198,855 research outputs found
M Haris Albadawi's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Pristiphora nievesi Haris 2004
<i>Pristiphora nievesi</i> Haris, 2004 <p> A valid species, <i>Pristiphora</i> (<i>Pristiphora</i>) <i>nievesi</i> Haris, 2004.</p> <p> <b>Type.</b> <i>Pristiphora nievesi</i> Haris, 2004b: 164–165. Holotype “El Ventorrillo, 1480 m, Madrid ” (MNCN _Ent 100207, see http://dx.doi.org/10.6084/m9.figshare.763315). Type locality: Spain: Madrid: El Ventorrillo, 1480 m. Paratypes: 3 ♀ same data (MNCN _Ent 100208, 100209 and 100210). All specimens MNCN Cat. Tipos Nº 9876.</p>Published as part of <i>Taeger, Andreas, París, Mercedes & Nieves-Aldrey, Jose Luis, 2014, The type specimens of sawflies (Hymenoptera: Symphyta) of the Museo Nacional de Ciencias Naturales, Madrid, pp. 103-138 in Zootaxa 3790 (1)</i> on page 126, DOI: 10.11646/zootaxa.3790.1.5, <a href="http://zenodo.org/record/4914035">http://zenodo.org/record/4914035</a>
Peran Dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang
Penelitian ini berjudul “Peran Dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang”. Tujuan dalam penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang, dan faktor pendukung dan penghambat dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yaitu dengan mengumpulkan data yang dilakukan dengan penelitian di tempat pelaksanaan kegiatan yang diteliti. Metode penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan ilmu dakwah, sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: metode observasi, interview (wawancara) dan dokumentasi. Adapun metode analisis yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, yang bertujuan melukiskan secara sistematis fakta dan karakteristik bidang-bidang tertentu secara faktual dan cermat dengan menggambarkan keadaan atau status fenomena. Hasil penelitian menggambarkan bahwa peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang mencakup beberapa hal, yaitu: a). Pondok Pesantren Al-Itqon, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai pengasuh, guru, dan konselor Pondok Pesantren Al-Itqon dengan melalui pendekatan-pendekatan spiritual keagamaan, aqidah, akhlak, dan syariah; b). Majelis Taklim Ahad Pagi, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai pembimbing dan pimpinan jama’ah Majelis Taklim Ahad Pagi dengan melalui pembinaan dan penyampaian materi dengan cara penghayatan, pendalaman, dan pengamalan ajaran agama Islam; c). Yayasan Al-Wathoniyyah, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai penasehat serta mengawasi langsung berjalannya lembaga atau yayasan Al-Wathoniyyah; d) Partai Persatuan Pembangunan, peran dakwahnya adalah ikut serta dalam pengambilan kebijakan partai, sosialisasi politik dan rekruitmen politik dengan memberikan saran, tausiyah (pesan moral) yang sesuai dengan syari’ah kepada pengurus harian partai dan kader partai yang menjadi anggota DPRD; e) KBIH NU Kota Semarang, peran dakwah beliau adalah sebagai pembimbing dalam melakukan bimbingan KBIH NU Kota Semarang yaitu dengan memberikan materi-materi yang harus dikuasai oleh jama’ah haji; f) Masyarakat Kelurahan Tlogosari Wetan Pedurungan Semarang, peran dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh adalah sebagai da’i dengan mengaplikasikan lewat komunikasi (ceramah), pendidikan, dan bakti sosial. Sedangkan Faktor-faktor pendukung dan penghambat dakwah KH. Ahmad Haris Shodaqoh di Kota Semarang adalah sebagai berikut : a). Faktor pendukung, diantaranya yaitu: memiliki ilmu pengetahuan agama Islam yang memadai, memiliki pribadi seorang da’i, profesionalisme seorang da’i, adanya niat dan kesungguhan dalam berdakwah, adanya dukungan keluarga dan masyarakat; b). Faktor penghambat, diantaranya yaitu: terbatasnya waktu yang terlalu padat, dari faktor keluarga terkadang masih disibukkan dengan urusan keluarga, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya ilmu pengetahuan agama Islam
BIOGRAFI K.H. HARIS DIMYATHI (KAJIAN TERHADAP KPRAH DAN KARYANYA DI PERGURUAN ISLAM PONDOK TREMAS, PACITAN, JAWA TIMUR DAN MASYARAKATNYA TAHUN 1952-1995 M)
K.H. Haris Dimyathi merupakan salah satu tokoh yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan kontribusi besar bagi perkembangan pesantrennya yakni Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, Jawa Timur. K.H.. Haris Dimyathi dilahirkan tahun 1932 di Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Ia dipercaya dan ditunjuk sebagai pengasuh yang bertanggung jawab atas pendidikan di pesantren tersebut pada tahun 1952 M. Ia ditunjuk sebagai pengasuh ketika situasi pesantren yang vakum dan tidak kondusif, mengingat pada tahun-tahun tersebut Pacitan berada dalam posisi tidak aman dikarenakan adanya pemberontakan PKI tahun 1948 M. Tantangan yang dihadapi oleh K.H. Haris Dimyathi yakni menata kembali kegiatan belajar mengajar pesantren yang semula vakum di tengah kondisi Tremas yang tidak kondusif. Perguruan Islam Pondok Tremas pada periode K.H. Haris Dimyathi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Ia merupakan pengonsep manajemen pendidikan, inisiator berdirinya beberapa lembaga pendidikan baru serta penulis yang menyusun beberapa kitab. Buah karya dan kiprahnya masih terjaga hingga sekarang.
