379 research outputs found

    Medium access control, error control and routing in underwater acoustic networks: a discussion on protocol design and implementation

    Full text link
    The journey of underwater communication which began from Leonardo’s era took four and a half centuries to find practical applications for military purposes during World War II. However, over the last three decades, underwater acoustic communications witnessed a massive development due to the advancements in the design of underwater communicating peripherals and their supporting protocols. Successively, doors are opened for a wide range of applications to employ in the underwater environment, such as oceanography, pollution monitoring, offshore exploration, disaster prevention, navigation assistance, monitoring, coastal patrol and surveillance. Different applications may have different characteristics and hence, may require different network architectures. For instance, routing protocols designed for unpartitioned multi-hop networks are not suitable for Delay-Tolerant Networks. Furthermore, single-hop networks do not need routing protocols at all. Therefore, before developing a protocol one must study the network architecture properly and design it accordingly. There are several other factors which should also be considered with the network architecture while designing an efficient protocol for underwater networks, such as long propagation delay, limited bandwidth, limited battery power, high bit error rate of the channel and several other adverse properties of the channel, such as, multi-path, fading and refractive behaviors. Moreover, the environment also has an impact on the performance of the protocols designed for underwater networks. Even temperature changes in a single day have an impact on the performance of the protocols. A good protocol designed for any network should consider some or all of these characteristics to achieve better performance. In this thesis, we first discuss the impact of the environment on the performance of MAC and routing protocols. From our investigation, we discover that even temperature changes within a day may affect the sound speed profile and hence, the channel changes and the protocol performance vary. After that we discuss several protocols which are specifically designed for underwater acoustic networks to serve different purposes and for different network architectures. Underwater Selective Repeat (USR) is an error control protocol designed to assure reliable data transmission in the MAC layer. One may suspect that employing an error control technique over a channel which already suffers from long propagation delays is a burden. However, USR utilizes long propagation by transmitting multiple packets in a single RTT using an interlacing technique. After USR, a routing protocol for surveillance networks is discussed where some sensors are laid down at the bottom of the sea and some sinks are placed outside the area. If a sensor detects an asset within its detection range, it announces the presence of intruders by transmitting packets to the sinks. It may happen that the discovered asset is an enemy ship or an enemy submarine which creates noise to jam the network. Therefore, in surveillance networks, it is necessary that the protocols have jamming resistance capabilities. Moreover, since the network supports multiple sinks with similar anycast address, we propose a Jamming Resistance multi-path Multi-Sink Routing Protocol (MSRP) using a source routing technique. However, the problem of source routing is that it suffers from large overhead (every packet includes the whole path information) with respect to other routing techniques, and also suffers from the unidirectional link problem. Therefore, another routing protocol based on a distance vector technique, called Multi-path Routing with Limited Cross-Path Interference (L-CROP) protocol is proposed, which employs a neighbor-aware multi-path discovery algorithm to support low interference multiple paths between each source-destination pair. Following that, another routing protocol is discussed for next generation coastal patrol and surveillance network, called Underwater Delay-Tolerant Network (UDTN) routing where some AUVs carry out the patrolling work of a given area and report to a shore based control-center. Since the area to be patrolled is large, AUVs experience intermittent connectivity. In our proposed protocol, two nodes that understand to be in contact with each other calculate and divide their contact duration equally so that every node gets a fair share of the contact duration to exchange data. Moreover, a probabilistic spray technique is employed to restrict the number of packet transmissions and for error correction a modified version of USR is employed. In the appendix, we discuss a framework which was designed by our research group to realize underwater communication through simulation which is used in most of the simulations in this thesis, called DESERT Underwater (short for DEsign, Simulate, Emulate and Realize Test-beds for Underwater network protocols). It is an underwater extension of the NS-Miracle simulator to support the design and implementation of underwater network protocols. Its creation assists the researchers in to utilizing the same codes designed for the simulator to employ in actual hardware devices and test in the real underwater scenario

