135 research outputs found

    Analysis of a Mixture of Clay Soil with Shell Ash on Increasing Soil Carrying Capacity

    No full text
    69 HalamanLempung merupakan salah satu jenis tanah yang sangat dipengaruhi oleh kadar air. Dalam bidang kontruksi, tanah merupakan media yang terpenting dalam memulai suatu pekerjaan fisik. Clay is a type of soil that is greatly influenced by water content. In the construction sector, land is the most important medium for starting physical work

    Analisa Pengaruh Penambahan Limbah Kertas Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan untuk Partisi Gedung

    Full text link
    Beton Ringan adalah beton yang memiliki berat dibawah beton normal. Salah satu cara pembuatan beton ringan adalah dengan mengganti agregat kasar atau kerikil menggunakan agregat ringan. Beberapa contoh agregat ringan antara lain adalah tanah liat bakar, batu apung, atau agregat buatan sehingga beton yang dihasilkan akan lebih ringan dari pada beton biasa. Beton dengan agregat buatan dari limbah kertas koran, yang nantinya disebut beton agregat kertas ini adalah salah satu jenis beton ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat yang bisa diambil dari pemakaian beton agregat kertas. Pada penelitian ini agregat yang digunakan sebagai penyusun beton agregat kertas berasal dari limbah kertas yang dibentuk menyerupai kerikil berukuran butiran 10-20 mm, perbandingan volume semen : agregat = 1 : 2, dengan nilai factor air semen (fas) sebesar 0,3-0,4 sebagai acuan awal dalam mix design. Variasi agregat kertas yang digunakan adalah sebesar 0 %, 25%, dan 40%. Variasi tersebut berdasarkan persentase volume agregat kertas dari agregat keseluruhan. Benda uji beton agregat kertas dibuat dengan bentuk balok dengan ukuran panjang 60cm, lebar 10cm, dan tinggi 20cm, dan setiap variasi dibuat sebanyak 10 buah benda uji yang terdiri dari uji kuat tekan. Pengujian sifat fisik dan mekanik beton dilaksanakan saat benda uji berumur 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai berat satuan beton agregat kertas dengan campuran semen : agregat = 1 : 2 dan kandungan agregat kertas sebesar 0%, 25%, dan 40% dari agregat keseluruhan berturut-turut sebesar1.3117,5kg/m3, 1.2013,7 kg/m3, dan 1.0926,8kg/m3 dengan nilai kuat tekan berturut-turut sebesar 6.536341783Mpa, 4.702098166Mpa, 5.478232476Mpa. Hal ini menunjukkan bahwa beton agregat kertas tersebut, termasuk dalam jenis beton ringan yang dapat digunakan dalam konstruksi struktural ringan.Lightweight Concrete is a concrete that weighs below the normal concrete. One way of making lightweight concrete is to replace rough aggregates or gravel using lightweight aggregates. Some examples of mild aggregates include roasted clay, pumice, or artificial aggregates so that the resulting concrete will be lighter than regular concrete. Concrete with an artificial aggregate of newspaper waste, which will be called aggregate concrete this paper is one type of lightweight concrete. This study aims to examine the benefits that can be derived from the use of paper aggregate concrete. In this study, the aggregate used as a concrete aggregate of paper derived from paper waste formed to resemble granules of 10-20 mm granulated size, cement volume ratio: aggregate = 1: 2, with the value of cement water factor of 0.3-0 , 4 as the initial reference in mix design. Paper aggregate variations used were 0%, 25%, and 40%.The variation is based on the percentage of paper aggregate volume of the aggregate overall. The paper aggregate concrete test specimens were made with blocks of length 60cm, width 10cm, and height 20cm, and each variation was made as many as 10 pieces of test specimens consisting of a compressive strength test. Testing of physical properties and mechanical concrete is implemented when the test object is 14 days old. The results showed that the weight value of the unit of paper aggregate concrete with cement mixture: aggregate = 1: 2 and the paper aggregate content of 0%, 25%, and 40% of the overall aggregate were 1,3117,5kg / m3, 1,2013,7 kg / m3, and 1.0926,8kg / m3 with compressive strength value of 6.536341783Mpa, 4.702098166Mpa, 5.478232476Mpa, respectively. This suggests that the paper's aggregate concrete, included in lightweight concrete types that can be used in lightweight structural construction

    Analisis Site to Site Virtual Private Network (VPN) pada PT.Excel Utama Indonesia Palembang

