1,723,830 research outputs found

    Jejak Langkah Pak Harto

    No full text
    Buku ini berusaha merangkum peristiwa-peristiwa yang secara langsung atau tidak langsung berkenaan dengan pelopor Orde Baru di Indonesia. Buku ini berfungsi sebgai suatu kronologi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak tanggal 28 Maret 1968 sehari setelah sidang Umum MPRS mengangkat pak Harto menjadi Presiden RI ysang kedua. Buku ini memang dimaksudkan sebagai catatan informatif tentang tingkah laku Orde Baru di bawah pimpinan pak Harto, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun politik.xix532 hlm ; ilus 14 x 21c

    Pak Harto: The Untold Stories

    Full text link
    Buku ini sarat bermuatan kisah-kisah human interest sebagai bagian dari keseharian Pak Harto sejak muda hingga akhir hayatnya. Kisah tentang seekor burung beo di halaman belakang yang akhirnya menjadi salah bicara setelah Pak Harto berhenti dari jabatan presiden, isyarat dari alam semesta mengenai akan terjadinya suatu peristiwa duka terhadap diri Pak Harto melalui burung-burung camar yang merontokkan bulu-bulunya memenuhi geladak kapal pada saat Pak Harto sedang bermalam di tengah laut, bahkan kisah tentang rumor yang tidak bertanggung jawab diseputar wafatnya Ibu Tien Suharto, semua terpapar gambling apa adanya di dalam buku ini melalui penuturan 113 narasumber yang mengalami dari dekat berbagai peristiwa suka duka disepanjang hidup Pak Harto

    Pak Harto: The Untold Stories

    No full text
    "Piye to kok ora bisa ditulung (bagaimana sih kok tidak bisa ditolong)?" adalah pertanyaan Pak Harto ketika ia merasa limbung menghadapi kenyataan baru saja kehilangan belahan jiwanya, Ibu Tien Soeharto-istri tercinta yang puluhan tahun menemaninya mengarungi suka dan duka, istri yang selalu mengobarkan semangatnya, menuangkan kasih sayang, serta menguatkan hati.Setetes air mata Pak Harto menandai kehilangan besar yang harus diikhlaskannya hari itu, disaksikan Profesor Dr. Satyanegara yang selanjutnya menjadi lebih sering menjaga kesehatan Pak Harto. Demikian pula perjalanan hidup Pak Harto sejak muda yang terekam dengan baik dalam ingatan keluarga besar, sesama kepala negara, para menteri, ajudan, serta orang-orang yang bekerja bersamanya, menjelaskan sisi-sisi lain karakter Pak Harto yang sangat jarang dipublikasikan, yang selama ini tersimpan sebagai the untold stories seorang Pak Harto.Masih dalam kenangan mesra Pak Harto bersama Ibu Tien, Brigjen TNI (Purn) Eddie Nalapraya, yang berpangkat kapten ketika menjadi pengawal pribadi Pak Harto di tahun-tahun awal menjabat Presiden RI, pernah mendapat pesan jenaka dari Ibu Tien. Ibu Negara itu mengetuk-ngetuk jendela mobil sesaat sebelum Eddie berangkat mengawal Pak Harto memancing ke laut lepas, "Jangan memancing ikan yang berambut panjang ya...." Pesan canda buat sang pengawal itu membuat Pak Harto tersenyum mendengarnya.Sementara Profesor Dr. Emil Salim, Menteri Lingkungan Hidup pada masa pemerintahan Pak Harto, menuturkan kisah yang mengharukan ketika sepasukan tentara disiapkan untuk menembaki serombongan gajah yang dilaporkan memorakporandakan kebun-kebun warga desa transmigrasi di Lampung. Rupanya hewan-hewan besar itu keluar dari hutan karena setiap enam bulan sekali mereka perlu berendam di laut untuk mendapatkan garam."Mendengar rencana itu, Pak Harto segera memerintahkan agar para tentara tidak menembaki kelompok gajah pada saat mereka pulang nanti, melainkan menggiringnya melalui jalan yang berbeda, dengan menggunakan peralatan yang bisa menghasilkan bunyi-bunyian seperti genderang dan terompet. Maka pada perjalanan kembali ke habitatnya di atas bukit, gajah-gajah itu tidak lagi menghancurkan kebun dan rumah di desa transmigrasi," cerita Pak Emil.Ide sederhana Pak Harto ini berakhir tidak sederhana. "Setelah berhari-hari mengawal kawanan gajah pulang ke hutan tempat tinggalnya di atas bukit, beberapa tentara meneteskan air mata haru karena dapat merasakan terbitnya kasih sayang di hati mereka terhadap hewan-hewan itu. Presiden Soeharto lantas mengundang semua tentara yang bertugas dari yang berpangkat terendah ke rumahnya di Jalan Cendana. Dengan riang Pak Harto menyalami mereka satu per satu sebagai tanda terima kasih," cerita Pak Emil.Buku ini memang sarat bermuatan kisah-kisah human interest sebagai bagian dari keseharian Pak Harto sejak muda hingga akhir hayatnya. Kisah tentang seekor burung beo di halaman belakang yang akhirnya menjadi salah bicara setelah Pak Harto berhenti dari jabatan presiden, isyarat dari alam semesta mengenai akan terjadinya suatu peristiwa duka terhadap diri Pak Harto melalui burung-burung camar yang merontokkan bulu-bulunya memenuhi geladak kapal pada saat Pak Harto sedang bermalam di tengah laut, bahkan kisah tentang rumor yang tidak bertanggung jawab di seputar wafatnya Ibu Tien Soeharto, semua terpapar gamblang apa adanya di dalam buku ini melalui penuturan 113 narasumber yang mengalami dari dekat berbagai peristiwa suka duka di sepanjang hidup Pak Harto

