1,720,977 research outputs found
Praktik kerjasama tanaman cengkeh di lahan perhutani desa wonobo kecamatan ngadirijo kabupaten pacetan menurut perspektif hukum islam
Hidayat, Muhammad Syarif, 2021.Praktik Kerjasama Tanaman Cengkeh Di
Lahan Perhutani Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten
Pacitan Menurut Perspektif Hukum Islam. Skripsi Jurusan Hukum
Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri
Ponorogo (IAIN). Pembimbing Dr. Muh. Mukhlas, M. Pd.
Kata Kunci : Mukha>barah dan Bagi Hasil
Skripsi ini berangkat dari latar belakang masalah tentang praktik bagi
hasil tanaman cengkeh di tanah Perhutani yang dilakukan antara masyarakat
dengan Perhutani, setelah tanaman sudah mulai besar dan akan berbuah. Dalam
teori Islam akad sebuah persyaratan perjanjian seharusnya dilakukan sebelum
orang melakukan pekerjan itu.
Dari latar belakang tersebut, permasalahan yang perlu dibahas
diantaranya adalah: 1) bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad kerjasama
tanaman cengkeh antara masyarakat dengan Perhutani di Desa Wonosobo
Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan? 2) bagaimana tinjauan hukum Islam
terhadap bagi hasil tanaman cengkeh antara masyarakat dengan Perhutani di Desa
Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini dirancang dalam
bentuk penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data
menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis yang
digunakan menggunakan metode induktif yaitu metode yang menekankan pada
pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut.
Dari analisis data dapat disimpulan bahwa:1). Di tinjau dari hukum Islam
akad kerjasama tanaman cengkeh di Lahan Perhutani di Desa Wonosobo
Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan mengunakan Akad mukha>barah, dan
sudah sesuai dengan hukum Islam karena kedua belah pihak sudah
mensetujui(sudah ridho). Meski demikian akad tidak dilakukan diawal. Jika
dilihat dari kacamata hukum Islam praktik kerja sama yang terjadi di Desa
Wonosobo mengandung unsur ta‟awun. 2). Menurut hukum Islam pembagian
hasil antara pihak Masyarakat dengan pihak Perhutani di Desa Wonosobo
Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan yang di dasarkan pada saat panen satu
tahun atau dua tahun sekali sudah sesuai dengan fiqh Mu‟amalah meskipun saat
perawatan semua biaya dibebankan kepada Masyarakat. Perjanjian tetap
dibolehkan karena pada saat pihak Perhutani dan pihak Masyarakat melakukan
perjanjian tidak ada pihak yang menolak atau merasa keberatan. Sedangkan akad
bagi hasil yang dilakukan Perhutani dan Masyarakat sah sesuai dengan hukum
Islam
Efektivitas Pelaksanaan Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Eletronik Berdasarkan Undang-undang No 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Beserta Benda-benda Berkaitan Dengan Tanah
Mortgage is a security interest imposed on land rights as stipulated in the Basic Agrarian Law, including or excluding other objects, which are considered as a single unit with the land, to secure specific debt repayment and provide a prioritized position to certain creditors over other creditors. Since the implementation of Ministerial Regulation Number 5 of 2020, Mortgage Registration has been conducted electronically. However, during its execution, several issues have arisen in the Integrated Electronic Mortgage Registration in Kampar Regency. The research questions in this study are: 1) How effective is the Implementation of Integrated Electronic Mortgage Registration in Kampar Regency? 2) What are the inhibiting factors and their solutions for the Implementation of Integrated Electronic Mortgage Service? In this study, the author employs the Empirical Juridical Research Method, utilizing both primary and secondary data, along with data collection techniques involving interviews with relevant parties related to this research. The effectiveness of Electronic Mortgage Registration in Kampar Regency has not been optimal, as there are recurring challenges such as the unpreparedness of the Ministry of Agrarian Affairs regarding Network/System Quality, numerous certificates, Survey Letters, and Plots that have not been validated, contradicting Article 27 of Ministerial Regulation Number 5 of 2020, which stipulates that Data Validation is one of the National Land Agency's readiness requirements. Furthermore, the primary inhibiting factors in implementing Electronic Mortgages are, first, the substantial amount of unvalidated Land Data and Quality, second, the insufficient infrastructure to support Electronic Implementation, third, Mortgage Services not providing access to land originating from older conversions (Land Rights without a Certificate), whereas according to Article 10 of the Mortgage Law, if the land rights meet the criteria for registration but lack a Certificate, the granting of a Mortgage can be done simultaneously with the registration of the relevant land rights. Fourthly, the regulations governing Electronic Mortgage Removal are not sufficiently comprehensive or clear. From these issues, it is apparent that the Ministry of Agrarian Affairs/National Land Agency needs to enhance their service quality in various aspects, starting from clear and non-contradictory rules, improving performance, and enhancing infrastructure, all aimed at achieving effective Electronic Mortgage Service
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Konsep matla’ fi wilayah al-hukmi Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan Kamariyah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya konsep penentuan awal bulan dan kebijakan mengenai hasilnya di kalangan Muhammadiyah. Dalam menentukan awal bulan, apabila terjadi perbedaan hasil pandang terhadap bulan, maka di kalangan Muhammadiyah diberlakukan konsep pemberlakuan hasil untuk suatu wilayah hukum yang sama atau dikenal dengan istilah matla’ fi wilayatil hukmi. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi tentang bagaimana penentuan awal bulan melalui konsep matla’ fi wilayatil hukmi sekaligus juga untuk mengetahui dasar pemikiran dalam penggunaan konsep tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Himpunan Putusan Fatwa Muhammadiyah, khususnya tentang implementasi konsep matla’ fi wilayatil hukmi. Sedangkan sumber sekundernya adalah referensi yang berhubungan dengan teori-teori falak. Oleh karena sumber datanya berupa kepustakaan (literer), maka dalam proses pengumpulan data digunakan metode dokumentasi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif..
