1,720,986 research outputs found

    FLOOD DISASTER, LOCAL BELIEF AND ISLAM-SUFISM

    Full text link
    &lt;p&gt;Flood disaster as a natural phenomenon has a lot of meaning for the rural community. They believe that flood is the power of deity, as a sign that a quarrel is happening ‘under water’, and a sign of God’s kindness because flood has negative and positive aspects. These show that people’s thoughts are shaped by several factors, such as local and religious beliefs (Sufism). This paper outlines how Segeri society describes the meaning of flood disaster constructed by local beliefs and Islamic sufism. Historically, the spread of Islam in South Sulawesi – that is generally characterized as ‘Sufi’ – is the factor influencing the religious belief of local society. The aforementioned belief is the sufism characteristic which is about the absolute resignation toward God’s will and fate. This study uses phenomenological approach to interpret the understanding of flood and the local belief obtained through in-depth interview to Bissu and farmers. The interview data is also linked to the observation of the natural environment. The research shows that Segeri society believes that flood is God’s will and reprisal. By being given an ordeal, someone’s sins will be decreased. Flood – they believe – will give positive impacts and also bring God’s blessing in their lives. This belief causes the so-called ‘resignation’ everytime flood destroys their area.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat pedesaan, bencana banjir adalah fenomena alam yang memiliki banyak makna. Beberapa di antaranya yaitu banjir sebagai perwujudan kekuasaan dewa, sebagai pertanda sedang terjadi pertikaian di alam bawah air, dan merupakan tanda kebaikan Tuhan karena banjir memiliki aspek negatif dan positif. Contoh-contoh tersebut menunjukkan pemaknaan masyarakat yang dibentuk oleh beberapa faktor, antara lain kepercayaan lokal dan keyakinan keagamaan (sufisme). Tulisan ini menguraikan pemaknaan masyarakat Segeri terhadap terjadinya bencana banjir yang dikonstruksi kepercayaan lokal dan Islam sufisme. Secara historis, penyebaran agama Islam di provinsi Sulawesi Selatan yang umumnya berciri ‘sufistik’ merupakan salah satu faktor yang membentuk keyakinan keagamaan masyarakat setempat. Keyakinan keagamaan yang dimaksud adalah adanya karakteristik sufisme yang berisi ‘kepasrahan’ mutlak atas kehendak dan takdir Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menafsirkan pemahaman masyarakat Segeri terhadap banjir, kepercayaan lokal mereka yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan bissu dan petani. Data wawancara tersebut juga dihubungkan dengan pengamatan terhadap lingkungan alam setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Segeri meyakini banjir sebagai cobaan dan kehendak dari Tuhan. Setiap cobaan yang dialami manusia berarti menggugurkan dosa-dosanya. Banjir yang datang dianggap memiliki hikmah kebaikan dan keberkahan Tuhan dalam kehidupan mereka. Keyakinan tersebut berkonsekuensi terhadap ‘kepasrahan’ masyarakat setiap banjir terjadi&lt;/p&gt;</jats:p

    Analisa Performa Propulsi Kapal Anchor Handling Design VS 491 CD pada saat Towing Barge Akibat Pemasangan Rudder Bulb

