1,720,977 research outputs found

    Pengaruh Motivasi, Self-Efficacy, dan Latar Belakang Pendidikan Mahasiswa terhadap Prestasi Belajar Matematika Mahasiswa PGSD STKIP Hamzanwadi Selong dan PGMI IAI Hamzanwadi Pancor

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh motivasi, self-efficacy, dan latar belakang pendidikan mahasiswa terhadap prestasi belajar matematika mahasiswa PGSD dan PGMI. 2) perbedaan pengaruh motivasi, self-efficacy, dan latar belakang pendidikan mahasiswa terhadap prestasi belajar matematika mahasiswa PGSD dan PGMI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey ini mengandung tiga variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas adalah motivasi, self-efficacy, dan latar belakang pendidikan mahasiswa, sedangkan variabel terikat adalah prestasi belajar matematika. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 5 PGSD STKIP Hamzanwadi berjumlah 250 orang dan PGMI IAI Hamzanwadi yang berjumlah 62 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 208 orang mahasiswa (152 orang mahasiswa PGSD dan 56 orang mahasiswa PGMI). Data dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi, angket self-efficacy, dan tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis regresi ganda. Untuk uji kesamaan digunakan two-sample t test dummy variables in regression. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Rata-rata prestasi belajar matematika mahasiswa PGSD 57,95 (cukup) dan PGMI 50,93 (rendah); rata-rata motivasi mahasiswa PGSD 110 (tinggi) dan PGMI 99,57 (sedang); rata-rata self-efficacy mahasiswa PGSD 86,61 (tinggi) dan PGMI 81,55 (tinggi). (2) Motivasi, self-efficacy dan latar belakang pendidikan mahasiswa secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika mereka. Berdasarkan hasil uji parsial dengan uji-t, motivasi dan self-efficacy masing-masing berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika mahasiswa, sedangkan latar belakang pendidikan mahasiswa tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika mereka. (3) Hasil uji kesamaan menggunakan two-sample t test dummy variables in regression menunjukkan ada perbedaan pengaruh motivasi dan self-efficacy terhadap prestasi belajar matematika mahasiswa PGSD dan mahasiswa PGMI

    Pengembangan Instrumen Tes Matematika Model Testlet dengan Permasalahan Realistik untuk Penilaian Kelas di SD

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan desain, kisi-kisi, pedoman penyekoran, dan pedoman penyusunan instrumen tes matematika model testlet dengan permasalahan realistik untuk penilaian kelas di SD; (2) mendeskripsikan kualitas instrumen tes matematika model testlet dengan permasalahan realistik untuk penilaian kelas di SD; dan (3) mengetahui penilaian guru terhadap instrumen tes matematika model testlet dengan permasalahan realistik untuk penilaian kelas di SD. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari hasil modifikasi dua model pengembangan yaitu Borg & Gall dan Plomp yang dipadukan dengan langkah pengembangan tes dari Djemari Mardapi. Penelitian ini melibatkan lima pakar yang terdiri atas satu pakar pengukuran dan empat pakar matematika/pendidikan matematika. Penelitian ini juga melibatkan 17 mahasiswa doktoral sebagai penelaah sejawat, 19 guru peserta workshop penyusunan testlet dan 711 peserta didik untuk uji coba instrumen (352 dari SD berbasis Kurikulum 2006 dan 359 dari SD berbasis Kurikulum 2013). Hasil validasi pakar dianalisis menggunakan formula Aiken, Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI). Analisis hasil uji coba terbatas menggunakan teori tes klasik, dan analisis ujicoba diperluas menggunakan teori respons butir dengan model respon berjenjang dua parameter logistik (2-PL GRM). Tingkat kehandalan tes ditunjukkan oleh nilai koefisien Cronbach Alpha. Pendekatan yang digunakan dalam teori respon butir adalah Marginal Maximum Likelihood (MML), dan untuk mengetahui parameter butir menggunakan metode Bock & Liebermen. Hasil penelitian ini dikelompokkan menjadi tiga bagian. Pertama, produk hasil pengembangan istrumen tes matematika model testlet dengan permasalahan realistik yang akurat untuk penilaian kelas yang terdiri atas desain instrumen tes, kisi-kisi instrumen, instrumen tes, pedoman penskoran dan pedoman penyusunan instrumen tes. Kedua, instrumen tes matematika model testlet yang berkualitas yang ditunjukkan oleh: nilai CVI kesesuaian indikator terhadap KD untuk Kurikulum 2006 sebesar 0,94 (kategori baik) dan Kurikulum 2013 sebesar 0,88 (kategori baik). Nilai CVI kesesuaian butir terhadap indikator untuk Kurikulum 2006 sebesar 0,97 (kategori baik) dan Kurikulum 2013 sebesar 0,89 (kategori baik). Indeks tingkat kesukaran butir tes untuk Kurikulum 2006 berkisar dari -0,441 sampai dengan 3,603 dan Kurikulum 2013 berkisar dari -0,642 sampai dengan 2,668. Indeks daya beda butir tes untuk Kurikulum 2006 berkisar dari 0,312 sampai dengan 0,808 dan Kurikulum 2013 dari 0,431 sampai dengan 0,941. Nilai fungsi informasi yang baik untuk Kurikulum 2006 didapatkan pada skala kemampuan dari -1,8 sampai dengan +3,5 dan Kurikulum 2013 dari -1,7 sampai dengan +3,6. Hasil estimasi reliabilitas untuk Kurikulum 2006 sebesar 0,822 dan Kurikulum 2013 sebesar 0,808. Ketiga, hasil workshop penyusunan testlet menunjukkan bahwa penilaian guru terhadap instrumen tes matematika model testlet dengan permasalahan realistik masuk kategori sangat baik (36,84%) dan kategori baik (63,16%

