1,721,282 research outputs found
Gending Klasik"PASANG WETAN,Gd. pl.nem"
Gending Klasik"PASANG WETAN,Gd. pl.nem"
Penyaji: Harjito, Ujian Penyajian Karawiatan (REsital), Pendapa ISI Surakarta
Gending Klasik"GOBET,Gd.kt.4 kr. mgh.8 pl.nem"
Gending Klasik"GOBET,Gd.kt.4 kr. mgh.8 pl.nem"
Penyaji: Harjito, Ujian penyajian klarawitan (Resital),Pendapa ISI Surakarta
Gending Klasik"RANDHAT,Gd. Kt.4 kr.mhg. ldr.KANDHA MANYURA, lrs sl.pl..myr"
Gending Klasik"RANDHAT,Gd. Kt.4 kr.mhg. ldr.KANDHA MANYURA, lrs sl.pl..myr"
Penyaji: Harjito, Ujian Penyajian Karawitan(Resita), Pendapa ISI Surakarta
Struktur Naratif Lakon Thothok Kerot Ki Harjito Mudho Darsono
AbstractThis paper aims to find the narrative structure of Thothok Kerot performance by Ki Harjito Mudho Darsono. The findings are similar to performance outlines. The research data were audio-visual recordings of Thothok Kerot performance by Ki Harjito Mudho Darsono. Structural method of Becker’s model has been used. In particular, Becker’s narrative structure simplified by Kasidi has been used in the analysis. It has been stated that the structure of a play is built hierarchically from three main parts according to the performance segmentation. Each shadow puppet performance is divided into three scenes, each scene has the same internal structure as a segment of one whole shadow puppet performance. The results show that the narrative structure of Thothok Kerot performance by Ki Harjito Mudho Darsono influences Surakarta style of shadow puppet performances.AbstrakTulisan ini bertujuan menemukan struktur naratif lakon Thothok Kerot Ki Harjito Mudho Darsono. Temuan itu dapat disetarakan dengan balungan lakon. Data penelitian berupa rekaman audio visual lakon Thothok Kerot Ki Harjito Mudho Darsono. Konsep struktur naratif Becker yang direduksi Kasidi digunakan dalam analisis. Konsep tersebut mengatakan bahwa stuktur lakon dibangun secara hirarkis dari tiga unit pokok sesuai dengan pembabakan lakon. Setiap lakon wayang dibagi ke dalam tiga babak, masing-masing babak memiliki stuktur internal yang sama sebagai suatu kesatuan lakon wayang secara menyeluruh. Metode yang digunakan adalah metode struktural model Becker. Hasil yang didapat yaitu struktur naratif lakon Thothok Kerot Ki Harjito Mudho Darsono terpengaruh pakeliran wayang kulit gaya Surakarta
Lakon Thothok Kerot Versi Ki Harjito Mudho Darsono, Kajian Stuktural
Tujuan penelitian ini menerbitkan / menyajikan teks caking pakeliran wayang krucil lakon Thothok Kerot versi Ki Harjito Mudho Darsono, menemukan stuktur caking pakeliran wayang krucil lakon Thothok Kerot versi Ki Harjito Mudho Darsono. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian stuktural pertunjukan wayang krucil yang sudah ada. Harapan lain, penelitian ini dapat memberi sumbangan pengetahuan terhadap perkembangan ilmu seni pedalangan. Penelitian ini diharapkan juga dapat menambah referensi dalam meningkatkan apresiasi bagi pelaku seni khususnya di bidang seni pedalangan.
Metode yang dipakai penelitian adalah metode stuktural model Nojowirongko. Langkah pertama analisis stuktur cak-ing pakeliran lakon Thothok Kerot versi Ki Harjito Mudho Darsono dengan mentranskrip rekaman audio visual ke dalam bentuk tulisan beserta penanda-penandanya. Langkah awal yang ditempuh adalah meyajikan stuktur umum lakon tradisi pewayangan Surakarta, selanjutnya disajikan unsur naratif lakon Thothok Kerot versi Ki Harjito Mudho Darsono yang meliputi: pembagian pathet, bentuk jejeran, adegan, bentuk perangan, jenis-jenis deskripsi, bentuk tindakan dan iringan.
Berdasakan hasil analisis terhadap lakon Thothok Kerot versi Ki Harjito Mudho Darsono dapat diambil disimpulkan bahwa lakon Thothok Kerot sajian Ki Harjito Mudho Darsono merupakan salah satu dari versi lakon wayang krucil yang menggunakan cak-ing pakeliran tradisi pewayangan gaya Surakarta. Hal tersebut dapat diihat dari penggunaan sulukan, carita, dhodhogan-keprakan, gendhing iringan, dan kombangan yang digunakan dalam pergelaran tersebut. Digunakannya struktur cak-ing pakeliran gagrag Surakarta disebabkan oleh proses atau perjalanan karirnya sebagai dalang. Seperti telah dikatakan dalam bab-bab terdahulu bahwa Ki Harjito Mudho Darsono cukup lama nyantrik kepada Ki Manteb Sudarsono dengan demikian hasil “belajarnya” itu akan mewarnai pakelirannya
Pelanggaran Prinsip Kerjasama Dalam Naskah Drama Bangjo Karya Harjito Dan Implikasinya Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Viii Semester 1
This research includes the following three objectives: (1) violation of the principle
of cooperation in screenplay Bangjo Harjito works; (2) the form of the use of
implikatur in Bangjo screenplay work Harjito; (3) the implications of violations of
the principle of cooperation contained in the paper Bangjo paper Harjito drama
on Indonesian language learning class VIII semester 1. This type of research is a
qualitative description. This form of research data Bangjo screenplay work
Harjito. The technique of data collection methods and techniques simak bebas
libat cakap. Technique of data analysis using the method of padan pragmatik. The
results of this research found 54 speech is a violation of the principle of
cooperation, namely: (1) violation of the maxim of quantity (33 speech); (2)
quality (3 speech); (3) the relevance (10 speech); (4) implementation (8 speech).