    Marketing Politik Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Studikomparasipasangan Calon Saiful Ilah-Nur Ahmad Syaifuddin Dan Mg Hadi Sutjipto-Abdul Kholik Pada Pilkada Kabupaten Sidoarjo Tahun 2015)

    Full text link
    Penelitian ini berjudul Marketing Politik Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Studi Komparasi Pasangan Calon Saiful Illah – Nur Ahmad Syaifuddin dan Hadi Sutjipto-Abdul Kholik Pada Pilkada Kabupaten Sidoarjo Tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana komparasi strategi marketingpolitik dalam proses kampanye politik Tim Pemenangan pasangan calon Saifull Illah – Nur Ahmad Syaifuddin yaitu Sidoarjo Bersinar dan Tim Pemenangan pasangan calon MG Hadi Sutjipto – Abdul Kholik yakni Sidoarjo Hatiku. Serta mengupas bagaimana strategi dan kegiatan yang dihasilkan dari pelaksanaan Tim Pemenangan. Penelitian ini menggunakan analisa pendekatan kampanye politik melalui teori marketing politik Model Adman Nursal dan tinjauan konseptual dalam proses komunikasi politik, yang dilaksanakan Tim Pemenangan Sidoarjo Bersinar dan Sidoarjo Hatiku. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan strategi tim pemenangan melakukan proses marketing politik sebagai langkah sosialisasi kampanye politik dalam mencari dukungan dan mengembangkan citra politik bagi pasangan kandidat yang diusungnya dalam menjaring suara masyarakat kabupaten Sidoarjo. Tim pemenangan melakukan beberapa langkah pemasaran politiknya melalui Strategi aktor politik di lingkungan internal dan eksternal, membuat produk politik dan konten media kampanye politik,menetapkan segmentasi dan target pemilih, berikutnya analisa komparasi kampanye politik dari kedua tim pemenangan yakni Sidoarjo Bersinar dan Sidoarjo Hatiku pada kampanye politik Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2015.Penelitian ini berjudul Marketing Politik Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Studi Komparasi Pasangan Calon Saiful Illah – Nur Ahmad Syaifuddin dan Hadi Sutjipto-Abdul Kholik Pada Pilkada Kabupaten Sidoarjo Tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana komparasi strategi marketingpolitik dalam proses kampanye politik Tim Pemenangan pasangan calon Saifull Illah – Nur Ahmad Syaifuddin yaitu Sidoarjo Bersinar dan Tim Pemenangan pasangan calon MG Hadi Sutjipto – Abdul Kholik yakni Sidoarjo Hatiku. Serta mengupas bagaimana strategi dan kegiatan yang dihasilkan dari pelaksanaan Tim Pemenangan. Penelitian ini menggunakan analisa pendekatan kampanye politik melalui teori marketing politik Model Adman Nursal dan tinjauan konseptual dalam proses komunikasi politik, yang dilaksanakan Tim Pemenangan Sidoarjo Bersinar dan Sidoarjo Hatiku. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan strategi tim pemenangan melakukan proses marketing politik sebagai langkah sosialisasi kampanye politik dalam mencari dukungan dan mengembangkan citra politik bagi pasangan kandidat yang diusungnya dalam menjaring suara masyarakat kabupaten Sidoarjo. Tim pemenangan melakukan beberapa langkah pemasaran politiknya melalui Strategi aktor politik di lingkungan internal dan eksternal, membuat produk politik dan konten media kampanye politik,menetapkan segmentasi dan target pemilih, berikutnya analisa komparasi kampanye politik dari kedua tim pemenangan yakni Sidoarjo Bersinar dan Sidoarjo Hatiku pada kampanye politik Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2015

    ANALISIS PRAKTEK BAGI HASIL ANTARA JURAGAN DAN NELAYAN PRESPEKTIF HUKUM BISNIS ISLAM (Studi Kasus Masyarakat Nelayan PPI Karangsong Indramayu)

