12 research outputs found

    Sistem Persarafan dalam Asuhan Keperawatan

    No full text
    188 hlm.; 20 cm

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKANAN DARAH DAN SATURASI OKSIGEN PERIFER (SPO2)

    No full text
    Tekanan darah merupakan faktor yang sangat penting pada sistem sirkulasi. Tidak semua tekanan darah berada dalam batas normal sehingga menyebabkan munculnya gangguan pada tekanan darah yakni hipertensi dan hipotensi. Prevalensi hipertensi di Daerah Istimewa Yogyakarta masuk di urutan ke-14 yaitu sebesar 25,7%. Selain itu ada cara untuk mendeteksi adanya gangguan tekanan darah atau masalah sirkulasi pada tubuh dengan cara memeriksa tekanan darah dan mengetahui nilai saturasi oksigen. Gangguan tekanan darah yang bisa mempengaruhi nilai pada saturasi oksigen di tubuh. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan umur dan jenis kelamin dengan tekanan darah dan saturasi oksigen (SpO2) pada mahasiswa keperawatan salah satu universitas di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa salah satu kampus keperawatan salah satu universitas di Yogyakarta berjumlah 137 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan 120 responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah sphygmomanometer digital, pulse oximetry, dan lembar observasi. Analisis data penelitian menggunakan uji Kruskal wallis. Mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 108 responden (90%). Mayoritas kategori remaja akhir yaitu 117 responden (97,5%). Mayoritas tekanan darah pada mahasiswa kategori normal sebanyak 81 responden (67,5%). Nilai median saturasi oksigen (SpO2) yaitu 98 mmHg. Hasil analisis bivariat antara umur dan jenis kelamin dengan tekanan darah didapatkan p-value 0,641 dan 0,176. Hasil analisis bivariat antara usia dan jenis kelamin dengan saturasi oksigen (SpO2) didapatkan p-value 0,385 dan 0,964. Hasil analisis bivariat antara tekanan darah dan saturasi oksigen (SpO2)  didapatkani p value adalah 0,010. Tidak ada hubungan signifikan antara umur dan jenis kelamin dengan tekanan darah. Tidak ada hubungan signifikan antara umur dan jenis kelamin dengan saturasi oksigen (SpO2). Ada hubungan antara tekanan darah dengan saturasi oksigen (SpO2) pada Mahasiswa Keperawatan   Blood pressure is a very important factor in the circulatory system. Not all blood pressure is within normal limits, causing interference with blood pressure, namely hypertension and hypotension. The prevalence of hypertension in the Special Region of Yogyakarta is ranked 14th at 25.7%. In addition there are ways to detect blood pressure disorders or circulation problems in the body by checking blood pressure and knowing the value of oxygen saturation. Blood pressure disorders that can affect the value of oxygen saturation in the body. The study aims to analyze the relationship between age and sex with blood pressure and oxygen saturation (SpO2) in nursing students at a university in Yogyakarta. This research is a type of correlation study with a cross sectional study design. The population is all students of one nursing campus of a university in Yogyakarta totaling 137 people. The sampling technique used is total sampling with 120 respondents who fit the inclusion and exclusion criteria. The research instruments used were digital sphygmomanometer, pulse oximetry, and observation sheets. Analysis of research data using the Kruskal Wallis test. The majority of women are 108 respondents (90%). The majority of late adolescent categories are 117 respondents (97.5%). The majority of blood pressure in normal category students was 81 respondents (67.5%). The median value of oxygen saturation (SpO2) is 98 mmHg. The results of bivariate analysis between age and sex with blood pressure obtained p-values ​​of 0.641 and 0.176. The results of bivariate analysis between age and sex with oxygen saturation (SpO2) obtained p-values ​​of 0.385 and 0.964. The results of the bivariate analysis between blood pressure and oxygen saturation (SpO2) found that the p value was 0.010. There is no significant relationship between age and sex with blood pressure. There is no significant relationship between age and sex with oxygen saturation (SpO2). There is a relationship between blood pressure and oxygen saturation (SpO2) in nursing students

    New Copyright

    No full text

    Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Efektif Menurunkan Kadar Gula Darah

    No full text
    Hyperglycemia can be managed by non-pharmacotherapy by consuming herbal plants. Examples of plants that can be used are soursop leaves. The study aims to determine the effect of soursop leaves on blood sugar levels in the people of Kuwaru Village, Poncosari, Sandakan, Bantul, Yogyakarta. This type of research is a quasi-experiment with pre and post-test control group. The sampling technique used consecutive sampling with a large sample of 86 respondents consisting of a control group of 43 respondents and an intervention group of 43 respondents. Research instruments are Glucometer and observation sheets. Data analyzed using the Mann-Whitney test. Median random blood sugar in the pretest and posttest control group was 94.00 mg/dL and 98.00 mg/dL. Median random blood sugar in the pretest and posttest intervention group 129.00 mg/dL and 105.00 mg/dL. The results of the bivariate control group (p = 0.202). The results of the bivariate intervention group (p = 0.005). The results of the bivariate control group and the intervention group (p = 0.019). There were differences in pretest and posttest blood sugar in the intervention group, it can be concluded that Soursop leaves effectively reduce the random blood sugar of Residents in Kuwaru Village, Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta

    Factors Associated with Chronic Kidney Insufficiency Stage: A Cross-Sectional Study

    No full text
    Chronic Kidney Insufficiency (CKI) is a kidney disorder that occurs for at least three months and can become a chronic kidney disease. Many risk factors can cause CKI related to individual characteristics and lifestyle. The purpose is to determine the relationship between age, gender, diabetes mellitus, hypertension, smoking, and consumption of energy supplements with CKI stage in a selected hospital in Indonesia. This research was an analytic observational quantitative with a cross-sectional design. The number of samples was 325 patients using the accidental sampling technique. The instrument used creatinine results and Glomerular Filtration Rate calculations based on laboratory tests, questionnaires, and observation sheets. Bivariate analysis with Chi-Square. Most of the respondents in the CKI stage V (38.8%), late elderly (35.4%), male (56.9%) had a history of diabetes mellitus (55.4%), hypertension (67.7%), did not smoke (78.5%), and does not consume energy supplements (62.5%). Bivariate analysis showed a meaningful relationship between age (X2=8.52, p=0.019), history smoking behaviour (X2=7.12, p=0.026), diabetes mellitus (X2=4.39, p=0.037, and hypertension (X2=7.99, p=0.026) with CKI stage. Age, smoking behaviour, history of diabetes mellitus, and hypertension were associated with the CKI stage

    Program Vaksinasi Metode Drive Thru Sebagai Upaya Dinkes Sleman Yogyakarta Mencegah Penyebaran COVID-19

    No full text
    Dinas kesehatan Kabupaten Sleman melakukan beberapa program vaksinasi. Salah satu program dilaksanakan di Kawasan Candi Prambanan dengan peserta pelaku kegiatan wisata dan transortasi umum. Dinas Kesehatan melibatkan organisasi profesi kesehatan untuk berpartisipasi. Penulis mewakili DPK PPNI Universitas Respati Yogyakarta. Vaksinasi dilaksanakan dengan metode drive thru. Vaksinasi dilaksanakan beberapa hari, setiap peserta mendapat vaksin 2 tahap. Setiap hari vaksinasi dilakukan sebanyak 2 sesi, pagi dan siang. Vaksinasi menggunakan empat meja yaitu satu pendaftaran dan administrasi, dua screening kesehatan, tiga pemberian vaksin, dan empat observasi paska vaksinasi. Penulis bertugas di meja 2 yaitu anamnesa dan validasi kesehatan sesuai format, pemeriksaan suhu, dan tekanan darah. Vaksin adalah Sinovac. Jumlah peserta vaksinasi tahap satu dan dua yaitu 612 dan 607 peserta. Metode vaksinasi drive thru mempunyai kelebihan, peserta lebih nyaman dikarenakan proses cepat tanpa turun dari kendaraan. Kelemahannya bagi tenaga kesehatan membutuhkan tenaga lebih dikarenakan harus berpindah mendekati peserta satu per satu setiap kedatangan

    Upaya Menigkatkan Kesiapsiagaan Karwayan Menghadapi Gempa Bumi Sebagai Salah Satu Program Kampus Siaga Bencana

    No full text
    Yogyakarta menjadi salah satu provinsi yang sering mengalami bencana gempa bumi di Indonesia. Diperlukan kesiapsiagaan yang baik dari masyarakat untuk mencegah dampak buruk dari gempa bumi. Salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang gempa bumi diberikan kepada tenaga non pendidik di Universitas Respati Yogyakarta. Jumlah peserta pada kegiatan ini sebanyak 40 orang yang diklasifikasikan menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi dalam jumlah sama besar. Pendidikan kesehatan dilaksanakan secara online melalui media zoom selama 30 menit. Sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan diukur kesiapsiagaan peserta. Dari pretest kelompok kontrol dan intervensi 54,35 dan 55,45. Sedangkan posttest kelompok kontrol dan intervensi diperoleh rata-rata kesiapsiagaan 71,60 dan 83,73. Terjadi peningkatan skor kesiapsiagaan pada kelompok kontrol dan intervensi yaitu 11,1 dan 12,13. Terdapat pengaruh dari pendidikan kesehatan terhadap tingkat kesiapsiagaan dalam menghadapi gempa bumi pada karyawan di Universitas Respati Yogyakarta. Berdasarkan hasil diharapkan dapat disusun program edukasi berkala tentang gempa bumi agar seluruh karyawan dapat berpartisipas
    corecore