19 research outputs found
SISTEMATIKA PENYUSUNAN AYAT DAN SURAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI KOMPARATIF KARYA NASARUDDIN UMAR DAN SHALAHUDDIN HAMID
Skripsi ini membahas tentang sistematika penyusunan ayat dan surah dalam al-Qur’an dengan fokus pada dua karya penting, yaitu Ulumul Qur’an karya Nasaruddin Umar dan Study Ulumul Qur’an karya Shalahuddin Hamid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pandangan Nasaruddin Umar dan Shalahuddin Hamid mengenai urutan dan struktur penyusunan surah serta ayat yang merupakan hasil proses historis yang melibatkan konteks sosial dan peristiwa yang terjadi pada masa Nabi Muhammad. Nasaruddin Umar cenderung menggunakan pendekatan bi al-Ra’yi> (pemikiran), yang menekankan analisis mendalam dan penalaran logis, karena ia percaya bahwa pemahaman yang lebih dalam terhadap konteks dan struktur al-Qur’an dapat diperoleh melalui interpretasi yang kritis. Ia berpendapat bahwa sistematika al-Qur’an bersifat sebagian tauqi>fi> dan sebagian ijtihad sahabat, yang menunjukkan bahwa ada elemen yang ditetapkan langsung oleh Allah dan ada pula yang merupakan hasil pemikiran dan keputusan para sahabat setelah wafatnya Nabi. Sebaliknya, Shalahuddin Hamid mengedepankan pendekatan bi al-Ma’s}u>r (periwayatan), menekankan bahwa sistematika tersebut bersifat sepenuhnya tauqi>fi> dan ditetapkan langsung oleh Allah melalui wahyu kepada Rasulullah, karena ia berfokus pada otoritas teks dan tradisi yang telah ada, serta pentingnya merujuk pada sumber-sumber primer seperti hadis dan pendapat ulama salaf.
Penelitian ini juga mengekplorasi penggunaan hadis sebagai argumen oleh kedua penulis, serta perdebatan di kalangan ulama mengenai validitas dan otoritas sistematika penyusunan al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research), dengan menggunakan sumber data primer (al-Qur’an dan buku-buku Ulumul Qur’an karya Nasaruddin Umar dan Shalahuddin Hamid), dan data sekunder (jurnal, skripsi, dan beberapa literatur lainnya yang relevan dengan penelitian ini). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan, keduanya sepakat akan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap konteks dan struktur al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam kajian Ulumul Qur’an dan memperkaya
diskursus akademis mengenai penyusunan kitab suci umat Islam. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan studi alQur’an dengan menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner yang menggabungkan analisis linguistik dan konteks sosial.
Kata Kunci: Sistematika Penyusunan Ayat, Surah Al-Qur’an, Nasaruddin Umar, Shalahuddin Hamid, Tauqi>fi> dan Ijtihad
The educational values of the book of “Salahuddin Al-Ayyubi and Perang Salib III” by Alwi Alatas
One branch of Islamic education is history lesson. Through these lesson the students are expected to take the lessons of past stories especially related to Islam. However, today the students who like history lesson are very few because of boring, monotonous, and uninteresting. Besides that, today the Islamic world is experiencing a similar event with the time of Salahuddin Al-Ayyubi.
The book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas is a historical book. The book content is about the educational values which could be emulated today. The book of “Salahuddin Al-Ayubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas as representatives story of the past to be used as research under the title The Educational Values of the Book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas. The goal of this research is to know (1) the educational values contained in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”, (2) the writing method which is used by Alwi Alatas in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”, (3) The way of author to convey the truth of the story in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” to the reader.
This research is a document research. The data analysis in this research is content analysis with historical approach. The data validity used (1) the perseverance of observer, (2) marking, (3) noting, (4) triangulation.
The research results show that educational values contained in the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III” by Alwi Alatas are moral value, awareness value, and religion value. Religion value can also be called with Divine (Ilahiah) value which is divided into: pious (imaniah) value, ubudiah value, muamalah value. In muamalah value there is multicultural value which are divided into: ummah value, rahmah (mercy) value, and musawah value. In composing the book of “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”, Alwi Alatas using content analysis with historical approach. To convey the truth of the story in the book the author has fulfilled the general terms of the exposure of historical story (1) the author has the ability to express with good language, (2) the historical story unity, (3) presenting the evidence and make general lines which will be followed clearly by the reader thinking, (4) the whole exposure of history, should be argumentative
ANALISIS KRITIS TERHADAP METODE KRITIK SEJARAH BERBASIS GENDER DALAM STUDI ISLAM DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA INDONESIA
Perspektif gender sebagai pendekatan akademis dalam studi Islam seperti yang dipraktikkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Indonesia, merupakan fenomena baru dan masih kontroversial di kalangan para akademisi hingga kini. Makalah ini bertujuan untuk meneliti metode kritik sejarah berbasis gender di UIN Sunan Kalijaga, dan disertai dengan analisis kritis terhadapnya. Dalam kajian yang bersifat kepustakaan ini, penulis menggunakan metode analisis kandungan (content analysis) tehadap buku-buku, jurnal, dan karya ilmiah mahasiswa akhir di UIN Sunan Kalijaga. Kajian menemukan bahwa metode kritik sejarah terhadap studi Islam yang dijalankan di UIN Sunan Kalijaga pada umum mempunyai banyak kesamaan dengan metode kritik sejarah yang dihasilkan oleh pemikir modernis Muslim seperti Nasr Hamid Abu Zayd. Selain itu, metode ini juga telah dipraktikkan oleh sarjana Kristen untuk meneliti kembali validitas teks-teks Bibel dan untuk mendapatkan pemahaman yang objektif. Dekonstruksi tafsir yang dihasilkan metode ini cenderung bertentangan dengan makna hakiki yang terkandung dalam teks yang jelas, dan metode seperti ini tidak dikenal dalam khazanah intelektual Islam
