232 research outputs found
Analisis Pengaruh Citra Restoran dan Persepsi Nilai terhadap Keinginan untuk Kembali yang Dimediasi oleh Kepuasan Pelanggan pada Restoran Cepat Saji
ABSTRAK
Analisis Pengaruh Citra Restoran dan Persepsi Nilai terhadap Keinginan
untuk Kembali yang Dimediasi oleh Kepuasan Pelanggan pada Restoran
Cepat Saji
(Studi Kasus pada
J.CO Donuts & Coffee, Surakarta)
FAUZAN SYAHRUL HIDAYAT
F12110
3
4
Skripsi ini membahas apakah ada pengaruh yang signifikan dari
restaurant
image
dan
perceived value
terhadap
behavioral intention
yang dimediasi oleh
customer satisfaction.
Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 200
responden yang
berniat untuk kembali
ke J.CO Donuts & Coffee di Surakarta.
Pengambilan sampel yang digunakan ialah
purposive sampling.
Alat analisa yang digunakan yang digunakan untuk menguji hipotesi
s ialah
Structural Equation Modelling
(SEM).
Hasil pengujian hipotesis menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan
dari
restaurant image
dan
perceived value
terhadap
behavioral intention
yang
dimediasi
customer satisfaction.
Hasil pengujian juga mengindik
asi bahwa
customer satisfaction
memediasi pembentukan
behavioral intention
. Bagi
penelitian yang akan datang disarankan untuk melakukan penelitian pada
organisasi selain restoran cepat saji, dengan wilayah penelitian diperluas.
Kata kunci :
restaurant
image, perceived value, customer satisfaction, behavioral
intention
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM LISTRIK PINTAR DI PT. PLN ULP TEMBILAHAN
ABSTRAK
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM LISTRIK PINTAR DI PT. PLN ULP TEMBILAHAN
Oleh:
SYAHRUL HIDAYAT
NIM: 01770213495
Kualitas pelayanan merupakan tingkat kesempurnaan yang diharapkan untuk memenuhi keinginan pelanggan. Dengan kata lain, terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa yaitu jasa yang diharapkan dan jasa yang dipersepsikan . Implikasinya, baik berupa jasa tergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggan secara konsisten. Latar belakang penulis memilih kualitas pelayanan program listrik pintar dikarenakan PT. PLN ULP Tembilahan pada saat ini tengah menjalankan program listrik pintar yang mana pelanggan memerlukan pelayanan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas pelayanan program listrik pintar di PT. PLN ULP Tembilahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kualitas pelayanan program listrik pintar di PT.PLN ULP Tembilahan sudah cukup baik, hal tersebut tercermin dari hasil beberapa wawancara yang penulis lakukan terhadap pelanggan, dengan catatan masyarakat menginginkan sosialisasi yang berkelanjutan kepada desa-desa terpencil yang masih kurang pengetahuannya pada program listrik pintar dan hasil wawancara terhadap staff pelayanan pelanggan dan SDM di PT. PLN ULP Tembilahan yang membuktikan bahwa sudah berkurangnya jumlah keluhan pelanggan setiap tahunnya.
Kata kunci : kualitas, pelayanan, program listrik pinta
EFEKTIVITAS PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENEGAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG KETENTERAMAN DAN KETERTIBAN UMUM DI KABUPATEN BREBES TAHUN 2024
Nama: Moh. Syahrul Arief Nur Hidayat. NPM: 2124600043. Efektivitas Peran Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Penegakan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Ketenteraman Dan Ketertiban Umum Di Kabupaten Brebes Tahun 2024. Skripsi Ilmu Pemerintahan Universitas Pancasakti Tegal. Desen Pembimbing I: Unggul Sugi Harto, S.IP., M.Si. Dosen Pembimbing II: Agus Setio Widodo, S.IP., M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes dalam penegakan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan teori efektivitas dari Gibson, Ivancevich, dan Donnelly yang mencakup lima indikator, yaitu kepuasan, produktivitas, efisiensi, kemampuan beradaptasi, dan pengembangan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap personel Satuan Polisi Pamong Praja serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Peraturan Daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas penegakan Perda berada pada kategori efektif meskipun belum sepenuhnya optimal, sebab masih terdapat kendala dalam proses penegakan peraturan daerah seperti keterbatasan jumlah personel, tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, dan keterbatasan anggaran operasional.
Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar Satuan Polisi Pamong Praja meningkatkan sosialisasi Peraturan Daerah kepada masyarakat, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan penegakan.
Kata kunci: Efektivitas, Satpol PP, Penegakan Perda, Ketertiban Umum, Kabupaten Brebe
INSTITUSIONALISASI PARTAI POLITIK (Studi tentang Rekomendasi Dukungan DPW PAN Sulawesi Selatan pada Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu???mang Tahun 2013)
2014ANDI RAHMAT HIDAYAT. NIM E11108283. INSTITUSIONALISASI PARTAI POLITIK (Studi tentang Rekomendasi Dukungan DPW PAN Sulawesi Selatan pada Syahrul Yasin Limp-Agus Arifin Nu???mang Tahun 2013. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Muh. Kausar Bailusy M.A sebagai Pembimbing I dan A. Ali Armunanto S.IP, M.Si sebagai Pembimbing II.\ud
Partai politik mempunyai posisi dan peranan (role) yang sangat vital dalam sistem demokrasi. Oleh karena itu, partai merupakan pilar yang sangat penting untuk diperkuat derajat pelembagaannya dalam setiap sistem politik yang demokratis. Institusionalisasi partai menjadi solusi mutakhir agar partai politik mampu memiliki pola tertentu dalam menunjang demokratisasi. Permasalahan Internal yang kerap menghinggapi perjalanan aktivitas politik telah menjadi permasalahan utama dari proses institusionalisasi partai dewasa ini, termasuk pada DPW PAN Sulawesi Selatan. Kasus pada DPW PAN SULSEL dalam memberikan rekomendasi dukungan kepada Pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu???mang pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2013 telah sediikit banyak memberikan gambaran tentang bagaimana upaya yang dilakukan DPW PAN SULSEL dalam menyelesaikan polemik internal guna menunjang institusionalisasi partai politik.\ud
Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih seksama tentang bagaimana dinamika internal DPW PAN SULSEL pasca rekomendasi tersebut dikeluarkan dalam upaya-upaya institusionalisasi partai politik. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan dasar penelitian studi kasus. Penelitian ini melibatkan para fungsionaris DPW PAN SULSEL sebagai sumber informasi untuk menarik kesimpulan secara komprehensif. Selain itu, berbagai cara pengumpulan data yang dilakukan diantaranya adalah wawancara mendalam dan dokumentasi dengan telaah mendalam hal-hal yang terkait dalam masalah penelitian ini. Adapun pendekatan dan konsep yang digunakan ialah pendekatan institusionalisme baru, konsep partai politik, anatomi partai, dan institusionalisasi partai.\ud
Dalam Hasil penelitian ditemukan beberapa indikasi yang telah melemahkan kedaulatan institusi partai secara kelembagaan. Permasalahan yang dihadapi berupa perbedaan pendapat dalam menyikapi rekomendasi dukungan yang dikeluarkan oleh DPP PAN. Beberapa elit dan entitas partai di tingkat grassroot memperlihatkan sikap yang bertolakbelakang dengan keputusan tersebut, yang notabenenya mengikat bagi seluruh elemen dalam partai. Sehingga hali ini berimplikasi pada kedaulatan institusi partai secara menyeluruh dimana beberapa kader membelokkan dukungan ke pasanagan Ilham???Aziz (IA). Namun secara umum, DPW PAN SULSEL tetap menunjukkan bahwa dinamika yang berlangsung di internal partai mampu disikapi secara baik dalam menunjang penguatan institusionalisasi partai, diantaranya dengan melakukan upaya penguatan aturan organisasi partai sebagai bentuk kedaulatan partai secara menyeluruh. hal ini terbukti ketika DPW PAN sebagai partai koalisi mampu memaksimalkan peranannya dalam memenangkan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu???mang di PILGUB SULSEL tahun 2013
An Islamic Party in Urban Local Politics: The PKS Candidacy at the 2012 Jakarta Gubernatorial Election