    Development of Project Management Software

    No full text
    The objective of this thesis was to design and develop a software for managing as well as monitoring game projects. The work was carried out for the students and faculty of the Game Programming degree. The theory section of this thesis covered the platform and tools used, the key features that made the final product possible. The design aspect was also discussed, the web application required to be responsive, clear and useable on modern platforms. The development process was conducted in an agile manner. First, a proof of concept of the application’s main loop was demonstrated to the client. From there, the app was built piece by piece, adding features as they came up and having regular meetings to confirm fresh implementations and reaffirm the course of the project. Once the software went into production, live feedback from users was leveraged to optimize the product. The result of this project was a web application accessible with the same login credentials the students and staff already used, offering ease of access to submit their projects and work hours, as well as supporting their project-oriented studies with live data visualization tools and potential for expansion to other degrees programmes

    Pameran Incognito Pak Harto: Indramayu - Menyanyikan “Indonesia Raya"

    No full text
    Perjalanan Incognito Pak Harto dari Desa Binong, Indramayu dilanjutkan ke Desa Tambi yang terletak di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Kedatangan Pak Harto pada saat itu menggemparkan penduduk Desa Tambi yang baru saja dilanda banjir. Pak Harto menyampaikan rasa prihatinnya dan kepada warga desa yang menjadi korban banjir. Pak Harto menyumbang 100 ton bahan makanan, serta obat-obatan dan vitamin. Selain itu, Pak Harto juga menambah dengan bantuan kredit bagi para petani guna pengembangan tanaman palawija. Kepada para pejabat setempat yang menemuinya, Pak Harto berpesan agar dalam menunaikan tugas, betul-betul kompak dan efektif, terutama dalam membina rakyat. Malam hari hampir semua penduduk berkumpul di halaman balai desa, dilakukan pemutaran film layar tancap. Film tentang penyuluhan pertanian, Pesan Pak Harto: "Mari kita bersatu padu untuk membangun negara dan bangsa. Bertani yang sungguh sungguh-sungguh. Anak-anak harus sekolah.” Dan setelah itu Pak Harto mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya

    Diantara para sahabat pak Harto 70 tahun

    No full text
    Buku ini berisikan tentang kesan-kesan pak Harto dari sejumlah sahabatnya. Mereka bercerita tentang bagaimana pengalaman mereka berkenalan dan bergaul dengan pak Harto selama ini, baik sebagai pribadi maupun sebagai presiden RI.xv, 980 hlm.; 21 c

    Pameran Incognito Pak Harto: bertemu otong dari Binong

    No full text
    Pameran virtual Incognito di hari pertama ini menyajikan tentang perjalanan Pak Harto ke daerah Binong, Indramayu. Pada tanggal 6 April 1970, perjalanan Incognito Pak Harto memilih Desa Binong sebagai kunjungan pertama terletak di Kecamatan Binong, Indramayu, Jawa Barat. Seperti juga desa-desa lainnya di kawasan ini, merupakan daerah pertanian yang subur dengan tanaman padi di sawah menghampar hingga beratus hektar. Pak Harto menemui Otong Suralik di rumahnya yang terletak di tepi jalan Desa Binong. Otong merupakan sosok petani muda yang sukses dan berpengetahuan luas. Pak Harto akrab berbincang dengan Otong tentang banyak hal yang berhubungan dengan pertanian. Dalam perjalanan hidupnya di kemudian hari, Otong sering dilibatkan oleh pemerintah dalam berbagai kegiatan penyuluhan dan pengembangan pertanian di tingkat lokal maupun nasional. Kepada masyarakat, Pak Harto menyampaikan pesan “Kita makan seadanya dulu. Nanti perlahan-lahan kita perbaiki. Tapi anak-anak harus sekolah dan hidup yang sehat. Kita juga harus tetap bersatu.” Demikian pesan Pak Harto dalam perjalanan Incognito pertamanya ini
    corecore