1,721,137 research outputs found

    MENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI PENGGUNAAN KARTU ANGKA BERGAMBAR PADA KELOMPOK A DI TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI II KABUPATEN SINJAI

    No full text
    HERMAYANTI, 2015. Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Melalui Penggunaan Kartu Angka Bergambar Pada Kelompok A-1 Taman Kanak-kanak Pertiwi II Kabupaten Sinjai. Skripsi.Dibimbing Oleh Dra.Sri Sofiani M.pd dan Drs. H. Abd. Karim. H. Ahmad, M.si. Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menelaah Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Melalui Penggunaan Kartu Angka Bergambar Pada Kelompok A-1 Taman Kanak-Kanak Pertiwi II Kabupaten Sinjai. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui penggunaan kartu angka bergambar pada kelompok A-1 Taman Kanak-Kanak Pertiwi II Kabupaten Sinjai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu peneliti berusaha mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui penggunaan kartu angka bergambar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research ). Adapun fokus penelitian ini adalah mengenal konsep bilangan dan kartu angka bergambar Subyek pada penelitian ini adalah Anak didik kelompok A-1 Taman Kanak-Kanak Pertiwi II Kabupaten Sinjai yang berjumlah 15 orang anak dan 1 orang guru. Adapun tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi dan Dokumentasi. Hasil pada penelitian ini adalah kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak dapat meningkat melalui penggunaan kartu angka bergambar karena proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah penggunaan kartu angka bergambar. Dapat dilihat pada siklus I pertemuan I dan II masih ada beberapa anak yang belum meningkat dalam hal penggunaan kartu angka bergambar, masih ada anak kurang meningkat pada siklus 1 karena masih ada anak yang kurang mengenal konsep bilangan dengan menggunakan kartu angka bergambar tersebut. Namun pada siklus II pertemuan I dan II kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui penggunaan kartu angka bergambar sudah meningkat. Berdasarkan langkah-langkah yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan maka digunakan 2 indikator. Adapun indikator yang digunakan adalah 1) membilang banyaknya benda 1-10, 2) menghubungkan/memasangkan lambang bilangan dengan benda sampai 10

    Perbandingan Kesadaran Metakognitif Dan Hasil Belajar Kognitif Dengan Menggunakan Pembelajaran Inkuiri Terintegrasi Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan PBI IPA Siswa SMK Negeri 1 Somba Opu Kabupaten Gowa

    No full text
    Abstrak Hermayanti, 2012. Perbandingan Kesadaran Metakognitif Dan Hasil Belajar Kognitif IPA Dengan Menggunakan Pembelajaran Inkuiri Terintegrasi Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan PBI Siswa SMK Negeri 1 Somba Opu Kabupaten Gowa. Tesis. Jurusan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Yusminah Hala dan Muhammad Danial). Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui kesadaran metakognitif siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran Inkuiri integrasi kooperatif Jigsaw pada SMK Negeri 1 Somba Opu Kabupaten Gowa. (2) mengetahui hasil belajar kognitif IPA siswa yang diajar dengan pembelajaran Inkuiri integrasi kooperatif Jigsaw pada SMK Negeri 1 Somba Opu Kabupaten Gowa. (3) mengetahui kesadaran metakognitif siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran Inkuiri integrasi PBI pada SMK Negeri 1 Somba Opu Kabupaten Gowa. (4) mengetahui hasil belajar kognitif IPA siswa yang diajar dengan pembelajaran Inkuiri integrasi PBI pada SMK Negeri 1 Somba Opu Kabupaten Gowa. (5) mengetahui perbedaan kesadaran metakognitif siswa yang diajar dengan pembelajaran Inkuiri integrasi kooperatif Jigsaw dengan pembelajaran Inkuiri integrasi PBI pada SMK Negeri 1 Somba Opu kabupaten Gowa. (6) mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif IPA siswa yang diajar dengan pembelajaran Inkuiri integrasi kooperatif Jigsaw dengan pembelajaran Inkuiri integrasi PBI pada SMK Negeri 1 Somba Opu kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (kuasi eksperimen). Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Somba Opu Kabupaten Gowa dengan mengambil dua kelas sebagai subjek penelitian yaitu kelas X TKJA dengan jumlah siswa 30 orang sebagai kelas eksperimen I yang diajar menggunakan pembelajaran inkuiri integrasi kooperatif jigsaw dan kelas X TKJB dengan jumlah siswa 33 orang sebagai kelas eksperimen II yang diajar menggunakan metode inkuiri integrasi PBI. Data penelitian diperoleh melalui pemberian tes hasil belajar setelah materi diajarkan. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai kesadaran metakognitif pada kelas eksperimen I (inkuiri-jigsaw) berada pada kategori berkembang sangat baik dengan nilai rata-rata posttest 84,23. (2) nilai hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen I (inkuiri-jigsaw) dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata setelah posttest 77.77. (3) nilai kesadaran metakognitif pada kelas eksperimen I (inkuiri-PBI) berada pada kategori berkembang baik dengan nilai rata-rata posttest 79,82. (4) ) nilai hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen II (inkuiri-PBI) dikategorikan cukup dengan nilai rata-rata setelah posttest 71.12. (5) Terdapat perbedaan antara kesadaran metakognitif siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri integrasi kooperatif jigsaw dengan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri integrasi PBI pada materi bumi kelas X SMK Negeri I Somba Opu Kabupaten Gowa, dengan taraf sig 0.010 < α (0,05). (6) Terdapat perbedaan antara hasil belajar kognitif siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri integrasi kooperatif jigsaw dengan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri integrasi PBI pada materi bumi kelas X SMK Negeri I Somba Opu Kabupaten Gowa, dengan taraf sig sig (2-tailed) 0.006 < α (0,05). Hasil analisis statistik inferensial pada kesadaran metakognitif dengan uji t dimana nilai p≤0.05 yaitu p= 0.010 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sedangkan pada hasil belajar kognitif pada dengan uji t dimana nilai p≤0.05 yaitu p= 0.006 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Terdapat perbedaan antara kesadaran metakognitif dan hasil belajar kognitif siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri integrasi kooperatif jigsaw dengan yang diajar dengan menggunakan pembelajaran inkuiri integrasi PBI pada materi bumi kelas X SMK Negeri I Somba Opu Kabupaten Gowa. Kata kunci: pembelajaran inquiri yang diintegrasikan dengan model koperatif jigsaw dan PBI , Kesadaran metakognitif dan Hasil belajar kogniti

