8,270 research outputs found
Transkrip wawancara bersama Encik Sharizan bin Ahmad (Abon) pelakon, pelawak dan usahawan / Nur Dyana Mokhtar and Siti Nur Hadiyal Huda Azmi
Temubual ini adalah antara tokoh iaitu Sharizan bin Ahmad atau lebih dikenali sebagai Abon dan pelajar iaitu Nur Dyana binti Mokhtar dan Siti Nur Hadiyal Huda binti Azmi untuk subjek IMR604 iaitu Pendokumentasian Sejarah Lisan. Beliau merupakan seorang seniman yang masih aktif dalam bidang seni hiburan iaitu sebagai pelakon dan pelawak. Beliau juga turut aktif dalam bidang seni teater. Kajian ini menceritakan tentang latar belakang Abon yang tidak diketahui umum dan sejarah hidup beliau sebelum atau sepanjang terlibat dalam bidang tersebut. Selain berkecimpung dalam bidang seni hiburan, beliau turut bergelar seorang usahawan yang berjaya di Malaysia iaitu menceburi bidang perniagaan dengan mengeluarkan produk makanan kesihatan jenamanya sendiri dan telah mendapat sambutan yang amat menggalakkan daripada peminat dan orang ramai. Satu senarai soalan telah disediakan untuk diajukan kepada seniman yang merangkumi beberapa bahagian termasuk latar belakang, kerjaya, pencapaian dan anugerah yang telah diperolehi oleh seniman yang dipilih. Justeru itu, temubual ini dapat merungkai latar belakang dan sejarah penglibatan Abon dalam bidang seni hiburan
PELATIHAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK DI PKBM HUDA WAN NUR
PKBM Wan Nur prioritizes basic English learning for children. Children are the nation's future partners because with the possession of English skills, future leaders have inherited the procedures for communicating internationally in the era of globalization. The problems faced in the implementation of service activities are the increasing need for English language training for children, especially in PKBM Huda Wan Nur, the need for active coaching and socialization in fostering interest in learning English at PKBM Huda Wan Nur and the need for empowering positive mindsets for teachers about the importance of English for children. From the results of the study of the problems faced, the solutions that can be proposed to solve the existing problems are English language training for children at PKBM Huda Wan Nur and Increasing the empowerment of digital learning media in fulfilling interactive teaching materials for children at PKBM Huda Wan Nur. The implementation method is a field survey, scheduling, preparation, explanation, training, and evaluation. The children really enjoyed actively and seriously the basic English training activities related to nouns in the form of pictures of animals, fruits and flowers with bilingual texts that used teaching materials that could be obtained digitally.PKBM Wan Nur mengutamakan pembelajaran bahasa inggris dasar bagi anak-anak. Anak-anak adalah mitra masa depan bangsa karena dengan kepemilikan skill berbahasa inggris maka pemimpin masa depan telah mewarisi tata cara berkomunikasi secara international di era globalisasi. Persoalan yang dihadapi terhadap permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu Meningkatnya kebutuhan pelatihan bahasa inggris bagi anak-anak terutama di PKBM Huda Wan Nur, Perlunya pembinaan dan sosialisasi aktif dalam pembinaan minat belajar bahasa inggris di PKBM Huda Wan Nur dan Perlunya pemberdayaan pola pikir positif kepada guru tentang pentingnya bahasa inggris bagi anak-anak terutama di PKBM Huda Wan Nur. Dari hasil telaah permasalahan yang dihadapi, maka solusi yang dapat diusulkan untuk menyelesaiakan permasalahan yang ada adalah Pelatihan bahasa inggris bagi anak-anak di PKBM Huda Wan Nur dan Peningkatan pemberdayaan media belajar secara digital dalam pemenuhan bahan ajar interaktif kepada anak-anak di PKBM Huda Wan Nur. Metode pelaksanaan adalah survei lapangan, penentuan jadwal, persiapan, penjelasan, pelatihan, dan evaluasi. Anak-anak sangat menikmati secara aktif dengan serius kegiatan pelatihan bahasa inggris dasar berkaitan dengan kata benda yang berupa gambaran hewan, buah dan bunga berteks bilingual yang memanfaatkan bahan ajar yang bisa diperoleh secara digital
