5 research outputs found

    Pengembangan Panduan Pendidikan Pemustaka Perpustakaan Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Perpustakaan STMIK dan STIE Asia Malang

    No full text
    ABSTRACT   Magfiroh, Hesty. 2015. Pengembangan Panduan Pendidikan Pemustaka Perpustakaan Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Perpustakaan STMIK dan STIE Asia Malang. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurchasanah, M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum. Kata Kunci: pendidikan pemustaka perpustakaan, pemustaka, panduan pemustaka perpustakaan Salah satu fungsi perpustakaan adalah menyediakan informasi untuk membantu pendidikan dan penelitian. Pendidikan pemustaka merupakan salah satu layanan perpustakaan yang penting sebagai upaya untuk memberikan informasi tentang segala sesuatu yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Pustakawan bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan pemustaka perpustakaan kepada pemustaka melalui pendidikan pemustaka yang diajarkan oleh pustakawan sehingga muncul inovasi sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan pemustaka. Salah satu inovasi tersebut adalah mengembangkan panduan pendidikan pemustaka yang dapat digunakan sebagai acuan penjelasan seputar Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang. Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan prototype panduan pendidikan pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE asia malang dan menghasilkan panduan pendidikan pemustaka yang sudah diuji di perpustakaan STMIK/STIE asia malang. Desain pengembangan yang digunakan adalah desain model R&D Borg and Gall yang dikebangkan oleh Sugiyono (2011). Tahap penelitian ini yaitu potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, mendesain, memvalidasi, revisi, uji coba, revisi, dan produksi masal. Prototipe panduan pendidikan pemustaka divalidasi oleh ahli materi, kemudian mengalami sedikit revisi. Produk yang telah divalidasi selanjutnya diujicobakan pada pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang sebanyak 20 pemustaka. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari ahli materi pendidikan pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat valid”, praktisi (pustakawan) memberikan kriteria “sangat valid, dan hasil uji coba lapangan terhadap pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat baik. Selain memberikan penilaian, validator juga memberikan saran perbaikan produk panduan pendidikan pemustaka perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa panduan pendidikan pemustaka perpustakaan yang dikembangkan setelah direvisi menunjukkan criteria “sangat valid” sehingga panduan pendidikan pemustaka perpustakaan di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang layak untuk digunakan

    PENGEMBANGAN PANDUAN PENDIDIKAN PEMUSTAKA BAGI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI DI PERPUSTAKAAN STMIK DAN STIE ASIA MALANG

    No full text
    ABSTRACT Magfiroh, Hesty. 2015. Pengembangan Panduan Pendidikan Pemustaka Perpustakaan Bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Perpustakaan STMIK dan STIE Asia Malang. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurchasanah, M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum.Kata Kunci: pendidikan pemustaka perpustakaan, pemustaka, panduan pemustaka perpustakaanSalah satu fungsi perpustakaan adalah menyediakan informasi untuk membantu pendidikan dan penelitian. Pendidikan pemustaka merupakan salah satu layanan perpustakaan yang penting sebagai upaya untuk memberikan informasi tentang segala sesuatu yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Pustakawan bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan pemustaka perpustakaan kepada pemustaka melalui pendidikan pemustaka yang diajarkan oleh pustakawan sehingga muncul inovasi sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan pemustaka. Salah satu inovasi tersebut adalah mengembangkan panduan pendidikan pemustaka yang dapat digunakan sebagai acuan penjelasan seputar Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang. Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan prototype panduan pendidikan pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE asia malang  dan menghasilkan panduan pendidikan pemustaka yang sudah diuji di perpustakaan STMIK/STIE asia malang.Desain pengembangan yang digunakan adalah desain model R&D Borg and Gall yang dikebangkan oleh Sugiyono (2011). Tahap penelitian ini yaitu potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, mendesain, memvalidasi, revisi, uji coba, revisi,  dan produksi masal. Prototipe panduan pendidikan pemustaka divalidasi oleh ahli materi, kemudian mengalami sedikit revisi. Produk yang telah divalidasi selanjutnya diujicobakan pada pemustaka di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang sebanyak 20 pemustaka. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari ahli materi pendidikan pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat valid”, praktisi (pustakawan) memberikan kriteria “sangat valid, dan hasil uji coba lapangan terhadap pemustaka perpustakaan memberikan kriteria “sangat baik. Selain memberikan penilaian, validator juga memberikan saran perbaikan produk panduan pendidikan pemustaka perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa panduan pendidikan pemustaka perpustakaan yang dikembangkan setelah direvisi menunjukkan criteria “sangat valid” sehingga panduan pendidikan pemustaka perpustakaan di Perpustakaan STMIK/STIE Asia Malang layak untuk digunakan

    PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI LASER 2.0 UNTUK PENGKATALOGAN DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Magfiroh, Hesty. 2015. Penerapan Teknologi Informasi LASer 2.0 untuk Pengatalogan di Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Tugas Akhir, Progeam Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imam Agus Basuki, M.Pd, (II) Sokhibul Ansor, S.Sos, M.Hum   Kata Kunci: pengatalogan LASer 2.0, Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang.   Tujuan penulisan Tugas Akhir ini untuk: (a) mendeskripsikan penerapan teknologi informasi LASer 2.0 untuk pengkatalogan yang digunakan di Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang; dan (b) menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pengkatalogan koleksi menggunakan sistem LASer 2.0 di Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan SMK Negeri 3 Malang. Data dalam penelitian ini adalah hasil pengatalogan bahan koleksi dengan menggunakan penerapan teknologi informasi LASer 2.0. Dalam pengumpulan data ini dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam melakukan analisi data adalah (1) menentukan objek yang akan diobservasi dalam pengatalogan menggunakan penerapan teknologi informasi LASer 2.0, dan (2) menguraikan proses pengatalogan satu persatu menggunakan penerapan teknologi informasi LASer 2.0. Berdasarkan hasil pendeskripsian pengatalogan menggunakan penerapan teknologi informasi LASer 2.0, maka diperoleh dua kesimpulan: (1) pengatalogan menggunakan software LASer 2.0 ditemukan tidak kesesuaian dengan International Standart Bibliographic Description (ISBD), dan (2) terdapat hambatan-hambatan yang terjadi dalamproses pengatalogan menggunakan software LASer 2.0 adalah 1) sistem teknologi informasi LASer 2.0, antara lain adalah, a) tampilan field pengisian dalam LASer 2.0 terlalu sempit; b) belum terisinya semua field dalam pengatalogan dengan lengkap; c) terbatasnya jumlah field dalam menu KATALOGISASI pada LASer 2.0; d) terjadi kerusakan sistem saat proses pengatalogan terjadi dan hanya orang dari sistem teknologi informasi LASer 2.0 yang bisa memperbaikinya; 2) pustakawan, hambatan yang terjadi dalam segi pustakawan adalah kurang adanya pedoman pengatalogan di Perpustakaan SMK N 3 Malang. Kurangnya pedoman pengatalogan mengakibatkan katalog yang dihasilkan menjadi tidak sesuai dengan IFLA tentang International Standart Bibliographic Description (ISBD); 3) pemanfaatan katalog online oleh pemustak. Hambatan-hambatan yang terjadi dalam segi Pemanfaatan Katalog Online oleh pemustaka sebagai berikut, a) tidak terpakainya katalog online karena pengisian field pengatalogan tidak lengkap; b) fitur tampilan katalog online hasil dari pengolahan tidak sesuai dengan ISDB yang direkomendasikan IFLA

    Implementasi kurikulum berbasis Pesantren di Madrasah Aliyah Nurut Tauhid Wonorejo-Lumajang