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penentuan awal bulan Kamariyah yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah menggunakan metode hisab. Penggunaan metode ini menitikberatkan pada penghitungan saat wujudul hilal Sehingga apabila telah ditemukan penghitungan mengenai waktu wujudul hilal, maka dapat dipastikan bahwa akan datang bulan Kamariah yang baru. Pemberlakuan hasil hisab wujudul hilal dalam konsep matla’ fi wilayatil hukmi PP Muhammadiyah kurang sesuai dengan kaidah penentuan awal bulan yang dijadikan dasar oleh PP Muhammadiyah, khususnya manakala terjadi perbedaan wilayah karena terbelah oleh garis wujudul hilal. Konsep matla’ fi wilayatil hukmi Muhammadiyah dilatarbelakangi untuk menghilangkan perbedaan pendapat mengenai masuknya bulan Kamariyah yang baru. Konsep tersebut secara tidak langsung mengindikasikan upaya Muhammadiyah untuk tetap menjaga persatuan umat Islam, khususnya dalam menghadapi perbedaan penghitungan awal bulan Kamariyah. Penerapan konsep matla’ fi wilayatil hukmi Muhammadiyah memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas. Meskipun memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas konsep matla’ fi wilayatil hukmi, dengan adanya madlarat terkait dengan pelaksanaan keputusan dengan konsep matla’ fi wilayatil hukmi dalam penentuan awal bulan Syawal maka pelaksanaan konsep tersebut masih terkandung madlarat. Hal ini tentu kurang sesuai dengan kaidah hukum Islam yang mengharuskan menghilangkan madlarat dalam pelaksanaan hukum Isla
Senibina rumah tradisional masyarakat Kanekes di Jawa Barat, Indonesia : penelitian pada bentuk dari aspek binaan dan pelan lantai
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PESTISIDA UNTUK TANAMAN PADI PADA TOKO SUMBER BERKAH TANI MENGGUNAKAN METODE FUZZY WEIGHTED AGGREGATED SUM PRODUCT ASSESSMENT ( FUZZY WASPAS)
Pemilihan pestisida biasanya dilakukan dengan menggunakan pestisida yang tersedia, namun terkadang
disalahgunakan sehingga menghasilkan hasil yang kurang optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem
pendukung keputusan yang membantu dalam pemilihan pestisida padi dengan memberikan data penggunaan
pestisida pada tanaman padi berdasarkan hama tanaman dan ukuran volume serta luas area tanam padi yang
dicover. Kriteria penilaian pemilihan pestisida pada tanaman padi menggunakan metode fuzzy weighted
aggregated sum product assesment (fuzzy WASPAS) yang meliputi harga, ukuran, dan luas. Proses
pemeringkatan dengan metode fuzzy weighted aggregated sum product assesment (fuzzy WASPAS)
menggunakan tiga kriteria penilaian yaitu harga dengan bobot 50%, ukuran dengan bobot 30% dan luas
dengan bobot 20%. Berdasarkan dengan hasil yang dicapai dibuatnya sistem ini yaitu bisa membantu para
petani untuk memilih pestisida sesuai perhitungan metode fuzzy weighted aggregated sum product assesment
(fuzzy WASPAS)
Kata Kunci : Pestisida, Padi, Sistem Pendukung Keputusan, Weighted Aggregated Sum Product Assesment
(fuzzy WASPAS
KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI JAKARTA PUSAT
Kenyamanan termal dalam Ruang Terbuka Hijau kota memiliki peran yang penting. Keadaan termal berkaitan dengan kenyamanan dan kesehatan para pengguna RTH. Penelian ini bertujuan untuk menggali pendapat para pengguna mengenai keadaan termal RTH tersebut. Penelitian dilakukan dengan cara pengukuran keadaan termal RTH serta penyebaran kuisioner bagi para pengguna RTH. Lokasi survey untuk penelitian ini adalah Taman Menteng dan Taman Suropati di Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Menteng pada pagi hari dengan suhu udara 28-29 C dirasakan netral oleh para responden. Sedangkan Taman Suropati dengan suhu 28-29 C netral tapi tidak menonjol. Sebaliknya pada waktu sore dengan suhu 31 C di Taman Menteng dirasakan agak dingin oleh responden, sedangkan Taman Suropati dirasakan netral. Fenomena ini terkait dengan lingkungan kedua RTH yang agak berbeda. Taman Menteng dibatasi jalan yang ramai dan Taman Kodok. Sedangkan Taman Suropati seluruhnya dikelilingi oleh jalan yang ramai lalu lintasnya. Selain itu, Taman Menteng memiliki pelataran keras yang cukup luas, sedangkan Taman Suropati memiliki pepohonan yang cukup rindang.Kata Kunci : kenyamanan termal, ruang terbuka hijau, keadaan terma