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SD NEGERI TOPA KOTA BAUBAU

    No full text
    ABSTRAK SITTI HERMAYANTI KAIF, 2019. Pengaruh Pelaksanaan Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika SD Negeri Topa Kota Baubau (dibimbing oleh penasehat Ismail Tolla dan Kartini Marzuki). Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan model pembelajaran kontekstual terhadap motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran matematika SD Negeri Topa Kota Baubau, untuk mengetahui motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran matematika SD Negeri Topa Kota Baubau dan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan model pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran matematika SD Negeri Topa Kota Baubau. Jenis Penelitian quasi experimental design dengan desain penelitian nonequivalent control group design yang bersifat kuantitatif. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran kontekstual sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V di SD Negeri Topa Kota Baubau, sampel diambil dengan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling yang berjumlah 44 siswa. Data variabel diperoleh dengan teknik angket, lembar observasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terjadi peningkatan pada kelas eksperimen dalam kategori tinggi. Penggunaan model pembelajaran kontekstual berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa di SD Negeri Topa Kota Baubau. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kontekstual, Motivasi Belajar Sisw

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    ANALISIS YURIDIS BATASAN MAKNA KATA “LENGKAP†BERDASARKAN PASAL 43 HURUF C UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA TERKAIT PENULISAN SUMBER BERITA

    No full text
    Amalia Hermayanti, Afifah Kusumadara, S.H., LL.M., SJD., Ranitya Ganindha, S.H., M.H. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email: [email protected]   ABSTRAK Dengan pesatnya perkembangan zaman saat ini, mengakibatkan pula berkembangnya teknologi informasi di Indonesia. Salah satu contoh bahwa teknologi informasi sudah berkembang dengan pesat adalah semakin canggihnya layanan-layanan atau fitur yang dikembangkan melalui media sosial. Bukti bahwa media sosial telah mengembangkan teknologi informasi adalah dengan adanya pengumpul berita yang berisi kumpulan berita karya jurnalistik yang terkumpul dalam satu wadah yang disebut News Aggregator. Apabila sebuah berita akan disebarluaskan seperti dalam News Aggregator, maka pihak News Aggregator tersebut harus memenuhi syarat-syarat dalam pengambilan berita yang sah. Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, telah diatur mengenai pengambilan berita baik sebagian atau seluruhnya, yaitu dengan menuliskan sumbernya secara lengkap. Namun, batasan makna kata “lengkap†tidak dijelaskan dalam UU Hak Cipta tersebut, sehingga menimbulkan kekaburan hukum. Kata kunci: berita, news aggregator, feed aggregator, sumber berita, hak Cipta   ABSTRACT The development of cutting-edge information technology is marked by vast development of services and features in social media. Moreover, collection of journalistic news in a special space commonly known as news aggregator is also another sign of the development of information technology. Before disseminating news, the news aggregator must fulfil the requirement where news must be obtained in legally. Act Number 28 of 2014 concerning Copyright regulates the obtaining of news either taken partially or entirely, in which credits should be given by fully putting the news sources. However, the scope of the definition of ‘fully’ remains unexplained in Act concerning Copyright, leading to vague of norm. Keywords: news, news aggregator, feed aggregator, news sources, copyrigh

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Anaisis daya saing usahatani kelapa sawit di Kecamatan Waway Karya kabupaten Lampung Timur [Skripsi] / oleh Ni Wy Hermayanti

    No full text
    Bibl. : 110-113Ada CD.xix, 113 hlm. : il. ; 28 cm. -- Lamp. ( 66 lemb

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore