67 research outputs found

    Kajian Ketahanan Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Penggerek Batang Padi Putih Scirpophaga innotata Wlk. (Lepidoptera ; Pyralidae) di Rumah Kasa

    No full text
    Syafrizal Hasibuan, “ Study on Varieties Resistant of Rice (Oryza sativa L) to Stem Borrer Scirpophaga innotata Wlk. (Lepidoptra : Pyralidae) in Screen House ” it was underperpised by Darma Bakti and Maryani Cyccu Tobing. The objective of this research is to study the resistant level of each variety to stem borer. This research was conducted from February to June, 2009 in screen house of Instalasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang and located 25 meter above sea level. It was arranged by Random Block Design and three replications respectively consist of IR 64 (V1), Ciherang (V2), Cigeulis (V3) Cibogo (V4), Inpari 1 (V5), Widas (V6), Mekongga (V7), Gilirang (V8), Inpari VI (V9) Luk Ulo (V10). The variables of observations here sevwrity of demage (%), the height of plant (cm), diameter of stem, number of buds, the age of panicle pront, number of panicle, harvesting age, number of contained grain, number of uncontained grain (%), type of stem leaf, and stem thickness. The results showed that Ciherang, Inpari I, Gilirang varieties were very susciptible and Cibogo, Widas, Mekongga, Inpari VI, Luk Ulo varieties were susciptible have nature up to rather susciptable, IR 64 and Cigeulis varieties were moderate.Syafrizal Hasibuan, Kajian Ketahanan Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) Terhadap Penggerek Batang Padi Putih Scirpophaga innotata Wlk. (Lepidoptera;Pyralidae) Di Rumah Kasa dibimbingan Darma Bakti dan Maryani Cyccu Tobing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa varietas tanaman padi yang toleran terhadap serangan penggerek batang padi putih (PBPP). Dilaksanakan di rumah kasa Instansi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (Ins. P2TP), Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara, dengan ketinggian 25 m dpl. Penelitian dilaksanakan musim hujan sejak bulan Februari – Juni 2009. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial terdiri dari 10 varietas dengan tiga ulangan. Varietas IR 64 (V1) sebagai pembanding, Ciherang (V2), Cigeulis (V3), Cibogo (V4), Inpari I (V5), Widas (V6), Mekongga (V7), Gilirang (V8), Inpari VI (V9), Varietas Lukulo (V10). Peubah amatan yang diamati intensitas serangan (%), tinggi tanaman (cm), diameter batang, jumlah anakan perumpun ( batang ), umur keluar malai, jumlah malai perumpun, umur panen, jumlah gabah berisi permalai (butir), persentase gabah hampa permalai (%), bulu daun, tipe pelepah daun dan ketebalan batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas IR 64 dan Ciguelis bersifat agak tahan terhadap Penggerek batang padi putih. Varietas Cibogo, Widas, Mekongga, Inpari VI, Luk ulo bersifat agak peka dan pada varietas Ciherang, Inpari I, Gilirang bersifat sangat peka.81 HalamanTesis Magiste

    Respon Berbagai Jenis Ekstrak Bagian Tanaman (Feromon) Dalam Mengendalikan Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L). Sebagai Teknik Pengendalian Hama Terpadu

    No full text
    Respon berbagai jenis ekstrak bagian tanaman (Feromon) dalam mengendalikan hama tanaman Padi (Oryza sativa L) sebagai teknik pengendalian hama terpadu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Pasar IV Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, dengan ketinggian tempat ± 15 m di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019-Maret 2020.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 6 taraf yaitu; F0 = tanpa ekstrak (control), F1 = Ekstrak Bunga Krisan, F2 = Ekstrak Bunga Lavender, F3 = Ekstrak Bunnga Mary gold liar, F4 = Ekstrak batang padi, dan F5 = Ekstrak tanaman padi muda.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perangkap yang menggunakan feromon sebagai penolak pada perlakuan ekstrak bunga tembelek ayam (Mary gold) yang memiliki jumlah populasi tertangkap 110 imago serangga, sedangkan sebagai feromon penarik terdapat pada ekstrak bagian tanaman padi yang muda yaitu 625 imago serangga,   kemudian diikuti perlakuan ekstrak bunga krisan, lavender dan batang tanaman padi. Jenis hama padi yang paling banyak tertangkap adalah ordo homoptera yaitu 814, diikuti dengan ordo hemptera yaitu 565, diptera  299 dan Lepidoptera  sebanyak 8

