208 research outputs found

    Analisis Campur Kode Bahasa Arab dalam Novel 50 Riyal Karya Deni Wijaya

    No full text
    This study discusses the meaning of code mixing and the language elements used in code mixing in the novel 50 Riyals by Deni Wijaya. This study aims to determine the number and types of code mixing contained in Deni Wijaya's 50 Riyal novel. This research is a library research (library research) and uses a descriptive method. Data was collected using the observing method and the note taking technique (Sudaryanto). This study uses the theory of code mixing put forward by Nababan and Suwito. In this study, it was found that the number of code mixing in the novel 50 Riyals by Deni Wijaya was 35 data and the types of code mixing in the novel 50 Riyals were found to be 5 types. The insertion of language elements in the form of words contains 24 data. There are 6 data insertion of language elements in the form of phrases. The insertion of language elements in the form of repetition of words has 2 data. Insertion of language elements in the form of idioms 1 data. Insertion of language elements in the form of clause 2 data. The conclusion obtained from this study is that the code mixing used by the author is more dominant because the author understands the use of Arabic and is paired with Indonesian73 HalamanSkripsi Sarjan

    How does investors’ perceived ease of information access affect their investment judgments?

    Get PDF
    By manipulating the perceived ease of information access through use of a search engine, I provide experimental evidence that investors are more likely to rely on information gist and use shallow processing after using an online search engine to access a firm’s financial information. Results show that investors using a search engine to access a company’s financial information were more likely to invest in a company with a higher likelihood of real earnings management (REM) than a company with the same net income but a lower likelihood of REM. On the other hand, investors who did not use a search engine were more likely to invest in the lower likelihood of REM company. Furthermore, investors who accessed financial information via a search engine judged the financial information more easily available, were more likely to reopen the financial information, and scored lower on the retention test. The study contributes to the accounting literature by showing that technologies that increase perceived ease of information access change how investors process and use financial information.Submission published under a 24 month embargo labeled 'U of I Access', the embargo will last until 2021-05-01The student, Deni Cikurel, accepted the attached license on 2019-04-08 at 11:50.The student, Deni Cikurel, submitted this Dissertation for approval on 2019-04-08 at 11:50.This Dissertation was approved for publication on 2019-04-08 at 12:01.DSpace SAF Submission Ingestion Package generated from Vireo submission #13510 on 2019-08-22 at 15:05:35Made available in DSpace on 2019-08-23T20:35:46Z (GMT). No. of bitstreams: 2 CIKUREL-DISSERTATION-2019.pdf: 1910432 bytes, checksum: 40075f2ca40f1c9fccb89c3f3c190240 (MD5) LICENSE.txt: 4209 bytes, checksum: 806a0e244550e86cb96a844209c687fc (MD5) Previous issue date: 2019-04-08Embargo set by: Seth Robbins for item 112112 Lift date: 2021-08-23T20:36:18Z Reason: Author requested U of Illinois access only (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemU of I Only Restriction Lifted for Item 112112 on 2021-08-24T09:15:20Z

    PENGGUNAAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH DI KELAS XI SMA SWASTA PERSIAPAN STABAT

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan media interaktif berbasis Wordwall dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar Sejarah di kelas XI SMA Swasta Persiapan Stabat. Media pembelajaran Wordwall diimplementasikan sebagai strategi inovatif untuk memperkaya pengalaman pembelajaran siswa. Media interaktif adalah suatu bentuk alat atau teknologi yang memungkinkan interaksi dua arah antara pengguna dan media tersebut. Dalam konteks pendidikan, media interaktif sering kali digunakan sebagai sarana untuk memfasilitasi pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Keunggulan media interaktif terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Media ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran individu, memungkinkan pengalaman pembelajaran yang lebih personal dan relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian melibatkan siswa kelas XI di SMA Swasta Persiapan Stabat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall efektif dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Siswa menunjukkan respons positif terhadap penggunaan media interaktif ini, yang memberikan mereka pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Selain itu, Wordwall membantu membangun suasana kelas yang kolaboratif dan mendorong diskusi antar siswa. Temuan ini memberikan implikasi positif terhadap pengembangan strategi pembelajaran berbasis teknologi dalam konteks pembelajaran sejarah di tingkat Sekolah Menengah Atas.ABSTRACT This research aims to evaluate the use of Wordwall Interactive Media to enhance the interest and motivation of class XI SMA Swasta Persiapan Stabat.  Wordwall learning media is implemented as an innovative strategy to enrich students' learning experiences. Interactive media is a form of tool or technology that allows two-way interaction between users and the media. In the educational context, interactive media is often used as a means to facilitate active student participation in learning. The advantages of interactive media lie in its ability to increase student engagement in the learning process. This media can be customized to individual learning needs, providing a more personal and relevant learning experience. The research methodology employed is qualitative with a case study approach, involving class XI SMA Swasta Persiapan Stabat. as research participants. Data collection methods include observation, interviews, and document analysis. The research findings indicate that the use of Wordwall is effective in enhancing students' interest and motivation in learning. Students exhibited a positive response to the interactive media, providing them with a more engaging and participative learning experience. Additionally, Wordwall helped foster a collaborative classroom atmosphere and encouraged discussions among students. These findings have positive implications for the development of technology-based learning strategies in the context of History education at the high school level. Keywords: Interactive Media; Wordwall; History

    IDENTIFIKASI BAKAT ATLET CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi atlet yang memiliki bak pada cabang olahraga sepakbola di Kabupaten Gunungkidul usia 13-15 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metod survei dan teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Populasi da sampel penelitian ini melibatkan seluruh atlet sepakbola usia 13-15 tahun d wilayah Kabupaten Gunungkidul. Teknik pengambilan data menggunakan te instrumen yang digunakan yaitu Barrow Motor Ability Test dari Harold M. Barrow berupa baterai tes terdiri dari tiga butir tes yaitu: (1) standing board jump, (2) zi zag run, dan (3) medicine ball put dan tes pengembangan tes kecakapan ”Davi Lee” dari penelitian Subagyo Irianto. Teknik analisis data menggunakan tekni analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menujukkan bahwa kemampuan atlet sepakbola d Kabupaten Gunungkidul terdapat 6,67% (5 atlet) katagori sangat berbakat, 26,67% (20 atlet) katagori berbakat, 37,33 % (28 atlet) kategori cukup berbakat, 18,67% (14 atlet) katagori kurang berbakat dan 10,66% (8 atlet) kategori tidak berbakat

    Pembangunan Pertanian di Kabupaten Simalungun Pada Masa Orde Baru

    Get PDF
    Isu pembangunan pertanian di Kabupaten Simalungun merupakan topik yang menarik. Program masa Orde Baru melalui Repelita diharapkan mampu meningkatkan pertanian yang maju, efisien dan tangguh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai program pembangunan pertanian masa Orde Baru serta pengaruhnya terhadap pembangunan pertanian di Simalungun. Adanya politik pembangunan pertanian pada masa Orde Baru dengan cara pengembangan irigasi, benih unggul, pupuk kimia, pestisida dan lembaga pendukung. Lembaga pertanian di Simalungun yang tercantum sesuai Repelita tumbuh dan berkembang dengan pesat ke seluruh wilayah. Rencana pembangunan pertanian di Simalungun berkembang dengan pesat, tetapi tidak berhasil menaikkan taraf kehidupan petani. Pada akhir pembangunan pertanian, banyak terjadi konversi lahan pertanian dari padi ketanaman non pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori politik pembangunan dengan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi

    Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Nilai-nilai Kearifan Lokal pada siswa-siswi SMA Al Ma’shum Kisaran

