24,335 research outputs found
Konsep Muhâsabah Menurut Haris Al-Muhasibi (165 H/781 M 243 H/857 M)
Mu âsabah adalah salah satu pembahasan penting dalam kajian tasawuf.
Mu âsabah adalah introspeksi, mawas diri atau meneliti diri, yakni menghitung-
hitung perbuatan pada tiap tahun, tiap bulan, tiap hari, bahkan setiap saat. Oleh
karena itu, mu âsabah tidak harus dilakukan pada akhir tahun, namun perlu
dilakukan setiap saat. Termasuk memperhatikan niat dan tujuan suatu perbuatan
yang akan dilakukan, serta melihat apakah perbuatan yang dilakukan bermanfaat
atau tidak, menguntungkan atau merugikan. Melihat zaman saat ini, ada masalah-
masalah jiwa yang tidak dapat diselesaikan dengan ilmu pengetahuan ilmiah,
karena ini masalah yang ada dalam ilmu spiritual. Masalah tersebut seperti
gangguan jiwa, kecemasan, stress, kebosanan hidup, dan lainnya. Maka dari itu
melakukan mu âsabah sangat penting dalam kehidupan manusia, karena itu Haris
al-Muhasibi membahas mu âsabah atau introspeksi diri dalam kitabnya Âdâbun
Nufûs. Peneliti memandang bahwa pentingnya untuk melakukan penelitian
mu âsabah Menurut Haris al-Muhasibi (165 H/781 M 243
H/857 M) Penelitian ini merupakan Studi Penelitian Tokoh melalui kajian
pustaka (Library Research).
Penelitian ini bersifat kualitatif sehingga peneliti menjadi instrument yang
bertindak sebagai alat penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan, dapat ditemukan bahwa konsep mu âsabah menurut al-Muhasibi yaitu
dengan menjauhkan dan menolak hawa nafsu, memperbanyak mengingat
kematian, mengetahui adanya balasan atas perbuatan yang dilakukan di hari akhir,
dan menyadarkan manusia bahwa ada kekurangan pada perbuatan amalnya.
Mu âsabah diri ini sangat relevan di zaman modern ini, karena dengan
melakukan mu âsabah, seseorang akan memiliki tabiat yang baik, pemikiran
positif, dan bermanfaat bagi orang lain. Seseorang yang sering melakukan
mu âsabah akan memiliki moral yang berlandaskan al- Sunnah, dan
dapat menjaga hubungan sosial dengan masyarakat
Peran Dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang
Penelitian ini berjudul “Peran Dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang”. Tujuan dalam penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang, dan faktor pendukung dan penghambat dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yaitu dengan mengumpulkan data yang dilakukan dengan penelitian di tempat pelaksanaan kegiatan yang diteliti. Metode penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan ilmu dakwah, sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: metode observasi, interview (wawancara) dan dokumentasi. Adapun metode analisis yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta dan karakteristik bidang-bidang tertentu secara faktual dan cermat dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena. Hasil penelitian menggambarkan bahwa peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang mencakup beberapa hal, yaitu: a). Pondok Pesantren Al-Itqon, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai pengasuh, guru, dan konselor Pondok Pesantren Al-Itqon dengan melalui pendekatan-pendekatan spiritual keagamaan, aqidah, akhlak, dan syariah; b). Majelis Taklim Ahad Pagi, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai pembimbing dan pimpinan jama’ah Majelis Taklim Ahad Pagi dengan melalui pembinaan dan penyampaian materi dengan cara penghayatan, pendalaman, dan pengamalan ajaran agama Islam; c). Yayasan Al-Wathoniyyah, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai penasehat serta mengawasi langsung berjalannya lembaga atau yayasan Al-Wathoniyyah; d) Partai Persatuan Pembangunan, peran dakwahnya adalah ikut serta dalam pengambilan kebijakan partai, sosialisasi politik dan rekruitmen politik dengan memberikan saran, tausiyah (pesan moral) yang sesuai dengan syari’ah kepada pengurus harian partai dan kader partai yang menjadi anggota DPRD; e) KBIH NU Kota Semarang, peran dakwah beliau adalah sebagai pembimbing dalam melakukan bimbingan KBIH NU Kota Semarang yaitu dengan memberikan materi-materi yang harus dikuasai oleh jama’ah haji; f) Masyarakat Kelurahan Tlogosari Wetan Pedurungan Semarang, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai da’i dengan mengaplikasikan lewat komunikasi (ceramah), pendidikan, dan bakti sosial. Sedangkan Faktor-faktor pendukung dan penghambat dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang adalah sebagai berikut : a). Faktor pendukung, diantaranya yaitu: memiliki ilmu pengetahuan agama Islam yang memadai, memiliki pribadi seorang da’i, profesionalisme seorang da’i, adanya niat dan kesungguhan dalam berdakwah, adanya dukungan keluarga dan masyarakat; b). Faktor penghambat, diantaranya yaitu: terbatasnya waktu yang terlalu padat, dari faktor keluarga terkadang masih disibukkan dengan urusan keluarga, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan agama Islam
Materi Pendidikan Islam dalam Kitab ‘Aq?dat al-‘Aww?m Karya Shaykh A?mad al-Marz?q? al-M?lik?
Materi yang diuraikan dalam Alquran menjadi bahan-bahan pokok pelajaran yang disajikan dalam proses pendidikan Islam, formal maupun nonformal. Oleh karena itu materi pendidikan Islam yang bersumber dari Alquran harus dipahami, dihayati, diyakini, dan diamalkan dalam kehidupan umat Islam. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana materi yang terkandung dalam pendidikan Islam maupun dalam Kitab ‘Aq?dat al-‘Aww?m. Adapun Shaykh A?mad al-Marz?q? al-M?lik? melalui kitabnya ‘Aq?dat al-‘Aww?m yang menunjukkan materi pendidikan Islam sebagai pokok pelajaran dalam kehidupan sehari- hari. Di mana kitab tersebut yang isinya mencakup tiga materi yakni Tauhid, Akidah dan Akhlak yang terdapat dalam Kitab ‘Aq?dat al-‘Aww?m. Penelitian tersebut termasuk penelitian kepustakaan (library research), dengan metode analisi isi (content analysis). Dari hasil penelitian data disimpulkan bahwa kitab ‘Aq?dat al-‘Aww?m yang mana memiliki isi kandungan materi pendidikan Islam dengan penjelasan yang jelas, dan mudah dipahami
Hyperfine splitting of [Al VI] 3.66 mu m and the Al isotopic ratio in NGC 6302
The core of planetary nebula NGC 6302 is filled with high-excitation photoionized gas at low expansion velocities. It represents a unique astrophysical situation in which to search for hyperfine structure (HFS) in coronal emission lines from highly ionized species. HFS is otherwise blended by thermal or velocity broadening. Spectra containing [Al vr] 3.66 mu m P-3(2) <- P-3(1), obtained with Phoenix on Gemini South at resolving powers of up to 75000, resolve the line into five hyperfine components separated by 20-60 km s(-1) as a result of the coupling of the I = 5/2 nuclear spin of Al-27 with the total electronic angular momentum J. The isotope Al-26 has a different nuclear spin of I = 5, and a different HFS, which allows us to place a 3 sigma upper limit on the Al-26/Al-27 abundance ratio of 1/33. We measure the HFS magnetic dipole coupling constants for [Al vr], and provide the first estimates of the electric quadrupole HFS coupling constants obtained through astronomical observations of an atomic transition
Dr Fouad M Al-Akl (1903-71): the life and achievement of a 1924 graduate of the American University of Beirut Medical School.
