1,720,967 research outputs found
Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) Berbantukan Alat Peraga pada Materi Prisma Tegak Segitiga di MTs Mathla’ul Anwar Tuyau Kabupaten Barito Timur
Hanapi. 2016. Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) Berbantukan Alat Peraga pada Materi Prisma Tegak Segitiga di MTs Mathla’ul Anwar Tuyau Kabupaten Barito Timur. Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Rahmawati, M.Pd.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa di kelas eksperimen dengan model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) berbantukan alat peraga, hasil belajar siswa di kelas kontrol dengan model pembelajaran Konvensional, dan perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) berbantukan alat peraga dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran Konvensional, serta persepsi siswa terhadap model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) berbantukan alat peraga.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII MTs Mathla’ul Anwar Tuyau. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling, dimana sampelnya yaitu siswa kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes, dokumentasi, observasi, angket, dan wawancara. Materi yang diajarkan pada penelitian ini adalah prisma tegak segitiga.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen dengan nilai rata-rata yaitu 82,07 berada pada kualifikasi baik dan hasil belajar siswa di kelas kontrol dengan nilai rata-rata yaitu 69,59 berada pada kualifikasi cukup. Dari perhitungan uji beda diperoleh kesimpulan H_0 ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa di kelas eksperimen dan di kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) berbantukan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil angket, persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) berbantukan alat peraga berada pada kualifikasi sangat baik
Pengaruh Kepadatan Chlorella SP. Berbeda Yang Dikultur Menggunakan Lindi Terhadap Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Larva Ikan Baung (Hemibagrus Nemurus)
This research was carried for 3 months starting from the preparation of research containers, tools and materials until the research was completed on Mei 12-August 15, 2021 with the aim of knowing the density of Chlorella sp. on survival and growth of baung fish larvae. The materials used in this study were baung fish larvae aged 4 days and Chlorella sp. which has been cultured at the Microalgae Laboratory, Faculty of Agriculture, Islamic University of Riau. Chlorella sp. in culture using pure leachate as a culture medium with a concentration of 10%/L water, while the leachate dose is 500 mL, seeds of Chlorella sp. as much as 125 ml, water 4.375 ml and a total of 5000 ml in the media. The method used was a completely randomized design (CRD) method with 5 treatments and 3 replications, namely P1 = density of Chlorella sp. 140 x 104cells/mL, P2 = density of Chlorella sp. 150 x 104 cells/mL, P3 = density of Chlorella sp. 160 x 104cells/mL, P4 = density of Chlorella sp. 170 x 104 cells/mL, P5 = density of Chlorella sp. 180 x 104cells/mL. The best results in this study were found in P5 with a density of Chlorella sp. 180 x 104cells/mL, which resulted in a 78% survival rate of baung fish larvae. The average weight growth is 21.7 mg and the average length growth is 3.33 mm and the average daily growth rate of baung fish larvae is 3.10%. The water quality in this study supports the maintenance of baung fish larvae with a temperature of 28-29oC, a pH of 5-6, a DO content of 4.4-5.1 ppm, while for an ammonia content of 1.93-2.35 mg /L
Peranan Syekh Ali Hasan Ahmad Addary dalam dunia pendidikan di Tapanuli Bagian Selatan
Ulama adalah merupakan pewari para Nabi sudah barang tentu mempunyai tugas untuk menyampaikan syari'at Islam kepada ummat Islam sehingga dapat melaksanakan atau mengamalkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-sehari. Untuk itu para ulama memiliki kedudukan yang cukup mulia setingkat di bawah Nabi. Jika dilihat yang tergolong ulama yang cukup besar pengaruhnya di Tapanuli Bagian Selatan termasuk di antaranya Syekh Ali Hasan Ahmad Addary yang wafat pada tahun 1998 M. untuk itu penulis mencoba meneliti dalam skripsi ini dengan judul. "Peranan Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Dalam Dunia Pendidikan Di Tapanuli Bagian Selatan." Adapun yang menjadi pokok masalah dalam bahasan ini adalah bagaimana peranan Syekh Ali Hasan Ahmad Addary dalaam dunia pendidikan Informal, formal, dan nonformal Dalam penelitian ini penulis mengadakan riset kepustakaan dan juga riset terhadap orang yang dianggap dapat memberikan data, yaitu keluarga, murid-muridnya, dan juga rekan-rekannya semasa hidupnya. Dalam penelitian yang dilakukan diperoleh gambaran bahwa dalam pendidikan Informal Syekh Ali Hasan Ahmad Addry mengajari anak-anaknya membaca Al-Qur'an, yaitu dengan memanggil mahasiswa maupun mahasiswinya untuk mengajari anak-anaknya membaca Al-Qur'an dengan metode terjemah dan menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalamnya. Dalam pendidikan formal beliau mendirikan berbagai lembaga pendidikan baik pendidikan agama maupun umum, di antaranya Perguruan Tinggi Agama Islam Tapanuli (STAITA), SMA Islam, Madrasah Al-Islahiddin, dan lain sebagainya. Dalam pendidikan nonformal beliau mendirikan majlis ta'lim yang diberi nama Bina Ulama, membangun mesjid, dan lain sebagainya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Syekh Ali Hasan Ahmad Addary memiliki peranan yang cukup besar dalam dunia pendidikan di Tapanuli Bagian Selatan, baik ia pendidikan Informal, Formal, dan Nonformal sehingga dapat berdirinya berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi
SISTEM PERKAWINAN ADAT DITINJAU DARI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI SUKU SASAK LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
Perkawinan adat yang ada di Indonesia sangatlah beragam, beberapa adat perkawinan tradisional besar yang sering digunakan untuk mensakralkan acara perkawinan adalah perkawinan adat Sasak, perkawinan adat Jawa, perkawinan adat Minangkabau, perkawinan adat Betawi, perkawinan adat Tionghoa, perkawinan adat Melayu, perkawinan adat Sunda, perkawinan adat Batak, perkawinan modern dan masih banyak adat perkawinan lainnya.