    Identifikasi Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L). dengan Menggunakan Perangkap Fluorense dan Perangkap Warna sebagai Teknik Pengendalian Hama Terpadu

    No full text
    Tanaman padi adalah bahan makanan pokok yang harus tersedia dan tidak dapat tergantikan. Hama merupakan faktor pembatas produksi tanaman padi. Ketertarikan semua serangga pada cahaya dan warna sebagai dasar penelitian ini dilaksanakan. Adapun penelitian bertujuan untuk mengetahui respon cahaya Fluorense dan berbagai warna terhadap ketertarikan serangga hama tanaman Padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Pasar IV Kec. Meranti, Kab. Asahan, dengan ketinggian tempat 15 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yang diteliti. Faktor Flourence yang terdiri dari 4 taraf : F1 = Perangkap tanpa warna dan tanpa flourence, F2 = Perangkap tanpa warna dengan flourence, F3 = Perangkap warna tanpa flourence F4 = Perangkap warna dengan flourence dan Faktor warna W yang terdiri dari 4 taraf : W1 = Warna Merah. W2 = Warna Kuning, W3 = Warna Hijau, W4 = Warna Biru. Dari hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perangkap yang memiliki flourense pada setiap jumlah populasi tertangkap pada perangkap ada lima ordo yang merupakan hama penting tanaman tanaman padi diperoleh dari ordo homoptera jenis wereng sebesar 25084,40 kemudian ordo lepidoptera jenis penggerek batang padi dengan gejala sundep dan beluk sebesar 16532,90 diikuti ordo hemiptera, diptera serta orthoptera. Untuk perlakuan warna dapat dilihat pada perangkap yang memiliki warna cerah yaitu hijau, kuning, merah dan biru

    PENGENDALIAN TERPADU HAMA PADA TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUM L) DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAP FLUORENSE DAN BERBAGAI PERANGKAP WARNA

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Pasar V Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, dengan ketinggian tempat ± 15 m di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli  sampai bulan September 2020.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diteliti. Faktor Flourence yang terdiri dari 4 taraf yaitu : F1 = Perangkap tanpa warna dan tanpa flourence, F2 = Perangkap tanpa warna dengan flourence, F3  = Perangkap warna tanpa flourenceF4 = Perangkap warna dengan flourence dan Faktor warna W yang terdiri dari 4 taraf yaitu : W1 = Warna Merah.  W2 = Warna Kuning, W3 = Warna Hijau, W4 = Warna Biru.Dari hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perangkap yang memiliki flourense pada setiap jumlah populasi tertangkap pada perangkap ada lima ordo yang merupakan hama penting tanaman tanaman cabai diperoleh dari ordo Thysanoptera jenis Thrips sebesar  25084,40 kemuidan diikuti  sebesar 16532,9  ordo  Lepidopteradan dikuti ordo hemiptera dan diptera.  Untuk perlakuan warna dapat dilihat pada perangkap yang memiliki warna cerah seperti dan hijau,  kuning, merah serta biru. Kata Kunci :Floutence, Warna, Caba

    Pengaruh Pemberian Gaji, Honor dan Insentif terhadap Kinerja Pegawai pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

    No full text
    Sumber Daya Manusia atau SDM adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan organisasi yaitu memaksimalkan laba. Tenaga kerja memberi sumbangan berupa tenaga, pikiran, pengalaman, dan keahlian. Hal ini berarti dalam suatu organisasi faktor tenaga kerja merupakan masalah yang kompleks, sehingga dibutuhkan usaha untuk memelihara dan mengembangkanya agar dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan organisasi. Suatu organisasi perlu didukung oleh pegawai yang berkualitas dan profesional. Agar pegawai dapat mempunyai prestasi kerja yang baik, organisasi sangat perlu memperhatikan kompensasi yang diberikan kepada pegawai. Menurut Wibowo (2007:133) : “Kompensasi adalah kontra prestasi terhadap penggunaan tenaga atau jasa yang telah diberikan oleh tenaga kerja.” Kompensasi berkaitan juga dengan rasa keadilan antar para pegawai didalam satu organisasi maupun antar para pegawai didalam beberapa organisasi. Dalam kondisi tertentu insentif dan bonus merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai, tetapi dalam kondisi dan waktu yang lain mungkin tidak demikian. Untuk itu setiap kelompok dan tingkatan dalam struktur organisasi dimungkinkan harus ada strategi, kebijakan, dan sistem imbalan yang berbeda. Seorang pimpinan didalam organisasi harus dapat membina hubungan baik dengan pegawai, dengan cara memberikan insentif, gaji, honor, lembur, bonus dan tunjangan- tunjangan kesejahteraan para pegawai.28 HalamanKertas Karya Diplom

    Korelasi Kadar Reticulocyte Hemoglobin Equivalent (Ret He) dan Anemia Defisiensi Besi pada Pasien Pgk yang Menjalani Hemodialisis Reguler

    No full text
    Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah sindrom klinis akibat perubahan fungsi dan / atau struktur ginjal yang bersifat ireversibilitas dan evolusi yang lambat dan progresif. Aspek penting lainnya adalah patologi dari penyakit ginjal kronik mewakili resiko komplikasi dan kematian yang lebih tinggi.1 PGK merupakan gangguan pada ginjal ditandai dengan abnormalitas struktur ataupun fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan. PGK ditandai dengan satu atau lebih tanda kerusakan ginjal yaitu albuminuria, abnormalitas sedimen urin, elektrolit, histologi, struktur ginjal, ataupun adanya riwayat transplantasi ginjal, juga disertai penurunan laju filtrasi glomerulus.2 Penyakit ginjal kronik (PGK) mempengaruhi antara 8% dan 16% populasi di seluruh dunia. Secara global, PGK paling sering dikaitkan dengan diabetes dan / atau hipertensi, tetapi penyebab lain seperti glomerulonefritis, infeksi, dan paparan lingkungan (seperti polusi udara, pengobatan herbal, dan pestisida) umum terjadi di Asia, Afrika sub-Sahara, dan negara berkembang lainnya53 halamanTesis Magiste

    Analisis Anggaran Biaya Operasional Perusahaan Pada PT. Kilang Kecap Angsa Medan

    No full text
    Setiap perusahaan pada umumnya bertujuan mencari laba, karena dengan adanya laba, perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus untuk mengadakan perluasan atau pengembangan usahanya. Laba tidak terjadi dengan sendirinya, tapi laba dapat diperoleh dengan usaha yang dilakukan secara terencana, teratur dan terus menerus. Dalam pengertian sederhana, laba merupakan selisih antara pendapatan dan biaya. Untuk memperoleh laba, maka perusahaan harus mampu menekan biaya atau dengan kata lain perusahaan harus bekerja seefisien mungkin. Menurut Hasibuan (2001: 101). Efisiensi dalam setiap kegiatan merupakan factor dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Agar perusahaan bekerja secara efisien dibutuhkan suatu rencana yang baik. Perencanaan dibuat dalam berbagai bidang. Salah satu bidang perencanaan adalah bagian keuangan atau rencana yang dinilai dengan uang atau disebut juga dengan anggaran. Anggaran yang disusun secara teliti dan terperinci dapat menjadi data yang sangat akurat bagi pimpinan dalam melaksanakan tugasnya.48 HalamanKertas Karya Diplom

    Respon perangkap cahaya fluorense dan warna pada benda terhadap ketertarikan serangga hama tanaman gambas (Luffa Acutangula L. Roxb) terhadap cahaya

