13 research outputs found

    Desain Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Pendidikan Dasar Berbasis Keterampilan Abad 21 di SD Negeri Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir.

    No full text
    ABSTRAK Satri Handayani (2023) : Desain Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Pendidikan Dasar Berbasis Keterampilan Abad 21 di SD Negeri Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran PAI di SD Negeri Kota Garo, Keterampilan pembelajaran PAI Berbasis Abad 21, serta untuk mengetahui Desain Modul Pembelajaran PAI berbasis abad 21. Penelitian ini merupakan Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R&D) yang menggunakan desain langkah ADDIE yang terdiri atas tahapan analyze, design, development, implementation dan evaluastion. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk, yaitu produk modul pembelajaran PAI pada pendidikan dasar berbasis keterampilan abad 21. Analisis data hasil validasi desain modul pembelajaran PAI berbasis keterampilan abad 21 dilihat dari hasil rata-rata hasil validasi 4 dosen ahli isi atau materi PAI dan rata-rata hasil validasi 4 dosen ahli bahasa dan desain dinyatakan valid dan tidak memerlukan perombakan yang siginfikan dan layak digunakan di 4 sekolah SD negeri Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir sebagai bahan ajar PAI. Keefektifan modul pembelajaran yang dikembangkan dapat dilihat dari presentase ketuntasan belajar siswa. Ketuntasan belajar siswa berasal dari nilai post-test yang dilakukan oleh peneliti pada tahap evaluation. Dengan demikian. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan desain modul pembelajaran PAI berbasis keterampilan abad 21 telah memenuhi aspek keefektifan. Berdasarkan analisis hasil post-test dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan modul pembelajaran PAI berbasis keterampilan abad 21 efektif digunakan sebagai salah satu modul pembelajaran PAI. Analisis kepraktisan dengan melakukan observasi pada saat pembelajaran tahap evaluation. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa modul pembelajaran PAI berbasis keterampilan abad 21 praktis digunakan sebagai salah satu modul pembelajaran PAI. Kata Kunci : Desain, pembelajaran PAI, keterampilan abad 2

    Integrasi Pendidikan Islam dan Sains Serta Pengaruhnya Terhadap Pendidikan Islam di Indonesia

    No full text
    Integrasi pendidikan Islam dan sains telah disebutkan setelah Indonesia merdeka dalam undang-undang system pendidikan nasional yang memuat tentang siswa yang melaksanakan pendidikan sekolah di Lembaga pendidikan Islam dipandang telah menyelesaikan wajib belajar, menyelenggaraan pendidikan agama di sekolah umum negeri dan begitu juga sebaliknya, menyelenggarakan pendidikan umum di sekolah berbasis agama, seperti pesantren. Integrasi Pendidikan Islam dan sains dua keilmuan yang berbeda namun saling keterkaitan dan interkoneksi satu sama lain. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana Integrasi pendidikan Islam dan sains serta pengaruhnya terhadap pendidikan Islam di Indonesia

    Metode Pendidikan Islam Perspektif Hadits

    No full text
    Metode merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan Islam dan sebagai sarana yang menjembatani suatu proses pembelajaran, pemilihan metode yang tepat akan mempengaruhi keberhasilan guru dalam mengajar, rasulullah saw adalah sosok figur teladan dan guru yang baik yang telah memperaktekkan metode dalam mengajarkan ajaran tauhid kepada pada karib kerabat dan umat pada masanya, selain itu rasulullah juga menggunakan metode dalam menyampaikan dakwah kepada umat sejak turunnya wahyu pertama dan sejak turunnya perintah untuk berdakwah. Semua perkataan, perbuatan dan ketetapan yang bersumberkan dari Nabi Muhammad Saw sehingga dapat dijadikan dalil untuk menentukan suatu hukum syara disebut dengan hadits, hadits merupakan sumber rujukan umat Islam setelah Al-Qur’an, pada tulisan ini, penulis akan menjelaskan macam-macam metode pendidikan Islam perspektif hadits nabi, adapun metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah penelitian  kepustakaan (library research), yaitu dengan mengumpulkan buku-buku yang berhubungan dengan tulisan ini kemudian mengkaji, mempelajari, dan mencatat literatur yang ada kaitannya dengan fokus kajian. Adapun metode pendidikan Islam dalam pembahasan ini adalah metode Ceramah, , dialog atau Hiwar atau Tanya jawab, Metode demonstrasi, metode Pengulangan dan Pemberian Ganjaran & Hukuman

    Guru Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Budaya Literasi Anak Didik

    No full text
    Bila berbicara tentang guru banyak yang dapat kita kaji, karena provesi sebagai guru bukan hanya sekedar  penyampai meteri pelajaran di depan kelas tetapi dia juga sebagai motivator, inspirator, evaluator , model dan lain sebagainya bagi anak didiknya. Karena membaca kunci utuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan dalam rangka mencari kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Motivasi dari guru  tentang membaca sangatlah penting dalam dunia pendidikan  bagi anak didknya sebagi  pembangkit  semangat dan kemauan yang menimbulkan  kekutan yang memberikan dorongan pada anak  didiknya  utuk meningkatkan minat dan daya bacanya  sehingga mampu mengembangkan cerita  dan kreativitas mereka akhirnya dapat menumbuhkan generasi yang memiliki krakter yang membawa kepada keindahan , kedamaian dalam kehidupan  berbangsa  dan beragama. &nbsp

    Konsep Kurikulum Pai: Analisis Kata Taghyir Dalam Al Qur’an

    No full text
    Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan seperangkat rencana dan pengaturan  mengenai tujuan ,isi, bahan, serta cara pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui konsep kurikulum Pendidikan agama Islam analisis kata Taghyir dalam al Qur’an. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan penelitian kepustakaan atau library research, yaitu dengan cara mengumpulkan data Pustaka yang berhubungan dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam, membacaayat-ayat al qur’an yang mengandung kata at taghyir, dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Adapun hasil penelitian ini adalah kata At taghyir terdapat dalam Q.S Al-Anfal ayat 53, Q.S Ar-Ra’duayat 11, , Q.S Muhammad ayat 15, Q.S An-Nisa’ ayat 119, dalam al qur’an diulang sebanyak 4 kali. kata Attaghyir Di dalam kamus disebutkan artinya berubah. Dan taghyiir sebagai sebuah istilah adalah perubahan suatu bentuk kebentuk yang lain sebagian atau pun secara keseluruhan dari bentuk aslinya. Diantara bentuk cabangnya adalah kata tabdiil, “mengganti” dan kata tahwiil, “memindahkan”

    Analisis Kebijakan Pendidikan dan Implementasinya Terhadap Pendidikan Islam di Jerman

    No full text
    Negara jerman menganggap pendidikan adalah sebagai modal utama untuk membangkitkan masyarakat nya dari keterpurukan ekonomi dan keterpurukan ideologi, dengan pendidikan bisa merubah pola pikir masyarakat yang tinggal di negaranya sehingga bisa maju dan berkembang. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Pendidikan dan Implementasinya terhadap Pendidikan Islam di Jerman. Adapun metode penulisan penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (libraryresearch), yaitu dengan mengumpulkan datadari artikel-artikel dan buku-buku yang berkaitan dengan Analisis Kebijakan Pendidikan dan Implementasinya Terhadap Pendidikan Islam di Jerman. Adapun kebijakan Pendidikan Islam di Jerman dua diantaranya adalah Konstitusi Jerman memberi hak para orang tua untuk mendidik anak mereka sesuai tradisi agama yang diikuti. Untuk mempertahankan netralitas agama, negara bertanggung jawab menyediakan ruang bagi pengajaran agama, karena negara sendiri dilarang mencampuri urusan agama dan sekulerisme merupakan prinsip utama Jerman, kedua pelajaran agama Islam sudah menjadi mata pelajaran pilihan di sembilan dari enam belas negara bagian Jerman, artinya dapat disimpulakan negara jerman sudah memperhatikan Pendidikan Islam di negaranya

    MANAJEMEN PESANTREN DALAM MEMBANGUN NILAI-NILAI KEMUHAMMADIYAHAN (Studi Multisitus diMa’had Aly Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Panti Asuhan Nurrus Syamsi)