Despite its success in obtaining more votes in the 2004 general election in Jakarta than the previous election in 1999, the Partai Keadilan Sejahtera (PKS) has turn its voter support into local executive power by winning a gubernatorial election in the capital. After a narrow defeat in the 2007 local election, the party's candidate who had a respectable reputation also failed to further its bid for the second round of the following local election. By applying the existing possible explanations of urban candidacy in local elections, this paper aims at discussing the possible explanations for the failure of Hidayat Nur Wahid, the PKS candidate, in the 2012 gubernatorial election. The paper argues that in spite of the likely influence of religion, in this case, Islam, the party's candidate is at the forefront position to maximise it since such other factors as personal character, political resources and media are playing role in this context. In this case, the failure to offer a candidate with the capacity to tackle urban problems makes urban voters unlikely to be on their side, although they share the similar religious identity.
PENGARUH ANGKA HARAPAN HIDUP, INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR, INDEKS TENDENSI BISNIS, INDEKS TENDENSI KONSUMEN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA DENGAN PENERIMAAN ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Tesis dengan judul “Pengaruh Angka Harapan Hidup, Indeks Harga Perdagangan
Besar, Indeks Tendensi Bisnis, Indeks Tendensi Konsumen Terhadap Pertumbuhan
Ekonomi Indonesia Dengan Penerimaan Zakat, Infak Dan Sedekah Sebagai
Variabel Intervening” ditulis oleh Muhammad Syahrul Hidayat, Magister Ekonomi
Syariah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dibimbing
oleh Prof. Dr. Agus Eko Sujianto, S.E., MM. dan Dr. Mochamad Arif Faizin, M.Ag.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pertumbuhan angka harapan hidup di
Indonesia masih belum memenuhi target pemerintah, indeks harga perdagangan
besar di Indonesia yang tinggi dan mengalami fluktuasi, indeks tendensi bisnis yang
fluktuasi disetiap tahunnya, indeks tendensi konsumen mengalami fluktuasi di
setiap tahunnya serta penerimaan zakat, infak dan sedekah yang tidak sepadan
dengan jumlah penduduk indonesia serta banyaknya masyarakat yang belum
membayar zakat, infak dan sedekah yang dikelola langsung oleh organisasi
pengelola zakat resmi.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh angka harapan hidup
terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, menguji pengaruh indeks harga
perdagangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, menguji pengaruh
indeks tendensi bisnis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, menguji
pengaruh indeks tendensi konsumen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,
menguji pengaruh penerimaan ZIS terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,
menguji pengaruh angka harapan hidup di indonesia terhadap petumbuhan ekonomi
Indonesia melalui penerimaan zakat, infak dan sedekah, menguji pengaruh Indeks
harga perdagangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui
penerimaan zakat, infak dan sedekah, menguji pengaruh indeks tendensi bisnis
terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui penerimaan zakat, infak, dan
sedekah, menguji pengaruh indeks tendensi konsumen terhadap pertumbuhan
ekonomi di Indonesia melalui Penerimaan zakat infak dan sedekah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) angka harapan hidup
berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia; (2) indeks harga
perdagangan besar berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia;
(3) indeks tendensi bisnis berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi
Indonesia; (4) indeks tendensi konsumen berpengaruh positif terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia; (5) penerimaan zakat, infak dan sedekah
berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia; (6) angka
harapan hidup berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia
melalui penerimaan ZIS; (7) indeks harga perdagangan besar berpengaruh positif
terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penerimaan ZIS; (8) indeks
tendensi bisnis berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia
melalui penerimaan ZIS; (9) indeks tendensi konsumen berpengaruh positif
terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penerimaan ZIS.
