31 research outputs found
STUDI DESKRIPTIF TENTANG MODEL EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI DI KABUPATEN BANTUL
Program bimbingan dan konseling yang sistematis adalah program pelaksanaannya sesuai dengan rencana, tertata baik sejak perencanaan, pendataan, implementasi dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman model evaluasi dan pelaksanaan evaluasi oleh guru BK/Konselor terhadap program Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari guru BK SMA Negeri di Bantul. Teknik pengumpulan data dengan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian, (1) pemahaman model evaluasi program bimbingan dan konseling pada guru bimbingan dan konseling masuk kategori baik. (2) Pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling pada guru bimbingan dan konseling masuk kategori baik
Guidance and Counseling Comprehensive: Evaluation Implemenation Guidance and Counseling Program
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI NASIONAL
Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan eratdengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahamiinformasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Permasalahan literasi hasil tes Progress International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2011 yang mengevaluasi kemampuan membaca peserta didik kelas IV menempatkan Indonesia pada peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428, di bawah nilai rata-rata 500 (IEA, 2012). temuan UNESCO (2012) terkait kebiasaan membaca masyarakat Indonesia, bahwa hanya satu dari 1.000 orang masyarakat Indonesia yang membaca. Kebijakan pemerintah dalam gerakan literasi tertuang Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 menyatakan perlunya sekolah menyisihkanwaktu secara berkala untuk pembiasaan membaca sebagai bagian dari penumbuhanbudi pekerti.Pihak pihak dalam literasi, lembaga pemerintah dan masyarakat seperti : KEMENDIKBUD, LPMP, Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten, Masyarakat, Satuan Pendidikan. Komponen dalam satuan pendidikan salah satu nya guru bimbingan dan konseling.Guru bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai fasilitator bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.Adapun peranan guru bimbingan dan konseling dalam implementasi gerakan lietrasi nasional sebagai berikut :1) Layanan dasar, seperti bimbingan kelompok denganpenggunaan buku saku motivasi, pengembangan media tentang “gemar membaca” 2) layanan responsif, seperti penerapan konseling dengan teknik biblioterapy, 3) layanan perencanaan individual,seperti layanan peminatan perencaaan karir : literasi jenis-jenis pilihan studi lanjut, 4) dukungan sistem: kebijakan sekolah berupa pengembangan taman bacaan, lomba literasi perpustakaandan cerdas cermat
Perbedaan self-regulated learning siswa SMP di Yogyakarta berdasarkan keberadaan kedua orang tua
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan komparasi tingkat self-regulated learning siswa yang tinggal bersama kedua orang tuanya dengan siswa yang tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 402 siswa SMP di Yogyakarta yang diambil secara stratified random sampling. Komposisi sampel penelitian terdiri dari 150 siswa tinggal jauh dari orang tuanya dan 252 siswa tinggal bersama kedua orang tuanya. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat self-regulated learning adalah skala self-regulated learning. Penelitian ini menggunakan Independent Sample T-Test sebagai teknik analisis datanya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa yang tinggal dengan kedua orang tuanya memiliki tingkat self-regulated learning cenderung sama dengan siswa yang tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Hasil penelitian ini merekomendasikan dilakukan identifikasi penyebab tidak adanya perbedaan self-regulated learning pada siswa yang tinggal bersama orang tuanya dengan siswa yang tinggal jauh dari orang tuanya.