    No full text
    Handayani, Yulia. 2018. Manajemen Pesantren dalam Membangun Nilai-nilai Kemuhammadiyahan (Studi MultiSitus di Ma'had 'Aly Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Panti Asuhan Nurus Syamsi). Tesis, Program Magister Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Pembimbing: (1) Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I (2) Drs. Rido Kurnianto, MA. Kata Kunci:Manajemen, Pesantren dan Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan. Dalam dunia pendidikan baik pendidikan Islam atau pendidikan umum pastinya memerlukan managemen, sebuah managemen yang bagus akan membawa suatu lembaga ke arah yang lebih baik, awal mulanya tema managemen hanya populer didunia perusahaan atau bisnis, kemudian tema ini digunakan dalam profesi lainnya termasuk dalam pendidikan dengan beberapa modifikasi dan spesifikasi tertentu lantaran perbedaan objek. Berangkat dari hal tersebut banyak lembaga pendidikan yang berbenah diri dan memberikan beberapa tawaran untuk meningkatkan kualitasnya serta menambahkan kurikulum pesantren di dalam pembelajarannya. Pada kenyataanya pesantren Muhammadiyah kini telah mengembangkan sayapnya ditengah masyarakat dan dalam penerapannya pihak pesantren menerapkan nilai-nilai kemuhammadiyahan disetiap lini kegiatan para satri, yaitu nilai gerakan Islam, nilai tajdid dan nilai amar ma’ruf. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikanmanajemen dalam menguatkan gerakan Islam,(2) manajemen dalam menguatkan tajdid dan (3) manajemen dalam menguatkan amar ma’ruf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan rancangan multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam), observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan comparative constant analysis melalui dua tahap, yaitu analisis data kasus tunggal dan analisis data lintas situs, teknik analisis data: penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data dilakukan melalui uji triangulation, transferability, dependability dan confirmability. Hasil penelitian: (1) Manajemen dalam Menguatkan Gerakan Islam melalui program AL-ISLAM memiliki tujuan untuk mengembalikan jati diri seorang muslim, muslim yang berpikiran maju, berpikiran luas dan juga perpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah sehingga dia tidak hanya sekedar ikut-ikutandan tidak mudah dibawa kesana kemari dengan arah dan tujuan yang tidak jelas. (2) Manajemen dalam Menguatkan Tajdid dikedua situs maka dapat dipahami bahwa program-program dalam menguatkan tajdi di kedua situs merupakan pengamalan baik (ma’ruf) dari segi ibadah maupun modernisasi yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak keluar dari ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. (3) Manajemen dalam Menguatkan Amar Ma’ruf dari temuan pada kedua situs makan difahami jika gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar tidak hanya dilakukan oleh seorang da’i-da’i, namun geraka amar ma’ruf dapat dilakukan dengan memberikan suatu teladan yang baik, maupun melalui program-program atau kegiatan-kegiatan seperti Taddabur Alam, bakti sosial dan tapak suci

    Mitch Albom's "Tuesdays With Morrie As An Allegory Strategy

    No full text
    this research discusses the Allegory's strategy and aim to find out how the author delivers the message in mitch albom's "Tuesday with Morrie's" through allegory. this research was conducted in order to give more knowldege about the allegory's strategy work in the text and make the wisdom more conveyed to the reader.ix, 73 hlm.; 27 c

    Integration of 21st Century Skills into Islamic Religious Education Learning Methods

    No full text
    Integration of 21st Century Skills into learning methods is crucial in modernizing Islamic Religious Education (PAI), particularly to address the challenges of learning that are relevant to the demands of the times. This study bridges the gap between traditional Islamic pedagogy and 21st-century competencies, focusing on the material of QS. Al Hujurat: 13. This study uses a qualitative descriptive approach with data collected through in-depth interviews with four PAI teachers from four Public Elementary Schools in Garo City, who were purposively selected based on their active involvement in teaching PAI and their experience implementing 21st-century learning strategies. Interviews were conducted during March–April 2025, recorded, transcribed, and analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that PAI teachers apply active learning methods such as group discussions, project-based learning, and the use of digital media, with the main challenges being limited learning time, lack of supporting facilities, and minimal teacher training, while existing support includes school policies and collaboration between teachers. These findings confirm that integrating 21st-century skills into Islamic Religious Education (PAI) learning can increase student engagement and material relevance, but requires adaptive strategies to address resource constraints. This study contributes theoretically by offering a framework for integrating 21st-century competencies into Islamic Religious Education (PAI) learning and practically by providing recommendations for teacher training and strengthening systemic support

    Pola Pendidikan keluarga Saat Bencana Kabut Asap di Kota Pekanbaru

    No full text
    Bencana kabut asap yang terjadi dari tahun 2015 sampai dengan 2019 memberikan dampak negatif disemua lini kehidupan manusia, terutama pada proses pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola pendidikan keluarga yang sesuai ketika kabut asap. Pendidikan keluarga yang dimaksud disini adaah sebuah proses pendidikan pada anak usia taman kanak-kanak terutama pada pendidikan agama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif naratif. Sampel dua keluarga yang berada di Kelurahan Tuah Karya kota Pekanbaru. Pendidikan anak yang sesuai ketika bencana kabut asap di kota Pekanbaru pada Kelurahan Tuah Karya adalah menggunakan media sosial WhatsApp dan modul yang telah dipersiapkan pihak sekolah. Penggunaan WhatsApp ini dengan cara guru mengingatkan orang tua agar mengulang-ulang materi yang telah ditentukan pihak sekolah. Penggunaan modul dengan cara sekolah memberikan modul kepada orang tua dan orang tua membimbing anak menggunakan modul tersebut. Hasil penelitian ini bisa digunakan oleh keluarga lain yang tekena bencana kabut asap
    corecore