف تنفيذ طريقة السماع والحفاظ في تعليم المفردات، لتحليل تنفيذ طريقة السماع والحفاظ في تعليم المفردات بناء على الخصائص والخطوات، ولمعرفة مزايا وعيوب تنفيذ طريقة السماع والحفاظ في تعليم المفردات، لطلاب الصف الخامس بمدرسة دار العلوم التخصص الابتدائية الإسلامية في العام الدراسي ٢٠٢3/٢0٢4.
هذا النوع من البحث هو بحث ميداني نوعي وصفي. المجتمع من هذا البحث هو تنفيذ طريقة السماع والحفاظ في تعليم المفردات. وكانت تقنيات جمع البيانات المستخدمة هي الملاحظة والمقابلات والتوثيق. وفي الوقت نفسه، تستخدم تقنيات تحليل البيانات نموذج مايلز وهوبرمان، وهي تخفيض البيانات وعرض البيانات واستخلاص النتائج.
تظهر نتائج هذا البحث أن تنفيذ طريقة السماع والحفاظ في تعليم المفردات لطلاب الصف الخامس بمدرسة دار العلوم التخصص الابتدائية الإسلامية يمر بعملية الاستماع والنطق والتقليد والحفظ. التنفيذ بهذه الطريقة له مزايا وعيوب، تتمثل المزايا في أن الطلاب يكتسبون المهارات بشكل مباشر ويكون لديهم نطق جيد وصحيح ويحفظون المفردات بسهولة أكبر وحماس أكبر ويفهمون المواد المفردة بسهولة أكبر ويصبحون نشيطين ويحسنون الذاكرة حول المفردات. ومن عيوبه محدودية الوقت في التعليم أثناء عملية حفظ المفردات وقلة قدرة الطلاب على سماع ما يقوله المعلم عندما يكون الفصل مشغولاً ومحدودية الوسائط
ANALISIS KEMISKINAN NELAYAN DI KAWASAN PESISIR DESA LANDANGAN KECAMATAN KAPONGAN KABUPATEN SITUBONDO
Kemiskinan adalah masalah klasik yang terjadi di Indonesia, berdasarkan
data statistik dari BPS (2014) sampai pada Maret 2014 masih terdapat 28,28 juta
penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Jumlah ini lebih baik
jika dibandingkan dengan pada September 2013 yang sebesar 28,60 juta
penduduk. Hal ini menjelaskan ada upaya nyata dari pemerintah, sehingga terjadi
penurunan angka kemiskinan sebesar 0,32 juta penduduk
- …