The purpose of this study is to describe the comparability of the level of self-regulated learning of students who live with their parents with students who live far from their parents. The sample in this study were 402 junior high school students in Yogyakarta taken by stratified random sampling. The composition of the study sample consisted of 150 students living far from their parents and 252 students living with their parents. The measuring instrument used to measure the level of self-regulated learning is the scale of self-regulated learning. This study uses the Independent Sample T-Test as a data analysis technique. The results of the study concluded that students who live with both parents have a level of self-regulated learning tend to be the same as students who live far from their parents. The results of this study recommend identification of the causes of the absence of differences in self-regulated learning in students who live with their parents with students who live far from their parents
Novice Counselor's Work Readiness
This descriptive study aims to find out the novice counselors’ work readiness. To this end, fifty-four novice counselors graduated from the guidance and counseling department of Ahmad Dahlan University were recruited. The data were collected using a work readiness scale and analyzed using a quantitative descriptive technique. The result showed that the school counselors’ strongest aspect lay in work attitude, while the weakest aspect lay in interpersonal communication. Based on the focus group discussion, novice counselors still faced some difficulties when providing guidance and counseling services at school. The most frequently found obstacles were their ability to deal with the students’ mental, assertiveness, group counseling services, collaboration service, and service management. This study can be used as the basis to develop a service or training strategy to improve the novice counselors’ work readiness
The Department of Guidance and Counseling Students’ Learning Difficulties on Group Counseling Practicum in the Special Region of Yogyakarta
This study aimed to discover the learning difficulties experienced by the guidance and counseling students on group counseling practicum. This study was categorized as a descriptive study involving 286 students of seven Universities in the Special Region of Yogyakarta as the sample of the study. The sample was taken by using purposive sampling technique. The data collection technique of this study was a learning difficulties in group counseling practicum questionnaire by open and closed-ended questions. The data of this study were analyzed by using simple descriptive analysis by calculating the percentage and the categorization of the questionnaire score. The result of the study showed that the most contributing factor to the the students’ learning difficulties on the group counseling practicum was the aspect of the lecturer' teaching method by 53.31%. Besides, the result of the open-ended questionnaire showed that lack of group counseling basic skill mastery is one of the difficulties they experience during the group counseling service at the school. It contributes 38.46%. It showed that the practicum teaching methods need improvement to optimize the students' ability in practicing group counseling in school. This study becomes the basic consideration of the needs of learning model for group counseling practicum for the students of guidance and counseling in the Special Region of Yogyakarta
Konseptual bimbingan dan konseling anak usia dini
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah sebagai referensi guru bimbingan dan konseling dalam melakukan konsep layanan bimbingan dan konseling di pendidikan anak usia dini (PAUD). Tentu PAUD menjadi fokus layanan yang diberikan oleh guru BK mengingat pentingnya pembahasan mengenai perkembangan dan pertumbuhan selanjutnya. Metode yang digunakan penelitian studi literatur, yang diambil dari beberapa jurnal maupun buku. Hal ini digunakan mencapai pendampingan secara profesional dan berkelanjutan dari guru BK. Fase anak-anak sangat penting, dikarenakan anak-anak merupakan penerus pemimpin suatu bangsa, sehingga dengan mendidik anak usia sejak dini, secara langsung membantu menyiapkan generasi yang bermutu.Untuk ini diperlukan sebuah konsep layanan, guru BK dalam pengimplementasi layanan BK di pendidikan anak usia dini. Agar mampu mengenali, mempersiapkan dan mencapai tujuan yang dicita-citakan sejak dini
Self-Regulated Learning Siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta: Kedua Orang Tua Berpengaruhkan?
Hasil belajar yang maksimal merupakan salah satu pencapaian yang diharapkan oleh siswa, termasuk orang tuanya. Namun, berbagai masalah tentang belajar siswa di sekolah menjadi masalah yang masih dialami oleh siswa. Sebagai contohnya siswa yang enggan melakukan proses belajar yang mandiri dan bahkan siswa cenderung belajar jika dikendalikan oleh guru di sekolah. Permasalahan tersebut tergolong siswa yang kurang mampu mengoptimalkan keterampilan self-regulated learning. Salah satu yang mengindikasi dan mempreduksi tingkat self-regulated learning adalah keberadaan kedua orang tua di rumah siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat self-regulated learning berdasarkan siswa yang tinggal bersama kedua orang tuanya dengan siswa yang tinggal tidak bersama kedua orang tuanya. Penelitian ini melibatkan jumlah sampel sebanyak 415 siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel terdiri dari 143 siswa tidak tinggal bersama orang tuanya dan 272 siswa tinggal bersama kedua orang tuanya. Tingkat self-regulated learning diukur menggunakan skala self-regulated learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata skor self-regulated learning siswa SMK yang tinggal dengan kedua orang tuanya dengan siswa siswa yang tidak tinggal dengan kedua orang tuanya. Hasil penelitian ini seyogyanya menjadi dasar bagi konselor untuk meningkatkan self-regulated learning siswa dengan melibatkan unsur internal pada diri siswa buka unsur eksternal pada diri siswa seperti peran orang tua