    No full text
    Kapal anchor handling adalah salah kapal yang didesign untuk mendukung operasi kegiatan offshore berupa penanganan jangkar bangunan laut dan melakukan kegiatan pemindahan objek objek seperti FPSO, Rig Semi-Submersible, construction, production, dan barge dari satu tempat ke tempat operasi yang lain sehingga membutuhkan kekuatan bollard pull yang berbeda beda tergantung besaran dari objek tersebut , disamping itu juga untuk mendukung kegiatan kegiatan lainnya seperti explorasi, dan drilling. Kapal anchor handling tug supply (AHTS) tipe design VS 491 yang telah dibangun oleh salah satu galangan di Batam mempunyai maksimum bollard pull test sebesar 255 ton. Pada tulisan ini akan menganalisa daya thrust, power, dan effisiensi propeller sebelum dan sesudah pemasangan Rudder Bulb (RB) pada saat melakukan towing barge pada kondisi barge 50% dan full loaded kapasitas, dan sarat serta kecepatan (Speed) tertentu pada kapal Anchor Handling. Resisten dari objek yang ditarik (towing) akan dipertihungan pada beban dan kecepatan masing masing. Dengan bantuan maxsuft, software rhinoceros 3D, dan Numeca CFD dihasilkan bentuk lambung kapal yang sesuai dengan aslinya. Lalu dilakukan validasi dengan dibandingkan antara tahanan pada perhitungan dengan maxsuft/holtrop dan tahanan pada perhitungan dengan CFD dengan perbedaan kurang 5% sehingga dapat dikatakan bahwa bentuk pemodelan sudah sesuai dengan bentuk asli kapal. Berdasarkan hasil perhitungan pada kondisi free running kapal Anchor Handling diperoleh Propulsive Coefficient (Pc) tanpa ESD Rudder-Bulb (RB) pada kecepatan 10, 12, dan 16.36 knot masing masing sebesar 0.5162, 0.5407, dan 0.5769 sedangkan dengan ESD-RB masing masing sebesar 0.5008, 0.5417, dan 0.5921. Perbandingan Propulsive Coefficient tanpa ESD-RB dan dengan ESD-RB, bahwa pada kecepatan 12, dan 16.36 knot mengalami peningkatan Propulsive Coefficient (Pc) masing masing sebesar 0.19%, dan 2.58% , namun Propulsive Coefficient (Pc) turun 3.08% pada kecepatan 10 knot. Berdasarkan Analisa yang telah dilakukan memberikan indikasi bahwa pemasangan Rudder Bulb (RB) akan memberikan kenaikan Propulsive Coefficient (Pc) pada kecepatan 10 knot keatas pada kondisi free running, sedangkan pada saat towing hampir tidak memberikan kenaikan Propulsive Coefficient (Pc). Kata kunci : AHTS, FPSO, Thrust, Resistance, Speed, Bollarpull, Rudderbulb, Barge, Maxsuft, and CFD"="An anchor handling ship is a ship designed to support offshore operations in the form of handling offshore building anchors and carrying out activities of moving objects such as FPSO, Semi-Submersible Rigs, construction, production, and barges from one place to another where it requires bollard strength. pull which varies depending on the size of the object, besides that it is also to support other activities such as exploration and drilling. The VS 491 design type anchor handling tug supply (AHTS) vessel which has been built by a shipyard in Batam has a maximum bollard pull test of 255 tons. This paper will analyze the propeller thrust, power, and efficiency propeller before and after the installation of the Rudder Bulb (RB) respectively in free running conditions and towing barge conditions in 50% barge conditions and full loaded capacity, as well as in draft, and Speed on certain Anchor Handling ships. The resistance of the object being towed (towing) will be calculated on the load and speed of each. By using maxsuft, software rhinoceros 3D, dan the Numeca CFD, the shape of the ship's hull is produced according to the original. Then validation is carried out by comparing the resistance in the calculation by maxsuft/holtrop and the resistance in the calculation by CFD where resulting the difference of less than 5% so that it can be said that the form of the model is in accordance with the original shape of the ship. Based on the calculation results in the free running conditions of the Anchor Handling ship, the Propulsive Coefficient (Pc) without ESD Rudder-Bulb (RB) at speeds of 10, 12, and 16.36 knots is 0.5162, 0.5407, and 0.5769 respectively, while with ESD-RB each is 0.5008, 0.5417, and 0.5921. Comparison of the Propulsive Coefficient without ESD-RB and with ESD-RB, that at speeds of 12 and 16.36 knots, the Propulsive Coefficient (Pc) increased by 0.19% and 2.58%, respectively, but the Propulsive Coefficient (Pc) decreased by 3.08% at 10 knots. Based on the analysis that has been carried out, it indicates that the installation of the Rudder Bulb (RB) will give an increase in the Propulsive Coefficient (Pc) at speeds of 10 knots and above in free running conditions, whereas when towing it hardly gives an increase in the Propulsive Coefficient (Pc). Keywords : AHTS, FPSO, Thrust, Resistance, Speed, Bollarpull, Rudderbulb, Barge, Maxsurft, and CF

