1,720,959 research outputs found
Penguatan moderasi beragama melalui Pendidikan Agama Islam: Studi multikasus di SMA Al-Irsyad Surabaya dan SMA Muhammadiyah 1 Sumenep
INDONESIA:
Penguatan moderasi beragama merupakan upaya membentuk peserta didik yang memiliki cara pandang, sikap dan praktik beragama yang moderat untuk membangun dan menjaga harmoni sosial dalam bermasyarakat, beragama, berbangsa, dan bernegara yang berdasarkan pada nilai-nilai toleransi, saling menghargai dan menghormati perbedaan. Isu penting ini menuntut SMA Al-Irsyad Surabaya dan SMA Muhammadiyah 1 Sumenep untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama melalui salah satu mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI).
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman, insersi, dan dampak penguatan moderasi beragama melalui Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan rancangan multi kasus. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data, yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data, peneliti berdasarkan atas 3 kriteria yaitu triangulasi, pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi dan kecukupan referensial.
Hasil penelitian: 1) Pemahaman: Islam sebagai agama rah}mah li al-‘a>lami>n dan moderasi beragama berdasarkan pada prinsip toleransi (tasa>muh), berimbang (tawa>zun), inklusif, saling menghargai, saling menghormati, dan keadilan (’ada>lah); 2) Insersi nilai-nilai moderasi beragama melalui PAI, melalui pembaharuan kurikulum dan konten PAI, implementasi PAI melalui penggunaan pendekatan pembelajaran saintifik dengan mengutamakan 4 (empat) model pembelajaran, yaitu discovery learning, cooperative learning, project based learning, problem based learning dan pendekatan pembelajaran berdeferensiasi; serta program pendukung yaitu projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, program bakti sosial, peringatan hari besar nasional dan keagamaan, upacara bendera, program pembinaan, dan program kuliah tujuh menit; 3) dampak PAI dalam penguatan moderasi beragama relevan dengan indikator moderasi beragama yang dipromosikan oleh Kementerian Agama, yang meliputi: komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomudatif terhadap budaya, beserta ketiga aspek dari masing-masing indikator yaitu: cara pandang, sikap dan praktik keagamaan.
ENGLISH:
Religious moderation strengthening is an effort to encourage students to have a moderate perspective, behavior, and religious practice to build and maintain social harmony in society, nation, and state life based on values of tolerating, appreciating, and respecting differences. These important issues urge SMA Al-Irsyad Surabaya and SMA Muhammadiyah 1 Sumenep to strengthen religious moderation values through Islamic Education subject.
The research aims to explore the comprehension, insertion, and impacts of religious moderation through Islamic education. It employed a qualitative approach and multiple case study design. The researcher collected the data using interviews, observation, and document analysis. The data analysis included data condensation, data display, conclusion drawing, and verification. The researcher checked the data validity based on the criteria of triangulation, peer-checking through discussion, and reference adequacy.
The research results show that: 1) Comprehension: Islam is a religion which is rahmah lil ‘alamin (provide grace to all mankind and the environment) and religious moderation is based on tolerance (tasamuh), balance (tawazun), inclusiveness, appreciation, respect, and equality (’adalah); 2) The insertion of religious moderation values through Islamic education, through curriculum and content updates, its implementation using scientific learning approach emphasizing four learning models: discovery learning, cooperative learning, project based learning, problem based learning, and differentiated learning approach; and the supporting programs are the Pancasila Student Profile project, community service program, national and religious day ceremonies, flag ceremony, assistance program, and seven minutes-Islamic preaching; 3) the impacts of Islamic education in strengthening religious moderation are relevant with religious moderation indicators, promoted by the Ministry of Religious Affairs, which include national commitment, tolerance, anti-violence, and culture accommodativeness, with three aspects of each indicators: perspective, behavior, and religious practice.
ARABIC:
تعزيز الاعتدال الديني هو جهد لتكوين طلاب لديهم آراء ومواقف وممارسات دينية معتدلة لبناء والحفاظ على الانسجام الاجتماعي في المجتمع والدين والأمة والدولة على أساس قيم التسامح والاحترام المتبادل واحترام الاختلافات. تتطلب هذه القضايا المهمة من مدرسة الإرشاد الثانوية العامة سورابايا ومدرسة المحمدية الثانوية العامة 1 سومنب تعزيز قيم الاعتدال الديني من خلال أحد المواد وهي التربية الإسلامية (PAI).
