3 research outputs found

    Preservasi Bahan Pustaka di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Prayuda, Handiawan Angling.  Preservasi Bahan Pustaka di Perpustakaan Politeknik Negeri Malang. Tugas Akhir. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd, (II) Dra. Suharti, S.IP.   Kata Kunci: Perpustakaan perguruan tinggi, preservasi, bahan pustaka.   Perpustakaan perguruan tingi merupakan unit kerja yang bergabung bersama suatu perguruan tinggi dengan tujuan membantu pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa atau civitas akademika di perguruan tinggi tersebut demi tercapainya tujuan suatu perguruan tingi. Preservasi bahan pustaka diharapkan dapat mampu memaksimalkan umur dari bahan pustaka sehingga masa keterpakaian bahan pustaka dapat bertahan lama. Preservasi bahan pustaka meliputi, kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini (a) untuk mengetahui apakah upaya yang dilakukan Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dalam kegiatan preservasi bahan pustaka, (b) untuk mengetahui apakah kendala preservasi yang dihadapi Perpustakaan Politeknik Negeri Malang, dan (c) untuk mengetahui apakah solusi yang diambil Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dalam melakukan preservasi bahan pustaka. Metode yang digunakan peneliti dalam penulisan tugas akhir dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, yaitu mendeskripsikan data sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, dan teknik observasi sebagai penguat data yang diperoleh dari sumber data yaitu pustakawan dan wakil kepala perpustakaan. Instrumen yang digunakan peneliti untuk pengambil data di lapangan adalah pedoman wawancara, dan pedoman observasi. Hasil penelitian dalam tugas akhir ini, mencakup tiga simpulan. Pertama, upaya yang dilakukan Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dalam kegiatan preservasi bahan pustaka berupa kegiatan persiapan mencakup: (a) menyiapkan form, (b) mendata koleksi yang rusak, (c) pengelompokan berdasarkan koleksi, (d) mengentri data, (e) merinci anggaran yang dibutuhkan, dan (f) mengajukan permohonan kegiatan preservasi kepada kepala perpustakaan. Kegiatan pelaksanaan meliputi: (a) kegiatan preservasi bahan pustaka akibat faktor fisik, (b) kegiatan preservasi bahan pustaka akibat faktor manusia, (c) kegiatan preservasi bahan pustaka akibat faktor biologi, (d) kegiatan preservasi bahan pustaka akibat faktor kimia, dan (e) kegiatan preservasi bahan pustaka akibat faktor bencana alam. Tindak lanjut perbaikan bahan pustaka yang dilakukan yaitu penjilidan dan penggandaan bahan pustaka. Kegiatan evaluasi mencakup: (a) pengecekan data, (b) pelabelan dan pemberian sampul, dan (c) pengontrolan bahan pustaka secara berkala. Kedua, kendala yang dihadapi Perpustakaan Politeknik Negeri Malang dalam melakukan kegiatan preservasi bahan pustaka, yaitu: (a) anggaran, (b) sumber daya manusia, dan (c) keamanan. Ketiga, solusi yang diambil oleh Perpustakaan Politeknik Negeri Malang, yaitu: (a) memaksimalkan anggaran yang ada, (b) pergantian staf di setiap periode, dan (c) menyiagakan pustakawan di setiap ruang

    Karakteristik Literatur pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang Tahun 2015

    No full text
    ABSTRAK Prayuda, Handiawan Angling.  Karakteristik Literatur pada Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd, (II) Amalia Nurma Dewi, S.Hum., M.Hum. Kata Kunci: Literatur, paro hidup literatur, skripsi Literatur merupakan bahan yang digunakan sebagai sumber bacaan dalam suatu disiplin ilmu. Literatur juga digunakan sebagai sumber informasi untuk menyusun skripsi. Karakteristik dari sebuah literatur harus diperhatikan oleh mahasiswa, dengan memahami karakteristik literatur maka mahasiswa memperoleh liteartur yang tepat sesuai dengan topik penelitian dan mengetahui usia paro hidup literaturnya. Paro hidup merupakan salah satu kajian dari bibliometrika yang fokus mengulas perhitungan perkembangan suatu disiplin ilmu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup bahasa, jenis literatur, jumlah rujukan, dan paro hidup literatur pada skripsi Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif. Data diperoleh berdasarkan pada rumusan masalah (1) frekuensi penggunaan bahasa literatur skripsi mahasiswa, (2) frekuensi penggunaan jenis literatur, (3) frekuensi penggunaan jumlah rujukan, dan (4) paro hidup literatur skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015. Sumber data pada penelitian ini berupa skripsi mahasiswa sebanyak 19 skripsi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. Tahap analisis data dimulai dengan melakukan seleksi pemeriksaan kembali terkait data yang diperoleh sudah lengkap atau belum, kodifikasi dilakukan untuk mengelompokkan data sesuai dengan rumusan masalah, tabulasi untuk menyederhanakan data yang telah diperoleh, dan menghitung paro hidup literatur sesuai dengan tahap analisis data terkait rumusan masalah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut.  Pertama, bahasa rujukan literatur yang digunakan mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015 menggunakan dua Bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Mayoritas rujukan mahasiswa menggunakan literatur berbahasa Indonesia dengan jumlah 374 rujukan (97%). Kedua, karakteristik literatur skripsi mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang tahun 2015 terdiri akan 3 jenis literatur, yaitu jenis literatur primer, sekunder, dan tersier. Jenis literatur yang paling banyak digunakan mahasiswa adalah literatur sekunder dengan jumlah 298 rujukan (77,4%). Ketiga, jumlah rujukan pada skripsi mahasiswa sebanyak 385 rujukan. Mayoritas mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia menggunakan rujukan relatif muda dan mutakhir, yaitu 5 tahun terakhir dengan jumlah 151 rujukan (39,22%). Temuan peneliti, yaitu terdapat 385 rujukan (93%) yang digunakan dalam sitiran, dan rujukan yang tidak digunakan dalam sitiran 28 rujukan (7%). Jumlah sitiran skripsi mahasiswa sebanyak 1663 sitiran. Terdapat 1328 sitiran (79,9%) yang valid, dan 335 sitiran (20,1%) yang tidak teridentifikasi sumbernya. Keempat, paro hidup literatur skripsi mahasiswa adalah 2009. Mayoritas mahasiswa masih menggunakan literatur yang lebih dari tahun 2009, hal itu terbukti dengan jumlah rujukan yang disitir sitiran sebanyak 213 rujukan (55,6%).

    PROMOSI DAN BRANDING BERBASIS TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA APLIKAN E-WOM DI PERPUSTAKAAN DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA

    Full text link
    This thesis discusses the promotion and branding based on symbolic interactionism theory in the application of E-WOM (Electronic Word of Mouth) in the Yogyakarta City Education Office Library. The purpose is to; (1) to find out promotion based on symbolic interactionism theory on the application of E-WOM (Electronic Word of Mouth) and the obstacles faced in the Yogyakarta City Education Office Library. (2) to find out branding efforts based on symbolic interactionism theory in the application of E-WOM (Electronic Word of Mouth) in the Yogyakarta City Education Office Library. This study used qualitative research methods. Test the validity of the data using a test of credibility, transferability, dependability, and confirmability. Data analysis techniques are used through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are; (1) promotion based on symbolic interactionism theory in the application of E-WOM (Electronic Word of Mouth) in the Yogyakarta City Education Office Library initially only using conventional media such as banners and leaflets. Promotion that has been done so far is in terms of the submission of invitations or appeals to utilize library collections. The promotions conducted by the library are grouped based on the purpose of promotion as follows: (a) modification of the Library User Behavior; (b) inform Promotion Activities to Library Users; (c) provide Motivation to Library Users; (d) remind the promotion of the library users continuously. (2) The obstacles faced by libraries in promotion and branding are the lack of human resources who manage libraries and do odd jobs which have an impact on promotion and branding activities that are not running optimally. But the library continues to strive for these activities to continue to run by working with internal parties who can help as well as external parties in this case with the city or provincial library. (3) Branding efforts made by the Yogyakarta City Education Office Library to obtain an identity for the brand owned based on four perspectives, namely as follows: (a) brand as Product; (b) brand as Organization; (c) brand as Person; (d) brand as Symbol
    corecore