1,720,959 research outputs found
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN LAYANG (Decapterus spp) DI KOTA SAMARINDA
Ikan Layang (Decapterus spp) menjadi satu di antara ikan yang selalu ada di setiap kegiatan pemasaran di Kota Samarinda, hal ini terlihat diberbagai pasar, baik pasar besar, pasar kecil, pasar malam maupun pedagang keliling yang hampir selalu menawarkan jenis ikan layang. penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor pendapatan, jumlah keluarga dan harga terhadap permintaan ikan Layang (Decapterus spp) di Kota Samarinda. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, yaitu ibu rumah tangga yang bekerja. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan = -.664 + 0,0000001.941 X1 - 0.040 X2 - 3.454X3, dimana pengaruh variabel pendapatan terhadap permintaan ikan layang, semakin tinggi pendapatan makan permintaan juga meningkat. Uji F menunjukkan bahwa secara serempak variabel X (pendapatan, jumlah keluarga dan harga) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (permintaan ikan Layang). Uji adjusted R2 sebesar 0.326 atau 32%, yang menunjukkan bahwa variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independent sebesar 32%, sedangkan sisanya 68% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.
Ikan Layang (Decapterus spp) menjadi satu di antara ikan yang selalu ada di setiap kegiatan pemasaran di Kota Samarinda, hal ini terlihat diberbagai pasar, baik pasar besar, pasar kecil, pasar malam maupun pedagang keliling yang hampir selalu menawarkan jenis ikan layang. penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor pendapatan, jumlah keluarga dan harga terhadap permintaan ikan Layang (Decapterus spp) di Kota Samarinda. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, merupakan ibu rumah tangga yang bekerja. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis diperoleh model persamaan = -.664 + 0,0000001.941 X1 - 0.040 X2 - 3.454X3, dimana pengaruh variabel pendapatan terhadap permintaan ikan layang, semakin tinggi pendapatan makan permintaan juga meningkat. Uji F menggambarkan bahwa secara serempak variabel X (pendapatan, jumlah keluarga dan harga) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (permintaan ikan Layang). Uji adjusted R2 sebesar 0.326 atau 32.6%, menggambarkan bahwa bahwa kemampuan variabel pendapatan, jumlah tanggungan dan harga mempengaruhi variabel permintaan ikan layang hanya sebesar 32,6%, sedangkan sisanya 67,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian
PENGETAHUAN LOKAL SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI PETAMBAK TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI DESA SALO PALAI
Perikanan merupakan sektor yang terkena dampak yang cukup besar akibat perubahan iklim, satu diantaranya yaitu budidaya tambak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan iklim apa yang dirasakan serta pengetahuan strategi adaptasi yang dilakukan petambak dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana dengan tahapan Pengumupulan data, Kondensasi data, Penyajian data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dalam lima tahun terakhir perubahan iklim di Desa Salo Palai memberikan dampak signifikan pada tambak yaitu cuaca yang tidak menentu, curah hujan yang tinggi, peningkatan suhu air tambak dari biasanya dan terjadinya banjir rob pada tambak. Adapun bentuk strategi adaptasi strategi adaptasi yang dilakukan berdasarkan pengalaman selama menjadi petambak yakni merubah jadwal panen, melakukan pembuangan air tambak, meningkatkan sirkulasi air, dan melakukan penambahan tanggul tambak
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TUNA (Thunnus spp) DI KELURAHAN BERBAS PANTAI KECAMATAN BONTANG SELATAN KOTA BONTANG
Ikan tuna merupakan komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi yang termasuk kategori produk ekspor dari Indonesia. Usaha penangkapan ikan tuna didukung oleh aspek finansial yaitu modal investasi, modal kerja, dan skala produksi. Nilai ekonomis tinggi sebagai harga jual ikan tuna tidak selalu memberikan keuntungan yang signifikan disebabkan oleh berbagai kendala dan permasalahan seperti cuaca buruk yang tidak menentu berimbas terhadap skala produksi dan penerimaan yang tidak tetap sehingga dibutuhkan analisis finansial untuk keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha penangkapan ikan tuna (Thunnus spp) di Kelurahan Berbas Pantai Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang dengan indikator kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), dan Payback Period. Penelitian ini dilaksanakan sejak September 2022 hingga April 2023. Sampel yang digunakan yaitu nelayan yang berjumlah 5 nelayan pemilik dengan menggunakan metode pengambilan sampel yang bertujuan (purposive sampling) dan sensus, sampel pedagang berjumlah 3 pedagang perantara dengan menggunakan metode pengambilan sampel rujukan berantai (snowball sampling). Data akan dianalis dengan menggunakan analisis finansial dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan tuna menguntungkan dan layak untuk diusahakan dengan melihat indikator kriteria investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), dan Payback Period.