Peneliti berusaha menganalisis kiprah dan karya K.H. Haris Dimyathi menggunakan pendekatan biografi dan sosiologi. Peneliti menggunakan teori sejarah pemikiran dari Kuntowijoyo, teori peranan sosial yang dikemukakan oleh Erving Goffman serta teori peranan pesantren yang dikemukakan oleh Taufik Abdullah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research).Sedangkan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang digunakan untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu melalui empat langkah yakni heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Hasil dari analisis teori serta metode penelitian sejarah tersebut mengungkapkan bahwa K.H, Haris Dimyathi merupakan tokoh penggerak sekaligus pembaharu di Perguruan Islam Pondok Tremas. Kiprah dan karyanya berpengaruh baik di dalam pesantren maupun di masyarakat. Pengaruh kiprah dan karya dari K.H. Haris Dimyathi masih terjaga hingga sekarang
Konsep Muhâsabah Menurut Haris Al-Muhasibi (165 H/781 M 243 H/857 M)
Mu âsabah adalah salah satu pembahasan penting dalam kajian tasawuf.
Mu âsabah adalah introspeksi, mawas diri atau meneliti diri, yakni menghitung-
hitung perbuatan pada tiap tahun, tiap bulan, tiap hari, bahkan setiap saat. Oleh
karena itu, mu âsabah tidak harus dilakukan pada akhir tahun, namun perlu
dilakukan setiap saat. Termasuk memperhatikan niat dan tujuan suatu perbuatan
yang akan dilakukan, serta melihat apakah perbuatan yang dilakukan bermanfaat
atau tidak, menguntungkan atau merugikan. Melihat zaman saat ini, ada masalah-
masalah jiwa yang tidak dapat diselesaikan dengan ilmu pengetahuan ilmiah,
karena ini masalah yang ada dalam ilmu spiritual. Masalah tersebut seperti
gangguan jiwa, kecemasan, stress, kebosanan hidup, dan lainnya. Maka dari itu
melakukan mu âsabah sangat penting dalam kehidupan manusia, karena itu Haris
al-Muhasibi membahas mu âsabah atau introspeksi diri dalam kitabnya Âdâbun
Nufûs. Peneliti memandang bahwa pentingnya untuk melakukan penelitian
mu âsabah Menurut Haris al-Muhasibi (165 H/781 M 243
H/857 M) Penelitian ini merupakan Studi Penelitian Tokoh melalui kajian
pustaka (Library Research).
Penelitian ini bersifat kualitatif sehingga peneliti menjadi instrument yang
bertindak sebagai alat penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan, dapat ditemukan bahwa konsep mu âsabah menurut al-Muhasibi yaitu
dengan menjauhkan dan menolak hawa nafsu, memperbanyak mengingat
kematian, mengetahui adanya balasan atas perbuatan yang dilakukan di hari akhir,
dan menyadarkan manusia bahwa ada kekurangan pada perbuatan amalnya.