Performance of cell breathing in WCDMA / Aminah Nur Huda Hussin
This paper investigates the concept of Cell breathing technique. This technique is commonly used in cellular network to overcome load congestion by expanding or shrinking the cell coverage. Traffic constantly varies due to the behavior of the subscribers and the event of the day. This leads the coverage area of the serving cell also changes. In this project, a Node-B of two different areas is chosen to determine the cell breathing margin. COST 231 Hata propagation model is used to predict the cell coverage for urban environment. The comparison between received signal code power for theoretical and drive test has been analyzed. The energy per chip power density (Ec/No) against distance (km) can determine the serving cell. The result shows that, the cell coverage will shrink when the load is higher as compared with light load
Pengembangan kurikulum Pesantren Berbasis Learner-Centre Curricullum: Studi atas kurikulum Pondok Pesantren Nur El Falah dan Manba'ul Huda Serang Banten
Pesantren merupakan Lembaga Pendidikan yang mempertahankan pendidikan tradisional, konservatif dan terbelakang, seiring dengan perkembangan yang menuntut lembaga Pesantren untuk dapat menjawab kebutuhan dan perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembaharuan pendidikan di pesantren, model pengembangan yang saat ini banyak digunakan di pendidikan formal adalah Learner-Centred Curriculum yang di duga telah di kembangakan di pesantren Nur El Falah dan Manba’ul Huda Serang.
Penelitian ini perupaya menganalisis dan menemukan (1)karakteristik kurikulum Pesantren Nur El Falah dan Manba’ul Huda Serang (2) pengembangan kurikulum pesantren Nur El Falah dan Manba’ul Huda Serang berbasis Learner Center Curriculum (3)peran pimpinan pesantren dalam pengembangan kurikulum(4)persepsi santri dan orang tua terhadap pengembangan kurikulum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara studi kasus dan multikasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, pengamatan peran serta, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis multikasus yang di lakukan dua tahap, yaitu: analisis data kasus individu (individual case), dan analisis data lintas kasus (cross case analysis). Pengecekan data dengan menggunakan, kredibilitas dan konfirmabilitas.
Hasil penelitian menjukan bahwa: (1)Karakteristik Pesantren Nur El Falah menjalankan jenis pendidikan kolaboratif sedangkan Pesantren Manba’ul Huda menjalankan pendidikan tradisional, Pesantren Nur El Falah menerapkan beberapa jenis kurikulum seperti broads fields curriculum, Correlated Curriculum, dan Separated Subject Curriculum dengan penyesuaian tiap tingkatan, sedangkan pada pesantren Manba’ul Huda hanya menerapkan jenis kurikulum Separated Subject Curriculum (2)Pengembangan kurikulum di Pesantren Nur El Falah telah menjalankan pengembangan berbasis Learner-Centred Curriculum dengan perngaplikasiannya yang variatif, sedangkan di pesantren Manba’ul Huda penerapan pembelajaran yang berpusat pada santri dan hanya terdapat pada pembelajran (Student Centered Learning).(3) peran pimpinan pesantren terhadap pengembangan kurikulum meliputi (a)Perancang/Desainer (c) Fasiliator (d) Organisator (e) Pengevaluasi (d) Orang tua. (4)Persepsi santri dan orang tua terhadap pengembangan kurikulum menggambarkan dampak pengembangan kurikulum
Analisis Rasio Profitabilitas Peternakan Ayam Petelur Di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang (Studi Kasus Di “Nur Huda” Dan “Maksum” Farm)