    No full text
    This research was conducted in Danau Sijabut Village, DSN I, Air Batu District, Asahan Regency, with an altitude of ± 15 m above sea level, and a distance of ± 15 km from Asahan University. The research was conducted from February 2020 to April 2020. The study used a Factorial Randomized Block Design (RAK) with two factors studied. The Flourence factor consisting of 3 levels, namely: F1 = Flourence control, F2 = Without Florence, F3 = With Florence The color factor W consisting of 4 levels, namely: W1 = Blue, W2 = Red, W3 = Green, W4 = `Yellow. The results of the study showed that the best treatment was a trap that had fluorescence for each number of populations caught in the trap. And the order with the largest number of catches is the Diptera order, namely the main pest insects of the loofah plant, amounting to 12,571 and the Lepidoptera order, namely leaf eaters, amounting to 11,760. For color treatment, it can be seen in traps that have bright colors such as yellow and green. While all parameters are not significantly different, and the weight of the loofah is not significantly different because the treatment in fertilizing the loofah plant is even and the type of fertilizer is not differentiated. The interaction between the two factors of fluorescence and color does not show any different effects, this is because fluorescence also contains color

    Respon pemberian pupuk organik granula dan POC terhadap pertumbuhan dan produksi terhadap tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.)

    No full text
    The objective of this study was to ascertain the impact of administering Organic Granule and POC fertilizers on the growth and yield of Vigna sinensis L plants. The study was conducted on Jalan Sawi Environmental 6/15, Binjai Serbangan Village, Air Joman District, Asahan Regency, North Sumatra Province. The study was structured based on a Factorial Randomized Block Design (RAK) with two treatment factors and three replications. The primary factor was the administration of granular organic fertilizer doses (G), consisting of three levels: G0 (no treatment), G1 (1.8 kg/plot), and G2 (3.6 kg/plot). The secondary factor was the POC administration factor (C), consisting of four levels: C0 (control), C1 (10 ml/liter of water/plot), C2 (20 ml/liter of water/plot), and C3 (30 ml /liter of water/plot). The results revealed a substantial impact of POC administration on the growth and yield of Vigna sinensis L plants. The optimal treatment involved a dose of 30 ml/liter of water/plot (C3), resulting in a plant height of 115.68 cm, a number of productive branches of 4.27, a number of pods per sample plant of 31.56, and a production per sample plant of 0.77 g and a production per plot of 5.78 kg. Treatment of granular organic fertilizer at a dose of 3.6 kg/plot (G2) yielded a plant height of 113.97 cm, a number of productive branches of 4.42, a number of pods per plant of 30.04, a production per sample plant of 0.72 g, and a production per plot of 5.40 kg. The interaction between granular organic fertilizer and POC administration demonstrated a significant influence on the growth of Vigna sinensis L plants

    Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di PT Kereta Api Indonesia (Persero) UPT Balai Yasa Pulobrayan Medan

    No full text
    The purpose ofthisstudyis to determine work motivation affects employee performance at PT Kereta ApiIndonesia (Persero) UPT. Balai Yasa Pulubrayan Medan.     To    find     out     the work environment and employee performance affect employees at PT Kereta Api Indonesia (Persero) UPT. Balai Yasa Pulubrayan Medan. The population in this study were 91 people, the sample was 91 people. The data collection method used is a questionnaire using validity     and     reliability     measuring instruments to measure validity and reliability, then using data analysis methods using     multiple     regression analysis which is used to determine the effect between the independent variables and the dependent variable simultaneously and individually, using hypothesis testing in the form of t-test which is used to determine the extent to which the independent variables used individually are able to explain the dependent variable and the F-test is used to determine the extent to which the independent            variables used simultaneously are able to explain the dependent variable. The coefficient of determination which measures how far the model's ability to explain the variation inthe dependent variable. Data analysis in this study used the help of IBM SPSS version 25. Personally (t-test) Work Motivation hasa positive and significant effect on employee performance at PT Kereta ApiIndonesia (Persero) UPT. Balai Yasa Pulubrayan Medan. The work environment also has a significant influence on employee performance     at     PT.     Kereta     Api Indonesia (Persero) UPT. Balai Yasa Pulubrayan Medan. The results of simultaneous significant testing (test -F) Work     Motivation and     Work Environment have a significant effect on employees at PT Kereta Api Indonesia (Persero) UPT. Balai Yasa Pulubrayan Meda
    corecore