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran dan dampak penguatan profil pelajar Pancasila melalui penerapan nilai-nilai kearifan lokal Temu manten dalam upacara pernikahan adat Jawa di kalangan siswa-siswi SMA Al Ma'shum Kisaran. Kearifan lokal terhadap nilai-nilai Pancasila. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Peserta penelitian melibatkan siswa-siswi yang telah mengalami prosesi Temu manten dalam upacara pernikahan adat Jawa. Hasil penelitian ini diharapkan mampu untuk mengembangkan keenam dimensi profil pelajar pancasila yang diantaranya Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; kemandirian; kerjasama; keragaman global; penalaran kritis; dan kreativitas yang dihayati melalui Temu manten memiliki potensi untuk memberikan kontribusi positif terhadap penguatan profil pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa-siswi SMA Swasta Al Ma’shum memiliki jiwa dengan nilai-nilai seperti gotong royong, adab sopan santun, dan rasa tanggung jawab dalam konteks upacara pernikahan adat Jawa memberikan kesempatan bagi pelajar untuk meresapi nilai-nilai tersebut secara mendalam. Selanjutnya Perwujudan profil pelajar Pancasila terintegrasi nilai lokal dengan nilai-nilai nasional dapat berkontribusi pada pembentukan pelajar yang tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap Pancasila, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air

    Pembangunan Pertanian di Kabupaten Simalungun pada Masa Orde Baru

    No full text
    Isu mengenai pembangunan pertanian masih menjadi topik yang hangat untuk terus dikaji. khususnya pembangunan pertanian padi di Kabupaten Simalungun, pembangunan pertanian merupakan suatu program dari pemerintah Orde Baru yang dikemas melalui Repelita. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi padi agar menuju pertanian yang maju, efisien dan tangguh. Serta berdampak baik pada kesejahteraan hidup petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai program pembangunan pertanian yang dilakukan oleh Orde Baru serta pengaruhnya terhadap tingkat keberhasilan pembangunan pertanian di Simalungun. Tesis ini menggunakan pendekatan teori Politik Pembangunan dengan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa; Pertama, terdapat politik pembangunan pertanian padi pada masa Orde Baru yang mengedepankan ciri pembaruan dengan cara mekanisasi pertanian, baik itu dalam pengembangan irigasi, benih unggul, pupuk kimia, pestisida dan lembaga pendukung pertanian. Kedua, lembaga pertanian di Simalungun yang dikelola oleh pemerintah yang tercantum sesuai Repelita tumbuh dan berkembang dengan pesat ke seluruh pelosok wilayah Simalungun. Ketiga, rencana pembangunan pertanian di Simalungun berkembang dengan pesat namun tidak berhasil menaikkan taraf kehidupan petani di Simalungun . Keempat, pada akhir pembangunan pertanian di Simalungun banyak terjadi konversi lahan pertanian dari padi ketanaman non pertanian. Selain faktor masyarakatnya, faktor pemerintah pusat juga mencoba mengembangkan pola Perkebunan Inti Rakyat di daerah penghasil padi ladang.The issue of agricultural development is still a hot topic to continue to be studied. Particularly for the development of rice farming in Simalungun, agricultural development was a Orde Baru government program which was packaged through Repelita. This program is expected to be able to increase rice production towards advanced, efficient and resilient agriculture. And have a good impact on the welfare of farmers. The aims of research this study was to determine the various agricultural development programs carried out by the Orde Baru and their effects on the success rate of agricultural development in Simalungun. This thesis uses a theoretical approach to political development with historical research methods including heuristics, verification, interpretation and historiography. The research of this study explain that; First, the existence of a rice agricultural development policy during the Orde Baru which prioritized the nature of renewal through agricultural mechanization, both in the development of irrigation, superior seeds, chemical fertilizers, pesticides, and agricultural supporting institutions. Second, Repelita growt and developed rapidly throughout the Simalungun. Third, the agricultural development plan in Simalungun which is growing rapidly but has not succeeded in increasing the standard of living of farmers in Simalungun. Fourth, at the end of agricultural development in Simalungun, there was a lot of conversion of agricultural land from non-agricultural plants planted with rice. Apart from community factors, the central government factor is also trying to develop a nucleus plantation pattern in upland rice producing areas.178 HalamanTesis Magiste

    PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN LEMARI REK 2 PINTU PADA INDUSTRI KAYU UKIR DI PALEMBANG

    Get PDF
    CALCULATION OF COST OF GOODS ORDERS OF REK’S CUPBOARD 2 DOORS IN INDUSTRY WOOD CARVING IN PALEMBANG Deni Hardianto, 2015(xiv + 62 pages) Email: [email protected] The object under study in the form of a two-door cupboard rek contained in the store Al Ihsan, Laquer store, and the store Simbar. Rek cabinet making industry is located on Jl. Faqih Jalaluddin 19 Ilir Palembang. In the data collection industry, the writer uses the method of direct observation, interviews, and documentation. From the data obtained, the authors found several problems. Like, yet precise classification between direct and indirect costs, expenses that are not accounted for in the company the cost of production, such as the charging of electricity into the home industry. To overcome the problems that exist in the industry, the author tries to give advice that might be useful for the industry, the industry should classify the cost of direct materials and indirect and include the cost of electricity in calculating the cost of production

    Representasi Penguatan Identitas Budaya pada Mahasiswa Melalui Pendidikan Sosial Budaya di STKIP Al Maksum Langkat

    Get PDF
    Budaya sebagai identitas sosial masih menjadi isu yang hangat untuk perbincangkan. Fenomena tersebut berkembang luas pada era digital sebagai bentuk imbas berkembangnya modernisasi. aspek yang dibenturkan adalah modernisasi dan pengaruh yang signifikan terhadap budaya. isu tersebut diprediksi muncul sejak akhir abad ke-20, dampaknya masyarakat semakin kehilangan Identitas budaya. sehingga dibutuhkan usaha untuk representasi identitas tersebut melalui pendiidkan sosial dan budaya.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yang digunakan secara langsung untuk mendapatkan data dan permasalahan yang lebih konkrit dan secara langsung berhubungan dengan berbagai objek yang akan diteliti. data yang diperoleh akan diolah melalui reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/verification). faktor pendukung lahirnya identitas budaya meliputi pembelajaran dan penerimaan yang meliputi suatu tradisi, sifat bawaan, bahasa, agama, keturunan dari suatu kebudayaan. faktor pendukung berupa bekal entik dan pendidikan sosial budya dapat dijadikan modal awal untuk mewujudkankan individu yang memiliki identitas budaya. upaya yang dilakukan untuk merepresentasikan identitas budaya adalah dengan cara pemanfatan media soial dan pembiasaan karakter pada mahasiswa.Identitas Budaya dalam pendidikan sosial budaya merupakan suatu proses yang penting bagi mahasiswa, karena mampu membantu mereka untuk memahami dan menghargai keragaman budaya, mengembangkan keterampilan interkultural, serta mempersiapkan diri menjadi warga global yang berpikiran terbuka dan mampu berinteraksi secara positif dengan masyarakat yang berbeda-beda. sehingga dampaknya secara langsung dapat direpresentasikan untuk masyarakat luas baik secara digital maupun secara langsung

    SOSIALISASI PENERAPAN SEKOLAH BEBAS PERUNDUNGAN (BULLYING) PADA GURU-GURU DI DESA STUNGKIT

    Get PDF
    Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan tentang perundungan (bullying) di sekolah, suatu masalah serius tindak kekerasan yang dapat memiliki dampak negatif bagi semua pihak yang terlibat (baik korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah). Dampak yang paling buruk dari perundungan adalah korban mengalami cedera, kerugian materi, bahkan mengancam nyawa korban. Fenomena perundungan kini telah menyebar dari perkotaan hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu, Kabupaten Langkat, yang berdekatan dengan Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara harus bertindak untuk mengatasi maraknya perilaku perundungan di sekolah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan sosialisasi kepada para guru di sekolah. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa perilaku perundungan di Desa Stungkit masih tergolong dalam kategori yang wajar (tidak ekstrem). Melalui penyuluhan pertama guru memperoleh pemahaman baru tentang gejala perundungan bullying dan cyberbullying. Selanjutnya, dalam penyuluhan kedua disarankan agar sekolah membentuk Satuan Tugas Anti Bullying sebagai acuan dalam mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan
    corecore