Pembangunan program tropic untuk simulasi pembolehubah bumbung terhadap keselesaan dalaman di Malaysia
Building simulation program developed still refers to the research purpose. So, it is difficult for architects to evaluate their buildings, especially for naturally ventilated buildings. This thesis discusses the efforts to obtain a suitable building simulation program, which in turn can be used in conceptual stage. The main aim of this study is to develop building simulation program, which can be used in naturally ventilated buildings. In the first part of the thesis, the principles of passively controlled indoor temperature through building envelope are explained. The principles of heat gain calculation of each part of the building are also explained. The new computer programming, TROPIC, has been developed to calculate room air temperature. This program demonstrates sensitivity analysis, which use roof variables. The study indicates that insulation is the most sensitive parameter of the roof. The range of temperatures obtained in the living room is 1.7 0C. This parameter could achieve the lowest living room temperature as 29.3 0C. Parameters resulting lower indoor air temperature which run together in the program indicates a slightly lower air temperature than before, that is 29.2 0C. This temperature almost achieves the comfort range for Malaysian. This new program is expected to help architects and designers in evaluating their design in the preliminary design stage, so that the thermal indoor conditions would be better
Makna hidayah dalam QS. Al Qashash : 56 menurut M. Quraish Shihab dan implikasinya terhadap dakwah
Skripsi karya Muhammad Syarif Hidayat ini berjudul “Makna Hidayah dalam QS. Al Qashash : 56 Menurut M. Quraish Shihab dan Implikasinya Terhadap Dakwah”. Pemilihan judul tersebut dilatar belakangi oleh beberapa kasus konversi agama yang terjadi di Indonesia . Seperti kasus Deddy Corbuzier yang menjadi muallaf, Sedangkan contoh lainnya, yaitu kasus Salmafina Sunan yang berpindah agama dari Islam menjadi Kristen.
Dari latar belakang tersebut, penulis mengambil objek penelitian QS. Al Qashash ayat 56 yang ditafsirkan M. Quraish Shihab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah makna hidayah dalam QS. Al Qashash : 56 Menurut M. Quraish Shihab?, 2. Bagaimanakah implikasi hidayah terhadap proses dakwah?
Kajian skripsi ini bersifat library research dan berjenis kualitatif. Penafsiran Quraish Shihab terhadap QS. Al Qashash : 56 dalam kitab Tafsir Al Misbah menjadi sumber primer. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab, jurnal,dan buku lainnya yang mendukung penelitian. Data yang ada dianalisis dengan metode analisis isi dan hermeneutik.
Dari analisis yang dilakukan, didapati hasil bahwa kandungan dalam QS. Al Qashash : 56 adalah mengenai hidayah taufik. Hidayah taufik merupakan kehendak absolut dari Allah SWT. Sementara dakwah menjadi wasilah dari da’i dalam rangka mengajak,membimbing, dan memimpin mad’u agar berbuat kebaikan, mengikuti petunjuk Allah, dan mencegah dari kemungkaran supaya mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Da’i hanya mampu mengupayakan dakwah dengan menyampaikan pesan dakwah melalui metode dan media tertentu sesuai dengan sasaran yang dihadapi. Apabila Allah berkehendak seseorang beriman, maka seseorang akan menerima dakwah dan memperoleh hidayah taufik. Tetapi sebaliknya keimanan seseorang akan hilang apabila Allah mencabutnya kembali dan menggantinya dengan kesesatan
- …