    No full text
    Internet merupakan sebuah jaringan global dan terbuka akan tetapi permasalahan keamanan masih menjadi faktor utama,salah satu teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan pada PT.Excel Utama Indonesia Palembang adalah Site to Site Virtual Private Network (VPN) yaitu merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan adanya koneksi jaringan data private pada jaringan publik untuk menghubungkan antara 2 kantor atau lebih yang letaknya berjauhan, dengan menerapkan sistem enkripsi pada jaringan VPN tersebut. Pada VPN terdapat banyak protokol untuk mendukung keamanan data, salah satu protokol yang digunakan yaitu IPSec (Internet Protocol Security) adalah sebuah protokol yang menyediakan transmisi data terenkripsi yang aman pada network layer dalam jaringan

    IMPLEMENTASI METODA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADAPEMBANGKIT PLTG PT. PUSRI

    Full text link
    Optimasi suatu pembangkit merupakan salah satu indicator  keandalan sistem tenaga listrik, dalampengertian selalu diupayakan besar daya yang dibangkitkan harus sama dengan besar kebutuhan di sisi beban setiap saat.  Pada unit pembangkit termal pertambahan beban akan mendorong pertambahan jumlah bahan bakar per satuan waktu, yang biasa disebut input output suatu pembangkit tenaga listrik.  Analisa beban dan biaya bahan bakar suatu pembangkit tenaga listrik dikenal dengan istilah Economic Dispatch.  Beberapa metoda konvensional yang sering digunakan dalam penyelesaian masalah ED adalah metoda Lagrange dan Dynamic Programming dan pada pendekatan heuristik adalah metoda Particle Swarm Optimization (PSO).  Penghematan yang dapat diperoleh dengan menggunakan metoda Particle Swarm Optimization    (PSO)      pada pembebanan  tenaga listrik sebesar 30,19 MW sampai dengan 34,08 MW  adalah     Rp  3.423.370,73    sampai   dengan  Rp  3.824.613,11  per-jam

    SISTEM PENGONTROL LAMPU MENGGUNAKAN FITUR PENGENALAN SUARA MANUSIA

    No full text
    Abstrak— Lampu merupakan sumber penerangan yang dimana saja digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Saat ini berbagai jenis lampu digunakan, salah satu contoh yaitu lampu berjenis LED. Permasalahan yang biasa terjadi ketika orang menggunakan lampu sebagai penerangan yaitu penggunaan sumber daya untuk menyalakan lampu tersebut, serta bagaimana cara menyalakan lampu tersebut. Perkembangan teknologi pengontrollan saat ini dapat memanfaatkan VR (Voice Recognition) atau pengenalan suara. Untuk melakukan penghematan terhadap penggunaan daya untuk menyalakan lampu, pengembangan teknologi yaitu dengan membuat lampu yang tidak membutuhkan cahaya yang cukup terang dibuat sedikit meredup dengan cara memanfaatkan algoritme logika fuzzy. Dari proses rancangan yang dilakukan mendapatkan suatu prototipe yang dapat digunakan untuk mengontrol lampu dengan menggunakan suara dan pengontrollan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan daya listrik.Kata kunci— Sistem Kontrol, Lampu LED, Pengenalan Suara, Logika Fuzzy, EfisiensiAbstract— Lamps are a source of light that is used anywhere in everyday activities. Currently various types of lights are used, one example is LED. The usual problem occurs when people use lights as lighting seems like use of resources from the electricity to turn the lights on. The development of lights control technology can utilize using VR or voice recognition. To make savings on the use of power consumption when to turn on the lights, the development of technology is to make lights that do not require light is bright enough made slightly dim by using algorithms fuzzy logic. From the design process is done to get a prototype that can be used to control the lamp by using voice and light intensity control in accordance with the needs, so will be increase efficiency in the use of electric power.Keywords— Control System, LED Lights, Voice Recognition, Fuzzy Logic, Efficiency.</jats:p

    Pengelolaan Berkelanjutan Sumberdaya Ikan Demersal Di Perairan Utara Kabupaten Lamongan Propinsi Jawa Timur