Peningkatan populasi ayam petelur beberapa tahun terakhir menunjukan peningkatan. Data peningkatan populasi ayam petelur dari tahun 2011 sebanyak 37.035.251 ekor, pada tahun 2012 sebanyak 40.268.631 ekor dan peningkatan populasi ayam petelur tahun 2013 sebanyak 43.066.361 ekor. Kenaikan jumlah populasi ayam petelur ini menunjukan bahwa usaha ini dapat dikatakan menguntungkan. Penelitian dilakukan pada bulan 1 April sampai dengan 1 Mei 2015. Penelitian ini dilaksanakan di usaha peternakan ayam petelur di desa kambingan kecamatan Tumpang kabupaten Malang. Penentuan lokasi sampel menggunakan metode purposive sampling. Total sample yang digunakan ada dua peternak dengan lama beternak yang berbeda yaitu Nur huda farm dan Maksum farm yang memiliki pengalaman yang berbeda. Tujuan penelitian adalah mengetahui biaya produksi dan struktur biaya yang dipergunakan dalam memproduksi telur ayam dilihat dari laporan rugi laba yang dimiliki oleh Nur huda farm dan Maksum Farm. Mengetahui kemampuan Nur huda farm dan Maksum Farm untuk mendapatkan keuntungan atau mendapatkan laba, yang dilihat berdasarkan nilai yang dihasilkan oleh Net Profit Margin (NPM), Gross Profit Margin (GPM), Operate Profit Margin (OPM), Total Asset Turnover (TAT), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE). Kegunaan penelitian ini adalah Saran untuk usaha peternakan ayam petelur yang menjadi responden sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan produktifitas usaha ternak yang telah diusahakan dan juga sebagai pertimbangan dalam pengembangan usaha, serta umbangan pemikiran bagi penelitian selanjutnya. Materi penelitian ini adalah Nur huda farm yang memiliki populasi sebesar 64.000 dan memiliki pengalaman selama 32 tahun dan Maksum farm yang memiliki populasi 32.000 dan memiliki pengalaman selama 16 tahun. Metode penelitian yang digunakan pada pelaksanaan penelitian adalah studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan survei yaitu mengumpulkan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik yang dijadikan sebagai responden, sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan secara tidak langsung yang diambil melalui hasil penelitian terdahulu, buku, dan jurnal. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu menggunakan rumus rumus ekonomi sesuai kebutuhan penelitian. Hasil penelitian total modal Pada Nur huda farm untuk menghasilkan satu kilogram telur membutuhkan modal sebesar Rp 13.434 atau Rp. 224.725.851 untuk setiap pemeliharaan 1.000 ekor, sedangkan untuk Maksum farm untuk memproduksi satu kilogram telur membtuhkan modal sebesar Rp. 13.633 atau Rp. 252.542.868 untuk setiap pemeliharaan 1.000 ekor. Rata rata biaya produksi setiap bulan untuk pemeliharaan 1.000 ekor pada Nur huda huda farm adalah Rp. 16.557.453 atau Rp. 11.648 setiap kg telur yang dihasilkan. Maksum farm memiliki rata rata biaya produksi Rp. 18.687.999 untuk setiap pemeliharaan 1.000 ekor atau Rp. 12.184 setiap kg telur yang dihasilkan. Rata rata Penerimaan untuk pemeliharaan 1.000 ekor pada Nur huda huda farm adalah Rp. 22.687.483 atau Rp. 16.213 setiap kg telur yang dihasilkan. Maksum farm memiliki rata rata penerimaan setiap bulannya Rp. 24.703.681 untuk setiap pemeliharaan 1.000 ekor atau Rp. 15.907 setiap kg telur yang dihasilkan . Rata rata hasil perhitungan rasio profitabilitas setiap bulannya yaitu berdasarkan pada Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Operate Profit Margin (OPM), Total Asset Turnover (TAT), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) pada usaha peternakan ayam petelur Nur huda farm memiliki nilai masing masing yaitu 26,87 %, 24,18 %, 27,79 %, 1,21 kali, 32,73 %, 29,46 %, sedangkan Maksum farm memilki nilai masing masing yaitu 23,84 %, 21,45 %, 24,89 % , 1,17 kali , 28,58 %, 25,73 %. Kesimpulan dari penelitian adalah usaha peternakan ayam petelur Nur huda farm lebih unggul dalam mendapatkan laba dibandingkan Maksum farm yang terlihat dari indikator ekonomi dan indikator profitabilitas Saran untuk kedua usaha peternakan ayam petelur hendaknya lebih mengoptimalkan pemeliharaan agar biaya produksi yang dikeluarkan dapat memberikan keuntungan yang maksimal
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM PEMBIASAAN KARAKTER KOMUNIKATIF DI MTs DARUL HUDA WONODADI BLITAR
Skripsi dengan judul “Analisis Kesantunan Berbahasa Indonesia Siswa dalam Pembiasaan Karakter Komunikatif di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar” ini ditulis oleh Rini Nur Azizah dengan dibimbing oleh Dr. Mohamad Jazeri, S.Ag., M.Pd.