    PARTISIPASI PETANI DALAM PEMANFAATAN SUMBER PROTEIN DI AREAL TAMBAK SEBAGAI PAKAN KOMPLIT TERNAK ITIK DI KABUPATEN PANGKEP

    No full text
    Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein yang berkelanjutan. Jika menggunakan pakan komersil, maka keuntungannya sangat sedikit utamanya pada skala usaha kecil. Penelitian ini bertujuan menemukan sumber protein alternatif di areal tambak yang dapat digunakan sebagai bahan pakan komplit dan untuk membuat formulasi pakan komplit ternak itik. Manfaat  penelitian ini adalah merekomendasikan formulasi pakan komplit untuk para peternak itik intensif. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, melalui focus group discussion (FGD), survei ketersediaan dan keterjangkauan sumber protein di areal tambak, selanjutnya menyusun formulasi pakan itik dengan menggunakan metode bujur sangkar dengan target protein pakan minimal 18%. Hasil penelitian menunjukkan sumber protein di areal tambak untuk pembuatan pakan komplit ternak itik adalah rebon, udang laci-laci, kangkung, batang pisang dan daun pisang dengan kandungan protein masing-masing sebesar 54,16%, 50,48%, 16,27%, 3,26% dan 12,05%. Berdasarkan kebutuhan nutrisi ternak itik dengan harga murah maka formulasi pakan komplit adalah rebon 17%, udang laci-laci 10%, kangkung 14%, batang pisang 55% dan daun pisang 4%

    FLOOD DISASTER, LOCAL BELIEF AND ISLAM-SUFISM

    No full text
    Flood disaster as a natural phenomenon has a lot of meaning for the rural community. They believe that flood is the power of deity, as a sign that a quarrel is happening ‘under water’, and a sign of God’s kindness because flood has negative and positive aspects. These show that people’s thoughts are shaped by several factors, such as local and religious beliefs (Sufism). This paper outlines how Segeri society describes the meaning of flood disaster constructed by local beliefs and Islamic sufism. Historically, the spread of Islam in South Sulawesi – that is generally characterized as ‘Sufi’ – is the factor influencing the religious belief of local society. The aforementioned belief is the sufism characteristic which is about the absolute resignation toward God’s will and fate. This study uses phenomenological approach to interpret the understanding of flood and the local belief obtained through in-depth interview to Bissu and farmers. The interview data is also linked to the observation of the natural environment. The research shows that Segeri society believes that flood is God’s will and reprisal. By being given an ordeal, someone’s sins will be decreased. Flood – they believe – will give positive impacts and also bring God’s blessing in their lives. This belief causes the so-called ‘resignation’ everytime flood destroys their area. Bagi masyarakat pedesaan, bencana banjir adalah fenomena alam yang memiliki banyak makna. Beberapa di antaranya yaitu banjir sebagai perwujudan kekuasaan dewa, sebagai pertanda sedang terjadi pertikaian di alam bawah air, dan merupakan tanda kebaikan Tuhan karena banjir memiliki aspek negatif dan positif. Contoh-contoh tersebut menunjukkan pemaknaan masyarakat yang dibentuk oleh beberapa faktor, antara lain kepercayaan lokal dan keyakinan keagamaan (sufisme). Tulisan ini menguraikan pemaknaan masyarakat Segeri terhadap terjadinya bencana banjir yang dikonstruksi kepercayaan lokal dan Islam sufisme. Secara historis, penyebaran agama Islam di provinsi Sulawesi Selatan yang umumnya berciri ‘sufistik’ merupakan salah satu faktor yang membentuk keyakinan keagamaan masyarakat setempat. Keyakinan keagamaan yang dimaksud adalah adanya karakteristik sufisme yang berisi ‘kepasrahan’ mutlak atas kehendak dan takdir Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan menafsirkan pemahaman masyarakat Segeri terhadap banjir, kepercayaan lokal mereka yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan bissu dan petani. Data wawancara tersebut juga dihubungkan dengan pengamatan terhadap lingkungan alam setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Segeri meyakini banjir sebagai cobaan dan kehendak dari Tuhan. Setiap cobaan yang dialami manusia berarti menggugurkan dosa-dosanya. Banjir yang datang dianggap memiliki hikmah kebaikan dan keberkahan Tuhan dalam kehidupan mereka. Keyakinan tersebut berkonsekuensi terhadap ‘kepasrahan’ masyarakat setiap banjir terjad