Kata kunci: Kelayakan usaha, Penangkapan tuna, Pendapatan, Produksi
Ikan tuna merupakan komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi yang termasuk kategori produk ekspor dari Indonesia. Usaha penangkapan ikan tuna didukung oleh aspek finansial yaitu modal investasi, modal kerja, dan skala produksi. Nilai ekonomis tinggi sebagai harga jual ikan tuna tidak selalu memberikan keuntungan yang signifikan disebabkan oleh berbagai kendala dan permasalahan seperti cuaca buruk yang tidak menentu berimbas terhadap skala produksi dan penerimaan yang tidak tetap sehingga dibutuhkan analisis finansial untuk keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha penangkapan ikan tuna (Thunnus spp) di Kelurahan Berbas Pantai Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang dengan indikator kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), dan Payback Period. Penelitian ini dilaksanakan sejak September 2022 hingga April 2023. Sampel yang digunakan yaitu nelayan yang berjumlah 5 nelayan pemilik dengan menggunakan metode pengambilan sampel yang bertujuan (purposive sampling) dan sensus, sampel pedagang berjumlah 3 pedagang perantara dengan menggunakan metode pengambilan sampel rujukan berantai (snowball sampling). Data akan dianalis dengan menggunakan analisis finansial dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan tuna menguntungkan dan layak untuk diusahakan dengan melihat indikator kriteria investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), dan Payback Period.
Kata kunci: Kelayakan usaha, Penangkapan tuna, Pendapatan, Produksi
Keyword: Business feasibility, Tuna catching, Income, Productio
ANALISIS FINANSIAL DAN SENSITIVITAS SERTA BERBAGAI KENDALA USAHA ABON IKAN KUWE (Caranx ignobilis) “RASMINI FOOD” DI KECAMATAN BIDUK-BIDUK KABUPATEN BERAU
Kecamatan Biduk-Biduk merupakan wilayah pesisir yang saat ini mendapat perhatian untuk digali dan dikembangkan potensi parawisatanya. Dalam mengembangkan potensi parawisata, perlu juga dilakukan pengembangan potensi-potensi usaha di wilayah tersebut sehingga bisa membuat kemajuan terkait arus perputaran ekonomi dalam wilayah tersebut. Usaha abon ikan merupakan satu di antara usaha pengolahan hasil perikanan yang banyak ditekuni oleh masyarakat di wilayah ini. Rasmini Food merupakan satu di antara usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengolah abon ikan hasil tangkapan nelayan di Biduk-Biduk dengan bahan baku utama ikan kuwe (Caranx ignobilis). Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat menganalisis kelayakan finansial usaha abon ikan kuwe (Caranx ignobilis) “Rasmini Food” dengan kriteria investasi terdiskonto yang terdiri dari NPV, IRR, Net B/C Ratio dan kriteria investasi tidak terdiskonto Payback Period serta menganalisis sensitivitas hingga mencapai batas toleransi usaha tersebut juga mendeskripsikan berbagai kendala yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2023 di Kampung Biduk-Biduk, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Sampel yang digunakan sebanyak 1 responden dengan mengacu pada metode purposive sampling. Usaha abon ikan kuwe (Caranx ignobilis) “Rasmini Food” di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau secara finansial layak untuk diusahakan (menguntungkan) dengan memperoleh nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.55.568.765,-Internal Rate of Return (IRR) 116%, Net Benefit Cost Ratio 5,47 dan Payback Period (PP) 0,84 tahun. Usaha ini peka terhadap perubahan kondisi ekonomi yang menyebabkan usaha tersebut tidak layak dengan beberapa asumsi serta menghadapi kendala antara lain adalah faktor cuaca, kerusakan alat mesin dan pemasaran
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
