1,720,991 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Proses Mixing pada Software Cubase SX v2.3

    Full text link
    Mixing adalah proses menggabungan atau memadukan semua sumber bunyi yang sudah direkam menjadi satu-kesatuan yang selaras. Setiap sumber bunyi memiliki porsi dan keberadaannya masing-masing. Proses mixing dalam karya tulis ini dilakukan pada lagu stop accusin dengan instrumentokal, gitar, bass dan drumset dalam 24 track. Untuk menentukan porsi dan keberadaan masing-masing intrumen ditentukan olehekualisasi/equalising, panorama panning, ruangan/efek reverb serta dynamic range, dapat digunakan pada plug in yang tersedia pada software Cubase SX 2.3 Cubase SX 2.3 merupakan salah satu software squencer yang cukup baik untuk digunakan dalam proses mixing. Dengan perangkat komputer yang standar, Cubase SX 2.3 sudah berjalan dengan baik

    PERSEPSI DAN PARTISIPASI PETERNAK TERHADAP KEGIATAN PENYULUHAN PADA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KOTA PADANG PANJANG

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 2 Desember 2014 sampai 31 Desember 2014 Pada peternak sapi perah di kecamatan Padang panjang Barat dan Timur Kota Padang panjang, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik peternak sapi perah di Kota Padang panjang, mengetahui persepsi dan partisipasi peternak sapi perah terhadap kegiatan penyuluhan pada usaha peternakan sapi perah di Kota Padang panjang. Metoda penelitian adalah metoda survei, dengan responden semua peternak sapi perah di Kota Padang panjang sebanyak 105 orang, dengan teknis penentuan responden dengan metode sensus. Variabel yang diamati terdiri dari karakteritik peternak sapi perah, persepsi terhadap kegiatan penyuluhan dan penyuluh, materi, peran penyuluh dan media kegiatan penyuluhan pada usaha peternakan sapi perah dan partisipasi peternak sapi perah dalam kegiatan penyuluhan dan perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan hasil terhadap kegiatan penyuluhan pada usaha peternakan sapi perah. Data dianalisis menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur peternak adalah 43 tahun berada pada kisaran 37 sampai 53 tahun, pendidikan peternak tamat SLTP dan SLTA sederajat dan pengalaman beternak 6 tahun yang berada pada kisaran 2 sampai 10 tahun. Persepsi peternak sapi perah terhadap kegiatan penyuluhan sedang dengan penilaian 103,49 yang berada pada rentang penilaian 73 sampai 114. Persepsi peternak terhadap variable penyuluh sedang dengan penilaian 22,70 yang berada pada rentang penilaian 17 sampai 26, materi sedang dengan penilaian 34,07 yang berada pada rentang penilaian 24 sampai 37, peran penyuluh sedang dengan penilaian 33,84 yang berada pada rentang penilaian 24 sampai 37 dan sarana kegiatan dalam kategori sedang dengan penilaian 12,30 yang berada pada rentangpenilaian 10 sampai 15 terhadap kegiatan penyuluhan pada usaha peternakan sapi perah dan tingkat partisipasi dalam kegiatan penyuluhan peternak sapi perah adalah sedang dengan penilaian 50,43 yang berada pada rentang penilaian 38 sampai 59. Partisipasi dalam variable perencanaan sedang dengan penilaian 20,61 yang berada pada rentang penilaian 15 sampai 23, pelaksanaan sedang dengan penilaian 15,33 yang berada pada rentang penilaian 12 sampai 18 dan pemanfaatan hasil berada pada kategori sedang dengan penilaian 14,15 yang berada pada rentang penilaian 12 sampai 18. Kata kunci :Karakteristik, persepsi, partisipas

    PERILAKU MASYARAKAT BANDA ACEH DALAM PENCEGAHAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) RNPENYAKIT MENULAR PASCA BENCANA RNGEMPA TSUNAMI

    No full text
    ABSTRAKPasca bencana gempa tsunami 26 Desember 2004 dengan kondisi sedemikian parah namun tidak sampai terjadi wabah, merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perilaku yang digunakan masyarakat Banda Aceh menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular sehingga mencegah terjadi wabah pasca bencana gempa tsunami. Penelitian ini bersifat kualitatif eksplorasi dengan sumber data yang terdiri dari masyarakat dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara di tiga kecamatan yaitu Meuraxa, Syiah Kuala dan Ulee Kareng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perilaku masyarakat yang meliputi: 1) Pencegahan penyakit yang menular melalui air; berupaya mendapatkan air bersih, air dimasak hingga mendidih untuk keperluan minum, menyaring air dengan kain, tidak makan makanan yang tercemar dan juga dipanaskan sebelum dikonsumsi, memperhatikan kecukupan gizi, makan dengan menggunakan tangan kanan, menjaga kebersihan diri, bila ada anggota keluarga yang sakit mengutamakan pelayanan medis dan bila susah mendapatkan pelayanan medis, alternatifnya cenderung menggunakan obat-obatan bersifat tradisional. 2) Pencegahan penyakit yang menular melalui udara; menggunakan penutup hidung dan mulut, tidak mendekat atau menjaga jarak terhadap penderita flu, batuk serta tidak memakai sapu tangan penderita, membersihkan sesuatu (mengelap) dari debu, bila mereka terkena gejala Infeksi Pernafasan Akut (ISPA) mereka cenderung berobat ke Posko kesehatan. 3) Pencegahan penyakit yang menular melalui vektor; membunuh nyamuk dengan tindakan penggunaan fogging dan bubuk abate, pakai kelambu saat tidur, menutup makanan dan tempat penampungan air, memisahkan sampah dan dikuburkan, bergotong-royong membersihkan saluran air yang tergenang, pembakaran kayu untuk membunuh dan mengusir nyamuk, bila mereka terkena penyakit (akibat vektor) mereka cenderung berobat ke Posko kesehatan. 4) Pencegahan penyakit yang menular melalui kontaminasi luka; merawat lukanya dilakukan disesuaikan dengan ketersediaan bahan atau obat-obatan yang tersedia, mengelap luka dengan air bersih dan atau yang dipanaskan (hangat), menutup luka dengan kain bersih, berobat ke petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatnya perilaku yang merupakan suatu kearifan dari masyarakat Banda Aceh berupa membersihkan anggota tubuh yang meliputi mencuci tangan, berkumur-kumur, mencuci tangan hingga kesiku, mencuci/ membasuh wajah, menyapu dahi dengan air dan mencuci kaki dengan air yang bersih yang dilakukan sehari minimal lima kali dalam waktu yang berbeda, menggunakan tangan kanan ketika makan, menyaring air pakai kain, menutup hidung dan mulut dengan kain, membakar kayu, menggunakan obat luka dari daun Gapahlhan/ Seurapoh. Penelitian ini sebagai pembelajaran untuk diterapkan di tempat lain serta perlu dibuktikan penggunaan daun Gapahlan/ Seurapoh oleh masyarakat untuk perawatan luka berkhasiat obat.Kata kunci: Perilaku, pencegahan, penyakit menular, gempa tsunam

    PERJANJIAN PEMBIAYAAN DENGAN JAMINAN FIDUSIA PADA PT.ASTRA SEDAYA FINANCE CABANG PADANG.

    Full text link
    Pembangunan ekonomi sebagai salah satu bagian dari upaya untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur. Sehubungan dengan perkembangan perekonomian di Indonesia dan perusahaan pengkreditan, maka semakin meningkat kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa yang membutuhkan dana yang cukup besar. Jaminan fidusia kurang menjamin kepentingan pihak penerima fidusia karena jaminan tersebut tidak didaftarkan. Untuk itu diperlukan undang-undang yang dapat menampung kebutuhan masyarakat sebagai salah satu sarana untuk membantu kegiatan usaha dan untuk memberikan kepastian hukum kepada para pihak yang berkepentingan. Lembaga jaminan fidusia pertama kali lahir atas dasar kebutuhan masyarakat akan kredit denganlaminan benda- benda bergerak yang dperkenalkan oleh yurisprudensi. Fidusia merupakan jaminan kebendaan sebagai penyerahan secara constitum possessorium telah dajat mengurangi yang ada pada pada lembaga jaminan gadai dan hipotik yang diatur dalam KUHperdata yang bersifat accessoir. Perjanjian pembiayaan adalah suatu perjanjian yang tidak diatur dalam KUFIPerdata karena perjanjian ini lahir dari konsekuensi dan pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata yang memnganut asas keterbukaan.Spesifikasi penelitian adalah aestripiis analistis, yaitu penelitian yang bersifat sistematik dan mengenai keseluhan mengenai masalah pelaksanaan perjanjian pembiayaan dengan jaminan fidusia. Metode penelitian ini adalah yuridis sosiologis yakni pendekatan yang menekankan pada aspek hukum, berkenaan dengan pokok masalah yang hendak dibahas dikaitkan dengan prakteknya dilapangan sehingga dapat memecahkan suatu masalah dengan mengumpulkan dan menyusun data serta menganalisa data menyangkut pelaksanaun p"ttiUiuyaan secara fidusia pada PT' Astra Sedaya Finance Cabung padang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dukumen dengan mengumpulkan data dari buku-buku dan literatur yang berhubgn_ean dengan perjanjial p"rnbiuyuun secara fidusia dan perundang- undangan yang sesuai dengan bidang yang ditiliti dan wawancara untuk mengumpulkan data langsung kelapangan mengenai peiaksanaan perjanjian secara fidusia tersebut. Analisis data yang digunakan yang digunakan adalah anatisis kualitatif yaitu dengan cara mengumpulkan semua data yang diperlukan yang kemudian menghubungkannya dengan permasalahan yang dianalisa dan berdasarkan pada teori ilmu huium yaig Uerhubungan dengan masalah yang diteliti. Selanjutnya dipaparkan kembali dengan kalimat-kalimat apakah telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam bentuk-skripsi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa bentuk dan isi perjanjian pembiayaan tersebut sebelum dan sesudah adanya undang-undang nomor 42 tahun 1999 belum banyak mengalami perubahan tapi telah mengalami penyesuaian dengan mendaftarkan akta jaminan fidusia ke kantor pendaftaran fidusia untuk memperoleh itinht jaminan fidusia. langkah yang diambil oleh PT. Astra Sedaya Finance apabilaterjadi pJrmasalahan, yaitu deingan cara penagihan, penarikan kendaraan serta lebih dulu mengutamakan perdamaian dan dibicarakan dengan cara kekeluargaan. Dengan adanya UU RI No. 42 tahun 1999, maka dapat memberikan kepastian hukum bagi para pihak khususnya kreditur, karena telah memiliki sertifikat jaminan fidusia yang mempunyai kekuatan eksekutorial

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore