1,721,088 research outputs found
STUDI TENTANG PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA DI MI 25 LAMASI PANTAI KABUPATEN LUWU
ABSTRAK
Haslindah. 2014, Studi Tentang Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa di MI
25 Lamasi Pantai Kabupaten Luwu. Skripsi Program Studi Pendidikan
Agama Islam Jurusan Tarbiyah. Pembimbing I Drs. M. Amir Mula, M.Pd.I.
Pembimbing II Mawardi, S.Ag., M.Pd.I.
Kata Kunci: Penerapan, Pendidikan Karakter, Siswa.
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Proses penerapan pendidikan
karakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai Kabupaten Luwu; 2. Faktor yang
menghambat penerapan pendidikan karakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai
Kabupaten Luwu; 3. Output dari penerapan pendidikan karakter pada siswa di MI 25
Lamasi Pantai Kabupaten Luwu.
Dalam konteks penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian
kuantitatif yaitu penelitian yang berusaha untuk menguraikan pemecahan masalah
yang ada berdasarkan data, uji persyaratan data, dan interpretasi hasil penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah kepala madrasah dan semua guru di MI 25
lamasi Pantai Kabupaten Luwu yang berjumlah 17. Sampel dalam penelitian ini
berjumlah 17 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
total sampling karena jumlah populasi yang sedikit (kurang dari 100).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Upaya yang dilakukan untuk
menerapkan pendidikan karakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai Kabupaten
Luwu yaitu memberikan instruksi kepada semua guru di MI 25 Lamasi Pantai agar
menggunakan perangkat pembelajaran yang memuat nilai-nilai kurikulum
pendidikan berkarakter, bekerja sama dengan orang tua siswa dan meminta dukungan
dari tokoh masyarakat dan pemerintah setempat dalam membina karakter siswa; 2.
Faktor-faktor yang dapat menghambat penerapan pendidikan berkarakter pada siswa
di MI Lamasi Pantai Kabupaten Luwu yaitu masih ada sebahagian guru di MI
Lamasi Pantai Kabupaten Luwu yang belum memahami kurikulum pendidikan
berkarakter. Hal tersebut terbukti dari perangkat pembelajarannya yang masih
menggunakan kurikulum lama, faktor lingkungan keluarga yang tidak terlalu
memperhatikan karakter anak-anaknya, dan lingkungan masyarakat tempat siswa
tinggal yang tidak baik sehingga dapat mmpengaruhi karakter siswa; 3. Output dari
penerapan pendidikan berkarakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai Kabupaten
Luwu ialah siswa dapat memahami pendidikan berkarakter, siswa memiliki
kesadaran tentang etika di sekolah, siswa memiliki kesadaran tentang etika di rumah,
dan siswa memiliki kesadaran tentang etika di masyarakat.ABSTRAK
Haslindah. 2014, Studi Tentang Penerapan Pendidikan Karakter Pada Siswa di MI
25 Lamasi Pantai Kabupaten Luwu. Skripsi Program Studi Pendidikan
Agama Islam Jurusan Tarbiyah. Pembimbing I Drs. M. Amir Mula, M.Pd.I.
Pembimbing II Mawardi, S.Ag., M.Pd.I.
Kata Kunci: Penerapan, Pendidikan Karakter, Siswa.
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Proses penerapan pendidikan
karakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai Kabupaten Luwu; 2. Faktor yang
menghambat penerapan pendidikan karakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai
Kabupaten Luwu; 3. Output dari penerapan pendidikan karakter pada siswa di MI 25
Lamasi Pantai Kabupaten Luwu.
Dalam konteks penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian
kuantitatif yaitu penelitian yang berusaha untuk menguraikan pemecahan masalah
yang ada berdasarkan data, uji persyaratan data, dan interpretasi hasil penelitian.
Populasi dalam penelitian ini adalah kepala madrasah dan semua guru di MI 25
lamasi Pantai Kabupaten Luwu yang berjumlah 17. Sampel dalam penelitian ini
berjumlah 17 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
total sampling karena jumlah populasi yang sedikit (kurang dari 100).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Upaya yang dilakukan untuk
menerapkan pendidikan karakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai Kabupaten
Luwu yaitu memberikan instruksi kepada semua guru di MI 25 Lamasi Pantai agar
menggunakan perangkat pembelajaran yang memuat nilai-nilai kurikulum
pendidikan berkarakter, bekerja sama dengan orang tua siswa dan meminta dukungan
dari tokoh masyarakat dan pemerintah setempat dalam membina karakter siswa; 2.