Kata kunci: Kesantunan berbahasa, Pembiasaan, Karakter komunikatif.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai fenomena ujaran kebencian yang muncul dalam kehidupan. Seiring dengan hal ini, generasi penerus bangsa (siswa) tidak boleh terpengaruh untuk mengikutinya. Untuk itu diperlukan bimbingan dan arahan dari pihak-pihak terkait terutama guru agar dapat membiasakan siswa untuk berbahasa secara santun. Melalui pembiasaan yang dilakukan sedikit demi sedikit pasti akan ada perubahan pada cara berbahasa siswa. Perubahan berbahasa tersebut tentu juga akan diiringi perubahan tingkah laku. Untuk itu peneliti menganalisis kondisi kesantunan berbahasa Indonesia siswa di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar.
Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana aplikasi pematuhan kesantunan berbahasa Indonesia siswa di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar?; (2) Bagaimana aplikasi pelanggaran kesantunan berbahasa Indonesia siswa di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar?; dan (3) Bagaimana strategi pembiasaan karakter komunikatif siswa melalui pembelajaran kesantunan berbahasa Indonesia di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar? Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah (1) Mendeskripsikan aplikasi pematuhan kesantunan berbahasa Indonesia siswa di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar; (2) Mendeskripsikan aplikasi pelanggaran kesantunan berbahasa siswa di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar; dan (3) Mendeskripsikan strategi pembiasaan karakter komunikatif siswa melalui pembelajaran kesantunan berbahasa siswa di MTs Darul Huda Wonodadi Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk memperoleh data berupa kondisi tutur siswa. Sedangkan wawancara digunakan untuk memperoleh strategi guru dalam menerapkan pembiasaan kesantunan berbahasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesantunan berbahasa di MTs Darul Huda masih rendah. Hal ini diketahui dari jumlah maksim pematuhan kesantunan berbahasa yang berjumlah tiga maksim, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, dan maksim kesimpatian. Adapun pelanggaran yang dilakukan terdapat lima maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian. Adapun strategi yang diterapkan oleh guru yakni menggunakan teknik teguran
(PDF KAN) Penanaman Nilai-Nilai Keislaman Melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an Nur Huda Nawangan
Firliani, Nurul. 2020. Penanaman Nilai-Nilai Keislaman di Taman Pendidikan Al-Qur’an Nur Huda Nawangan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Pembimbing Dr. Harjali, M.Pd.
Kata Kunci: Penanaman, Nilai-Nilai Keislaman, TPA
Saat ini, Indonesia tengah mengalami degradasi moral. Yang mana pada realitanya, remaja maupun anak-anak cenderung bersikap sekuler, hedonistik, materialistik, yaitu manusia yang cerdas secara intelektualnya dan terampil fisiknya, namun kurang terbina mental spiritualitasnya. Tpa Nur Nawangan yang telah dididirikan oleh beberapa masyarakat Nawangan. Hadir dalam membentuk remaja islami yang mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari sehingga cerdas secara intelektualnya, keterampilan fisik dan spritualnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses penanaman nilai-nilai keislaman di dalam taman pendidikan Al-Qur’an Nur Huda Nawangan selama ini, (2) Untuk mengetahui hambatan dalam proses penanaman nilai-nilai keislaman taman pendidikan Al-Qur’an Nur Huda Nawangan.
Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis menurut Miles dan Huberman yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) penanaman nilai-nilai keislaman meliputi: a. Akidah : Penanaman nilai-nilai keislaman di bidang aqidah dilakukan melalui budaya hafalan rukun iman. b. Ibadah : Penanaman nilai-nilai keislaman di bidang ibadah dilakukan melalui kegiatan praktek sholat dan wudhu. c. Akhlak : Penanaman nilai-nilai keislaman di bidang akhlak dilakukan melalui budaya mencium tangan dan menghormati satu sama lainnya. Dan metode yang di gunakan dalam proses penanaman nilai-nilai keislaman adalah metode keteladanan, pembiasaan, nasehat dan hukuman yang metode tersebut saling berkaitan satu sama lainnya. (2) hambatan penanaman nilai-nilai keislaman adalah Huda Nawangan meliputi minimnya sumber daya pengajar di TPA, minimnya wawasan yang dimiliki oleh sebagian ustadz maupun ustadzah mengenai nilai-nilai keislaman, sikap anak yang masih menganggap gurunya sebai teman sepermainan dan tidak sopan, taman pendidikan Al-Qur’an ini belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan komunikasi yang terjalin dengan wali murid masih kurang
Penanaman Nilai-Nilai Keislaman Melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an Nur Huda Nawangan
Firliani, Nurul. 2020. Penanaman Nilai-Nilai Keislaman di Taman Pendidikan Al-Qur’an
Nur Huda Nawangan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah
dan Ilmu Keguruan. Pembimbing Dr. Harjali, M.Pd.
Kata Kunci: Penanaman, Nilai-Nilai Keislaman, TPA
Saat ini, Indonesia tengah mengalami degradasi moral. Yang mana pada realitanya,
remaja maupun anak-anak cenderung bersikap sekuler, hedonistik, materialistik, yaitu manusia
yang cerdas secara intelektualnya dan terampil fisiknya, namun kurang terbina mental
spiritualnya. Tpa Nur Nawangan yang telah didirikan oleh beberapa masyarakat Nawangan. Ia
Hadir dalam membentuk remaja islami yang mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam
kehidupan sehari-hari sehingga cerdas secara intelektualnya, keterampilan fisik dan
spiritualnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses penanaman nilai-nilai
keislaman di dalam taman pendidikan Al-Qur’an Nur Huda Nawangan selama ini, (2) Untuk
mengetahui hambatan dalam proses penanaman nilai-nilai keislaman taman pendidikan AlQur’an Nur Huda Nawangan.
Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data
dilakukan dengan cara Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini
menggunakan teknik analisis menurut Miles dan Huberman yang dilakukan dengan tiga tahap,
yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) penanaman nilai-nilai keislaman
meliputi: a. Akidah : Penanaman nilai-nilai keislaman di bidang aqidah dilakukan melalui
budaya hafalan rukun iman. b. Ibadah : Penanaman nilai-nilai keislaman di bidang ibadah
dilakukan melalui kegiatan praktek sholat dan wudhu. c. Akhlak : Penanaman nilai-nilai
keislaman di bidang akhlak dilakukan melalui budaya mencium tangan dan menghormati satu
sama lainnya. Dan metode yang di gunakan dalam proses penanaman nilai-nilai keislaman
adalah metode keteladanan, pembiasaan, nasehat dan hukuman yang metode tersebut saling
berkaitan satu sama lainnya. (2) hambatan penanaman nilai-nilai keislaman adalah Huda
Nawangan meliputi minimnya sumber daya pengajar di TPA, minimnya wawasan yang
dimiliki oleh sebagian ustadz maupun ustadzah mengenai nilai-nilai keislaman, sikap anak
yang masih menganggap gurunya sebai teman sepermainan dan tidak sopan, taman pendidikan
Al-Qur’an ini belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan komunikasi yang
terjalin dengan wali murid masih kurang
Manajemen kegiatan keagamaan Pondok Pesantren Miftahul Huda Grobogan
Muhammad Nur Izza Mauliddudin (1501036035), Manajemen Kegiatan Keagamaan Pondok Pesantren Miftahul Huda Grobogan. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang 2022.