Mu âsabah diri ini sangat relevan di zaman modern ini, karena dengan
melakukan mu âsabah, seseorang akan memiliki tabiat yang baik, pemikiran
positif, dan bermanfaat bagi orang lain. Seseorang yang sering melakukan
mu âsabah akan memiliki moral yang berlandaskan al- Sunnah, dan
dapat menjaga hubungan sosial dengan masyarakat
Counting Simplices in Hypergraph Streams
We consider the problem of space-efficiently estimating the number of simplices in a hypergraph stream. This is the most natural hypergraph generalization of the highly-studied problem of estimating the number of triangles in a graph stream. Our input is a k-uniform hypergraph H with n vertices and m hyperedges, each hyperedge being a k-sized subset of vertices. A k-simplex in H is a subhypergraph on k+1 vertices X such that all k+1 possible hyperedges among X exist in H. The goal is to process the hyperedges of H, which arrive in an arbitrary order as a data stream, and compute a good estimate of T_k(H), the number of k-simplices in H.
We design a suite of algorithms for this problem. As with triangle-counting in graphs (which is the special case k = 2), sublinear space is achievable but only under a promise of the form T_k(H) ≥ T. Under such a promise, our algorithms use at most four passes and together imply a space bound of O(ε^{-2} log δ^{-1} polylog n ⋅ min{(m^{1+1/k})/T, m/(T^{2/(k+1)})}) for each fixed k ≥ 3, in order to guarantee an estimate within (1±ε)T_k(H) with probability ≥ 1-δ. We also give a simpler 1-pass algorithm that achieves O(ε^{-2} log δ^{-1} log n⋅ (m/T) (Δ_E + Δ_V^{1-1/k})) space, where Δ_E (respectively, Δ_V) denotes the maximum number of k-simplices that share a hyperedge (respectively, a vertex), which generalizes a previous result for the k = 2 case. We complement these algorithmic results with space lower bounds of the form Ω(ε^{-2}), Ω(m^{1+1/k}/T), Ω(m/T^{1-1/k}) and Ω(mΔ_V^{1/k}/T) for multi-pass algorithms and Ω(mΔ_E/T) for 1-pass algorithms, which show that some of the dependencies on parameters in our upper bounds are nearly tight. Our techniques extend and generalize several different ideas previously developed for triangle counting in graphs, using appropriate innovations to handle the more complicated combinatorics of hypergraphs
Construction of a Tumor-Targeting Nanobubble with Multiple Scattering Interfaces and Its Enhancement of Ultrasound Imaging [Letter]
Agus Widodo, M Syauqi Haris, Anis Ansyori Medical Record and Health Information Department, ITSK RS DR Soepraoen Malang, Kota Malang, Jawa Timur, IndonesiaCorrespondence: Agus Widodo, ITSK RS DR Soepraoen Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia, Email [email protected]
Haris el-Muhasibi’nin kelami görüşleri
06.03.2018 tarihli ve 30352 sayılı Resmi Gazetede yayımlanan “Yükseköğretim Kanunu İle Bazı Kanun Ve Kanun Hükmünde Kararnamelerde Değişiklik Yapılması Hakkında Kanun” ile 18.06.2018 tarihli “Lisansüstü Tezlerin Elektronik Ortamda Toplanması, Düzenlenmesi ve Erişime Açılmasına İlişkin Yönerge” gereğince tam metin erişime açılmıştır.Hicri üçüncü asır, İslâmî ilimlerin oluşumunu tamamladığı bir dönemdir. Haris el- Muhâsibî de bu asırda yaşamış, İslâmî ilimlerin hemen hepsinde özellikle tasavvufda önde gelen simalardan biridir. O'nun İslâmî düşünceye (kelâma) etkisi de azımsanmayacak kadar çoktur. Bu araştırmamızda onun özellikle Mu'tezile ile olan mücadelesinin yanında; kelâma katkısının boyutları da ortaya konmak istenmiştir. Çalışmamız bir giriş ve üç bölümden oluşmaktadır. Giriş bölümünde Muhasibi 'ye kadar kelâm ilminin geçirdiği safhalara işaret edilmiş ve onun Kelâmî düşüncelerinin oluşmasında etkili olan yaşadığı çağın ve çevrenin genel bir değerlendirmesi yapılmıştır. Birinci bölümde; Haris el-Muhâsibî'nin hayatı, hocaları, talebeleri; etkilendiği ve etkilediği sosyo-kültürel çevresinin yanında, önde gelen eserleri de tesbit edilmeye gayret edilmiştir. ikinci bölümde ise; Muhâsibî'nin eserlerinde tesbit edilen kelâma ait görüşleri yine kelâmın üç ana başlığı olan; Uluhiyet, Nübüvvet ve Ahiret konularına göre ayrılmıştır. Ayrıca Muhâsibî'nin bu görüşleri İmam-ı Azam Ebu Hanife'nin bu konulara ait görüşleri ile karşılaştırılarak; ortak ve farklı yönler tesbit edilmek istenmiştir. Ancak daha çok ortak noktalarda birleştikleri görülmüştür. Üçüncü bölümde ise Haris el-Muhâsibî'ye göre imarım tarifi, iman amel ilişkisi, istidrac, Allah 'm bağışlaması ve