7 research outputs found
Strategi guru dalam peningkatan konsentrasi belajar siswa autis di Sekolah Inklusi: Studi multisitus di SDN Junrejo 01 dan SDN Tlekung 01 Kota Batu
INDONESIA:
Konsentrasi belajar sangat penting bagi siswa untuk memahami materi yang disampaikan guru saat pembelajaran berlangsung. Bagi siswa normal saja sulit untuk menjaga kestabilan konsentrasi saat belajar, terlebih lagi pada siswa autis. Siswa berkebutuhan khusus kategori autis memiliki kelemahan pada berbagai aspek khususnya konsentrasi belajar. Untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa autis diperlukan strategi khusus yang harus dilakukan guru.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji karakteristik siswa autis di SDN Junrejo 01 dan SDN Tlekung 01 Batu, menganalisis metode yang digunakan guru dalam peningkatan konsentatasi belajar siswa autis dan menganalisis dampak metode yang digunakan guru dalam peningkatan konsentrasi belajar siswa autis di SDN Junrejo 01 dan SDN Tlekung 01 Batu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan rancangan multisitus. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan model Miles dan Huberman yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi data.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik siswa autis di kedua SDN tersebut dikelompokkan dalam 4 kelompok, yaitu: (a) kecerdasan; tergolong rendah, (b) psikis; gangguan pada emosi, persepsi dan imajinasi, (c) fisik; sama dengan siswa normal tanpa cacat, dan (d) perilaku; tergolong aneh, berbeda dengan siswa normal umumnya. 2) Berdasarkan karakteristik siswa, maka metode guru di kedua SDN tersebut mencakup beberapa poin dari teori yang dikemukakan Myles dan Simpson ditambah dengan beberapa metode lain seperti; (a) membimbing siswa, (b) mengelompokkan siswa, (c) mengarahkan kepala siswa, (d) membujuk siswa, (e) memberikan reward, (f) merangkul siswa, (g) memegang tangan siswa dan (h) mengkondusifkan kelas. 3) Dampak dari strategi yang dilakukan oleh guru di kedua SDN tersebut memberikan dampak positif bagi siswa autis walaupun tidak terlalu signifikan, dampak yang dirasakan oleh siswa autis terbagi dalam 3 aspek, yaitu; (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif dan (c) aspek psikomotorik.
Diharapkan kepada para pendidik, lembaga pendidikan terus berinovasi demi meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu siswa disabilitas juga harus mendapat perhatian yang sama dengan siswa normal lainnya dalam hal pelayanan dan pendidikan. Serta orang tua harus terus mengeksplor kemampuan anaknya.
ENGLISH:
The concentration while studying is very important for students to understand the lesson given by teacher. It is difficult for normal students to maintain a stable concentration while studying, especially for students with autism. Students with autism has a weakness in various aspects, especially to concentrate while studying. To increase the concentration of students with autism, teachers need specific strategies.
This study aims to identify and assess the characteristics of students with autism, to analyze the teacher’s methods used in improving the concentration of students with autism while studying and to analyze the impact of teacher’s method that is implemented to enhance the concentration of students with autism while studying in SDN Junrejo 01 and SDN Tlekung 01 Batu.
This case study employs a qualitative approach using multi-site design. The techniques of collecting the data are observation, interview and documentation. The data analysis techniques are the model suggested by Miles and Huberman. Those are data reduction, data presentation, and conclusion. To test the validity of the data, credibility test with data triangulation is performed.
The findings indicate that: 1) The characteristics of students with autism in both of the Elementary Schools are grouped into four groups, namely: (a) the intelligence: low, (b) psychological: disturbance in emotion, perception and imagination, (c) the physical: similar to students without disabilities, and (d) behavior: relatively strange, different with normal students 2) Based on the characteristics of students with autism, the teacher’s methods implemented at both of the schools cover several points as mentioned in the Myles’ and Simpson’s theory and are supported by some other methods such as; (a) guiding the students, (b) grouping the students, (c) directing the students, (d) persuading the students, (e) giving reward, (f) embracing the student, (g) holding the students’ hand and (h) making the class conducive. 3) The teachers’ strategy implemented at the schools contributes positive influence for students with autism although it is not too significant. The influences are divided into three aspects, namely; (a) cognitive, (b) affective and (c) psychomotoric aspects.
