1,720,985 research outputs found

    PERAN KH. HASAN ANWAR TERHADAP PENDALAMAN AGAMA ISLAM MASYARAKAT DESA BALONGSARI KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada pengkajian studi lapangan fenomena tokoh masyarakat KH. Hasan Anwar dalam melakukan pembinaan pendalaman Agama Islam kepada Masyarakat guna meningkatkan pemahaman keagamaan terhadap jamaahnya, KH. Hasan Anwar juga melakukan kerjasama dengan majlis taklim lainnya. Tidak lain majlis taklim ini merupakan majlis taklim yang didirikan oleh murid-muridnya dan teman-teman seperjuangannya. Dalam kerjasama ini KH. Hasan Anwar juga ikut memberikan ceramah ditempat pengajian tersebut, dan para jamaah yang mendengarkan ceramah ini merupakan gabungan dari berbagai malis taklim, sehingga dengan demikian akan terjalin hubungan yang baik diantara mereka dan keberlangsungan dakwah dapat terus dipertahankan, terutama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan. Langkah yang di ambil oleh KH. Hasan Anwar dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat selain mengkomunikasikan ajaran-ajaran Islam dalam penerapaan syariah yang berkaitan dengan ibadah, dengan menerapkannya di dalam lingkungan majlis taklim dan keluarga. Dengan harapan segala aspek kehidupan yang di jalani tidak keluar dari aturan dan pokok ajaran Islam. Hakikat dari penerapan syariat yang terkait dengan ibadah, hukum dan muamalah terhadap masyarakat baik di majlis taklim atau lingkungan keluaga lebih kepada upaya untuk menumbuhkan kesadaran para jamaah dan masyarakat tentang ajaran agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Kata kunci : KH. Hasan Anwar, Pendalaman Agama Islam, Masyarakat Desa Balongsari Kecamatan Pringapus Kabupaten Semaran

    Strategi dakwah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Anwar Gubug dalam meningkatkan kualitas hafalan santri

    Full text link
    Penelitian ini disusun oleh Qothrunnada Al-Munawaroh (1601036079) dengan judul “ Strategi Dakwah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Anwar Gubug Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri”. Strategi dakwah merupakan hal penting yang perlu dilakukan oleh suatu lembaga maupun organisasi yang mengharapkan supaya yang menjadi tujuan dakwahnya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Anwar merupakan sistem pondok pesantren yang bertujuan agar santri dapat berakhlaq mulia, mandiri, dan memiliki kompetensi terlebih dalam menghafal Al-Qur’an. Tujuan penulis memilih judul tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Anwar Gubug dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an para santri dan apa saja faktor kelemahan dan kelebihan dalam strategi dakwah tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan observasi, dokumentasi dan wawancara langsung dengan pihak terkait. Penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Hasan Anwar Gubug melalui wawancara dengan pengasuh dan juga dewan asatidz yaitu pengasuh membekali santri dengn kajian kitab yang berkaitan dengan adab-adab penghafal Al-Qur’an secara face to face sebagai bekal dakwah santri jika sudah terjun di masyarakat. Pengasuh juga memberikan arahan dan motivasi supaya santri lebih bersemangat dalam menghafal hingga dapat menyelesaikan qur’annya. Dan strategi lain yang dilakukan oleh dewan asatidz yaitu melakukan atau melaksanakan program yang telah diusung pondok yaitu tahsin mengulang bacaan ayat al-qur’an yang telah dicontohkan oleh ustadzah secara bersamaan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar dan ketepatan makhorijul huruf, program darusan, program setoran hafalan baru dan kegiatan sima’an setiap satu minggu sekali. Dan untuk faktor kelemahan strategi dakwah yang pertama itu tentunya dalam proses peningkatan kualitas hafalannya, karena santri disini hampir semuanya langsung pada tahap bil-ghoib jadi tidak ada tahapan bin-nadhzor terlebih dahulu sehingga tidak mengkaji hukum bacaan tajwid secara keseluruhan dan mendetail. Oleh karena itu kendalanya antara lain dalam meningkatkan kualitas bacaan qur’annya. Kami harus lebih memperhatikan bacaan tajwid dan ketepatan makharijul hurufnya. Kemudian time management atau pelaksanaan evaluasi keseluruhan untuk mengetahui progres santri dalam peningkatan kualitas hafalan yang masih sulit dikarenakan belum bisa setiap hari, karena santri disini juga harus bisa menyesuaikan waktu antara kewajiban belajar mengajar di sekolah dan juga kewajiban mengaji hafalan qur’an di pondok. Terkadang santri juga terlihat kelelahan dan malas ketika mengaji dengn alasan mereka telah banyak kegiatan yang menguras tenaga dan pikiran sehingga mereka kurang fokus ketika melakukan kewajiban mengaji setoran dan darusan, dan kelemahan yang terakhir yaitu strategi dakwah yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Hasan Anwar Gubug hanya melakukan strategi taklim (proses pendidikan) dan strategi tilawah (proses komunikasi). Salah satu faktor kelebihan dari strategi ini adalah mampu menambah semangat para santri untuk terus terpacu menambah hafalan qur’an sesuai dengan kaidah tajwid yang ada dan makharijul huruf yang benar guna menyelesaikan hafalannya. Dan juga adanya arahan dan bimbingan yang dilakukan oleh pengasuh dan dewan asatidz mampu memunculkan motivasi yang luar biasa pada diri santri itu sendiri supaya bagaimana caranya saya dapat mnyelesaikan hafalan ini dengan baik dan mendapatkan sanad qur’an hingga Rasulullah SAW. kelebihan lainnya adalah karena salah satu strategi dari pondok yaitu dengan membagikan rapot hasil evaluasi menghafal, jadi pencapaian hafalan mereka jelas dan langsung dapat disima’ oleh orang tuanya sendiri setiap bulannya. Maka dari itu santri akan mulai terasah fikirannya dan semangatnya akan bertambah karena ada do’a dan support penuh dari orang tua. Hal ini juga yang akan membantu melancarkan dan mensukseskan strategi dakwah pondok ini

    MODEL PENINGKATAN KINERJA GURU DENGAN ANTECEDENT KETIDAKJELASAN PERAN, STRES KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI (Studi kasus pada Yayasan Islam Hasan Anwar (Yasiha) (Gubug)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh ketidakjelasan peran dan stres kerja terhadap kinerja guru dengan motivsi berprestasi sebagai variabel intervening pada Yayasan Islam Hasan Anwar (Yasiha) Gubug. Populasinya adalah seluruh guru tetap yang bekerja di sekolah Yayasan Islam Hasan Anwar (Yasiha) yang berkedudukan di Kabupaten Grobogan sebesar 106 guru, sehingga penelitian ini merupakan penelitian sensus. Alat analisisnya adalah path analysis, dimana sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta uji asumsi klasik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketidakjelasan peran dan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi. Ketidakjelasan peran dan stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja guru. Motivasi berprestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. motivasi berprestasi mampu menjadi variabel intervening antara ketidakjelasan peran terhadap kinerja guru. Kata Kunci : Ketidakjelasan peran, stres kerja, motivasi berprestasi dan kinerja guru

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore