1,720,967 research outputs found
Sejarah dan Bahasa Figuratif dalam Tradisi Katoba pada Masyarakat Muna
Masyarakat Muna memiliki salah satu tradisi, yakni katoba. Secara historis, keberadaan tradisi katoba di Muna terkait dengan awal masuknya Islam di Muna pada 1629-1665 M, yakni masa pemeritahan La Ode Abdul Rahman (bergelar Sangia La Tugho). Sejak masa pemerintahan Sangi La Tugho, hingga saat ini perkembangan tradisi katoba masih cukup kuat karena telah melembaga dalam sistem kebudayaan Muna. Tradisi ini dilaksanakan pada anak yang berusia (7-11 tahun) yang dipandu oleh seorang imamu (imam) desa. Dalam proses pelaksanaan tradisi katoba terjadi interaksi verbal antara imamu dan anak. Interaksi verbal tersebut, selain tercermin melalui bahasa sehari-hari anak, hadir pula kemasan bahasa figuratif (figurative language). Pemakaian bahasa figuratif tersebut, selain untuk memudahkan pemahaman anak terhadap nasihat/pesan katoba yang disampaikan, juga untuk memberikan makna khusus atau efek tertentu.Kata kunci: sejarah, bahasa figuratif, tradisi katoba, masyarakat MunaThe people of Muna has a tradition called Katoba. Historically, the existence of this tradition was related with the earlier penetration of Islam in Muna at 1629-1665 AD, during the ruling period of La Ode Abdul Rahman (titled Sangia La Tugho). Since the ruling period of Sangia La Tungo until today, the Katoba tradition has been growing stronger as it has institutionalised in the Muna Cultural System. The tradition is performed on to children aged 7 to 11 and guided by a village imam (imamu). During the procession, verbal interaction happens between the imamu and the child. The verbal interaction, while reflecting the child‘s everyday language, also shows occurances of figurative language expressions. The reason in using figurative language is to help children to better understand the messages and advices of Katoba and to give special meaning or certain effects.Keywords: history, figurative language, Katoba tradition, the Muna people</jats:p
Problematika Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Lembaga Pendidikan Islam di Tengah Komunitas Minoritas Muslim (Studi di MIN 1 Minahasa)
Problematika karakter bangsa di kalangan peserta didik akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Selain itu pengaruh budaya asing yang masuk di negara kita dapat mempengaruhi karakter bangsa. Pendidikan karakter memegang peranan penting dalam mewujudkan kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan problematika pendidikan budaya dan karakter bangsa di MIN 1 Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pendidikan budaya dan karakter karakter siswa di MIN 1 Minahasa dilihat pada faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pembentukan karakter siswa di MIN 1 Minahasa yakni dukungan guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat di sekitar madrasah. Sementara itu, faktor penghambatnya yakni masih ada sebagian kecil orang tua yang tidak peduli dengan anaknya, beragamnya karakter siswa, dan dampak lingkungan peserta didik yang kurang baik.
Dinamika Bahasa dan Budaya yang Tercermin Tradisi Lisan Katoba pada Masyarakat Muna
Abstrak Tradisi lisan katoba merupakan salah satu ritual siklus hidup masyarakat Muna yang dilaksanakan pada anak yang berusia 7-11 tahun kepada anak laki-laki dan perempuan. Tradisi lisan ini dalam pelaksanaannya memiliki dinamika bahasa dan budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika penggunaan bahasa Muna dalam tradisi lisan katoba mencakup dinamika internal: dinamika cara penuturan, dinamika struktur, dinamika diksi, dan perubahan makna dan nilai; dan dinamika eksternal: difokuskan pada dinamika sikap penutur terhadap tradisi lisan katoba. Implikasi penelitian ini adalah dalam tradisi lisan katoba sudah memperlihatkan ciri campur kode dan alih kode, sehingga sangat diperlukan langkah penanggulangan sedini mungkin agar perubahan tersebut dapat dikendalikan sehingga tidak mengarah pada kepunahan bahasa ritual. Perubahan terkendali, artinya perubahan yang mengarah pada pemilahan fungsi bahasa ataupun ragam sesuai dengan ranah pemakaiannya.
PESAN DAKWAH ISLAM DALAM NYANYIAN RAKYAT (Pemaknaan atas Teks-Teks Kabhanti Kantola pada Masyarakat Muna)
Abstrak. Nyanyian rakyat merupakan salah satu unsur budaya yang universal. Nyanyian rakyat sebagai bagian dalam budaya lokal selain bersifat menghibur dan mendidik, dapat dijadikan pula sebagai media dakwah Islam. Salah satu nyanyian rakyat yang digunakan masyarakat Muna dalam menyisipkan pesan dakwah Islam adalah kabhanti kantola. Pesan dakwah Islam disisipkan pemantun dalam teks-teks kabhanti kantola yang diciptakannya. Masyarakat yang menyaksikan dan mendengar teks-teks kabhanti kantola tersebut dapat mengetahui pesan-pesan dakwah Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk pesan dakwah Islam yang terkandung teks-teks kabhanti kantola pada masyarakat Muna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabhanti kantola pada masyarakat Muna dijadikan sebagai salah satu media dakwah Islam. Pesan dakwah Islam dihadirkan dan diproduksi oleh pemantun berupa teks-teks yang mengandung nilai-nilai ajaran Islam. Pesan dakwah Islam yang disisipkan dalam teks-teks kabhanti kantola terdiri atas: (1) pesan menguatkan keimanan kepada Allah, (2) pesan mensyukuri nikmat Allah, (3) pesan menjauhi barang haram, (4) pesan menghargai sesama manusia, (5) pesan memohon maaf.Kata kunci: Pesan Dakwah Islam, Nyanyian rakyat, Teks-teks kabhanti kantola, dan Masyarakat Muna. Abstract. Folksong is one of universal elements of a culture. Folksongs, as a part of the local culture, not only entertain and educate but also become a medium for Islamic da’wah. One of folksongs used by the Muna peopleto deliver Islamic da’wah messages is Kabhanti Kantola. The messages in this folksong are inserted through stanzas. People who watch and listen to Kabhanti Kantola acknowledge and understand the da’wah contained. This research aims to describe and interprete the forms of Islamic da’wah messages contained in Kabhanti Kantola in Muna People. The research findings shows that Kabhanti Kantola in Muna people is used as one of Islamic da’wah media. The messages that composed and sung by the singers reflect Islamic teachings. Among Islamic da’wah messages which are inserted in the texts are 1) message to strengthen faith toward Allah 2) message to be grateful for the blessings of Allah 3) message to avoid forbidden objects 4) message to respect other people 5) message to ask for forgiveness.Key words: Islamic Da’wah messages, folksong, Kabhanti Kantola text, Muna People</jats:p
Strategi Ekspresi Tutur Berbasis Budaya Verbal pada Masyarakat Multietnik sebagai Upaya Memperkuat Toleransi Beragama
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi ekspresi tutur berbasis budaya verbal pada masyarakat multietnik di Kota Surakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ekspresi tutur berbasis budaya verbal pada masyarakat multietnik di Kota Surakarta menggunakan tindak tutur direktif ajakan dan menasihati. Implikasi penelitian ini dapat memberikan pemahaman mendalam dalam menggunakan strategi tindak tutur dalam berkomunikasi untuk memperkuat toleransi beragama pada masyarakat multietnik
SEMIOTIKA SIGNIFIKANSI: ANALISIS STRUKTUR DAN PENERAPANNYA DALAM ALQURAN
Abstract. This study aimed to discuss the Semiotics in the Quran, foccused in: 1) the concept of semiotic significance in the study of the Quran; 2) the history of the application of semiotics on scripture; 3) the characteristics of the Qurani’s semiotics. This research is a literature research (library research), that is the research conducted research of various literature related to the problem under study. The results of this study indicate that: 1) Semiotic approach in the Quran contains a meaning that is an attempt to study and interpret the Quran with the workings and functions of signs in the text of the Quran as the orientation of the study; 2) Saint Augustinus is the first founder of the sign system in the study of the Bible; 3) the characteristics of semiotics in the Quran contains the concept of ma'rifah and nakirah, the addition of letters has implications for the change of meaning; one word has many meanings. The implication of this research is that a Muslim, especially Muslim academic, is always eager to learn the Quran. Because the success of a Muslim in expressing semiotics in the Quran have a positive impact for success in the world and in the afterlife. Keywords: Semiotic of significance, structure analysis, dan Quran Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang semiotika dalam Alquran, yang difokuskan pada 1) konsep semiotik signifikansi dalam studi Alquran; 2) sejarah penerapan semiotika pada kitab suci; 3) dan karakteristik semiotika Alquran. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan melalui riset berbagai literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pendekatan semiotika dalam Alquran mengandung arti sebagai upaya mengkaji dan menafsirkan Alquran dengan cara kerja dan fungsi tanda-tanda dalam teks Alquran sebagai orientasi kajiannya; 2) Saint Augustinus adalah peletak pertama dasar sistem tanda dalam mengkaji al-Kitab; 3) karakteristik semiotika dalam Alquran di antaranya; memiliki konsep ma’rifah dan nakirah, penambahan huruf berimplikasi pada perubahan makna; satu kata memiliki banyak makna. Implikasi dari penelitian ini, yaitu hendaknya seorang muslim terutama akademisi muslim senantiasa bersemangat untuk mempelajari Alquran. Karena keberhasilan seorang muslim dalam mengungkapkan semiotika dalam Alquran, bisa berdampak positif untuk keberhasilan di dunia maupun di akhirat. Kata kunci: Semotika signifikasi, Analisis Stukktur, dan Alqura
Strategi Pelestarian Tradisi Katoba sebagai Media Pendidikan Islam pada Masyarakat Etnis Muna di Sulawesi Tenggara
ABSTRACT., The purpose of this study was to describe the preservation strategy of the katoba’s tradition as a medium of Islamic education in Muna ethnic communities at Southeast Sulawesi. Katoba was a life cycle tradition that deals with the practice of Islamic values which carried out hereditary by Muna ethnic communities. In Muna ethnic communities, the Katoba tradition was understood as a ritual of "repentance", or "child islamization" which aged 7-11 years old. In its implementation, the katoba tradition contains the values of Islamic education that are represented, both verbally and nonverbally. This study used a qualitative approach with the research location in Muna district and West Muna District, at Southeast Sulawesi Province. By using the interactive analysis, this study produced the facts about the preservation of the katoba tradition as a medium of Islamic education in the Muna community which carried out by (1) inheriting katoba values in the family environment, (2) preserving the Muna language, (2) increasing the professionalism of imamu, and (4) preservation through "Katoba-insightful" teaching and research. Keywords: strategy of preservation, katoba tradition, Muna ethnic communities ABSTRAK., Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan strategi pelestarian tradisi katoba sebagai media pendidikan Islam pada masyarakat etnis Muna di Sulawesi Tenggara. Katoba adalah tradisi siklus hidup yang bertalian dengan praktik nilai-nilai Islam yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat etnis Muna. Bagi masyarakat etnis Muna, tradisi katoba dipahami sebagai ritual “pertobatan”, atau “pengislaman anak” berusia 7-11 tahun. Dalam pelaksanaannya tradisi katoba mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang direpsentasikan, baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat Propinsi Sulawesi Tenggara. Menggunakan analisis interaktif, penelitian ini menghasilkan fakta-fakta strategi pelestarian tradisi katoba sebagai media pendidikan Islam pada masyarakat Muna dilakukan dengan langkah-langkah (1) pewarisan nilai-nilai katoba di lingkungan keluarga, (2) pelestarian bahasa Muna, (2) peningkatan profesionalisme imamu, dan (4) pelestarian melalui pengajaran dan penelitian “Berwawasan Katoba”. Kata Kunci: strategi pelestarian, tradisi katoba, masyarakat etnis Mun
Strategi Pelestarian Ritual Katoba pada Komunitas Muna Perantauan di Kota Kendari
Tradisi katoba yang dipraktikkan komunitas Muna perantauan di Kota Kendari berkaitan dengan upaya untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ritual katoba sangat kaya dengan nilai-nilai hidup yang disampaikan seorang imamu kepada anak yang di-katoba. Namun demikian, penyusutan nilai tidak menutup kemungkinan akan terjadi dalam ritual katoba apalagi yang dilaksanakan di perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pelestarian nilai-nilai ritual katoba pada komunitas Muna perantauan di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil riset menunjukkan bahwa strategi pelestarian nilai-nilai ritual katoba pada komunitas etnik Muna perantauan di Kota Kendari dapat dilakukan melalui: mengukuhkan pelaksanaan ritual katoba, sosialisasi nilai ritual katoba pada generasi muda, ritual katoba sejalan dengan syiar Islam, dan pemakaian dua bahasa (Muna-Indonesia) dalam ritual katoba pada komunitas Muna perantauan di Kota Kendari.
 
Evaluasi Implementasi K-13 Berdasarkan Model CIPP di SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo
Tulisan ini mendeskripsikan tentang efektivitas komponen konteks, input, proses dan produk dalam mendukung implementasi K-13 pada SDN 2 Tabongo Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Dalam penelitian ini dianalisis efektivitas masing-masing faktor sesuai dengan model CIPP (konteks, input, proses dan produk). Studi evaluasi ini dilakukan terhadap 19 orang responden, yakni 1 orang kepala sekolah dan 18 orang guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Untuk menentukan efektivitas program, skor mentah ditransformasi ke dalam T-skor kemudian diverifikasi ke dalam prototype model Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi K-13 sangat efektif (73,68%) ditinjau dari komponen konteks; (2) implementasi K-13 sangat efektif (84,21%) ditinjau dari komponen input; (3) implementasi K-13 sangat efektif (94,73%) ditinjau dari komponen proses; dan (4) implementasi K-13 sangat efektif (68,42%) ditinjau dari komponen produk
IMPLEMENTATION OF RELIGIOUS MODERATION PRACTICES IN MINORITY ISLAMIC VILLAGES IN SEA VILLAGE, PINELENG DISTRICT, MINAHASA REGENCY
This article is a study related to religious moderation in minority Islamic villages. Moderation of religion in the Muslim-Christian community in Sea Village, Pineleng District is going very well in social interactions and activities. This study raises the issue of how the practice of religious moderation in socio-religious life in a minority Islamic village in Sea Village. The purpose of this study is to describe the practice of religious moderation in socio-religious life in a minority Islamic village in Sea Village. The method used in this research is descriptive-qualitative with a phenomenological approach. The results showed that the practice of religious moderation in the socio-religious life of the Muslim community in Sea Village was applied in social activities, religious activities, and political activities and “village” leadership. The implication of this research is as an effort to maintain cohesiveness and increase religious moderation that has been implemented and maintain it continuously from generation to generation to become a miniature of religious moderation in North Sulawesi
- …
