4 research outputs found

    PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG

    No full text
    ABSTRAK Rafiqi, Hindam Basith.2016. Perancangan Film Dokumenter Batik Druju Sebagai Media Pengenalan Batik Khas Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D, (II) Gunawan Susilo S.Sn M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Film dokumenter, Batik Druju Batik Druju berasal dari Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Batik Druju berlokasi di dusun terpencil bernama Wonorejo, di bawah perbukitan gunung kapur Malang Selatan yang membujur hingga pantai selatan Jawa. Suasana alam yang eksotis, mendorong karya batik Druju menjadi masterpiece di dunia. Ditemukan beragam motif flora, motif fauna, motif sinar matahari dan pemandangan alam yang terinspirasi dari alam sekitar desa Druju. Ciri khas warna batik Druju cenderung mengkombinasikan warna-warna kontras, banyak menggunakan unsur garis dan simetris, dan identik dengan warna hitam pekat. Proses penciptaan desain batik menggunakan bahan utama sutera dan dikerjakan dengan teknik tulis dan cap. Ciri khas batik Druju juga terlihat dari corak-corak batik yang menyambung dari bagian depan ke bagian belakang. Motif batik Druju menyambung karena ditorehkan setelah kain dijahit menjadi pakaian. Dan batik Druju juga tidak akan membuka di tempat lain dikarenakan ingin membesarkan sendiri desa mereka. Keberadaan batik Druju masih kurang populer di masyarakat khususnya Malang, hal ini menggugah penulis untuk merancang sebuah film dokumenter yang menjelaskan tentang asal usul, ciri khas motif hingga keunikan yang ada pada batik Druju. Perancangan ini dirancang dengan tujuan untuk mengenalkan asal usul batik Druju, ciri khas motif dan keunikan batik Druju, serta fungsi sosialnya kepada masyarakat sekitar yang belum banyak mengenal batik Druju. Perancangan ini menggunakan rancangan prosedural dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk. Berdasarkan pengertian model diatas yaitu model yang dirancang harus dibuat dengan langkah-langkah dan bertahap. Tahapan tersebut terdiri dari tiga bagian yang lazim yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Perancangan ini menghasilkan film dokumenter yang merupakan salah satu media efektif untuk mengenalkan batik Druju kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya perancangan ini, masyarakat Indonesia bisa lebih menghargai dan ikut serta dalam melestarikan kesenian tradisional yang ada di Indonesia.

    PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJU SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG

    Get PDF
    PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BATIK DRUJUSEBAGAI MEDIA PENGENALAN BATIK KHAS MALANG Hindam Basith Rafiqi1721073411Penciptaan Fotografi Pascasarjana ISI YogyakartaEmail : [email protected] ABSTRAK Batik Druju berasal dari Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Batik Druju berlokasi di dusun terpencil bernama Wonorejo, di bawah perbukitan gunung kapur Malang Selatan yang membujur hingga pantai selatan Jawa. Suasana alam yang eksotis, mendorong karya batik Druju menjadi masterpiece di dunia. Ditemukan beragam motif flora, motif fauna, motif sinar matahari dan pemandangan alam yang terinspirasi dari alam sekitar desa Druju. Ciri khas warna batik Druju cenderung mengkombinasikan warna-warna kontras, banyak menggunakan unsur garis dan simetris, dan identik dengan warna hitam pekat. Proses penciptaan desain batik menggunakan bahan utama sutera dan dikerjakan dengan teknik tulis dan cap. Ciri khas batik Druju juga terlihat dari corak-corak batik yang menyambung dari bagian depan ke bagian belakang. Motif batik Druju menyambung karena ditorehkan setelah kain dijahit menjadi pakaian. Dan batik Druju juga tidak akan membuka di tempat lain dikarenakan ingin membesarkan sendiri desa mereka.Keberadaan batik Druju masih kurang populer di masyarakat khususnya Malang, hal ini menggugah penulis untuk merancang sebuah film dokumenter yang menjelaskan tentang asal usul, ciri khas motif hingga keunikan yang ada pada batik Druju.Perancangan ini dirancang dengan tujuan untuk mengenalkan asal usul batik Druju, ciri khas motif dan keunikan batik Druju, serta fungsi sosialnya kepada masyarakat sekitar yang belum banyak mengenal batik Druju. Perancangan ini menggunakan rancangan prosedural dengan menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk. Berdasarkan pengertian model diatas yaitu model yang dirancang harus dibuat dengan langkah-langkah dan bertahap. Tahapan tersebut terdiri dari tiga bagian yang lazim yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi.Perancangan ini menghasilkan film dokumenter yang merupakan salah satu media efektif untuk mengenalkan batik Druju kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya perancangan ini, masyarakat Indonesia bisa lebih menghargai dan ikut serta dalam melestarikan kesenian tradisional yang ada di Indonesia. Kata Kunci: Perancangan, Film dokumenter, Batik DrujuABSTRACT                   Batik druju originates from Druju Village, District of Sumbermanjing Wetan, Malang. Located in small village named Wonorejo, around the hill side of chalk-cliff in South Malang area that extending up till South Java beach. An exotic nature ambience, encouraging Batik Druju design to being the masterpiece in the world. We can find so many flora pattern, fauna pattern, sunshine pattern and a scenery pattern that inspired by the scenery around Druju village. The uniqueness of batik Druju can be found from their color, they usually use a contrast color with a line, symmetrical design and identic with solid black color. The process of creating batik design uses a drawing and stamp technique on a silk fabric. The other uniqueness that can be found on batik Druju was on their batik pattern that extend from the front area to back area. Batik Druju pattern connected because the drawing process was doing after the fabric was made into a clothes. Batik Druju also not open any branch out the area of Druju village, because they want to developing their village.            The existence of Batik Druju was not really popular in the society, especially in Malang city, this reason encourage the author to design a documentary film that can explain about the origin, the pattern and the uniqueness which can be found in batik Druju.            This design was made to introduce about the origin of batik Druju, the pattern of batik Druju and it’s social function to the society that lives around the area who didn’t know about batik Druju. This design use a procedural design with aligning the steps that have to follow for producing the product. Based on the model’s explanation, the model that was designed should divide into 3 common parts which is pre-production, production, and post-production.            This design will produce a documentary film which can be an effective media to introduce about batik Druju to the society. Hopefully, with this design, the society can appreciate and accompany to preserving Indonesian traditional culture. Keywords: Designing, Documentary film, Batik Druj

