1,720,957 research outputs found
Pengukuran Loyalitas Pelanggan pada Produk-produk Brand Indonesia dengan Metode Net Promoter Score (NPS) pada Konsumen Kelas Menengah Kota Medan
Semakin banyaknya lulusan dari universitas yang sudah memiliki pekerjaan mengakibatkan bertambah pesatnya pertumbuhan salah satu kategori masyarakat Kelas Menengah di Indonesia. Secara tidak langsung berdampak pada peningkatan pendapatan yang mengakibatkan berubahnya gaya hidup dan daya beli serta perubahan pemilihan merek-merek yang digunakan oleh seseorang. Berbagai macam produk yang tergolong barang mewah kini sudah menjadi kebutuhan penunjang gaya hidup kalangan kelas menengah di era modern ini. Konsumen kelas menengah ini masuk dalam kategori Kelas Menengah Climber yang merupakan segmen yang paling besar diantara 8 Sosok Wajah Kelas Menengah. Dan umumnya Climber dikenal sebagai sosok pekerja keras yang berusaha meningkatkan status ekonominya, berpendidikan tinggi, belum memiliki pengalaman yang begitu banyak (baru mendapatkan pekerjaan ataupun yang masih dan sedang membangun kariernya) dan cenderung menjadi tulang punggung keluarga.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Net Promoter Score (NPS) yang kemudian dilanjutkan dengan mengukur pengalaman pelanggan (Customer Experience) melalui titik sentuh (moment of truth) dari setiap merek yang diteliti. Jumlah populasi penelitian ini tidak diketahui jumlahnya, maka sampel yang digunakan sebanyak 125 responden. Data sekunder juga dikumpulkan melalui buku, majalah, dan literatur guna mendukung analisis dalam penelitian ini. Metode ini menggunakan analisis Deskriptif Kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 25 merek dri 96 merek yang diteliti memperoleh nilai Net Promoter Score (NPS) Negatif. Penelitian ini juga menunjukkan terdapat satu merek dengan Predikat NPS Star, 20 merek dengan predikat NPS Leader, 58 merek dengan predikat NPS Excellent, dan 9 merek dengan predikat NPS Good.The increasing number of university graduates who already have jobs resulted in increased rapid growth of one of the categories Middle Class in Indonesian society. Indirect impact on the increase in revenue resulted in changing lifestyles and purchasing power and electoral changes brands used by someone. Various kinds of products are classified as luxury goods has now become the need of supporting the lifestyle of the middle class in this modern era. This middle-class consumers in the category Middle Class Climber which is a segment of the greatest among the 8 figure Face Middle Class. Climber and generally known as a hard worker who tried to improve their economic status, highly educated, have not had the experience that so many (new or are still getting the job and being a career) and tends to be the backbone of the family.
This research was conducted by using the Net Promoter Score (NPS), which was followed by measuring the customer experience (Customer Experience) through touch points (moment of truth) of any brand studied. The study population of unknown number, then used as a sample of 125 respondents. Secondary data was also collected through books, magazines, and literature to support the analysis in this study. This method uses a quantitative descriptive analysis.
The results of this study indicate that there are 25 brands dri 96 brands surveyed scored Net Promoter Score (NPS) Negative. The study also shows there is a brand with a Predicate NPS Star, 20 brands with NPS Leader predicate, the predicate NPS 58 brands with Excellent, and 9 brands with predicate NPS Good.158 HalamanSkripsi Sarjan
Analisis Arus Kas dan Profitabilitas PT. Perkebunan Nusantara IV Medan
Pada umumnya, tujuan utama perusahaan adalah memperoleh keuntungan (profit). Suatu perusahaan juga bertujuan meningkatkan nilai perusahaan dan memuaskan kebutuhan para investor dan kreditor. Selain itu, perusahaan selalu berusaha meningkatkan kemampuannya untuk mempertahankan kelangsungan hidup agar dapat memperbaiki kesejahteraan pemilik, dan stakeholder dengan memaksimumkan laba usaha. Tercapainya tujuan tersebut ditentukan oleh kinerja perusahaan yang nantinya dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal. Kinerja suatu perusahaan dapat ditinjau dari laporan keuangan perusahaan. Dalam laporan keuangan terdapat laporan arus kas yang membantu kita untuk menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban, membayar deviden, meningkatkan kapasitas dan mendapatkan pendanaan serta membantu menilai kualitas laba. ( John J.Wild,K.R Subramanyam, Robert F.Halsey 2013:4).69 HalamanKertas Karya Diplom
Peranan Sosial Media Marketing untuk Meningkatkan Kinerja UKM
Menurut Kaplan (2010:68-69) Media Sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Sedangkan pendapat Haenlein (2010) mengatakan bahwa Media Sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Kaplan dan Haenlein (2010:13) mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun diatas dasar ideologi dan teknologi web dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user generated content.
