1,721,006 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENGARUH JUMLAH TUMBUKAN PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) TAMBAHAN LATEKS TERHADAP SIFAT MARSHALL
Salah satu fungsi dari lapisan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) adalah sebagai lapisan penutup (kedap air) untuk mencegah masuknya air kedalam campuran aspal, yang dapat merusak struktur aspal. Resapan air yang berasal dari limpasan air hujan maupun luapan air selokan dapat masuk kedalam aspal, bila lapisan permukaannya tidak sangat kedap. Oleh karenanya perlu campuran AC-WC yang kedap air, yang dapat diperoleh dengan berbagai modifikasi. Salah satu modifikasi tersebut adalah tambahan lateks dalam campuran AC-WC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari jumlah tumbukan dengan tambahan bahan lateks terhadap campuran AC-WC dilihat dari sifat Marshall. Penelitian ini dilakukan dengan membuat rancangan benda uji standar di laboratorium, dilanjutkan dengan pencarian nilai Kadar Aspal Optimum (KAO). Nilai KAO ditambahkan lateks 2% dengan jumlah tumbukan 2x75, 2x100, 2x125 dan 2x150. Hasil dari jumlah tumbukan untuk benda uji tersebut dilakukan uji Marshall untuk mengetahui sifat Marshal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan jumlah tumbukan 2x75, 2x100, 2x125 dan 2x150 menghasilkan stabiltas berurutan sebesar 2027 kg, 1751 kg, 1672 kg dan 1760 kg. Nilai flow yang dihasilkan beurutan sebesar 3,3 mm, 1,9 mm, 1,6 mm dan 1,3 mm. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa dengan jumlah tumbukan lebih dari 2x75 semua benda uji campuran AC-WC dengan tambahan lateks 2% dari KAO tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2010
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Tinjauan penurunan kinerja jalan (studi kasus lapisan AC-BC pada jalan krueng Geukeuh-Bereughang)
Jalan sebagai prasarana transportasi darat memiliki arti yang sangat strategis
untuk peningkatan ekonomi. Sehingga konsistensi perancangan, pelaksanaan
dan pengendalian mutu perkerasan konstruksi AC-BC pada ruas jalan adalah
sangat penting. Konsistensi ini mempengaruhi kualitas perkerasan AC-BC,
sehingga perlu diketahui konsistensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbandingan nilai dari design mix formula (DMF), job mix formula
(JMF), dan trial mix (TM).
Pembuatan benda uji dengan variasi kadar aspal 4,5%; 5,0%; 5,5%; 6,0%; dan
6,5% dengan gradasi agregat kasar 62,73%, agregat halus 31,55%, dan filler
5,72% untuk memperoleh kadar aspal optimum (KAO). KAO menjadi dasar
pembuatan variasi benda uji untuk DMF, JMF dan TM. Selanjutnya dilakukan
pemeriksaan stabilitas dan flow dari benda uji dengan menggunakan alat
Marshall untuk DMF, JMF dan TM. Konsistensi dari perancangan, pelaksanaan
dan pengendalian mutu perkerasan AC-BC dilihat dari parameter Marshall dan
sifat volumetrik.
Diperoleh KAO sebesar 5,5% dari berat total agregat untuk benda uji DMF yang
didesain di laboratorium, JMD yang diaduk di AMP pihak penyedia jasa dan
hasil trial mix. Nilai density yang diperoleh dari DMF, JMF dan TM adalah
2,312 gr/cm3; 2,307 gr/cm3 ; 2,317 gr/cm3 nilai VMA 14,20%; 14,41%;
14,03% nilai VIM 3,827%; 4,060%; 3,642% nilai VFA 73,05%; 71,82%;
74,05% nilai stability 1367 kg, 1432 kg, 1452 kg nilai flow 5,4 mm, 5,5 mm,
5,25 mm dan MQ 252kg/mm, 260 kg/mm, 276 kg/mm.
Kata kunci : Konsistensi, DMF, JMF dan T
Lembar Review Buku Penurunan Kinerja Jalan
Beton Aspal (Hotmix) adalah jenis perkerasan jalan yang terdiri dari campuran agregat, dengan atau tanpa bahan tambahan. Material-material pembentuk beton aspal dicampur di instalasi pencampur pada suhu tertentu, kemudian diangkut ke lokasi, dihamparkan, dan dipadatkan. Temperatur pencampuran ditentukan berdasarkan jenis aspal apa yang akan digunakan. Dalam pencampuran aspal harus dipanaskan untuk memperoleh tingkat kecairan yang tinggi agar dapat mendapatkan mutu campuran yang baik dan kemudahan dalam pelaksanaan.
AC-BC adalah salah satu dari tiga macam campuran lapis aspal beton yaitu AC-Base, AC-BC ,dan AC-WC. Ketiga jenis Asphalt Concrete tersebut merupakan konsep spesifikasi campuran beraspal yang telah disempurnakan oleh Bina Marga bersama-sama dengan Pusat Litbang Jalan. Dalam perencanaan spesifikasi baru tersebut menggunakan pendekatan kepadatan mutlak. Penggunaan AC-BC yaitu untuk lapis permukaan (paling atas/antara) dalam perkerasan dan mempunyai tekstur yang lebih kasar dibandingkan dengan jenis AC-WC dan lebih halus dari AC-Base.
Terdapat tujuh karakteristik campuran yang harus dimiliki
oleh beton aspal adalah stabilitas, keawetan, kelenturan atau fleksibilitas, ketahanan terhadap kelelahan (fatique resistance), kekesatan permukaan atau ketahanan geser, kedap air dan kemudahan pelaksanaan (workability). Kekuatan atau daya tahan lapisan konstruksi Asphalt Concrete sangat ditentukan oleh kemampuan untuk merancang komposisi agregat dengan benar, pemahaman pencampuran antara agregat dan aspal di Asphalt Mixing Plant (AMP) serta pengendalian mutu yang kuat.
Konsistensi antara perancangan, pelaksanaan dan
pengendalian mutu dalam pekerjaan konstruksi perkerasan jalan dari aspal campuran panas (hot mix) AC mutlak dibutuhkan untuk menghasilkan campuran aspal panas AC yang baik sesuai spesifikasi teknik
- …
