1,720,983 research outputs found
Management Maintenance Tangible and Intangible Cultural Heritage through Public Private Partnership for The Purpose of Sustainable Tourism Destination
Pola Konsumsi Masyarakat Post-Modern (Suatu Telaah Perilaku Konsumtif Dalam Masyarakat Post-Modern)
Kehidupan postmodern menciptakan pola-pola konsumsi baru yang merupakan ciri khas dari kehidupan postmodern tersebut dan membuat orang atau para konsumen bisa menikmati apa-apa yang disediakan oleh era kehidupan tersebut yang disebabkan oleh khayalan. Untuk memenuhi kebutuhan itu maka manusia harus bekerja. Pekerjaan merupakan identitas dari manusia itu sendiri. Keberadaan manusia ditentukan oleh pekerjaan yang dimilikinya. Eksistensi manusia hilang manakala ia tidak bekerja. Dengan timbunan besar barang/komoditi ini melahirkan kemakmuran dalam masyarakat kapitalis.DOI: 10.15408/aiq.v1i1.2458</p
Kajian Tentang Bentuk, Fungsi Dan Makna Desain Motif Sulaman Nareh Yusnidar di Desa Naras Kota Pariaman
Usaha industri kerajinan Sulaman Naras Yusnidar di Desa Naras Pariaman memiliki banyak jenis produk yang populer berupa pakaian pengantin yang digunakan pada kegiatan tradisional di Minangkabau. Namun, kenyataannya masih rendah masyarakat mengetahui dan memahami tentang keindahan desain motif dan eksistensi Sulaman Naras, antara lain: bentuk motif, fungsi dan makna dari desain motif Sulaman Naras itu sendiri. Kurangnya minat serta pengetahuan yang rendah tentang desain motif menjadikan masyarakat Minangkabau buta akan tradisi kerajinan daerahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengenal pasti kajian tentang bentuk, fungsi dan makna desain motif Sulaman Naras Yusnidar di Pariaman. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui data primer dengan mengamati secara langsung bentuk, fungsi dan makna arti desain motif Sulaman Naras Yusnidar di Pariman, sedangkan data sekunder melaui wawancara dengan pemilik, Ahli desainer dan pengrajin, Hasil temuan menunjukkan berbagai bentuk jenis karakrter desain motif Sulaman Naras yaitu: Unsur flora: daun bungo tanjuang, pucuak rabuang, kaluak paku, siku-siku jo bungo lado, buah palo patah, aka cino saganggang, bungo karang. Unsur fauna: sapasang buruang merak. Unsur geometris, motif saik galamai dan unsur gabungan rumah gadang, rangkiang. Sedang fungsi desain motif sulaman Naras ada 4 yaitu, sebagai identitas budaya, warisan budaya, simbolisme, dan estetika. Makna motif sulaman Naras melambangkan tentang kehidupan bermasyarakat, gambaran sifat-sifat yang harus dimiliki, adat istiadat yang harus dipegang teguh, serta bagaimana masyarakat Minangkabau seharusnya bersyukur dan bangga memiliki ragam desain motif menjadi identitas masyarakat Minangkabau khususnya di Desa Naras, Kota Pariaman
SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ASET BARANG DAN PEMINJAMAN PERALATAN PADA LABORATORIUM DAN BENGKEL POLITEKNIK NEGERI SAMBAS BERBASIS WEB
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negara/daerah dinyatakan bahwa pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah yang semakin berkembang dan kompleks perlu dikelola secara optimal. Oleh karena itu pengelolaan barang milik negara menjadi bagian penting dalam tatakelola institusi terutama pada institusi Pendidikan salah satunya Politeknik Negeri Sambas. Permasalahan yang muncul saat ini adalah tidak adanya sinkronisasi data asset barang inventaris antara barang yang telah diserahkan oleh bagian BMN poltesa kepada pengelola laboratorium maupun bengkel, sehingga informasi mengenai asset barang inventaris tersebut dari tahun ke tahun menjadi tidak terdata dengan baik. Salah satu contohnya adalah mengenai kondisi barang, baik kondisi rusak ringan, sedang dan berat bahkan layak atau tidak layak untuk digunakan. Hal ini juga terjadi pada saat pendataan barang yang di kirim ke gudang penyimpan akhir masih dilakukan secara manual (pencatatan pada buku/sheet data barang), dengan cara ini informasi data aset menjadi sangat terbatas dan memungkinkan terjadinya permasalahan data barang tidak sinkron maupun data ganda antara pengelola bmn dengan pengelola laboratorium maupun bengkel jurusan dimana pendataan