    No full text
    Sumberdaya ikan adalah sumberdaya yang bisa diperbarui, namun sumberdaya ikan mempunyai batas-batas tertentu. Apabila sumberdaya ikan dimanfaatkan tanpa batas atau tidak rasional serta melebihi batas optimal/MSY ( maximum sustainable yield ), maka dapat mengakibatkan kerusakan dan terancamnya kelestarian. Oleh karena itu, untuk menciptakan pemanfaatan yang berkelanjutan, maka diperlukan suatu pengelolaan terpadu untuk mengelola sumberdaya ikan. P erairan Utara Lamongan yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa berdampak pada keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap. Ikan yang tertangkap di perairan Utara Lamongan sangat bervariasi mulai dari ikan-ikan pelagis besar, pelagis kecil, dan ikan demersal. Data statistik perikanan PPN Brondong tahun 200 4 – 201 3 menyebutkan bahwa p ada kelompok jenis ikan, pada periode sepuluh tahun terakhir ini (Tahun 2004-2013) volume produksi ikan demersal mencapai rata-rata 82,58 % dari total volume produksi di PPN Brondong yang terdiri dari hasil tangkapan alat tangkap dogol 80,79 % dan rawai 1,79 %. Tujuan dari penelitian adalah mengalisis keberlanjutan status pemanfaatan ikan demersal unggulan berdasarkan pendekatan ekologi dengan metode produksi sur p lus , dinamika stok, pendekatan ekonomi dengan bioekonomi , dan pendekatan sosial dengan p enentuan alat tangkap yang sesuai dio p erasikan di Lamongan menggunakan metode AH P (Analytical Hierarchy P rocess) untuk penyusunan strategi pengembangan perikanan demersal berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada 2, yaitu metode kuantitatif yang digunakan p ada saat analisis p erikanan berkelanjutan secara ekologi dan ekonomi ( p roduksi sur p lus dan bioekonomi) dan metode kualitatif yang digunakan saat analisis alat tangka p yang sesuai dio p erasikan di p erairan utara Lamongan dengan metode AH P (Analytic Hierarchy P rocess ) . Analisa data yang dilakukan terdiri dari analisis penentuan jenis ikan unggulan dengan skoring , konversi alat tangkap dasar , analisis ekologi dengan model produksi surplus ( Schaefer, Fox, dan Walter - Hilborn ) , analisis keseimbangan bioekonomi, dan analisis alat tangka p yang sesuai dio p erasikan di p erairan utara Lamongan dengan metode AH P (Analytic Hierarchy P rocess). Berdasarkan hasil penelitian, alat tangkap ikan demersal di Kabupaten Lamongan terdiri dari dogol , amily

    Penerapan Algoritma A-Star Sebagai Pencari Rute Terpendek pada Robot Hexapod

    Full text link
    A-Star is a path finding algorithm that combine Uniform Cost Search and Greedy-Best First Search. Uniform Cost Search will choose the smallest cost from start to goal, while Greedy-Best First Search uses a heuristic function to estimate the cost required from start to goal. This research aims to implement A-Star algorithm to find the fastest path for hexapod robot navigation. Hexapod robot is a type of robot that moves using six legs. The working principle of hexapod robot in this research is the robot moves according grid obtained from A-Star algorithm with the help of compass sensors and ultrasonic sensors. The compass sensor is used to navigate the robot directions in path that obtained from A-Star, while ultrasonic sensors is used to detect any obstacle on the robot path. When ultrasonic sensors detect the obstacle, the robot will move away and find the fastest path again using A-Star. The method used in this research is the development of systems with an iterative model. Based on the results of the testing, the A-Star algorithm can be used to find the fastest path on hexapod robot. Keywords : A-Star Algorithm, Hexapod Robot, Iterative, Obstacle and NavigationAbstrakAlgoritma A-Star merupakan gabungan antara algoritma pencarian Uniform Cost dan Greedy-Best First. Algoritma Uniform cost digunakan untuk mencari biaya yang paling rendah untuk dimulai dari titik awal hingga akhir,sedangkan algoritma Greedy-best first digunakan untuk memberikan estimasi biaya dari titik awal hingga akhir dengan menggunakan fungsi heuristik. Salah satu implementasi dari algoritma A-Star digunakan untuk mencari jalur tercepat. Pada penelitian ini algoritma A-Star digunakan pada navigasi robot hexapod untuk mencari jalur tercepat. Hexapod robot merupakan salah satu jenis robot, dimana pergerakan robot ini dibantu dengan menggunakan enam kaki. Prinsip kerja dari robot dalam penelitian ini yaitu robot akan bergerak sesuai grid yang telah dipetakan dalam arena dengan memanfaatkan algoritma A-Star dan dengan bantuan dari sensor kompas dan ultrasonic. Sensor kompas digunakan untuk navigasi arah gerak robot dimana didapat dari algoritma A-Star. Sensor ultrasonic digunakan untuk mendeteksi halangan yang ada didepan, ketika terdapat halangan maka robot akan menghindar dan akan melakukan kembali perhitungan jalur tercepat lagi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metoda iteratif. Hasil yang didapat pada penelitian ini yang telah diuji sebelumnya didapat bahwa algoritma A-Star dapat digunakan pada robot hexapod untuk mendapatkan jalur tercepat dalam mencapai tujuan. Kata Kunci : Algoritma A-Star, Robot Hexapod, Iteratif, Halangan dan Navigas

    PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI DAGING BAKSO BEDASARKAN RESOLUSI KAMERA SMARTPHONE MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

    Full text link
    Bakso adalah salah satu makanan olahan daging yang sangat disukai oleh masyarakat, di Indonesia, banyak sekali produk bakso dengan mutu dan kualitas yang bervariasi. Permasalahannya adalah bagaimana mengetahui perbandingan daging bakso dengan menggunakan 4 jenis resolusi kamera yang berbeda menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan backpropagation ekstraksi fitur GLCM. Penelitian ini melakukan perbandingan tingkat akurasi daging bakso bedasarkan resolusi kamera dengan perbandingan bahan yang digunakan 400 gram daging sapi dan 100 gram tepung tapioka. Sebanyak 320 data latih dan 80 data uji diekstraksi menggunakan fitur Gray Level Co-occurrence Matrix kemudian dilakukan pelatihan Jaringan Syaraf Tiruan menggunakan 17 training function. Resolusi yang digunakan yaitu 2 MP, 5 MP, 10 MP, dan 16 MP dengan jumlah neuron 5, 10, dan 20 sehingga terdapat 3 arsitektur Jaringan Syaraf Tiruan yang berbeda. Setiap arsitektur dicoba sebanyak 5 kali sehingga terdapat 15 percobaan untuk 1 training function (3 jumlah neuron x 5 percobaan run program). Bedasarkan training function dan hasil ekstraksi fitur GLCM sebagai nilai input pada jaringan syaraf tiruan dapat disimpulkan bahwa training function Traingda, Traingdx dan Trainr yang menggunakan 20 neuron memperoleh hasil pengenalan yang baik pada citra bakso. Hasil penelitian rata rata keseluruhan output yaitu sebesar 96,3% untuk accuracy, 90,5% untuk precision, dan 95% untuk recal

    Perancangan Dan Implementasi Sistem Informasi Layanan Kesehatan Masyarakat

    Full text link
    Ketersediaan informasi untuk masyarakat oleh penyelenggara kesehatan seperti Rumah Sakit dan Palang Merah Indonesia merupakan hal penting untuk dikaji dan terus dibenahi mengingat pada siklus ini melibatkan kepentingan banyak orang dan membutuhkan waktu respon yang cepat. sebagai contoh kebutuhan informasi rawat inap, informasi dokter jaga, informasi nomor antrian oleh Rumah Sakit dan informasi ketersediaan darah oleh Palang Merah Indonesia. Ketersediaan akan informasi itulah yang diangkat oleh peneliti Pelayanan kesehatan yang baik merupakan salah satu hal yang diinginkan oleh setiap orang terutama pelayanan dibidang kesehatan salah satunya adalah ketersediaan informasi yang cepat. Akses informasi yang cepat dan akurat dari rumah sakit dan Palang Merah Indonesia (PMI) sangat dibutuhkan oleh setiap orang pengguna jasa pelayanan kesehatan. Agar kegiatan ini dapat berjalan secara optimal, aplikasi sistem informasi yang berbasis web dan perangkat bergerak dapat menjadi salah satu solusi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Metodologi Rational Unified Process (RUP), Meotodologi ini memiliki 4 fase yaitu Inception, Elaboration, Construction and Transition. Penelitian ini menghasilkan Sistem informasi yang menggunakan 2 basis aplikasi yaitu web dan perangkat bergerak, berguna untuk memberikan informasi yang tepat tentang keberadaan kamar, dokter yang bertugas, stok darah yang ada dan antrian pasien yang akan melakukan rawat inap di sebuah rumah sakit. Dari hasil penelitian ini hasil yang diharapkan yaitu setiap pasien mendapat pelayanan yang cepat dan baik, serta informasi yang didapat merupakan informasi yang akurat dan cepat
    corecore