Dalam bidang adat istiadat dan kesenian di daerah Lombok, pengaruh agama Hindu Bali sangat besar, misalnya pada sistem adat perkawinan, dalam istilah Sasak disebut merarik (kawin lari). Pengaruh Hindu Bali yang sangat besar mungkin saja terjadi mengingat tanah Sasak (Lombok) pernah diperintah oleh kerajaan Karang Asam Bali yang dalam sistem perkawinan adat di Lombok masih terlihat, namun terdapat beberapa perbedaan yang sangat penting dalam tata cara pelaksanaannya. Sistem perkawinan adat merarik di Lombok sudah dipengaruhi oleh unsur-unsur ajaran Islam.
Di samping banyaknya pengaruh budaya Hindu Bali pada aspek budaya masyarakat Lombok, terdapat juga pengaruh yang datang dari budaya Jawa. Hal ini masih terlihat ketika salah seorang penganut Islam Wetu Telu(waktu Tiga ) akan melangsungkan pernikahan yang dipimpin oleh seorang Kiyai santri yang dihadiri oleh para pemangku adat.
Keunikan dan keberagaman ini merupakan suatu keunikan jika kita mau teliti lebih mendalam karena kalau ditinjau dari jauh sepertinya memiliki gabungan atau asimilasi tiga unsur yaitu unsur budaya, unsur agama Hindu dan unsur agama Islam
KONSEP PENDIDIKAN MENURUT IMAM AL-GHAZALI
Pendidikan Islam merupakan wahana latihan mental, moral, dan fisik yang bisa menghasilkan manusia yang berbudaya tinggi serta bertanggung jawab yang ditopang oleh personalitas yang berkualitas.Al-Ghazali merupakan sosok ulama yang menaruh perhatian terhadap proses internalisasi ilmu dan pelaksana pendidikan. Menurutnya, untuk menyiarkan agama Islam, memelihara jiwa dan taqarrub kepada Allah. Oleh karena itu pendidikan merupakan ibadah dan upaya peningkatan kualitas diri. Pendidikan yang baik merupakan jalan untuk mendekatkan diri Allah dan mendapatkan kebahagian dunia-akhirat.Kajian terhadap konsep Al-Ghazali tentang pendidikan adalah bahwa Pendidikan yang baik merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan pendidikan menurut Al-Ghazali harus mengarah kepada realisasi tujuan keagamaan dan akhlak, dengan titik penekanannya pada perolehan keutamaan dan taqarrub kepada Allah. Mengenai kurikulum pelajaran, dapat juga dipahami sebagaimana Al-Ghazali telah menyusun kurikulum yang diatur berdasarkan arti penting yang dimiliki oleh masing-masing ilmu seperti berikut ini:1. Urutan pertama; Al-Qur'an al-Karim, ilmu-ilmu agama seperti Fiqih, Sunnah dan Tafsir.2. Urutan kedua; Ilmu-ilmu bahasa (bahasa Arab), ilmu Nahwu serta artikulasi huruf dan lafadz. Ilmu-ilmu ini melayani ilmu-ilmu agama.3. Urutan ketiga; Ilmu-ilmu yang termasuk kategori wajib kifayah, yaitu ilmu kedokteran, ilmu hitung dan berbagai keahlian, termasuk ilmu politik.4. Urutan keempat; Ilmu-ilmu budaya, seperti syair, sastra, sejarah serta sebagian cabang filsafat, seperti matematika, logika, sebagian ilmu kedoketran yang tidak membicarakan persoalan metafisika, ilmu politik dan etika.
 
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Eksistensi Tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Lombok Timur (Suatu Tinjauan Sejarah Budaya)
Tujuan penelitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui sejarah Tradisi Jati Suara dalam acara khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur; (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan Tradisi Jati Suara dalam acara khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur; dan (3) Untuk mengetahui dampak tradisi Jati Suara terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah dalam pengertian yang lebih umum adalah penelitian suatu atas masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis. Peneliti menggunakan metode sejarah, karena dalam penelitian ini mengkaji eksistensi tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Metode sejarah merupakan cara atau teknik dalam merekonstruksi peristiwa masa lampau melalui empat tahapan kerja, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