This paper is a summary of a book entitled Until Summer Comes, written by F M Al-Akl and published in 1945 by the Pond-Ekberg Company. Only two copies of this book are known, one in the Library of the American University of Beirut and the other belongs to the author. This paper brings knowledge of the subject's life to a wider audience
Kitab Jadual Nikah karya Isma'il Mundu : teks dan analisis / Didik M. Nur Haris
Kitab Jadual Nikah karya Isma’il Mundu: Teks dan Analisis: Perkahwinan di alam Melayu adalah antara perkara yang mengalami proses pembaharuan selepas kedatangan Islam. Berjayanya sistem perkahwinan Islam ini, tidak terlepas daripada pengaruh karya-karya ilmiah ulama Melayu dalam pelbagai bidang, terutamanya kitab-kitab yang menumpukan kajiannya secara khusus tentang perkahwinan dalam Islam. Antara kitab Melayu yang cukup berjaya dalam membahaskan permasalahan ini adalah Kitab Jadual Nikah karya Isma’il Mundu. Objektif kajian ini adalah meneroka kandungan Kitab Jadual Nikah dengan merujukkannya kepada referensi utama (ummahat al-Kutub) dalam mazhab Syafii dan mentransliterasi tulisannya daripada Arab Jawi kepada Arab Rumi serta
memperbandingkannya dengan pendapat fuqaha mazhab yang empat. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan (library research), teks dan historis. Kajian ini telah mendapati bahawa Kitab Jadual Nikah secara khas membincangkan perkara-perkara yang terkait dengan rukun-rukun nikah seperti hukum nikah, ijab qabul, wali, saksi, syarat seorang suami dan
isteri serta kufu dalam perkahwinan dengan merujuk kepada aqwal (pendapat-pendapat) fuqaha dalam mazhab Syafii. Kitab ini merupakan karya asal dan autentik yang telah ditulis
berasaskan worldview Islam dengan mengikut kaedah dan prinsip dalam syariah. Teknik penulisan kitab ini memadukan antara teknik fatwa (soalan-jawapan) dan deskriptif dengan
menggunakan sistem ejaan Arab-Jawi Za’ba.
Keywords: Kitab Jadual Nikah, Guru Haji Isma’il Mund
El Mágreb en el Muʿǧam al-buldān de Yāqūt al-Rūmī (m. 626/1229): Análisis del contenido y fuentes
The well-known work Muʿǧam al-buldān (Dictionary of the countries), which was completed by the geographer and scholar Yāqūt al-Rūmī al-Ḥamawī (d. 626/1229) a year before his death, provides valuable information on the many place-names collected by this author. Such information is not limited only to geographical aspects, but also involves literary and biographical ones, and has been addressed in works related to al-Andalus. My purpose in the present article is to make a first approach to the image that Yāqūt projects of the Maghreb through some specific examples, making a brief tour of the sources he used, and especially the Andalusī geographer Abū ʿUbayd al-Bakrī (d. 487/1094), whom Yāqūt extensively quoted throughout his work.La conocida obra Muʿǧam al-buldān (Diccionario de los países), terminada por el geógrafo y erudito Yāqūt al-Rūmī al-Ḥamawī (m. 626/1229) un año antes de su muerte, ofrece una valiosa información sobre los múltiples topónimos recogidos por este autor. Dicha información no se limita solo a los aspectos geográficos, sino también a los literarios y biográficos, y ha sido abordada en trabajos relacionados con al-Andalus. Mi propósito en el presente artículo es realizar una primera aproximación a la imagen que Yāqūt proyecta del Mágreb a través de algunos ejemplos concretos, realizando un breve recorrido de las fuentes que empleó, entre las cuales destacó especialmente el geógrafo andalusí Abū ʿUbayd al-Bakrī (m. 487/1094), muy citado en toda la obra
Maktabat Al Muthanna Correspondence 1948