    Pengembangan Instrumen Religiositas Peserta Didik Muslim di Sekolah Dasar.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan konstruk instrumen religiositas peserta didik muslim di Sekolah Dasar, (2) mendeskripsikan kualitas instrumen religiositas peserta didik muslim di Sekolah Dasar, (3) menghasilkan keefektifan instrumen religiositas peserta didik muslim di Sekolah Dasar, dan (4) mengidentifikasi profil religiositas peserta didik muslim di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen. Tahapan pengembangan pertama meliputi observasi dan pengkajian literatur terkait aspek- aspek religiositas, validasi item pernyataan melalui expert judgement, dan analisis menggunakan formula Aiken. Tahapan selanjutnya adalah uji coba terbatas di SD Negeri Kaliurang 1 dan SD Negeri Giriharjo, yang melibatkan peserta didik kelas V, meliputi lima peserta didik untuk uji keterbacaan dan 31 peserta didik untuk uji coba terbatas, dan dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis. Uji coba skala luas melalui teknik sampling stratified random sampling diperoleh subjek 472 peserta didik muslim kelas IV, V, dan VI SDIT, SD Muhammadiyah, dan SD negeri di Kabupaten Sleman, DIY dan dianalisis menggunakan validitas konstruk Confirmatory Factor Analysis. Untuk mengetahui perbandingan religiositas antara SD berbasis agama Islam dan umum digunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Konstruk instrumen religiositas yang dikembangkan terdiri atas aspek religious belief, religious practice, dan religious experience. (2) Kualitas instrumen yang dikembangkan terbukti melalui validitas isi dengan menghasilkan 30 item pernyataan, validitas konstruk melalui EFA menghasilkan 20 item pernyataan, validitas konstruk melalui CFA menghasilkan 15 item pernyataan. Model konstruk religiositas memiliki model fit yaitu Chi Square 124,17, df = 101, p value = 0,058, indeks RMSEA = 0,042, indeks GFI = 0,89, indeks AGFI = 0,86, CFI = 0,94, NNFI/TLI = 0,93, dan RMR = 0,050. Reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cronbach sebesar 0,776 dan dinyatakan reliabilitas baik. (3) Keefektifan instrumen religiositas menghasilkan 50% guru mengganggap bahwa instrumen cukup praktis digunakan. (4) Profil religiositas peserta didik menunjukkan kategori sangat tinggi sebanyak 64,4%, kategori tinggi sebanyak 22,9%, kategori rendah sebanyak 6,9% dan kategori sangat rendah sebanyak 5,7%. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara SD berbasis agama Islam dan SD berbasis umum, terbukti dari uji independent sample t-test yang menghasilakan nilai Sig. (2-tailed) = 0,006 < 0,05