    Full text link
    Saiful Hadi : Analisis Praktek Bagi Hasil Antara Juragan dan Nelayan Prespektif Hukum Bisnis Islam (Studi Kasus Masyarakat Nelayan PPI Karangsong Indramayu) Tercapainya tujuan ekonomi dan sosial dari kegiatan bisnis, secara ideal perlu didukung oleh semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung berjasa dalam meraih keuntungan bisnis secara layak. Sistem bagi hasil dalam usaha yang didukung oleh semua pihak sangat mempengaruhi tingkat pendapatan yang bukan hanya berakibat pada kesejahteraan yang berbeda, namun juga pada rasa keadilan dalam perolehan ekonomi. Bagi hasil sesuai syariah Islam menjadi tolak ukur keadilan bagi dunia usaha. Ketidakadilan dalam bagi hasil akan menjadi persoalan serius bila bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ketidakadilan dalam sistem bagi hasil menjadi persoalan besar dianggap sudah biasa walaupun melampaui batas-batas yang dibenarkan oleh syariat Islam. Keadaan ini terjadi pada masyarakat nelayan PPI Karangsong dalam sistem bagi hasil antara juragan dan nelayan. Kondisi inilah yang membuat penulis ingin mengetahui lebih jauh Pertama: Bagaimana sistem kerjasama antara juragan dan nelayan. Kedua, Bagaimana pembagian hasil usaha yang dilakukan oleh juragan dan nelayan. Ketiga, Bagaimana sistem kerjasama dan bagi hasil antara juragan dan nelayan bila dilihat dari perspektif hukum bisnis Islam. Penulis menggunakan beberapa metode yang dinilai relevan untuk menggali data, menganalisis dan menarik kesimpulan dari persoalan tersebut. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan merujuk pada literatur sebagai acuan dalam pembahasan serta melakukan kunjungan langsung pada objek yang diteliti, yaitu masyarakat PPI Karangsong Indramayu. Penulis juga memakai sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penulis berusaha mengumpulkan data-data yang dibutuhkan melalui wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian, data yang diperoleh tersebut dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Penelitian yang penulis lakukan ditemukan hal-hal sebagai berikut, Pertama: Sistem kerjasama antara juragan dan nelayan adalah dengan sistem syirkah mudharabah. Kedua: Sistem pembagian hasil antara juragan dan nelayan dilakukan secara adat istiadat. Ketiga: Sistem kerjasama syirkah mudharabah yang dilakukan juragan dan nelayan bersifat lemah hukum, sehingga cenderung merasa ketidakpuasaan kedua belah pihak, karena tidak adanya acuan baku antara hak dan kewajiban kedua belah pihak, dan bagi hasil yang dilakukan dengan pola adat istiadat, secara ridho dalam pembagiannya, sudah baik dan tidak bertentangan, hanya saja perlu penguatan hukum kerjasama maupun bagi hasil secara tertulis bila dilihat dari prespektif hukum bisnis Islam. Kata Kunci : Bagi Hasil Nelayan, Nelayan PPI Karangsong, Nelayan Indramay

    IDENTIFIKASI PENYEBAB RUSAKNYA SEAL CARGO PUMP TERHADAP KERJA POMPA DALAM PROSES DISCHARGING MUATAN JENIS KIMIA CAIR DI MT. TIRTASARI