All educators in educational institutions are expected to keep creating innovations in order to improve the quality of education. In addition, students with disabilities should receive equal attention as received by the normal students in terms of service and education. Moreover, parents should continue to explore their children’s abilities
Strategi Pengelolaan Siswa ABK Jenis Tunagrahita di Kelas Inklusi
The application of inclusive education in Indonesia is a way for the government to continue to provide educational services to the community openly and non-discriminatively, both for typical children and children with special needs, one of which is mentally disabled children. This study aims to understand about 1) Characteristics of Tunagrahita Students in the Junrejo 01 SDN inclusion class and 2) Tunagrahita Student Management Strategies in the Junrejo 01 SDN inclusion class in Batu. This research method is a qualitative approach, the type of case study located at SDN Junrejo 01 Kota Batu for ABK students with mental disabilities class II inclusion in the 2019 school year. This study indicates that the mentally disabled students have IQ characteristics below between 70 -80, have the same physical condition as an average child, have high imagination despite weak language skills, and have low self-confidence. From the motor aspect, the mentally retired student can perform psychomotor activities like other students. The mental retardation student management strategies are 1) Applying cooperative learning models, 2) Learning with the Peer Teaching method, 3) Giving the same task in study groups, 4) Assigning homework specifically for mentally disabled people, 5) Using educational games in learning, 6) Giving Rewards for Group and Personal Achievement 7) Environmental Therapy to Train the Solidarity of Retarded Students, 8) Teachers Establish Cooperative Relations with Parents of Tunagrahita students
Manajemen Kepala Madrasah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19
Abstrak:  Sejak pandemi covid-19, kegiatan pembelajaran di madrasah beralih dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring, sehingga kepala madrasah tetap harus mengedepankan aturan kedisiplinan bagi para guru agar proses pembelajaran berjalan optimal meskipun melalui proses pembelajaran dalam jaringan. Tujuan penelitian ini  mengetahui tentang manajemen kepala madrasah MIN 3 Aceh Tengah dalam meningkatkan kedisiplinan guru pada pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil temuan penelitian adalah: 1) menyatukan persepsi bersama guru, 2) melakukan bimbingan kegiatan pembelajaran bagi para guru dalam menggunakan media digital, 3) memfasilitasi wifi, 4) memonitoring kinerja guru setiap minggu, 5) mengevaluasi kinerja guru di akhir bulan, 6) menegakkan disiplin protokol kesehatan, 7) menetapkan aturan fingerprint, 8) menegakkan disiplin dalam berpakaian rapi dan sopan dan 9) memberikan hadiah bagi guru teladan. Kendalanya adalah guru tidak dapat melaksanakan proses pembelajaran tepat waktu meskipun telah tersedia wifi di sekolah, hal ini karena mayoritas siswa tidak memiliki handphone android sehingga pembelajaran daring kurang efektif. Solusinya adalah dengan menginstruksi guru untuk mengajari siswa yang tidak memiliki handphone android agar datang ke sekolah kemudian membawa soal latihan untuk dikerjakan di rumah.Abstract: Since the Covid-19 pandemic, the learning activities in madrasah (Islamic school) have shifted from face-to-face learning to online learning, so the school principal still has to prioritize disciplinary rules for teachers to make the learning process run optimally even though the learning process is online. The purpose of this study is to find out the management of the madrasah principal of MIN 3 Central Aceh in improving teacher’s discipline in online learning during the Covid-19 pandemic. This descriptive qualitative research employed interviews, observations and documentation as the data collection techniques. The results of the present research were: 1) unifying perceptions with teachers; 2) conducting guidance on the  learning activities for teachers using digital media; 3) facilitating Wi-Fi; 4) monitoring teacher’s performance every week; 5) evaluating teacher performance at the end of the month; 6) enforcing the health protocols; 7) setting fingerprint rules; 8) enforcing people to dress neatly and politely; and 9) giving prizes for exemplary teachers. However, the problem was that the teachers mostly could not carry out the learning process on time even though there was Wi-Fi available at the school. This was because the majority of the students did not have an Android cellphone so online learning was less effective. The solution is to instruct the teacher to allow the students who do not have an android phone to come to school and to give them questions to do at home