    ANALISIS POLA DISTRIBUSI LOGAM BERAT TIMBAL SERTA PENGARUH TERHADAP KUALITAS AIR DAN ORGANISME DI SEPANJANG SUNGAI JENEBERANG

    Full text link
    Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi perairan di Pantai Losari Kota Makassar. Karena pantai ini merupakan salah satu ikon Kota Makassar, dimana jika pantai ini rusak dan tercemar dapat menimbulkan maslaah yang tida kecil. Untuk itu, diperlukan penelitian untuk mendapatkan data dan informasi awal tentang kondisi pantai saat ini. Desain penelitian ini adalah explanatory research untuk mendapat kejelasan tentang kondisi logam Pb di dalam air, sedimen dan organisme ikan. Pengambilan daerah sampel dilakukan dengan melihat dan menduga lokasi-lokasi yang rentang terhadap penyebaran logam Pb seperti hulu dan muara sungai, pelabuhan, serta lokasi industri dan daerah yang banyak terdapat buangan rumah tangga. Melalui penelitian ini, diharapkan akan didapatkan data base tentang kondisi penyebaran logam Pb mulai dari hulu sampai ke pesisir sepanjang pantai Kota Makassar untuk dibuatkan model pengelolaan yang aman bagi lingkungan. Data yang akan dikumpulkan adalah data yang terkait dengan pola sebaran logam Pb dalam air, sedimen dan ikan. Kondisi logam Pb yang terkait akan analisis dengan analisis sidik ragam, analisis deskriptif, dan model pengelolaan pantai akan dilakukan analisis dengan model regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan di sepanjang Sungai Jeneberang terkait dengan pencemaran timbal sudah berada diambang batas yang membahayakan, namun kualitas air seperti suhu, pH dan oksigen terlarut masih tergolong sesuai dengan kebutuhan organisme perairan. Pada semua stasiun pengamatan ditemukan beberapa jenis plankton, baik phytoplankton maupun zooplankton, namun keberadaan plankton tersebut tidak merata untuk semua stasiun dimana ditemukan jenis phytoplankton dan zooplankton yang berada pada semua stasiun tetapi jenis lain tidak ditemukan pada stasiun tertentu. Kata Kunci: Distribusi, logam berat, timbal, Sungai Jeneberan

    Strategy of Lecturer to Implement the Drawing Media in the Indonesian Society Studies

    Full text link
    Artikel ini menyajikan relevansi peran komponen utama pengajaran di kelas, yaitu guru, media pengajaran, dan partisipasi kelas. Tujuan pengajaran adalah untuk menciptakan kondisi yang merangsang keterlibatan siswa di dalam kelas. Untuk mencapai hal tersebut, di sinilah perlunya penggunaan media ajar sebagai properti yang dapat menarik minat siswa untuk berpartisipasi di dalam kelas. Pada saat yang sama, guru harus memiliki keterampilan dalam menggunakan media pengajaran. Untuk itu dilakukan penelitian dengan cara survey dengan pendekatan ex-post facto pada mahasiswa PKn semester 5 FKIP UPRI Makassar pada mata kuliah Sosiologi Pendidikan. Jumlah mahasiswa semester 5 berjumlah 30 orang ditetapkan sebagai responden dengan teknik Total Sampling. Kepada responden disebarkan angket tentang aktivitas guru, fungsi media, dan tingkat keterlibatan mereka di dalam kelas. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan tabulasi frekuensi. Berdasarkan hal tersebut diperoleh hasil sebagai berikut: (1) guru memiliki peran vital dalam menciptakan kondisi yang dapat memotivasi siswa untuk terlibat dalam pembelajaran. (2) jenis media pembelajaran memiliki daya tarik motivasional siswa. (3) tingkat partisipasi kelas muncul dari perpaduan kualitas guru dan penggunaan media pembelajaran. Kesimpulan yang diperoleh adalah kualitas guru menentukan pemilihan dan penggunaan media ajar yang dapat meningkatkan partisipasi siswa di kelas.</jats:p

    Penerapan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar di SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar

    Full text link
    Nurfaedah Masdan, 1429042084. Penerapan Media pembelajaran Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Di Smk Komputer Mutiara Ilmu Makassar. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, 2018, Pembimbing: Zulhajji dan H. Harifuddin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk mengetahui hasil rancangan simulasi topologi jaringan, hasil belajar siswa dan tanggapan siswa dengan Penerapan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Cisco Packet Tracer Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Di Smk Komputer Mutiara Ilmu Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar Kelas X TKJ 2. Penelitian ini dilakasanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus tiga kali pertemuan dengan menggunakan prosedur tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan pretest pada awal siklus dan posttest pada akhir siklus serta observasi aktivitas belajar siswa. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil perancangan simulasi topologi jaringan siswa berupa topologi bus, topologi ring, topologi star, topologi tree, dan topologi mesh. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa nilai hasil belajar siswa pada awal siklus I yang tuntas sebanyak 6 orang dengan persentase sebesar 16,66%dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 30 orang dengan persentase 83,33%. Nilai pada siklus II yang tuntas 31 dengan persentase 86,11% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 orang dengan persentase 13,88%. Tanggapan siswa dengan hasil angket 96.53% menyatakan setuju dengan penerapan media aplikasi Cisco Packet Tracer

    Pengaruh Komunikasi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa

    Full text link
    Meldianto Demmangngape, 2018. Pengaruh Komunikasi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Pembimbing: Harifuddin dan Riana T. Mangesa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; komunikasi orang tua, motivasi belajar siswa, pengaruh komunikasi orang tua dengan siswa terhadap motivasi belajar di SMK Negeri 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Variabel penelitian terdiri dari komunikasi orang tua dengan siswa (variabel X) dan motivasi belajar siswa (variabel Y). Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa dengan jumlah 166 siswa dan sampel sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (angket), dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran komunikasi orang tua dengan siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa, berada pada kategori “baik”, hal tersebut dilihat dari aspek keterbukaan, empati, rasa positif, dan kesamaan. 2) Gambaran motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa berada dalam katergori “baik”, hal ini dapat dilihat dari aspek hasrat atau keinginan berhasil, dorongan kebutuhan belajar, dan adanya cita-cita masa depan yang baik terhadap siswa. 3) Terdapat Pengaruh komunikasi orang tua terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai sign 0.002 < 0.05

    Students' Perceptions of the Jamaah Tabligh Community Da'wah Model

    Full text link
    This study aims to describe student perceptions regarding the model of the Tablighi Jamaat. To achieve this, this study uses a quantitative descriptive method with a survey approach. The population of this study was 500 students of the Faculty of Social and Political Sciences, Bosowa University, and the sample was determined to be 60 using quota sampling technique. The data collection technique used a research instrument with a Likert Scale technique. The data analysis technique used is frequency tabulation with percentage technique. The results showed as follows: (1) The perception of FISIP students at the University of Bosowa towards the Da'wah model of the Tablighi Jamaat group was categorized as 'bad/low'. (2) The effectiveness of the da'wah model was classified as poor/low. The conclusion of this study is that the da'wah model of this group is bad, so it is suggested that this group should change their da'wah model and adapt to the current socio-cultural conditions

    Analysis of cadmium (CD) and Lead (PB) Content in Losari Beach Waters and Its Relationship to Water Quality

    Full text link
    Abstract: The research aim was to analyze the content of Cadmium (Cd) and Lead (Pb) in Losari Beach Waters and their relationship to Water Quality starting from the Jeneberang upstream of Gowa Regency to Losari Beach, Makassar. The observation station consists of 5 stations, namely Station 1 is Jeneberang upstream, Station 2 is Bili-Bili Dam, Station 3 is Sungguminasa of Jembatan Kembar, Station 4 is Jeneberang of estuary, and Station 5 around Tanjung Bayang, Losari Beach, Makassar. The results showed that cadmium (Cd) content in fish samples was still high because it was in the range of 0.01 ppm, while sediment and water are still good. The content of lead (Pb) in water is still low except at station 4, which is around the river mouth Furthermore, water quality such as temperature, pH and oxygen are still optimal. Keywords: Cadmium, lead, Losari beach, water qualit
    corecore