1,721,013 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
PENGAWASAN OLEH BANK INDONESIA TERHADAP PENOLAKAN PEMBAYARAN DENGAN MATA UANG RUPIAH LOGAM RP 100,00(SERATUS RUPIAH) DAN/ATAU RP 200,00(DUA RATUS RUPIAH) DI MASYARAKAT PADA KABUPATEN SIJUNJUNG
PENGAWASAN OLEH BANK INDONESIA TERHADAP PENOLAKAN PEMBAYARAN DENGAN MATA UANG RUPIAH LOGAM RP 100,00(SERATUS RUPIAH) DAN/ATAU RP 200,00(DUA RATUS RUPIAH) DI MASYARAKAT PADA KABUPATEN SIJUNJUNG
(Hawati Aulia Hanana, 1310112120, Fakultas Hukum Universitas Andalas, 66 Halaman, 2017)
ABSTRAK
Peran uang untuk membebaskan manusia dari keharusan melakukan barter yang merepotkan dalam memenuhi keinginan suatu barang. Rupiah kertas dan Rupiah logam merupakan mata uang Negara Republik Indonesia yang sah dalam melakukan transaksi pembayaran, berdasarkan Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang menyatakan tentang larangan menolak Rupiah dalam pembayaran atau menyelesaikan kewajiban dipenuhi dengan Rupiah untuk transaksi pembayaran. Dan Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang ketentuan pidana. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, di Kabupaten Sijunjung ditemukan hal dalam penolakan pembayaran dengan menggunakan mata uang logam dalam pembayaran atas transaksi pembelian dengan beberapa faktor sehingga tidak berlakunya mata uang logam dengan nilai nominal Rp 100,00(seratus Rupiah) dan/atau Rp 200,00(dua ratus Rupiah). Permasalahan dalam tulisan ini adalah : 1. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan masyarakat di Kabupaten Sijunjung menolak transaksi menggunakan Rupiah logam; 2. Bagaimana pelaksanaan pengawasan oleh Bank Indonesia dalam sistem pembayaran terkait adanya penolakan pembayaran dengan Rupiah logam. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa : 1. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat di Kabupaten Sijunjung menolak transaksi menggunakan Rupiah adalah sebagai berikut : a. Faktor efisiensi b. Faktor sosial; c. Faktor peredaran; d. Faktor sosialisasi. 2. Pelaksanakan pengawasan oleh Bank Indonesia dalam sistem pembayaran terkait adanya penolakan pembayaran dengan Rupiah logam adalah sebagai berikut : Bank Indonesia hanya melakukan pengawasan terhadap pihak-pihak yang diberikan izin oleh Bank Indonesia. Permasalahan penolakan pembayaran Rupiah yang terjadi pada Kabupaten Sijunjung sudah masuk ranah hukum pidana.
Kata kunci : Rupiah logam, menolak dan pengawasan Bank Indonesi
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
MASJID KAMPUS PERGURUAN TINGGI NEGERI SEBAGAI SARANA PEMBINAAN KEAGAMAAN MAHASISWA DI KOTA BANJARMASIN (MASJID BAITUL HIKMAH UNLAM DAN MASJID ABDURRAHMAN ISMAIL IAIN ANTASARI)
Laelal Hawati; 2014 Masjid Kampus Perguruan Tinggi Negeri sebagai Sarana Pembinaan Keagamaan Mahasiswa di Kota Banjarmasin (Masjid Baitul Hikmah UNLAM dan Masjid Abdurrahman Ismail IAIN Antasari), Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, tahun 2014. Pembimbing (I) Drs. H. Syarifuddin, M.Ag. (II) Dra. Hj. Rabiatul Aslamiah, M.Ag
Penelitian ini dilandasi pemikiran bahwa mahasiswa adalah generasi muda sebagai penerus bangsa dan agama. sehingga dengan kegiatan-kegiatan yang ada dikampus menjadi pola pengembangan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, baik secara intelektual maupun spritiual. Melalui program pembinaan keagamaan mahasiswa di masjid kampus Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Kota Banjarmasin (UNLAM dan IAIN Antasari) diharapkan mampu memfungsikan masjid sebagai salah satu media dakwah yang dapat membimbing dan mengembangkan perilaku keagamaan mahasiswa.
Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah: apa saja program pembinaan keagamaan yang ada di masjid kampus (Perguruan Tinggi Negeri) di Kota Banjarmasin (Baitul Hikmah UNLAM dan Abdurrahman Ismail IAIN), apa saja pola pembinaan keagamaan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Kota Banjarmasin, dan apa saja faktor penunjang dan penghambat masjid kampus sebagai sarana pembinaan keagamaan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Kota Banjarmasin.
Metode dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif, mengadakan pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk menggali data yang diperlukan sesuai dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumenter,
Berdasarkan hasil penelitian, program pembinaan keagamaan yang ada di masjid kampus (Perguruan Tinggi Negeri) di Kota Banjarmasin (Baitul Hikmah UNLAM dan Abdurrahman Ismail IAIN) terbilang baik dan program pembinaan keagamaan yang dilakukan adalah kultum, ceramah, pembacaan hadis, pengajian fiqih, obrolan sore seputar Islam, pengajian sirah sahabat, pengajian An- Nisa, pembelajaran bahasa arab, tahsin Alquran, pengajian (kajian duduk Alquran dan hadis), shalat hajat, muhadarah, shalat jum’at, dan PHBI. Adapun pola pembinaan keagamaan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Kota Banjarmasin bersifat kelompok, inisiatif mahasiswa, rutin dilaksanakan dan berkesinambungan seperti adanya pengkaderan. Sedangkan faktor penunjang dan penghambat masjid kampus sebagai sarana pembinaan keagamaan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Kota Banjarmasin adalah pemegang izin, faktor pembina dan terbina, fasilitas (sarana dan prasarana), faktor promosi dan dana serta jadwal yang berbenturan dengan perkuliahan
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN ILMU BANGUNAN GEDUNG DI SMKN 1 WINONGAN KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Utami, Sri Hawati. 2013. Implementasi Model Pembelajaran Learning Cycle untuk Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Ilmu Bangunan Gedung di SMKN 1 Winongan Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Made Wena, M.Pd.,M.T. (II) Drs. Mujiyono, M.Pd. Kata kunci: Learning Cycle, Ilmu Bangunan Gedung Kualitas proses pembelajaran perlu diperhatikan karena akan berdampak pada hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa model pembelajaran yang cocok untuk sebuah mata pelajaran. Mengacu pada observasi yang telah peneliti lakukan pada SMKN 1 Winongan, guru masih menggunakan metode ceramah saja. Hal tersebut menyebabkan siswa kurang aktif dan mudah bosan. Oleh karena itu, perlu diimplementasikan model-model pembelajaran inovatif. Salah satu model pembelajaran yang tepat yaitu model pembelajaran Learning Cycle. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi model Learning Cycle, mengetahui peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar yang terjadi pada mata pelajaran ilmu bangunan gedung dengan model pembelajaran Learning Cycle. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data penelitian yang diambil ada 3, meliputi: (1) proses pembelajaran guru dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle, data diperoleh dengan teknik observasi, (2) aktivitas siswa, data diperoleh menggunakan teknik observasi, dan (3) hasil belajar, data yang diperoleh dari tes. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) model pembelajaran Learning Cycle pada mata pelajaran ilmu bangunan gedung dapat dilakukan dengan baik, dengan tahapan yang telah sesuai dengan teori. (2) Pada hasil observasi untuk guru siklus II meningkat 17,86% terhadap siklus I. sedangkan siklus III meningkat 7,14% terhadap siklus II, dengan prosentase hasil siklus III sebesar 89,28%. Hasil observasi untuk siswa siklus II meningkat 28,57% terhadap siklus I, sedangkan siklus III meningkat 8,33% terhadap siklus II, dengan prosentase hasil siklus III sebesar 72,61% dan (3) implementasi Learning Cycle pada mata pelajaran ilmu bangunan gedung meningkatkan hasil belajar klasikal dari siklus I ke siklus II meningkat 12,13%, sedangkan siklus II ke siklus III 17,33%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle dapat diterapkan pada mata pelajaran ilmu bangunan gedung, serta dapat meningkatkan ketuntasan belajar dan keaktifan siswa
- …