Using Tahsin Al-Qur’an Based on Self-Regulated Learning to Improve Students\u27 Capabilities in Reading The Al-Qur’an
The purpose of this study was to determine the effectiveness of self-regulated learning-based tahsin Al-Qur\u27an in improving students\u27 Al-Qur\u27an reading skills. The research method used was the quasi experimental method, the one group pretest-postest design. The experimental subjects in this study were 25 PGMI study program students in semester 3 of the 2022/2023 academic year. Research data were collected using tests in the form pre-test and post-test. Data analysis used statistical analysis with a paired sample t-test to determine the significance of the pre-test and post-test values. This research resulted in the finding that tahsin Al-Qur\u27an based on self-regulated learning could significantly improve students\u27 Al-Qur\u27an reading ability. It could be seen from the paired sample t-test of 19.230 which was higher than the t-table of 2.064 (df 24) with a significant value of 0.000, which was lower than 0.05
Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia melalui Model Pembelajaran Talking Stick
Pembelajaran Bahasa Indonesia di MIS Al Manar masih belum mencapai target KKM, khususnya materi unsur cerita pendek. Oleh karena itu,peneliti berupaya untuk menerapkan salah satu model pembelajaran talking stick untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Desain penelitian ini menggunakan jenis PTK dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VB MIS Al Manar yang berjumlah 31 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa putra dan 15 orang siswa putri. Teknik pengumpulan data ini dilakukan melalui observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dilakukan model pembelajaran yaitu dengan nilai pre test 6,45% dan setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran talking stick peningkatan hasil belajar rata-rata siswa kelas VB MIS Al Manar Tembung pada siklus I yaitu 58,06 % dan siklus II mencapai 70, 67 %. Oleh karena itu diharapkan kepada para guru untuk senantiasa dapat meningkatkan kreativitas dalam mengajar agar siswa dapat memahami materi pelajaran sehingga dapat meningkat pula hasil belajar siswa
Amanah Pendidikan dan Pemikiran Agama Islam
<p><span>Buku ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai penjelasan ilmu pendidikan agama islam. Perlu dipahami ilmu agama khususnya agama islam itu sangan wajib kita miliki ataupun kita pelajarai. Karena jikalau kita memiliki agama tanpa mengetahui ilmunya maka akan pincang, atau tidak kokoh dalam agamanya. Didalam buku ini terdapat bagaiamana pentingnya pendidikan agama islam, metode dan juga manfaat pendidikan agama islam yang dapat dibaca dan dipelajari. </span></p>
<p><span>Dengan itu, terbitnya buku ini sangatlah tepat untuk menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan bisa menjadi pedoman serta menjadi acuan para pembaca untuk lebih dalam mempelajari pendidikan agama islam atau mungkin hanya sekedar untuk bahan bacaan saja. Semoga tulisan ringan ini yang di kemas dengan berbagai topik yang menarik yang disampaikan penulis pada buku ini dapat memberi manfaat bagi dan bisa diterima dengan baik bagi para pembaca.</span></p>
<p> </p>
<p><span><span>Editor</span><span>:<br></span><span>Dr. Adi Wijayanto, S.Or., S.Kom., M.Pd., AIFO.<br>Prof. Dr. Masnur Alam, M.Pd.I.<br>Evy Ramadina, S.Pd.I., M.Pd.<br>Hj. Retno Susilowati, M.Pd<br>Ahmad Zakky Zain Naufal, S.Pd</span> <br></span></p>
<p><span>Penulis: </span></p>
<p><span><span>| Ahmad Zuhdi | Fathor Rahman | Murni | Herlina Pratiwi | Hendiyansyah | Rina Juliana | Ahmad Syaifuddin | Rosdiani Nasution | Dian Jelita | Intan Kumalasari | Ahmad Faqihudin | Syahrul Holid | Noer Rohmah | Zainal Abidin | Sarah Ayu Ramadhani | Abdul Khamid | Abdul Azis | Ahmad Riwan | Fransisca Tassia | Siyono | Evanirosa | Deden Rahmanudin | Nia Wardhani | Juliani | Hairul Hidayah | Rahmah Nurfitriani | Muhammad Almi Hidayat | Muhammad Rizal Rifa'i | Darlin | Sunardi | Dewi Indasari | Nurzamsinar | Nurul Hidayah |</span> <br></span></p>