barang rusak dan tidak layak ini biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama lima hingga sepuluh tahun. Fakta di lapangan juga menampilkan kelemahan system yang ada sekarang yaitu tidak efektif dan efisien karena pada proses peminjaman barang asset Laboratorium dan Bengkel Jurusan masih dilakukan secara manual, hal ini sering terjadi human error pada proses peminjaman dan pengembalian barang terutama pada penginputan identitas peminjam dan barang. Pengecekan barang dan pengembalian barang selama ini juga masih dilakukan secara manual dengan kondisi ini menyebabkan pengembalian barang terkadang tidak sesuai maupun barang tersebut tidak dikembalikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan bahkan hilang tanpa kejelasan. Ketersedian informasi mengenai aset barang yang dikelola oleh laboratorium maupun bengkel belum banyak diketahui oleh Civitas Akademika, sehingga kemamfaatan barang tersebut menjadi tidak optimal, salah satunya pada kegiatan penelitian dosen maupun mahasiswa. Dengan semakin berkembang dan dukungan teknologi yang semakin canggih maka diperlukan sebuah system yang dapat mengelola barang aset milik negara dalam hal ini yang dikelola oleh Laboratorium dan Bengkel, peminjaman barang serta penyajian informasi ketersedian barang melalui sebuah sistem informasi berbasis web yang terintegrasi dengan database, sehingga sinkronisasi data, peminjaman dan pengembalian barang dapat dengan mudah dilakukan dan terdata dengan baik merujuk pada data yang terintegrasi dalam database serta akses informasi menjadi lebih mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun Sistem Informasi Pengelolaan Aset dan Peminjaman Peralatan Laboratorium dan Bengkel pada Politeknik Negeri Sambas Berbasis Web. Penelitian ini dirancang menggunakan metode Waterfall yang terdiri dari analisis data, perancangan database, UML dan interface. Tahapan pengujian menggunakan metode Black Box. Sistem secara aktual melalui pengujian dan demonstrasi dan memenuhi TKT 8.
Kata Kunci : Pengelolaan, Aset, Peminjaman Barang, Web, Politeknik Negeri Samba
Desain Interior Perpustakaan Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Padang Dengan Konsep Minimalis
The low interest in reading has hampered intellectual abilities in society, especially students, so that libraries are required to be able to keep up with the pace of development of the times with services and infrastructure that meet the needs of space users, but the FBS UNP library has not been optimal in terms of interior design standards. Student complaints such as unstable air circulation, lack of reading space, and incomplete facilities have caused inconvenience, so an interior design of the FBS UNP Library was held with a minimalist concept. The purpose of interior design is to design a library layout that is representative and in accordance with interior design standards in order to create a sense of security and comfort for visitors while in the room. The interior design of the FBS UNP Library refers to the application of library interior design standards in the form of space, variety, hierarchy, lighting, personal areas, and comfort. The design method uses the 4D design method, namely Define (Defining) Design (Design), Develop (Development) and Dissaminate (Dissemination). Data collection is done by way of interviews, observation and documentation. Works are presented in the form of an Artwork Report with the main works being Presentation Mockups, Animation Videos and Presentation Posters
Kinerja Keuangan Daerah dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah di Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menerima opini Wajar dengan Pengecualian (WDP) dalam Laporan Audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tentang Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama lima tahun berturut-turut, terhitung dari 2013-2017. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menggambarkan tingkat kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (TA 2013-2017) dengan menggunakan rasio keuangan daerah, yaitu: 1) tingkat desentralisasi, 2) rasio ketergantungan daerah, 3) rasio kemandirian daerah, 4) rasio efektivitas pendapatan asli daerah (PAD), 5) rasio efisiensi pendapatan asli daerah (PAD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tingkat desentralisasi menunjukkan persentase rata-rata 16,27% diklasifikasikan sebagai kurang, 2) rasio ketergantungan daerah menunjukkan persentase rata-rata 80,01% yang termasuk dalam kategori tinggi, 3) dalam rasio independensi daerah menunjukkan persentase rata-rata 21,82% yang termasuk dalam kategori konsultatif rendah, 4) rasio efektivitas PAD menunjukkan persentase rata-rata 100% diklasifikasikan sebagai efektif, 5) rasio efisiensi PAD menunjukkan persentase rata-rata 90,01% termasuk dalam kategori tidak efisien
Pola Konsumsi Masyarakat Post-Modern (suatu Telaah Perilaku Konsumtif dalam Masyarakat Post-Modern)
Kehidupan postmodern menciptakan pola-pola konsumsi baru yang merupakan ciri khas dari kehidupan postmodern tersebut dan membuat orang atau para konsumen bisa menikmati apa-apa yang disediakan oleh era kehidupan tersebut yang disebabkan oleh khayalan. Untuk memenuhi kebutuhan itu maka manusia harus bekerja. Pekerjaan merupakan identitas dari manusia itu sendiri. Keberadaan manusia ditentukan oleh pekerjaan yang dimilikinya. Eksistensi manusia hilang manakala ia tidak bekerja. Dengan timbunan besar barang/komoditi ini melahirkan kemakmuran dalam masyarakat kapitalis.DOI: 10.15408/aiq.v1i1.245
Visualisasi Digital Bunga Zinnia Melalui Seni Lukis Semi Realis
Tujuan ide penciptaan karya seni lukis digital adalah: (1) Mengindetifikasi dan mengetahui varietas jenis bunga Zinnia Anggun (elegans jacq), yang akan divisualisasikan, (2) memvisualisasikan jenis bunga Zinnia elegans Jacq melalui media seni lukis digital dengan pendekatan media seni lukis digital semi realis diatas kanvas yang dapat memberikan informatif dengan berbagai visual bunga Zinnia sesuai dengan nilai estetika, unsur-unsur dan prinsip seni. Ide penciptaan, proses dan konsep karya seni lukis digital ini menggambarkan pesan moral kehidupan sosial, disamping itu ekstensi bunga Zinnia diungkapkan sebagai simbol ketangguhan, kekuatan, dan kebermaknaan. Metode ide penciptaan karya seni lukis digital, menggunakan pendekatan teori Bandem I Made melalui lima tahap: (1) tahap persiapan melakukan observasi, (2) elaborasi, proses menganalisis. (3) tahap sintetis dengan menetapkan konsep ide. (4) realisasi konsep, dan (5) tahap penyelesaian. Proses teknik berkarya menggunakan perangkat lunak Medibang Paint yang dapat diakses melalui tablet. Visualisasi karya seni lukis digital mewujud dalam10 karya yang berjudul: (1) Dipaksa Mekar, (2) Siluet Tumbuh, (3) Ramai dalam Kegelapan, (4) Pupus, (5) Terjebak Waktu, (6) Tak Percaya Diri, (7) Mekar bertemu Cahaya, (8) Tumbuh Diretakan Celah, (9) Patah dalam Peran, (10) Tumbuh dibalik Topeng
Motif Batak Mandailing Dalam Kriya Makrame Sebagai Hiasan Dekoratif
Ragam hias Batak Mandailing merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang sarat dengan nilai simbolik, filosofis, dan identitas lokal. Namun, dalam konteks kehidupan modern, pemahaman generasi muda terhadap motif tradisional Batak Mandailing cenderung mengalami penurunan seiring dengan dominasi budaya populer dan media informasi digital. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik visual dan interpretasi makna motif Batak Mandailing serta mewujudkannya ke dalam tujuh karya kriya makrame sebagai hiasan dekoratif yang bersifat kontemporer. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan seni konsorsium menurut Bandem yang meliputi tahapan persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Hasil penciptaan berupa tujuh karya kriya makrame yang mengadaptasi motif-motif Batak Mandailing seperti Boraspati, Ulu ni Horbo, Adop-adop, dan ragam motif flora serta geometris. Karya-karya tersebut tidak hanya menonjolkan aspek estetis melalui pengolahan unsur dan prinsip seni rupa, tetapi juga merepresentasikan nilai budaya dan filosofi masyarakat Batak Mandailing. Penciptaan ini diharapkan dapat menjadi media alternatif pelestarian budaya sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kriya tekstil berbasis kearifan lokal dalam ranah seni kontemporer
- …