Faktor-faktor yang dapat menghambat penerapan pendidikan berkarakter pada siswa
di MI Lamasi Pantai Kabupaten Luwu yaitu masih ada sebahagian guru di MI
Lamasi Pantai Kabupaten Luwu yang belum memahami kurikulum pendidikan
berkarakter. Hal tersebut terbukti dari perangkat pembelajarannya yang masih
menggunakan kurikulum lama, faktor lingkungan keluarga yang tidak terlalu
memperhatikan karakter anak-anaknya, dan lingkungan masyarakat tempat siswa
tinggal yang tidak baik sehingga dapat mmpengaruhi karakter siswa; 3. Output dari
penerapan pendidikan berkarakter pada siswa di MI 25 Lamasi Pantai Kabupaten
Luwu ialah siswa dapat memahami pendidikan berkarakter, siswa memiliki
kesadaran tentang etika di sekolah, siswa memiliki kesadaran tentang etika di rumah,
dan siswa memiliki kesadaran tentang etika di masyarakat
PENERAPAN MEDIA ABACUS BRAILLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA ANAK TUNANETRA KELAS IV SD DI SLB A-YAPTI MAKASSAR
Haslindah, 2021. Penerapan Media Abacus Braille Untuk Meningkatkan Kemampuan
Berhitung Penjumlahan Pada Murid Tunanetra Kelas IV di SLB A-YAPTI Makassar. Skripsi
dibimbing oleh Dr. H. Syamsuddin, M. Si dan Dra. Hj. St. Kasmawati, M. Si ; Jurusan
Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang rendahnya kemampuan berhitung penjumlahan pada Murid
Tunanetra pada mata pelajaran Matematika di SLB A-YAPTI Makassar. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah “Apakah penggunaan Media Abacus Braille dapat meningkatkan
kemampuan berhitung penjumlahan pada murid Tunanetra di SLB A-YAPTI
Makassar?”Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kemampuan berhitung
penjumlahan sebelum penerapan media Abacus Braille pada Murid Tunanetra kelasIV, 2)
kemampuan berhitung penjumlahan selama penerapan media Abacus Braille pada Murid
Tunanetra kelas IV, 3) kemampuan berhitung penjumlahan setelah penerapan media Abacus
Braille pada Murid Tunanetra kelas IV, 4) peningkatan kemampuan berhitung penjumlahan
melalui penerapan media Abacus Braille berdasarkan hasil analisis antar kondisi pada Murid
Tunanetra kelas IV. Teknik pengumpulan data adalah tes tertulis. Subjek penelitian ini adalah
seorang Murid Tunanetra kelas IV yang berinisial DAT. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen yaitu menggunakan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Hasil
penelitian ini disimpulkan: 1) kemampuan berhitung penjumlahan subjek DAT pada kondisi
awal sangat rendah berdasarkan hasil analisis baseline 1/(A1), 2) kemampuan berhitung
penjumlahan subjek DAT pada saat diberikan intervensi meningkat ke kategori sangat tinggi
dilihat dari analisis dalam kondisi (B), 3) kemampuan berhitung penjumlahan subjek DAT
setelah diberikan perlakuan meningkat ke kategori tinggi dilihat dari kondisi baseline 2/(A2),
4) kemampuan berhitung penjumlahan subjek DAT berdasarkan hasil analisis antar kondisi
yaitu pada kondisi awal (Baseline1/A1) kemampuan murid sangat rendah, meningkat ke
kategori sangat tinggi pada saat diberikan intervensi, dan dari kategori sangat tinggi pada saat
diberikan intervensi ke setelah diberikan intervensi (A2) berada pada kategori sangat tinggi
dan nilai yang diperoleh yang diperoleh subjek DAT lebih tinggi dibandingkan dengan
kondisi awal (Baseline 1 /A1). Dengan demikian kemampuan berhitung penjumlahan murid
setelah diberikan intervensi tetap dikatakan meningkat, hal ini disebabkan karena adanya
peningkatan dari pemberian intervensi.
Kata kunci: kemampuan berhitung, media abacus braille, tunanetr
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