Manajemen adalah hal yang penting bagi suatu lembaga dakwah khsusnya dalam lembaga pondok pesantren, juga dalam mengatur kegiatan keagamaannya. Maka dibutuhkan nya kegitan manajemen di kegiatan keagamaan agar kegiatan tersebut bisa dikelola dengan efisien dan sesuai dengan harapan. Dan pembahasan disini difokuskan dalam manajemen kegiatan keagamaan di pondok pesantren Miftahul Huda Grobogan. Pondok pesanren ini merupakan lembaga dakwah dibidang pendidikan yang berafiliasi dengan Al-khidmah, yaitu majlis dzikir yang berkiblat pada toriqoh Qodiriyah an naqsabandiyah dan juga yang berkiblat dengan pondok pesantren al fitrah kedinding surabaya yang didirikan oleh K.H. Asrori Al Ishaqi. Dan juga sebagian kegiatan di pondok pesantren ini langsung bersinggungan dengan msyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan keagamaan dan manajemen kegiatan keagamaan di pondok pesantren Miftahul Huda Grobogan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data seperti teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang pertama, dalam kegiatan keagamaan yang ada di pondok pesantren Miftahul Huda dibagi menjadi (3) tiga bagian yaitu (1) Syi’ar yaitu kegiatan keagamaan yang bersifat majelis yang langsung bersinggungan dengan masyarakat atau melibatkan masyarakat langsung,(2) wadlifah yaitu kegiatan yang bersangkutan langsung dengan Allah swt, baginda rosulullah Muhammad saw, sulthanul aulia’ syaikh abdul qadir al jailani, dan Hadratussyaikh K.H. Ahmad asrori alishaqi, (3) pendidikan yaitu kegiatan keseharian yang bersifat pengajian kitab kuning. Kedua, dalam manajemen kegiatan keagamaan yang didalamnya terdapat fungsi-fungsi manajemen yaitu: 1) planning (perencanaan), yaitu dengan melakukan perumusan tujuan yang dilakukan, pemilihan program dan pengarahan program, 2) organizing dengan melakukan pembuatan bagan organisasi, pembagian tugas dan pembagian wewenang, 3) actuating yaitu dengan cara pemberian motivasi, berkomunikasi dengan efektif dan menjalin hubungan, 4) Controling yaitu dengan melakukan pengawasan terhadap santri, melakukan pertemuan dan evaluasi.
Keempat fungsi tersebut dijalankan dengan baik oleh pondok pesantren Miftahul Huda Grobogan, hal ini dapat dilihat dari perkembangan sumber daya manusiany
PERAN KOPERASI PONDOK PESANTREN (KOPONTREN) ROUDLOTUL HUDA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL HUDA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Roudlotul Huda dalam meningkatkan perekonomian Pondok Pesantren Roudlotul Huda. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang juga mempunyai potensi untuk mengembangkan perekonomian di lingkungannya. Koperasi Pondok Pesantren Roudlotul Huda didirikan sebagai upaya penguatan perekonomian pondok pesantren serta pemberdayaan santri dan masyarakat sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah pengurus Koperasi Pondok Pesantren Roudlotul Huda , pengelola pondok pesantren, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Pondok Pesantren Roudlotul Huda mempunyai peran yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian Pondok Pesantren Roudlotul Huda. Koperasi ini menyediakan berbagai produk konsumsi kepada para anggotanya, termasuk Pengunjung dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Pondok Pesantren Roudlotul Huda mempunyai peran yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian Pondok Pesantren Roudlotul Huda. Koperasi ini menyediakan berbagai produk konsumsi kepada para anggotanya, termasuk pengunjung dan masyarakat sekitar
- …