تهدف هذه الرسالة إلى استكشاف فهم ودمج وتأثير تعزيز الاعتدال الديني من خلال التربية الإسلامية. استخدمت هذه الرسالة منهجا نوعيا بنوع دراسة الحالة مع تصميم متعدد الحالات. تم جمع البيانات من خلال المقابلة والملاحظة وتحليل الوثائق. تحليل البيانات المستخدم هو جمع البيانات وعرضها والاستنتاج أو التحقق منها. أما صحة البيانات، اعتمد الباحث على 3 معايير؛ وهي التثليث، وفحص الأقران من خلال المناقشة والمرجعية الكافية.
نتائج الرسالة: 1) الفهم: الإسلام كدين رحمة للعالمين والاعتدال الديني يقوم على مبادئ التسامح والتوازن والشمول والاحترام المتبادل والاكرام والعدل. 2) إدراج قيم الاعتدال الديني من خلال مادة التربية الإسلامية، تضمن تجديد منهج التربية الإسلامية ومحتواها، وتنفيذ التربية الإسلامية باستخدام مدخل التعلم العلمي من خلال إعطاء الأولوية لأربعة نماذج التعلم، وهي التعلم الاستكشافي، التعلم التعاوني، والتعلم القائم على المشاريع، والتعلم القائم على حل المشكلات. ومدخل التعلم غير المرجعي؛ بالإضافة إلى البرامج الداعمة، وهي مشروع تعزيز ملف تعريفي لطالب بانجاسيلا، وبرامج الخدمة الاجتماعية، وإحياء ذكرى الأعياد الوطنية والدينية، والمراسيم، وبرامج التمكين، وبرامج المحاضرات على سبع دقائق. 3) تأثير التربية الإسلامية على تعزيز الاعتدال الديني مرتبط بمؤشرات الاعتدال الديني التي تروج لها وزارة الشؤون الدينية، والتي تشمل: الالتزام الوطني، والتسامح واللاعنف، والتكيف مع الثقافة، بالإضافة إلى جانب الجوانب الثلاثة لكل مؤشر، وهي: وجهة النظر والمواقف والممارسات الدينية
Peranan kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan kopetensi sosial guru (Studi di Sekolah Menengah Pertama Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang Madura)
Dinamika Politik Pendidikan Islam Di Indonesia; Studi Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi.
Catatan sejarah membuktikan bahwa kebijakan pendidikan Islam, khususnya di Indonesia mengalami pasang surut, tergantung siapa yang mempunyai peran dalam menentukan kebijakan tersebut. Kajian yang bersifat literistik ini berupaya menyajikan dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia, mulai masa pra-Kemerdekaan sampai dengan masa Reformasi. Penelitian ini menghasilkan empat buah potret relasi politik dan pendidikan Islam di Indonesia, pertama, bahwa, pada masa pra-kemerdekan, kebijakan yang dikeluarkan pemeritah Belanda dan Jepang bersifat diskriminasi; kedua, ada upaya pembenahan terhadap kebijakan pendidikan Islam yang dilakukan oleh pemerintah Orde Lama, namun suhu politik yang tidak kondusif, di antaranya adanya pertentangan antara kelompok nasionalis, sekuler-komunis, dan Islam, berakibat tidak optimalnya implementasi kebijakan tersebut; Ketiga, melalui Tap MPRS No.27, pasal 1 tanggal 5 Juli 1966, pemerintah Orde Baru menetapkan bahwa “Agama, pendidikan dan kebudayaan adalah unsur mutlak dalam Nation and Character Building" , namun masih mengalami hambatan dengan adanya kebijakan sentralistik dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan; Keempat, terbitnya UUSPN nomor 20 tahun 2003, khususnya pada pasal 12 ayat 1 (a) pada masa Reformasi merupakan perkembangan yang sangat positif bagi pendidikan Islam, walaupun masih menimbulkan pro dan kontra; dan dengan terbitnya Permen Dikbud No. 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah menjadikan UUSPN nomor 20 tahun 2003 lebih bermakna dan aplikatif.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Supervisi Akademik Biro III Pendidikan Dasar Dan Menengah Di SMA Nazhatut Thullab Sampang
Abstrak:Biro III Bag. Dikdasmen adalah salah satu bagian yang secara struktural berada di bawah Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nazhatut Thullab yang diberi wewenang sebagai pengembang dan evaluator pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan supervisi dalam meningkatkan kualitas guru, yang dilaksanakan oleh tim supervisor yang dibentuk oleh Biro III Bag. Dikdasmen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan bentuk studi kasus. Reduksi data (data reduction), penyajian data (data disply), dan verifikasi (verification) merupakan teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam kegaiatan supervisi akademik diawali dengan menyusun perencaan yang meliputi: tujuan, sasaran, penyusunan format instrumen dan waktu pelaksanaan supervisi akademik. Sedangkan dalam tahap pelaksanaannya, dalam supervisi akademik ini, Biro III Bag. Dikdasmen menggunakan teknik observasi kelas dan pembicaran individual yang bersifat sharing, artinya posisi supervisor bukan semata-semata sebagai atasan melainkan sebagai relasi. Evaluasi sebagai tahap akhir dari proses supervisi akademik, mengahasilkan penilaian dan tindaklanjut, yaitu berupa pembinaan, workshop dan promosi kenaikan status kepegawaian.