Kata kunci: Angka Harapan Hidup, IHPB, ITB, ITK, ZIS, Pertumbuhan Ekonom
The Impact of Colonializm on the Spread of English in Modern India
British colonialism in India at that time certainly had a lot of impact on the Indian state, one of which was in the field of language, namely English which became the second official language after Hindi. This article aims to explain how English also contributed to British colonization in India in many ways. The methods used in this research article will focus on how English affected the social structure, education, communication in Indian society both during the colonial and post-colonial periods. In addition, this article aims to provide a deeper understanding of how English was not only a tool of communication, but also a tool of domination and control in British colonialism in India. Thus English in India is not just a legacy left over from the colonial era but also a tool of social movement and progress in this modern era.
Aufi Saskia Hanny Hidayat, Muhammad Syahrul Aziz, Muhammad Ulin Nuha Al Kayyi
An Islamic Party in Urban Local Politics: The PKS Candidacy at the 2012 Jakarta Gubernatorial Election
Despite its success in obtaining more votes in the 2004 general election in Jakarta than the previous election in 1999, the Partai Keadilan Sejahtera (PKS) has turn its voter sup¬port into local executive power by winning a gubernatorial election in the capital. After a narrow defeat in the 2007 local election, the party’s candidate who had a respectable reputation also failed to further its bid for the second round of the following local elec¬tion. By applying the existing possible explanations of urban candidacy in local elec¬tions, this paper aims at discussing the possible explanations for the failure of Hidayat Nur Wahid, the PKS candidate, in the 2012 gubernatorial election. The paper argues that in spite of the likely influence of religion, in this case, Islam, the party’s candidate is at the forefront position to maximise it since such other factors as personal character, to offer a candidate with the capacity to tackle urban problems makes urban voters unlikely to be on their side, although they share the similar religious identity. political resources and media are playing role in this context. In this case, the failure
Minority groups in Ottoman Turkey before 1856: different arrangements of the Jews and the Christians under Millet system
One of the exceptionalities of the Middle East is the existence of sectarianidentities along with late modern institutions, such as nation state. Whilemodern states in the region struggle for coexistence, imperial authorities, especiallyOttoman, was relatively successful to endure its rule over differentidentities as minority across region. It is recorded that the Ottomans’ longhistory as imperium is supported by their ability to develop and implementsystem to incorporate different identities under their rule known as milletsystem. Historical exploration as used in this paper suggests that the conceptwas adopted from Islamic teologic tradition in respond to the reality of mixturesociety in newly conquered territories which resembles the character ofthe Ottomanism itself since Suleyman. The mundane aspect of the milletsystem can be seen from the way of the Ottomans’ rulers handling the majorminority groups such as Greeks and Jews based on their personal or social andeconomic capabilities. One of the obvious beneficial relations with the groups is the ability to do trading and fill positions in foreign services that lead particulargroup to enjoy better position in bureaucracy and society. The differences,in fact, have influenced the arrangement and treatment of the Ottomanrulers towards them over time which were also heavily affected by politicalchanging in the case of the Greeks for example. Therefore, the arrangements ofthe minority groups are based on mutual benefit that suits both objectiveswhich was able to last for centuries. However, it is also found that