63 research outputs found

    Penanganan Konflik Etnis di Kota Tanjungbalai dalam Perspektif Komunikasi Antarbudaya

    No full text
    The purpose of this research is to figure out how the real problems that exist in the city of Tanjungbalai regarding the ethnicity conflict the occurred on the 29th of July 2016 and the influencing factors that caused the process of the conflict handling. The method used in this research is qualitative-descriptive with the constructivist paradigm. Data collecting technique is done by in-depth interview method, documentation and observation to gather detailed information from phenomenon on the field. In this research, some dimensions of conflict and intercultural communication are the theory of the progression. The research subjects are formal and informal figures of nine individuals which some were directly involved in the conflict handling for which a clue was figured that was almost similar to what happened on the field and for future handling. The main issue of this conflict was due to statue position of construction of Vihara Tri Ratna which immediately followed up and resolved the situation by Local Head Leader Communication Forum (Forkopimda). Finally, Which is the agreement to remove the statue of Amitabba in Tri Ratna Vihara. On the conflict handling aspect, intercultural communication intertwined is already very basic and results in the salvation wanted. The process of salvation and future expectation is to have the respectful and rewarding plural community. So that diversity (pluralism) and heterogeneous of the people of Tanjungbalai can be maintained peacefully in a smooth way.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya masalah yang ada di Kota Tanjungbalai dalam konflik etnis yang terjadi pada tanggal 29 Juli 2016 dan faktor yang mempengaruhinya sehingga terjadilah proses penanganan konflik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, dokumentasi serta observasi guna memperoleh informasi-informasi secara detail dari fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan. Pada penelitian ini, beberapa dimensi konflik dan komunikasi antarbudaya yang dijadikan teori pengembangannya. Subjek penelitian terdiri dari tokoh formal dan informal sebanyak sembilan orang yang diantaranya langsung ikut dalam penanganan konflik. Untuk itu didapat sebuah petunjuk yang hampir sama dengan kejadian dilapangan dan penanganan untuk kedepan. Akar masalahnya yaitu pendirian patung di Vihara Tri Ratna, dan pihak Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung menindaklanjuti dan menyelesaikannya. Dan akhirnya mendapatkan kesepakatan untuk menurunkan patung Amitabba yang ada di Vihara Tri Ratna. Dari aspek penanganan konflik, komunikasi antarbudaya yang dibangun sudah sangat standar dan menghasilkan penyelesaian yang diinginkan. Proses penyelesaian dan harapan kedepan adalah menjadikan masyarakat majemuk yang saling menghormati dan saling menghargai. Sehingga keberagaman (pluralisme) dan heterogennya masyarakat Tanjungbalai bisa terjaga dengan aman dan lancar.182 HalamanTesis Magiste

    Strategi Kampanye Caleg Kiagus Ishak (PAN) dan Syafruddin (PPP) dalam Pileg 2019 Kota Palembang

    No full text
    Seeing from the phenomenon of legislative candidates who use various political campaign strategy methods used in competing in the legislative general election is very important, so in this study the author examines the problem of winning strategies that have been carried out by the incumbent legislative candidate from the PAN Party named Kiagus Ishak. Yasin and H. RM. Syafruddin, SE, .MM from the PPP Party as a new legislative candidate running where the two legislative candidates are both local male legislative candidates who come from Palembang aristocratic descent in winning the 2019 legislative elections in Palembang City what caused the success and the failure of the two legislative candidates. This study aims to determine the winning strategy used by the two candidates in their election area. Based on the theory used. The defensive strategy is used when the legislative candidates want to retain the majority or if the vote is achieved, they want to be preserved. This strategy was developed by legislative candidates as a way to maintain votes from the support surrounding the local community. The offensive political strategy is a political campaign strategy used to influence voters, what must be sold or displayed is the difference to the prevailing conditions at that time and the benefits that can be expected from it so that new voter groups can be formed in addition to existing voters. The results of the research conducted by the researchers, among others, were able to find that although both of them both bear the title of clan from the native area of ​​Palembang City, several factors were also found that led to the effectiveness of the strategies used by the two local male legislative candidates above, both Incumbent and incumbent candidates, namely Kiagus Ishak Yasin and a local legislative candidate, a local newcomer, H. RM. Syafruddin, SE, .MM so that it had a direct impact on the legislative candidates who won, namely Kgs Ishak Yasin from the PAN Party and there were also legislative candidates who failed to be elected or lost to H. RM. Syafruddin, SE, .MM from the PPP Party