Kata Kunci: Kompetensi guru, supervisi akademik
Abstract: Biro III Bag. Dikdasmen is one part that is structurally under the Chair of the Nazhatut Thullab Boarding School Foundation which is authorized as an education developer and evaluator. This study aims to find out how supervision activities in improving the quality of teachers, carried out by the supervisory team formed by the Biro III Bag. Dikdasmen. The approach used in this study is descriptive-qualitative with the form of case studies. Data reduction, data disply, and verificationare data analysis techniques used in this study. The results of this study are that in academic supervision activities begin with preparing planning which includes: goals, objectives, preparation of the instrument format and the time for conducting academic supervision. While in the implementation stage, in this academic supervision, Biro III Bag. Dikdasmen uses class observation techniques and individual conversations which are sharing, meaning supervisor positions are not merely as superiors but as relationships. Evaluation is the final stage of the academic supervision process, resulting in assessments and follow-up, namely in the form of coaching, workshops and promotion of increased employment status.
Keywords: Teacher Competence, Academic supervisio
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam I di SMA Al-Irsyad Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan penguatan moderasi beragama di SMA
Al-Irsyad Surabaya, khususnya pada tiga aspek yang diteliti yaitu konsep kurikulum PAI,
muatan nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum PAI, dan implementasi PAI dalam
penguatan moderasi beragama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian studi kasus dan rancangan multi kasus. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data, yang digunakan adalah
kondensasi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data,
peneliti berdasarkan atas 2 kriteria yaitu triangulasi dan pemeriksaan teman sejawat melalui
diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama melalui PAI
melalui: 1) pengembangan kurikulum PAI ke dalam rumpun mata pelajaran dan pengembangan
konten; dan 2) Implementasi PAI dalam penguatan moderasi beragama melalui penggunaan
pendekatan pembelajaran berdeferensiasi dan pembelajaran saintifik dengan mengutamakan 4
(empat) model pembelajaran, yaitu discovery learning, cooperative learning, project based
learning, problem based learning
Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam I di SMA Al-Irsyad Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan penguatan moderasi beragama di SMA
Al-Irsyad Surabaya, khususnya pada tiga aspek yang diteliti yaitu konsep kurikulum PAI,
muatan nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum PAI, dan implementasi PAI dalam
penguatan moderasi beragama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian studi kasus dan rancangan multi kasus. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data, yang digunakan adalah
kondensasi data, penyajian data dan penerikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data,
peneliti berdasarkan atas 2 kriteria yaitu triangulasi dan pemeriksaan teman sejawat melalui
diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama melalui PAI
melalui: 1) pengembangan kurikulum PAI ke dalam rumpun mata pelajaran dan pengembangan
konten; dan 2) Implementasi PAI dalam penguatan moderasi beragama melalui penggunaan
pendekatan pembelajaran berdeferensiasi dan pembelajaran saintifik dengan mengutamakan 4
(empat) model pembelajaran, yaitu discovery learning, cooperative learning, project based
learning, problem based learning
- …