There are 54 implikatur form of speech. Implications on language learning
Indonesia KD 8.2 creative writing the script of one-act drama with notice rule
script writing drama
KAJIAN ESTETIK PERTUNJUKAN WAYANG KLITHIK LAKON THOTHOK KEROT SAJIAN KI HARJITO MUDHO DARSONO
Skripsi yang berjudul Kajian Estetik Pertunjukan Wayang Klithik
Lakon Thothok Kerot Sajian Harjito Mudho Darsono, merupakan sebuah
penelitian yang bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai estetik yang
terkandung dalam sebuah pertunjukan wayang klithik yang diselenggarakan
di Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri Jawa Timur
dengan sudut pandang estetika pedalangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian deskriptif interpretatif, validitas data didapatkan melalui
trianggulasi data, yakni telaah data dari tiga sumber yakni; studi pustaka,
wawancara, dan transkripsi melalui rekaman audio visual.
Penelitian mengenai kajian estetik pertunjukan wayang klithik ini
berangkat dari sebuah pemikiran mengenai masih adakah nilai-nilai estetik
yang terkandung dalam pertunjukan wayang sekaligus mengungkap
relevansi antara pertunjukan wayang klithik dengan pola berbudaya
masyarakat pendukungnya.
Hasil dari penelitian ini membuktikan adannya kandungan nilai
estetik dalam pakeliran Harjito mudho Darsono dalam lakon Thothok Kerot
serta relevansinnya dalam kehidupan masyarakat Kayen Kidul Kediri
PENGARUH KEBOCORAN INTERCOOLER MAIN ENGINE TERHADAP PERFORMA PERMESINAN BANTU PADA SISTEM PENDINGINAN TERTUTUP DI MV.DK 03
ABSTRAK
Harjito, 2023, NIT: 561911237372 T , “Pengaruh Kebocoran Intercooler Main Engine Terhdap Performa Permesinan Bantu Pada Sistem Pendinginan Tertutup di MV.DK 03”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: H. Mustholiq, M.M.M.Mar.E. Pembimbing II: Kresno Yuntoro, S.ST.,M.M.
Kapal sebagai transportasi angkutan laut yang beroprasi sebagai jasa angkutan manusia maupun barang dari satu pulau ke pulau lain dan dari satu negara ke negara lain. Kelancaran kinerja system pendingin sangat penting guna menunjang layanan transportasi kapal, apabila intercooler mengalami kebocoran maka dapat menghambat proses kelancaran operasi kapal.
Intercooler berfungsi untuk mengatur keseimbangan suhu dan meningkatkan kualitas udara yang masuk ke ruang bakar maka dari itu intercooler perlu perawatan dam perbaikan dengan baik supaya udara yang dihasilkan mempunyai suhu rendah dan bertekanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahi faktor dan dampak penyebab menurunnya kinerja intercooler terhadap performa mesin induk dan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah menurunnya kinerja intercooler.
Peneliti menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Data data diambil dari data primer dan ata sekunder. observasi, wawancara dan studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan sehingga di dapatkan teknik keabsahan data. Data yang sudah teruji keabsahan yang dianalisa dengan menggunakan diagram fishbone dan menggunakan metode SHELL.
Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa penyebab utama menurunnya kinerja intercooler adalah kotornya kisi kisi udara pada intercooler, banyaknya kotoran yang mengendap pada pipa pipa kondensor dan kurangnya supply air laut untuk proses pendinginan. Dari faktor penyebab tersebut mengakibatkan proses pendinginan mengakibatkan proses pendinginan berjalan tidak maksimal dan berdampak pada tenaga mesin induk yang dihasilkan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja intercooler adalah melakukan perawatan berkala yang sesuai dengan prosedur terhadap bagian bagian intercooler diantaranya adalah fins pada sisi udara tube pada bagian intercooler dan filter sea chest pada bagian pompa air laut untuk menunjang supply air laut
Kritik Sosial dalam Naskah Drama Bangjo Karya Harjito dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar di SMA
This study aims to (1) describe the structure that built the Bangjo drama script by
Harjito, (2) express social criticism contained in Harjito's Bangjo drama script,
and (3) describe the implementation of the results of Harjito's Bangjo drama script
as Indonesian literary
teaching material in senior high school. This study used
descriptive qualitative method. Data sources obtained from Bangjo Harjito's
playwriting amounted to 16 sheets. The technique of collecting data uses library
techniques, listening techniques and notes, and snippet techniques. The data
analysis technique in this study was carried out using the dialectical method. The
results of this study were (1) the plot used by Harjito in the Bangjo drama script,
namely the forward flow. The figure presented in the Bangjo drama script has four
characters with the main character, Yu Manis. Furthermore, there are five
supporting figures, namely Mas Darmo, Prayitno, and Mbak Tari. Implicitly, the
time setting described is at night. The incident depicted in the Bangjo script took
place in Angkringan Yu Manis with the depiction of being in a crowd point of the
middle to lower society. This text adopts the story of the habits of the workers in
their lives. (2) the form of social criticism contained in Harjito's Bangjo play is
divided into four, namely criticism of social processes, criticism of social change,
criticism of social problems and criticism of social structures and (3) Harjito's
Bangjo drama script can be used as teaching material in the first semester of XI
class high school with KD 1.2 and 1.3
- …