    Studi komparasi konsep Zakiah Daradjat dan Dadang Hawari tentang gangguan mental dan penanggulangannya

    No full text
    Skripsi ini disusun oleh Awaludin Haris (NIM 1101024) dengan pembimbing Drs. H. Machasin, MSi (bidang substansi materi) dan Syafruddin, M.Ag (bidang metodologi dan tatatulis). Skripsi ini berjudul "Studi Komparasi Konsep Zakiah Daradjat dan Dadang Hawari tentang Gangguan Mental dan Penanggulangannya". Kata Kunci: Gangguan Mental dan Penanggulangannya. Metode penulisan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber primernya adalah karya Daradjat yang berjudul: Kesehaan Mental dan Hawari yang berjudul: Al-Qur'an, Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Sumber sekunder berupa karya Zakiah Daradjat dan karya Dadang Hawari yang lain. Adapun pengambilan data menggunakan penelitian kepustakaan (library research), sedangkan metode analisis yang digunakan adalah metode analisis komparatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa menurut Daradjat untuk menanggulangi gangguan mental adalah dengan mempertebal keimanan. Dalam buku tersebut diungkapkan tentang arti pentingnya keimanan atau ketauhidan dalam membentuk gangguan mental seseorang. Pokok-pokok keimanan yang diwajibkan bagi umat Islam, sangat penting artinya dalam menanggulangi gangguan mental, karena keimanan memupuk dan mengembangkan fungsi-fungsi jiwa dan memelihara keseimbangannya serta menjamin ketenteraman batin. Menurut Hawari, dari berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para pakar dapat disimpulkan bahwa untuk menanggulangi gangguan mental adalah melalui pelaksanaan rukun iman yang berjumlah enam dan melalui pengamalan lima rukun Islam. Persamaan konsep Daradjat dan Hawari tentang gangguan mental dan penanggulangannya yaitu kedua tokoh itu mengakui bahwa tentang gangguan mental dan penanggulangannya adalah dengan agama, khususnya memperkuat keimanan. Adapun perbedaannya yaitu pertama, Daradjat telah dengan baik dapat menjelaskan secara rinci tentang bagaimana caranya beriman kepada Allah Swt itu supaya betul-betul menenteramkan batin. Sedangkan Dadang Hawari tidak menjelaskan bagaimana caranya agar orang bisa dengan mudah mengimani rukun iman yang keenam itu. Perbedaan lainnya yaitu pendekatan yang digunakan. Dilihat dari perspektif bimbingan konseling Islam, maka konsep iman/tauhid dalam menanggulangi gangguan mental menurut kedua tokoh tersebut sangat relevan dengan tujuan bimbingan konseling Islam yaitu membantu individu sebagai klien yang belum atau sudah terkena masalah menjadi manusia seutuhnya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rekomendasi: dengan memperhatikan konsep Zakiah Daradjat dan Dadang Hawari tentang gangguan mental dan penanggulangannya, maka komitmen agama, khususnya mengimplementasikan rukun iman yang berjumlah enam, maka dapat menanggulangi gangguan mental. Atas dasar itu, konsep kedua tokoh hendaknya dapat dijadikan pedoman dalam menanggulangi gangguan mental. Pedoman tersebut sangat berguna baik bagi konselor, masyarakat maupun kalangan akademisi

    Hipertensi pada Sindrom Metabolik

    No full text
    Obesitas merupakan masalah yang banyak dijumpai baik di negara maju maupun di negara berkembang. Seiring dengan meningkatnya kejadian obesitas, dikenal sindrom metabolik yang terdiri dari obesitas sentral, resistensi insulin, hipertensi, dan dislipidemia berupa kadar trigliserida yang tinggi dan kolesterol high density lipoprotein (HDL) yang rendah. Sindrom metabolik terutama disebabkan oleh obesitas dan resistensi insulin. Selain sebagai tempat penyimpanan energi, jaringan lemak juga menghasilkan faktor yang menyebabkan hipertensi. Jaringan lemak dapat menguraikan angiotensin dari sistem angiotensin-renin. Pada obesitas, terjadi resistensi insulin dan gangguan fungsi endotel pembuluh darah yang menyebabkan vasokonstriksi dan reabsorbsi natrium di ginjal dan menyebabkan hipertensi. Penurunan berat badan merupakan faktor penting dalam tata laksana sindrom metabolik dengan hipertensi yang dicapai dengan diet, latihan, medikamentosa atau gabungan hal-hal tersebut. Obat antihipertensi dapat dipertimbangkan sebagai bagian pendekatan holistik dalam tata laksana.

    STRTEGI PEMENANGAN CALON LEGISLATIF LOKAL PUTRA DAERAH DALAM KONTESTASI PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2019 DI KOTA PALEMBANG STUDI KASUS: KIAGUS ISHAK YASIN DARI PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN) DAN HRM. SYAFRUDDIN. SE.,MM DARI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN

    No full text
    ABSTRACT This thesis is entitled about. WINNING STRATEGY OF LOCAL LEGISLATIVE CANDIDATES IN REGIONAL LEGISLATIVE ELECTIONS IN 2019 IN PALEMBANG CITY: Case Study of Kiagus Ishak Yasin from the National Mandate Party (PAN) and H. RM. Syafruddin, SE, .MM from the United Development Party (PPP). Seeing from the phenomenon of legislative candidates who use various political campaign strategy methods used in competing in the legislative general election is very important, so in this study the author examines the problem of winning strategies that have been carried out by the incumbent legislative candidate from the PAN Party named Kiagus Ishak. Yasin and H. RM. Syafruddin, SE, .MM from the PPP Party as a new legislative candidate running where the two legislative candidates are both local male legislative candidates who come from Palembang aristocratic descent in winning the 2019 legislative elections in Palembang City what caused the success and the failure of the two legislative candidates. This study aims to determine the winning strategy used by the two candidates in their election area. Based on the theory used. The defensive strategy is used when the legislative candidates want to retain the majority or if the vote is achieved, they want to be preserved. This strategy was developed by legislative candidates as a way to maintain votes from the support surrounding the local community. The offensive political strategy is a political campaign strategy used to influence voters, what must be sold or displayed is the difference to the prevailing conditions at that time and the benefits that can be expected from it so that new voter groups can be formed in addition to existing voters. The results of the research conducted by the researchers, among others, were able to find that although both of them both bear the title of clan from the native area of Palembang City, several factors were also found that led to the effectiveness of the strategies used by the two local male legislative candidates above, both Incumbent and incumbent candidates, namely Kiagus Ishak Yasin and a local legislative candidate, a local newcomer, H. RM. Syafruddin, SE, .MM so that it had a direct impact on the legislative candidates who won, namely Kgs Ishak Yasin from the PAN Party and there were also legislative candidates who failed to be elected or lost to H. RM. Syafruddin, SE, .MM from the PPP Party. Keywords: Strategy, Winning Local Male Regional Candidates in Palembang City ABSTRAK Skripsi ini berjudul tentang. STRATEGI PEMENANGAN CALON LEGISLATIF LOKAL PUTRA DAERAH DALAM KONTESTASI PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2019 DI KOTA PALEMBANG: Studi Kasus Kiagus Ishak Yasin dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan H. RM. Syafruddin, SE,.MM dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Melihat dari fenomena para calon legislatif yang menggunakan berbagai metode strategi kampanye politik yang digunakan dalam berkompetisi pada pemilihan umum legislatif memang sangat penting maka dalam penelitian ini penulis yang mengkaji masalah strategi pemenangan yang telah dilakukan calon legislatif petahana (Incumbent) dari Partai PAN yang bernama Kiagus Ishak Yasin dan H. RM. Syafruddin, SE,.MM dari Partai PPP sebagai calon legislatif yang baru mencalonkan diri yang dimana kedua calon legislatif ini sama-sama calon legislatif lokal putra daerah yang berasal dari keturunan bangsawan Palembang dalam memenangkan pemilihan legislatif tahun 2019 di Kota Palembang apa yang menyebabkan keberhasilan dan kegagalan terhadap kedua calon legislatif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemenangan yang dipakai oleh kedua calon didalam daerah pemilhannya. Berdasarkan dari Teori yang digunakan. Strategi defensif digunakan bila para calon legislatif ingin mempertahankan mayoritas atau apabila perolehan suaranya yang dicapai, dapat sebelumnya ingin dipertahankan. Strategi ini dibangun oleh calon legislatif sebagai salah satu cara untuk memelihara suara dari dukungan sekitaran masyarakat setempat. Strategi politik ofensif merupakan strategi kampanye politik yang digunakan untuk mempengaruhi pemilih, yang harus dijual atau ditampilkan adalah perbedaan terhadap keadaan yang berlaku saat itu serta keuntungan-keuntungan yang dapat diharapkan dari padanya sehingga dapat terbentuk kelompok pemilih baru disamping para pemilih yang telah ada. Adapun hasil dari penelitian yang peneliti lakukan antara lain, berhasil menemukan meskipun sama-sama menyandang gelar marga berasal dari putra daerah asli Kota Palembang juga ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan efektifivitas strategi yang digunakan oleh kedua calon legislatif lokal putra daerah diatas baik caleg Incumbent atau petahana yakni Kiagus Ishak Yasin dan calon legislatif lokal putra daerah pendatang baru H. RM. Syafruddin, SE,.MM sehingga berdampak langsung kepada calon legislatif tersebut ada yang menang yakni Kgs Ishak Yasin dari Partai PAN dan ada juga calon legislatif yang gagal terpilih atau kalah yang dialami oleh H. RM. Syafruddin, SE,.MM dari Partai PPP. Kata Kunci: Strategi, Pemenangan Caleg Lokal Putra Daerah di Kota Palemban

    Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh

    No full text
    Latar belakang. Hipertensi pada anak masih mendapat perhatian yang serius karena dapat menimbulkan cacat menetap dan berakibat kematian. Prevalensi hipertensi anak tidak diketahui secara pasti, dilaporkan sekitar 1%-5%. Hipertensi tersering yang dijumpai di rumah sakit rujukan adalah hipertensi sekunder. Tujuan. Mengetahui profil klinis dan respon terapi pasien hipertensi pada anak di ruang rawat inap anak RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh selama periode 5 tahun. Metode. Penelitian deskriptif retrospektif untuk melihat gambaran hipertensi pada anak di RSUDZA. Data diperoleh dari catatan medik pasien hipertensi sejak tahun 2007- 2011. Data dikumpulkan berdasarkan derajat hipertensi, penyakit yang mendasari hipertensi, dan pengobatan yang diberikan. Hasil. Selama 5 tahun (2007-2011), terdapat 41 pasien hipertensi (26 laki-laki dan 15 perempuan). Hipertensi derajat satu 10 orang, derajat dua 16 orang, dan hipertensi krisis 15 orang. Umur tersering adalah 10-11 tahun. Tidak terdapat hubungan antara rerata umur dengan derajat hipertensi. Penyakit yang mendasari adalah 16 orang glomerolunefritis akut, 13 sindrom nefrotik, 7 gagal ginjal kronik, serta 5 penyakit lainnya. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit yang mendasari dengan derajat hipertensi. Respon pengobatan hipertensi dengan satu macam obat 9 orang, dua obat 19, dan 13 respon dengan gabungan tiga atau lebih obat. Terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah obat dengan derajat hipertensi. Kesimpulan. Hipertensi pada anak di RSUDZA paling sering terdapat anak berumur 10-11 tahun. Penyebab tersering adalah glomerulonefritis akut. Terdapat hubungan bermakna antara jumlah obat yang diberikan dengan derajat hipertensi

    Gambaran Derajat Dehidrasi dan Gangguan Fungsi Ginjal pada Diare Akut

    No full text
    Latar belakang. Diare akut merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan pada bayi dan anak. Gejala utamanya dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan penurunan volume ekstraselular yang menyebabkan berkurangnya perfusi jaringan memicu gangguan fungsi organ-organ tubuh salah satunya penurunan fungsi ginjal. Tujuan. Mengetahui gambaran derajat dehidrasi dan gangguan fungsi ginjal pada diare akut. Metode. Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectionalyang ditujukan untuk membuat deskripsi atau gambaran derajat dehidrasi dari diare akut dan gangguan fungsi ginjal pada pasien rawat inap anak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada Agustus sampai dengan bulan Desember 2010 dengan pengumpulan data, klasifikasi, dilanjutkan dengan analisis data. Hasil.Didapatkan 21 pasien diare akut yang memenuhi kriteria penelitian. Jumlah pasien berusia < 2 tahun 17, umur 2-15 tahun 4 anak. Jenis kelamin laki-laki 12 dan perempuan 4. Berdasarkan derajat dehidrasi didapatkan pasien diare akut tanpa dehidrasi 8, dehidrasi ringan sedang 11, dan dehidrasi berat 2. Laju filtrasi glomerulus (LFG) berdasarkan kriteria RIFLE ditemukan pasien diare akut dengan risk 6, dan injury1.Terdapat 2 masuk kriteria riskdari 8 pasien diare akut tanpa dehidrasi, 3 masuk kriteria riskdari 11 pasien diare akut dehidrasi ringan sedang, dan 1 masuk kriteria injurydari 2 pasien diare akut dengan dehidrasi berat. Kesimpulan. Semakin berat derajat dehidrasi maka semakin tinggi risiko terjadi gangguan fungsi ginjal
    corecore