    Full text link
    ABSTRAK Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat sejak dulu. Setiap orang memerlukan pendidikan untuk kelangsungan hidupnya. Pendidikan dalam masyarakat memiliki tiga sifat penting; pertama, pendidikan mengandung nilai dan memberikan pribadi anak agar sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Kedua, pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Ketiga, pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat. Salah satu penentu dari keberhasilan pendidikan adalah kurikulum.Dengan adanya konsep kurikulum yang baik maka akan mendapatkan hasil yang baik pula. Konsep kurikulum yang baik itu tidak hanya menjadikan murid menguasai ilmu pengetahuan saja akan tetapi juga dibekali dengan nilai- nilai keagamaan. Untuk mewujudkan out put seperti itu diperlukan sebuah perkembangan kurikulum. Dalam hal ini Sekolahan MA Nurut Tauhid Wonorejo Lumajang merupakan salah satu lembaga yang telah mengembangkan kurikulumya yaitu menerapkan kurikulum berbasis pesantren, yang mana dalam penerapan ini merupakan sebuah perpaduan antara kurikulum pendidikan Islam dengan kurikulum sistem pesantren. Dengan adanya perpaduan tersebut diharapkan peserta didiknya menjadi insan yang kamil. Melihat fenomena diatas, Maka peneliti tertarik untuk meneliti sejauh mana lembaga ini menyatukan perpaduan kurikulum tersebut yaitu di MA Nurut Tauhid. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:1) mendeskripsikan konsep kurikulum berbasis pesantren di MA Nurut Tauhid. 2) mendeskripsikan implementasi kurikulum berbasis pesantren serta faktor kendala dan pendukung dalam penerapan kurikulum berbasis pesantren. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dari data yang dihasilkan melalui metode observasi, inteview dan dokumenter. Setelah data diperoleh, penulis menganalisa dengan teknik reduksi data, sajian data (display) dan verifikasi atau simpulan, selain itu guna mengecek keabsahan data yang diperoleh, penulis mengadakan rencana uji kevaliditana data dengan menggunakan teknik triangulasi. Adapun hasil penelitian yaitu sebagai berikut: 1) Penambahan mata pelajaran kitab kuning serta metode pembelajarannya dengan sistem pesantren. 2) Kultur pondok pesantren di MA Nurut Tauhid terealisasi pada pelaksanaan kegiatan sehari-hari seperti sholat dhuha, sholat dhuhur, membaca al-qur’an, membaca yasin, membaca istighosah, membaca asma’ul husna, kedisiplinan siswa, kerapian seta kebersihan. ABSTRACT Education is a primary demand of community. Every person needs education for their life being. Three important attributes remain within education. First is that education has a value and is shaping the personality of students to the expectation of community. Second is that education is directed to the life within community. Third is that the education is implemented in compliance with the environment of community. One factor determining the education success is curriculum. Good curriculum may give good result. Good curriculum concept not only allows students to master any knowledge, but also provides them with religious values. To realize such output, curriculum development is required. MA Nurut Tauhid Wonorejo Lumajang represents one education institution which applies pesantren-based curriculum. This application is the integration between Islam education curriculum and pesantren system curriculum. Such integration is expected the educated participant to become insan kamil. Seeing this phenomenon, the author is interested to examine how far the institution is to integrate the curriculums at MA Nurut Tauhid. The objectives of research are (1) to describe pesantren-based curriculum at MA Nurut Tauhid and (2) to describe the implementation of pesantren-based curriculum and the factors constraining and supporting the application of pesantren-based curriculum. Research method is qualitative descriptive. Data are collected from observation, interview and document. Data are analyzed with data reduction, data display and verification or conclusion. The validity check over the data is using data validity test with triangulation technique. Result of research indicates (1) Kitab Kuning lesson and its learning method are added into pesantren system; (2) the culture of pondok pesantren is implemented in the daily activities of MA Nurut Tauhid such as dhuha pray, dhuhur pray, Al-Quran recitation, Yasin recitation, istighosah recitation, asmaul husna recitation, student discipline, tidiness and cleanliness

    EKSISTENSI FIKIH DALAM PENERAPAN HUKUM ZINA DI INDONESIA

    Full text link
    Criminal crime in Indonesia has become a challenge for the Indonesian people. In the application of law in Indonesia, it is still weak, because there are still many acts of adultery. The crime of adultery can cause moral damage to Indonesian children. The problem that is followed by adultery has won society and the nation so that it becomes a conflict that can disturb morale. Based on this background, the authors raise this article with the title The Existence of Fiqh in The Application of Adultery Law in Indonesia. Related to this scientific journal, the author explains the problem of applying zina laws in Indonesia, and the existence of fiqh in the application of adultery law in Indonesia. The research method used in scientific journals uses the literacy research method by analyzing books and journals that have the same discussion theme as the title of the article. What results of this renewal is that the application of adultery law in Indonesia is more effective, and firm. In order to avoid moral destruction of the younger generation. Because the young generation is the successor of the nation.Kejahatan tindak pidana perzinaan di Indonesia telah menjadi permasalahan bagi Bangsa Indonesia. Dalam penerapan hukum zina di Indonesia dinilai masih lemah, karena masih banyak terjadi kasus tindak pidana zina. Tindak pidana perzinaan dapat merusak moral anak Bangsa Indonesia. Permasalahan tindak pidana perzinaaan telah mengancam masyarakat dan bangsa sehingga menjadi suatu kejahatan yang dapat menganggu moral. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengangkat artikel ini dengan judul Eksistensi Fikih dalam Penerapan Hukum Zina di Indonesia. Terkait jurnal ilmiah ini, penulis menjelaskan permasalahan bagaimana penerapan hukum zina di Indonesia serta eksistensi fikih dalam penerapan hukum zina di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ilmiah ini berupa metode penelitian literasi yaitu dengan menganalisis buku-buku serta jurnal-jurnal yang memiliki tema pembahasan yang sama dengan judul artikel. Adapun hasil penulisan ini adalah dalam penerapan hukum zina di Indonesia lebih efektif, dan tegas. Agar tidak terjadi kehancuran moral terhadap generasi muda. Karena generasi muda adalah penerus bangsa
    corecore