    Foto Busana Lurik Menggunakan Teknik Cinemagraph

    Get PDF
    Lurik merupakan nama kain, kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa, lorek yang berarti garis-garis, yang merupakan lambang dari kesederhanaan. Sederhana dalam penampilan maupun perbuatan namun bermakna. Lurik diciptakan melalui proses yang unik, tapi ada perbedaan corak motif yang digunakan untuk menunjukkan status sosial. Selain berfungsi sebagai kain penutup dan pelindung tubuh, lurik juga memiliki fungsi sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Ketertarikan penulis akan kain tenun lurik mendorong penulis untuk meneliti lebih jauh tentang kain tenun lurik yang merupakan kain tradisional khas Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan makin berkembangnya zaman, perkembangan dunia fotografi khususnya di Indonesia juga semakin maju dan modern. Dulu hanya dinikmati dalam cetak dua dimensi, sekarang sudah dapat dinikmati dalam media digital. Berangkat dari hal tersebut, penulis ingin membuat karya fotografi busana kain tenun lurik ini sebagai sebuah subjek karya fotografi yang sudah mengalami konvergensi media, menggunakan teknik cinemagraph. Teknik cinemagraph dirasa dapat merespon konvergensi media yang saling bergabung namun tetap masih dalam ranah fotografi. Dengan fotografi cinemagraph, penulis mencoba mengeksplorasi kemungkinan teknis fotografi yang awalnya hanya berupa gambar still (diam) menjadi ada sedikit detail yang bergerak. Penulis berupaya memberikan persepsi baru pada foto yang bergerak melalui cinemagraph dengan menampilkan gerakan yang seolah nyata. Tampilan dari karya fotografi ini lebih memberikan dampak nilai realisme visual fotografi khususnya bagi penampilan fotografi busana lurik secara komersial

    ENHANCING TUGU JAWA SOY SAUCE BRAND VISIBILITY THROUGH PRODUCT PHOTOGRAPHY

    Get PDF
    The MSME sector is able to contribute to economic growth in Indonesia. Jawa Sehati Mulia is an MSME which operates in the field of producing soy sauce made from local black soybeans with several product variants including sweet soy sauce, spicy soy sauce, barbeque soy sauce, etc. Based on the situation analysis, several problems were found, including those related to marketing management aspects related to marketing using digital platforms. There are still limited marketing media that support digital marketing, including product photography, e-catalogs and social media content. Community service with this MSME scheme aims to increase HR capacity in marketing promotions including product photography, designing e-catalogs and social media content. In this community service activity, the service team provides intensive counseling and assistance to partners related to marketing aspects. Service partners will be trained to prepare marketing content which will later be implemented on various digital platforms. This community service is very important to help soy sauce industry increase their production capacity, as well as market and distribute services through digital channels. It is hoped that carrying out these community service activities can help MSMEs become more productive.The academic output produced through this activity is that students involved in this community service activity can apply the knowledge gained in lectures to be implemented with partners. Apart from that, students also get direct experience when engaging and interacting with service partner community groups. Lecturers can also contribute to society based on the results of previous research. Meanwhile, the expected outcome of partner empowerment through this activity is that partners will gain insight so that they have the ability to implement marketing strategies in an effort to optimize the marketing of products managed by partners. In this way, it is hoped that this program can make independent partners economically sustainable
    corecore