günah gibi konular hakkındaki görüşlerinin yanında yaşadığı dönemde mücadele ettiği; Mu'tezile, Kaderiye, Mürcie, Cehmiye, Hariciler ve Rafiziyye gibi fırkalar hakkında bilgi verilmiş ve Muhâsibî'nin onlara karşı yaptığı itirazlara yer verilmiştir. Haris el-Muhâsibî'nin özellikle İslâm Tasavvufunda etkili bir isim olduğu; yerli ve IXyabancı araştırmacılar tararından vurgulanmıştır. Yapılan bu araştırmalarda onun kelâmî görüşlerine de kısaca işaret edilmiştir. Biz bu çalışmayla onun kelâmî görüşlerini daha geniş bir şekilde ortaya koymaya çalışmakla beraber Allah' ın sıfatlarını kabul etmeyen fırkalar (özellikle Mu'tezile) karşısında bu sıfatları savunarak Sıfâtiyye ekolünün ilk temsilcilerinden olduğuna işaret etmeye çalıştık.The third Hegira century is a period, during which the Islamic sciences have completed their formation. Haris el-Muhâsibî, who has lived in this century, is one of the leading personalities in almost all of the Islamic sciences and especially in Sufism. His influence to the Islamic theology is so much that can not be regarded as too little at all. With this study we tried to bring to light also and especially the size of his contributions to the theology beside of his fight against Mu'tezile. Our study comprises an introduction and three parts. In the introductory part we have mentioned the stages of the development of the theology till the Muhâsibî and made a general evaluations of the epoque and environment, when and where he has lived and which have affected the formation of his thelological opinion. In the first part we made an effort to determine the life, teachers and students of Haris el-Muhâsibî and his social and cultural ambiance as well as the main pieces, which have been affected by him and which have any influence to him. In the second part the opinions of Muhâsibî about the theology have been grouped in accordance with the subjects of the three main chapters of the theology: Nature and Essence of Allah, Prophetic Mission and Last Judgement. Also comparing the opinions of Muhâsibî on these subjects with those of the founder of the Hanifite school of orthodoxy Ebu Hanife we desired to determine their the common and different opinions. As a result we determined that they are united more in their common points. In the third part we presented information about the description of the faith, relation between the faith and the practice, God's (Allah) inciting a sinner to perdition little by XIlittle by granting success at the beginning of his sin, God's forgiving and sin as well as about the heretic sects as Mu'tezile, Kaderie, Murcie, Cehmie, Hariciat, and Rafizie against which he has fought and we gave place to the objections made by Muhasibi against them. The local and foreign researches have accentuated that Haris el-Muhâsibî is and influential name especially in the Islamic Theology. In these researches his theological opinions are mentioned in brief In this research we tried to present his theological opinions in a more detailed manner as well as to mark that he, defending the God's attributes against the heretic sects (and especially the sect Mu'tezile) which do not approve these divine attributes, is one the first representatives of the theology school Sıfâtiyye
Industrial training report: Renesas Semiconductor (M) Sdn Bhd / Nur Alia Amira Mohd Haris Fadzli
Being part of Renesas Semiconductor (M) Sdn. Bhd., gave me so much experiences, additional skills and knowledge. In this report, I will explain and describes my personal observations, reflections, experience and opinions upon my industrial training as an intern purchaser in Purchasing Department Renesas Semiconductor (M) Sdn. Bhd. This report will consist of my Student’s profile, company’s profile, my training reflections, SWOT Analysis, discussion and recommendation, overall conclusion of my report and also appendices on intern experiences. SWOT Analysis is crucial in every company. From that, I will explain in details of SWOT Analysis of Renesas Semiconductor (M) Sdn. Bhd, and relate it with PESTEL analytical framework, which stands for Politics, Economic, Social, Technology, Environment and Legal. The main objective of this report is to evaluate students’ knowledge and their reflections during 24 weeks’ internship. It also necessitates students learning about the company and sector where we obtained during our industrial training
- …