the Greeksand Jews’ ability to survive is heavily based the character of Ottoman bureaucracywhich is patrimonial. In that case, patronage relation is important andacknowledgement on merit and achievement is rarely found.Salah satu aspek yang membuat kawasan Timur Tengah berbeda adalahkeberadaan identitas-identitas yang bersifat sektarian bersamaan dengandibangunnya lembaga-lembaga modern, seperti negara bangsa. Sementara konsepnegara terkini di kawasan itu berjuang untuk mempertahankan kehidupanssecara bersama, penguasa-penguasa kerajaan seperti Ottoman, dapat dikatakanberhasil mempertahankan kekuasaannya atas kelompok-kelompok masyarakatkecil dengan identitas yang berbeda di berbagai wilayah. Tercatat bahwa sejarahpanjang Ottoman sebagai sebuah kerajaan didukung oleh kemampuan merekauntuk membangun dan menerapkan sebuah cara yang dikenal dengan milletuntuk menerima dan menyerap identitas yang berbeda di bawah kekuasaanmereka. Penelusuran sejarah seperti yang dilakukan di dalam tulisan inimenyarankan bahwa istlah millet itu diambil dari tradisi teologi Islam sebagaitanggapan terhadap realitas kemajemukan masyarakat di daerah-daerah yangbaru ditaklukkan dan ini pada dasarnya menggambarkan ciri khas dari carapandang Ottoman sejak Suleyman. Unsur keduniaan dari sistem tersebut dapatdilihat dari cara penguasa-penguasa Ottoman menangani kelompok-kelompokminoritas yang utama seperti Yunani dan Yahudi yand didasarkan ataskemampuan perorangan ataupun kelebihan ekonomi dan sosialnya. Salah satucontoh nyata hubungan yang saling menguntungkan dengan mereka adalahkemampuan untuk berdagang dan mengisi jabatan-jabatan di kantor hubunganluar negeri yang membuat sebagian dari mereka menikmati posisi yang lebihbaik di pemerintahan maupun masyarakat. Perbedaan-perbedaan itu, padakenyatannya, telah mempengaruhi pula penanganan dan perlakuan penguasapenguasaOttoman terhadap mereka dalam jangka waktu yang lama yang juga dipengaruhi oleh perubahan politik seperti yang terjadi pada kelompok Yunani.Karenanya, penanganan yang berbeda terhadap kelompok-kelompok minoritasitu pada dasarnya saling menguntungkan dan hal itu sesuai dengan kebutuhankedua belah pihak dan mampu bertahan dalam kurun waktu berabad-abad.Selain itu, tulisan ini juga mengungkap bahwa kemampuan kelompok Yunanidan Yahudi untuk mempertahankan posisi mereka di hadapan penguasabergantung kepada karakter birokrasi Ottoman sendiri yang bersifat patrimonial.Dalam kasus ini, hubungan yang bersifat patronase menjadi penting danpengakuan terhadap prestasi dan pencapaian kerja dapat dikatakan jarangditemukan
National Identity without Intellectual Bases: Israel’s Practical Zionism in Developing a State for the Jews
Israel sebagai sebuah negara telah ada selama hampir 70 tahun. Meskipun kehadirannya telah berlangsung selama beberapa dekade, pendirian dan perjuangannya untuk bertahan dan mendapatkan pengakuan telah terus-menerus ditantang termasuk dari mereka yang seharusnya menjadi tulang punggung identitas nasional Israel yaitu kaum intelektual. Tulisan ini berpendapat bahwa kritik dari beberapa cendekiawan Yahudi merupakan masalah mendasar dari upaya untuk membangun identitas nasional. Jika nasionalisme, terutama dalam konteks Eropa yang menjadi tempat kelahirannya, biasanya didukung oleh intelektual sebagai sumber imajinasi untuk pengikat sebuah kelompok, kasus Israel menunjukkan arah yang berbeda, setidaknya bermasalah. Dua intelektual Yahudi terkemuka, Martin Buber dan Hannah Arendt, yang disajikan di didalam tulisan adalah contoh dari tantangan terhadap dominasi Yahudi di Israel nasionalisme. Meskipun mereka tidak ingin melepas identitas mereka sebagai orang Yahudi dan setuju dengan lembaga politik otoritatif untuk melindungi orang-orang Yahudi keduanya menentang gagasan dominasi Yahudi dan pemusnahan Palestina.Mengingat pandangan mereka yang menolak pragmatism politik, kurangnya perhatian dan dukungan dari para pemimpin politik Zionis telah membuat ide-ide intelektual mereka relatif terisolasi dari massa
- …