Menurut Luthfi (2016:11) Media Sosial adalah tool penting saat ini yang wajib dimiliki oleh setiap pengusaha. Bagaimana tidak? Menurut Luthfi (2016:11) pengamat media sosial dan pendiri Virtual Consulting, penetrasi penggunaan internet di Indonesia setiap tahun meningkat. Tahun ini diperkirakan mencapai 60 juta pengguna dan ditahun 2017 akan ada 100 juta, belum lagi di negara tetangga Malaysia, Singapore dan Brunei yang masih serumpun dengan kita. Jumlah tersebut didominasi pengguna mobile internet. Dari angka total tersebut, 45 juta adalah pengguna Facebook. Dikatakan Nukman, suatu lembaga riset menyatakan 87% pengguna berusia 14 tahun keatas. Menurut Clayman(2013:11) Media Sosial adalah alat pemasaran baru yang memungkinkan anda untuk mengenal pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Menurut Buyer(2009:34) Mendefinisikan Media Sosial adalah bentuk hubungan masyarakat (humas) yang paling transparan menarik dan interaktif pada saat ini.53 HalamanKertas Karya Diplom
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PELAKSANAAN KEWAJIBAN PT. PELNAS LESTARI INDOMA BAHARI BAGI PENUMPANG KAPAL DUMAI EXPRESS 10 YANG TENGGELAM DI PERAIRAN LAUT TANJUNG BALAI KARIMUN (STUDI DI KOTA DUMAI)
Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelago satate) dan negara
yang dikelilingi oleh samudra (Ocean Locked Country) sehingga transportasi laut
memegang peranan penting dan dinilai strategis antara lain sebagai pemersatu
kehidupan bangsa perwujudan wawasan nusantara, perdagangan dan ketahanan
nasional. Dewasa ini, kita lebih melihat kepada rakyat banyak yang mungkin
menjadi korban resiko-risiko teknik moderen, dari pada kepada para
pemilik/pengusaha alat-alat modern yang bersangkutan. Dan jika jaminan itu
dirasakan oleh rakyat, maka akan timbullah pula kegairahan social control.
Sebagai langkah pertama menuju ke suatu sistim jaminan sosial yang
mengandung perlindungan yang dimaksud dengan kewajiban. Dari perikatan yang
dilakukan oleh pengangkut dan penumpang, timbul suatu hukum yang saling
mengikat antara pihak yang terkait dalam perikatan tersebut. Adapun hukum yang
mengikat tersebut adalah berupa hak dan kewajiban.
Adapun yang menjadi pokok permasalahan yang akan di teliti oleh penulis
adalah sebagai berikut Bagaimanakah pelaksanaan kewajiban PT. Pelnas Lestari
Indoma Bahari bagi penumpang kapal Dumai Express 10 yang tenggelam
diperairan laut Tanjung Balai Karimun dan Apa faktor pendukung dan kendala
pelaksanaan kewajiban PT. Pelnas Lestari Indoma Bahari bagi penumpang kapal
dumai express 10. Di lihat dari jenis penelitian ini adalah penelitian hukum
sosiologis yaitu penelitian lapangan dengan proses penelitian hukum yang
berupaya untuk melihat hukum dalam artian yang nyata. Dari teknik penelitian ini
menggunakan teknik penelitian deskriptif yaitu menguraikan dan menggambarkan
tentang bagaimana pertanggung jawaban klaim asuransi PT. Pelnas Lestari
Indoma Bahari bagi penumpang kapal Dumai Express 10 yang tenggelam
diperairan laut Tanjung Balai Karimun.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanggung Jawab
kecelakaan yang terjadi pada penumpang kapal Dumai Express 10 tidak
sepenuhnya dilaksanakan oleh PT. Pelnas Lestari Indoma Bahari, sebab tidak
semua penumpang kapal Dumai Express 10 mendapatkan hak berupa ganti rugi
asuransi, ini di karenakan lemahnya upaya hukum yang dilakukan oleh PT. Pelnas
Lestari Indoma Bahari untuk melaksanakan kewajibanya. Kendala pelaksanaan
kewajiban PT. Pelnas Lestari Indoma Bahari yaitu, adanya surat keterangan dari
Syahbandar dan Pangkalan Utama TNI AL IV Tanjung Balai Karimun tentang
jumlah penumpang yang menjadi korban, tiket keberangkatan penumpang kapal
Dumai Express 10 yang dimiliki oleh masing-masing penumpang kapal, adanya
lampiran manifes nama calon penumpang kapal Dumai Express 10. adanya bukti
surat izin berlayar. Serta kendala yaitu: Sulitnya untuk menghubungi ahli waris
dari korban kecelakaan Dumai Express 10, bahwa adanya mayat yang belum
ditemukan berdasarkan daftar evakuasi dari tim SAR Tanjung Balai Karimun,
lemahnya upaya hukum yang dilakukan oleh para korban kecelakaan yang
selamat maupun dari ahli waris dan kalim asuransi telah diajukan ke PT. Jasa
Raharja dan ganti rugi asuransi tersebut tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh pihak
asuransi
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