Telegram from Qasim Al-Rajab to Naguib, reporting a 50-pound folded bag to be registered, raising concern over a lawsuit by al-Rasafi’s author due to delays, and lamenting dependence on Naguib for timely work. He stresses prioritizing quality over cost, notes upcoming summer travel risking loss of an important client, and voices frustration with publication and notebook delays. He inquires about better coordination and requests a collection of books to restore their professional relationship.برقية من قاسم الرجب إلى نجيب يُبلغ فيها عن كيس مطوي يحتوي على ٥٠ جنيهاً يجب تسجيله، ويُعرب عن قلقه من دعوى قضائية محتملة من مؤلف كتاب الرصافي بسبب التأخيرات، كما يأسف لاعتماده على نجيب في إنجاز الأعمال في الوقت المناسب. يشدد على ضرورة إعطاء الأولوية للجودة على حساب الكلفة، ويشير إلى رحلته الصيفية القادمة التي قد تؤدي إلى خسارة عميل مهم، ويعبر عن استيائه من التأخير في النشرات والدفاتر. كما يستفسر عن تنسيق الجهود لتحسين الإدارة ويطلب مجموعة من الكتب لإصلاح العلاقة المهنية بينهما
Le funzioni delle citazioni bibliche nella letteratura della Slavia ortodossa
Biblical quotations play a central role in the literature of Slavia orthodoxa. Their
importance, together with the necessity of their systematic study, has been underlined
several times. The biblical element should be analysed at several levels, within differ
-
ent literary forms. First it should be identified and classified, then understood in the
context of liturgy and liturgical books. Through biblical quotations, the author gave an
interpretation of history and present situation according to the Holy Scripture and, by
means of rhetoric, he tried to make the biblical message actual and to renew its meta
-
morphic power. The present study focuses on the function biblical quotations have in
some of the most representative literary forms of Slavia orthodoxa. M. Garzaniti analy
-
ses hagiographic texts, pilgrimage tales and chronicles; F. Romoli sermons and spiritual
teachings
ANALISIS PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BERBASIS MASJID PADA MASJID AL-FALAH DARUL MUTTAQIN KOTA PEKANBARU
ABSTRAK
Haris Arrafi, (2023): Analisis Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis
Masjid Pada Masjid A-Falah Darul Muttaqin
Kota Pekanbaru
Penelitian Skripsi ini dilatar belakangi masjid fenomena yang ada di
Indonesia khususnya di Kota pekanbaru banyak masjid yang fungsinya hanya
sebagai tempat ibadah tetapi ada beberapa masjid yang memaksimalkan fungsinya
yaitu Masjid Al-Falah Darul Muttaqin Kota Pekanbaru memberdayakan ekonomi
umat melalui memfasilitasi jama’ah yang ingin membuka usaha dengan
memberikan tempat berjualan/kios di sekitar masjid. Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi umat berbasis Masjid
Pada Masjid Al-Falah darul Muttaqin Kota pekanbaru serta apa saja peluang dan
hambatannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pemberdayaan
ekonomi umat berbasis masjid pada Masjid Al-Falah Darul Muttaqin Kota
Pekanbaru serta peluang dan hambatannya. Penelitian ini adalah penelitian
lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data
primer dan data sekunder yang diperoleh langsung dari lapangan dengan
menggunakan teknik observasi, wawancara, studi Pustaka dan dokumentasi.
Sedangkan metode Analisis yang digunakan adalah metode deskritif Kualitatif,
kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan dengan menggunakan metode
deskriptif, induktif dan deduktif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
pemberdayaan yang dilakukan Masjid Al-falah Darul Muttaqin Kota Pekanbaru
adalah Melalui Unit Pengelolaan Zakat (UPZ) yang dikelola dan dikembangkan
oleh pihak Masjid membantu menyalurkan bantuan uang ke para pelaku usaha
yang berada di sekitar Masjid, program 3 M dan membuat bazar pada waktuwaktu
tertentu. Peluangnya adalah letak masjid yang strategis, fasilitas masjid
yang sangat lengkap dan mendukung dan masjid yang difungsikan sebagai tempat
perekonomian umat. Sedangkan Hambatan yaitu kegiatan masjid berpengaruh
terhadap para pelaku ekonomi karena jama’ah hadir disaat ada kegiatan masjid,
sedangkan jama’ah Masjid Al-Falah Darul Muttaqin merupakan target pasar bagi
pelaku usaha yang ada di masjid.
Kata Kunci: Pemberdayaan, Ekonomi, Umat, Masjid
- …