    Analisis Kelas Laten Siswa SMP dalam Keterampilan Berfikir komputasi: Hubungan antara Dekomposisi Massalah, Pengenalan Pola, Berfikir Algoritma, Abstraksi serta Generalisasi.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelas laten dan hubungan antar aspek kemampuan berpikir komputasi dengan Latent Class Analysis (LCA) dan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian ini menggunakan mixed method dengan model sequential explanatory yang diawali dengan analisis kuantitatif untuk mengukur kemampuan berpikir komputasi siswa sekolah menengah pertama (SMP), diikuti oleh analisis kualitatif untuk mendalami faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir komputasi. Sampel penelitian terdiri dari 597 siswa kelas VIII yang diambil dengan teknik cluster random sampling dari 10 sekolah yang ada di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan melalui wawancara serta dokumentasi. Validitas dibuktikan melalui validitas isi, validitas kontruk dengan Confirmatory Factor Analysis, reliabilitas dengan inter-rater reliability, dan keabsahan data dengan triangulasi data. Analisis data kombinasi kuantitatif dan kualitatif dilakukan dengan LCA dan SEM untuk menentukan hubungan antar aspek kemampuan berpikir komputasi, dilanjutkan dengan pendekatan Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian dijabarkan sebagai berikut. (1) Instrumen kemampuan berpikir komputasi yang dihasilkan valid berdasarkan validitas isi dan konstruk, serta reliabel dengan nilai inter-rater reliability berada pada tingkat “Moderate” hingga “Very Good”, sehingga instrumen layak digunakan. (2) Hasil analisis kelas laten menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasi peserta didik bervariasi di setiap kelas, dengan kelas 1 dengan 301 peserta didik (50,42%) memiliki kemampuan sedang, kelas 2 dengan 208 siswa (34,84%) kemampuan sangat rendah, dan kelas 3 dengan 88 siswa (14,74%) kemampuan sangat baik. Kelemahan pada dimensi “Abstraksi dan generalisasi” menegaskan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif dan strategi yang beragam untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi di semua kelas. (3) Hasil uji statistik dengan SEM menunjukkan dekomposisi masalah, berpikir algoritma, abstraksi serta generalisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir komputasi, sementara pengenalan pola tidak menunjukkan kontribusi yang signifikan

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY SISWA

    No full text
    Rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah akibat rasa percaya diri yang rendah memerlukan suatu model pembelajaran yang inovatif dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran integrated problem posing and problem solving dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan non-equivalent pre-test and post-test group design. Populasi penelitian ini adalah siswa yang belum pernah mempelajari mata pelajaran nilai perbandingan dan nilai invers di SMP Negeri 1 Cibingbin, Kuningan, Jawa Barat tahun pelajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Analisis data menggunakan statistik uji multivariat (Hotellings') diperoleh. Berdasarkan nilai effect size sebesar 0,10 menunjukkan keefektifan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy akibat adanya model pembelajaran tersebut

    Implementasi Penilaian Autentik: Model Perangkat Pembelajaran dan Penilaian Matematika Dengan Pendekatan CTL Berbasis Budaya Islam

    Full text link
    This study aims at implementing authentic assessments in mathematics learning in the classroom by developing mathematical learning and assessment tools with Islamic culture based Contextual Teaching and Learning approach that meet valid, practical, and effective requirements. The research procedure adopted the 4-D Development model, those are Defining, Planning, Developing and distributing stages. The instrument used to assist the research process consisted of (1) device validation sheet, (2) practicality questionnaire from the teacher, (3) student response questionnaire, (4) Instrument of student motivation and learning outcomes. The validity quality of learning devices meets valid criteria based on the average score of the syllabus which reaches 4.18, lesson plan 4.18, textbook 4.28, and the instrument meets the valid index based on the aikens formula. The practicality quality of learning devices meets practical criteria based on the assessment of practicality of the teacher in which the average score reaches 4.75, and the response questionnaire assessment of students is 493. Based on the result of Manova test, it can be concluded that the use of Mathematics learning and assessment model with Islamic culture based Contextual Teaching and Learning approaches is effective in terms of learning outcomes and student motivation.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore