154 research outputs found
PROSPEK PENGEMBANGAN KOMODITAS KOPI ROBUSTA DI PT. KALIPUTIH KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER
Tanaman kopi (Coffea spp.) merupakan komoditas ekspor unggulan yang
dikembangkan di Indonesia karena mempunyai nilai ekonomis yang relatif tinggi
di pasaran dunia. Permintaan kopi Indonesia dari waktu ke waktu terus meningkat
karena seperti kopi robusta mempunyai keunggulan bentuk yang cukup kuat serta
kopi Arabika mempunyai karakteristik cita rasa (acidity, aroma, flavour) yang
unik dan ekselen.
Salah satu perkebunan swasta yang ada di jember adalah PT. Kaliputih
yang berada di Kecamatan Ledokombo yang berdiri sejak tahun 1966. Luas
perkebunan Kaliputih sebesar 504, 9370 Ha yang ditanami dengan tanaman kopi
robusta dan kakao. Perkebunan Kaliputih lebih banyak ditanami oleh kopi
robusta, karena ketinggian tempat perkebunan tersebut sangat cocok ditanami
dengan komoditas kopi robusta yaitu sekitar 500-700 mdpl, selain itu tanaman
kopi robusta lebih mudah dibudidayakan dari pada jenis kopi lainnya, dan daya
tahan tanaman lebih baik.
Kegiatan mengusahakan tanaman kopi yang dilakukan perkebunan PT.
Kaliputih tidak lepas dengan banyaknya kendala yang dihadapi sampai hari ini.
Kendala-kendala yang dihadapi sampai saat ini diantaranya meliputi: kondisi
cuaca dan iklim yang tidak menentu, adanya fluktuasi yang tinggi terhadap harga
pupuk, dan harga jual kopi, produksi tanaman yang rendah dibawah potensi
normal, karena banyak tanaman tua dan rusak yang menyebabkan produksi kopi
menurun, panen dan pengolahan pasca panen yang kurang maksimal seperti
pemeliharaan, sehingga dapat menyebabkan kualitas produk kopi kurang sesuai
dengan permintaan pasar.
Setiap tahun produksi kopi robusta di PT. Kaliputih berfluktuasi
dikarenakan faktor alam dan faktor sosial. Produksi yang tidak menentu dapat
mempengaruhi pendapatan PT. Kaliputih. Perkembangan kopi robusta di
viii
Indonesia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sehingga produksi kopi
robusta dan perkembangannya sangat mempengaruhi pendapatan PT. Kaliputih.
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui trend produksi kopi
gelondong dari tahun 2014 - 2024 di PT. Kaliputih Kecamatan Ledokombo
Kabupaten Jember, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat pendapatan kopi ose di PT. Kaliputih Kecamatan Ledokombo Kabupaten
Jember, (3) mengetahui prospek pengembangan kopi robusta di PT. Kaliputih
Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Metode penentuan daerah penelitian
dilakukan dengan sengaja. Metode penelitian yang digunakan deskriptif, analitik,
dan korelasional. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara
dan hasil studi pustaka.
Hasil analisis menunjukan bahwa (1) trend produksi kopi gelondong pada
tahun 2014-2024 mengalami peningkatan sebesar 5193.28 kg yang didapat setiap
tahunnya selama 11 tahun kedepan. (2) faktor-faktor yang berpengaruh nyata
terhadap pendapatan kopi ose di PT. Kaliputih adalah jumlah produksi dan harga
jual pada taraf kepercayaan 95%. (3) prospek perkembangan kopi robusta di PT.
Kaliputih terletak pada posisi white are
KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X DI MAN 2 MODEL BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Dengan beberapa kekurangan yang terdapat dalam KTSP maka pada tahun 2013 pemerintah menyempurnakan KTSP dengan nama baru yang disebut dengan Kurikulum 2013. Kurikulum ini mencoba merespons terhadap peningkatan perkembangan zaman, karena dengan penekanan pada domain keterampilan (skill) dan karakter (afektif) secera terncana membentuk dan menyiapkan peserta didik menjadi orang yang tidak hanya mampu dalam aspek teoritis semata, lebih dari itu mereka juga mampu dalam hal keterampilan yang dibutuhkan di kala dewasa dan karakter positif sesuai dengan norma agama,bangsa dan masyarakat. Dan dalam kurikulum ini juga seorang guru dituntut untuk benar-benar meningkatkan kompetensi atau kemampuan yang dapat menunjang sehingga dapat mengantarkan peserta didik berhasil untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi para guru mata pelajaran matematika kelas X di MAN 2 Model Banjarmasin dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dandengananalisisdeskriptif.Pengumpulan data dilakukan denganteknik-teknikobservasi, wawancaradandokumentasi.Adapunteknikpengolahan data yang digunakanadalahkoleksi data, editing, dan interpretasi data.Subjekdalampenelitianiniadalah1 orang guru yang mengajarmatematika kelas X .Objekdaripenelitianiniadalahkendala yang dihadapi guru mata pelajaran matematika dalam mengimplementasiKurikulum 2013 padamatapelajaranmatematika di MAN 2 Model Banjarmasin.
Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa terdapat kendala baik dari segi kesiapan guru, proses pembelajaran danpenilaian. Kurangnya pelatihan yang diterima oleh guru membuat proses pembelajaran matematika yang berdasarkan Kurikulum 2013 masih kurang maksimal, beberapa materi yang tidak sinkron antara materi prasyarat dengan materi yang sedang diajarkan, media yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika yang berdasarkan Kurikulum 2013, sulitnya melakukan penilaian pada kompetensi sikap dan keterampilan
PENINGKATAN PERFORMANSI INSTRUMEN UKUR BIOPOTENSIAL ELEKTROKARDIOGRAF DENGAN TINJAUAN FREKUENSI RESPON
PENGUJIAN PENGARUH TETUA BETINA TERHADAP SIFAT TOLERANSI PADA NAUNGAN KEDELAI [Glycine max (L.) Merill]
This study was conducted at Green House IPB Cikabbayan Darmaga Research Station. Soybean tolerance genotype (Ceneng) was crossed with sensitive genotype (Godek A) to study the mode of inheritance in tolerance to shade. Reciprocal cross were also made in soybean Ceneng and Godek A to study maternal effect. This experiment was conducted under artificial shading by using paranet with light intensity 75%. Material genetic were used Ceneng, Godek A, F1 and F1’ that were planted according to complete Randomized Experimental Design. The result of “t” test showed that anatomical , morphological characters, and molecular marker for tolerance and sensitive genotype was significant difference, while was no significant in F1 and F1’. This experiment can be concluded that there was no maternal effect found in the soybean crossing between tolerance and sensitive genotype
Karakterisasi Sifat Ketahanan Terhadap Naungan pada Kedelai dengan Marka RAPD
A series of experiment of soybean tolerance to shade were conducted in order to attain the following objectives: genotypes evaluation for shade tolerance, appropriate selection method to screen tolerant genotype to shade characterization of molecular markers of shade tolerance by using RAPD marker.
The morphological specific characters wich is corelated to shade tolerance is the number of productive branchs. The intensity 75% of artificial shading is optimal level for doing selection of soybean genotypes.
Molecular analysis by using RAPD technique showed that UBC 153, ROTH 480.01, and ROTH 480.03 primer have polymorphic band that can be used for linkage analysis. All polymorphisms segregated independently of each ather. The nearest genetic distance was DNA fregment about 125 bp of UBC 153 marker which is linked to tolerance to shade character by about 0.13 centomorgans
FACTORS RELATED TO PRIMARY DYSMENORHORE IN STUDENTS OF MESUJI JUNIOR HIGH SCHOOL 2, MESUJI DISTRICT OGAN KOMERING ILIR 2023
The physiological process of menstruation, which happens periodically in women, has been impacted by reproductive hormones, specifically progesterone and estrogen. Dysmenorrhea, or pain during menstruation, is one of the issues with teenage reproductive health during that time. The purpose of the research was to identify the variables associated with primary dysmenorrhea. This type of study was quantitative, with an analytic survey method and a cross-sectional approach in which the research data used primary data This study used 72 samples to represent the population of female junior high school students. The chi-square test was the data source. The study's findings a correlation between primary dysmenorrhea and physical activity (p value 0.005), menarche age (p value 0.033), and nutritional status (p value 0.044). The incidence of primary dysmenorrhea among female students at SMP Negeri 2 Mesuji in 2023 was shown to be correlated with physical activity, age at menarche, and dietary status. Adolescents should take responsibility for the key modifiable dysmenorrhea causes, like exercise routines and nutritional status, by learning more and adopting a healthy lifestyle
RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK PENGHITUNG KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT
Pengetahuan tentang kebutuhan gizi mempengaruhi status gizi di masyarakat. Proses rancang bangun ini bertujuan untuk mendapatkan hasil rancang bangun sebuah perangkat lunak yang dapat menghitung kebutuhan gizi pada masyarakat. Perangkat yang akan dihasilkan merupakan program aplikasi yang dirancang khusus untuk mengetahui masa tubuh, status gizi dan nilai kebutuhan gizi dengan berpedoman kepada ilmu gizi dan kesehatan secara efisien, murah dan akurat. Pembuatan sistem pada proses rancang bangun ini menggunakan metode rancang bangun software, di mana pada tahap pertama dilakukan analisis, yang terdiri dari analisis kebutuhan pemakai, analisis kerja dan analisis teknologi. Tahap kedua adalah meliputi desain blok diagram, desain antarmuka dan desain diagram alir program (flowchart). Setelah itu dilakukan tahap menterjemahkan modul-modul hasil desain dengan menggunakan bahasa pemrograman ke dalam bentuk aplikasi atau biasa disebut coding/implementation. Tahap terakhir adalah pengujian sistem dengan menggunakan sistem pengujian Black Box Testing. Rancangan aplikasi mencakup pembuatan struktur basis data, perancangan alur program dan antarmuka pengguna. Rancangan basis data diwujudkan dalam 9 tabel. Alur program digambarkan dalam Diagram Entity Relationship, Diagram Alir Data, dan Diagram Alir Aplikasi. Rancangan antarmuka terdiri dari 17 tampilan/form aplikasi</jats:p
Bioakumulasi Logam Berat Dalam Mangrove Rhizopora Mucronata Dan Avicennia Marina Di Muara Angke Jakarta
Mangrove area in Muara Angke was dominated by api-api (Avicenniamarina) and bakau (Rhizophora mucronata). We asume that thesespecies was able to acumulate h eavy metals, since both of them haveadapted in this environmental condition which content of highconcentration h eavy metals. The objective of this experiment was toanalyze heavy metals content in the tissue of api-api (Avicennia marina)and bakau (Rhizophora mucronata) in Muara Angke Jakarta. The resultsshowed that Cu was highest heavy metal content in root of bakau(24.431 ppm) . While 23.674 ppm of Cu was content in api-api roots. Cucontent in sediment was 26,640 ppm
MAKANAN SEBAGAI PRODUK BUDAYA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL
Globalisasi adalah suatu kenyataan dan akan mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung pada kebanyakan aspek bisnis di Indonesia. Untuk memenangkan persaingan di pasar global, suatu usaha makanan harus berupaya antara lain dalam layanan yang luar biasa pada pelanggan, pengembangan kemampuan- kemampuan baru, produk baru yang inovatif, komitmen karyawan, pengelolaan perubahan melalui kerja sama kelompok. Makanan merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang guna kelangsungan hidupnya. Makanan sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mendapatkan energi dan energi oleh tubuh dimanfaatkan untuk bergerak sesuai dengan apa yang diinginkan. Bahan makanan yang tersedia di alam sekitar diolah sesuai selera makan, disajikan secara menarik, mengkonsumsinya diatur dengan tata cara khusus, yang semuanya itu bukanlah bersifat fungsional saja tetapi sekaligus memberi makna bagi manusia sebagai makhluk berbudaya. Sistem budaya makanan memberi ciri khas atau identitas bagi masyarakatnya, serta seluruhnya merefleksikan sistem budaya masyarakatnya Kata Kunci: Makanan, Produk Budaya, Persaingan Global
UPAYA PENINGKATAN DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN MAKANAN DAN PELUANG USAHA LABU KUNING DALAM ERA INDUSTRI KREATIF
Beraneka ragam bahan pangan lokal Indonesia mempunyai potensi gizi dan komponen bioaktif yang baik, namun belum termanfaatkan secara optimum. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat akan manfaat komoditas pangan tersebut. Labu kuning adalah salah satu komoditas pertanian yang banyak mengandung β - karoten atau provitamin A yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Labu kuning dapat dikonsumsi baik dalam keadaan mentah dengan dibuat juice, maupun setelah dimasak menjadi berbagai macam masakan. Selain itu, labu kuning juga dapat diolah menjadi produk awetan kering berupa tepung labu kuning dan puree labu kuning, sehingga dapat tahan disimpan dalam waktu yang lama dan dapat secara praktis digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai produk makanan seperti kue, roti, cake, dan cookies. Diharapkan potensi usaha labu kuning ini dapat digiatkan dengan menggali potensi olahan yang ada sebagai agroindustri berbasis produk olahan bahan lokal. Hal ini dapat mendukung program pemerintah dalam upaya menggalakkan industri kreatif di Indonesia.Kata Kunci: Labu Kuning, Peluang Usah
- …