    Full text link
    Saiful Hadi Prasetyo, 2018, NIT: 50135008.T, "Identification of Causes of Seal Cargo Pump Damage to Pump Work in Discharging Process of Liquid Chemical Type In MT. Tirtasari ", thesis Technik Study Program, Diploma IV Program, Merchant Marine Polytechnic of Semarang, Advisor I: H. Sumarno P.S., M.M., M.Mar.E and Supervisor II: Capt. Arika Palapa, M.Si, M.Mar Cargo pump is a type of pump which is principally used to transfer the oil and chemical product from one tanker to another vessel or tank on land. On board, there are 10 cargo pumps installed inside each parallel load tank with one source of propulsion coming from Hydraulic Power Package located at Forecastle. One of the most important parts in cargo pump is cargo seal and oil seal which serves to block the fluid or limit the hydraulic oil with a charge that certainly should not happen damage to the part because it will interfere with the work of the pump cargo itself. In the operation of the cargo pump is of course not separated from the process of tank cleaning, cargo heating, hydraulic power package, purging cargo pump, and other supporting systems. The method used in this research is the method of Strength Weaknesses Opportunities Threats (SWOT), which is a form of situation analysis by identifying various factors systematically to the strengths, weaknesses, opportunities , and threats from the environment to formulate the strategy to be taken. Data collection techniques are done through observation, documentation and literature study directly on subjects related to cargo pumps. The results obtained from this study that the decrease of the work of the cargo pump in the process of discharging the liquid chemical charge is due to damage to the cargo seal and oil seal. While the cause of damage to the seal is caused by the temperature steam boiler when the tank cleaning is very high and occur sustainably every tank cleaning so damaging the strength of the seal itself to block the liquid. To overcome the above problems in order to optimize the pump performance, we need to replace the damaged seals and adjust the temperature used for the cleaning tanks by adjusting the size of the valve steam to deck from the boiler. Key words : cargo pump, oil seal, cargo seal, tank cleaning,boile

    Strategi Komunikasi Dakwah KH. Sofiyan Hadi Dalam Meningkatkan Akhlak Remaja di Lingkungan Pondok Pesantren Al-Mawaddah Kudus Jawa Tengah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dakwah KH. Sofiyan Hadi dalam meningkatkan akhlak remaja di lingkungan pondok pesantren Al-Mawaddah Kudus Jawa Tengah dan juga mengtahui apa saja hambatan yang dihadapi KH. Sofiyan Hadi dalam melaksanakan dakwahnya . Jenis penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan sumber data diperoleh dari berbagai narasumber. Adapun teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi/pengamatan, dokumentasi yang didapatkan dari berbagai sumber yang relevan. Data ini diperoleh melalui interview dengan pengasuh ponpes ( KH. Sofiyan Hadi ), ketua ponpes (Saiful Anam), remaja santri (Hafiz Maulana dan M.Khoirul Niam), remaja lingkungan (Riska Maharani dan Siti Andriyani). Penelitian memperoleh temuan bahwa :1) KH. Sofiyan Hadi telah memberikan kontribusinya dalam memberikan berbagai pelatihan dan bekal bagi remaja, sehingga memberikan efek positif dan meningkatkan akhlak remaja di era sekarang ini. Dengan pendidikan entrepreneur yang beliau terapkan diantaranya seperti pelatihan BLK ( Balai Latihan Kompetensi ) yang mana dipelatihan tersebut, para remaja diberi pelatihan-pelatihan dalam berkreasi membuat makanan ringan yang memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia kemudian dikemas dengan baik sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Ada juga kajian agama yang diajarkan oleh KH. Sofiyan Hadi yaitu wisata rohani yang berisikan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan tafsir yang dihadiri para jama’ah di lingkungan pondok pesantren. 2) Kemudian hambatan yang dihadapi oleh KH. Sofiyan Hadi antara lain : anggapan masyarakat yang masih kurang berkembang dan perlunya sosialisasi, adanya sikap acuh tak acuh dikalangan remaja dan masyarakat, keterbatasan waktu, dan minat remaja dalam belajar ilmu agama yang semakin rendah. Adanya hambatan tersebut KH. Sofiyan Hadi menyikapi dengan baik akan hambatan yang di hadapinya. Beliau mengetahui bahwa tanpa adanya hambatan dan kritik dari masyarakat seseorang tidak akan mengalami kemajuan dalam dirinya

    PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA DALAM SISTEM PENDIDIKAN TINGGI ISLAM

    Full text link
    The succesful and also the fail of the civilization of the country was decided by the characters of the nations itself. That is why, educational character has the highest position in national development priority, as a part of mental revolution that be an obsesion of government to day. The higher educational institution has a responsibility by the country to educate the generation to gain the nation character as good as possible and in a good order. It will be include, Islamic higher education. In deviding how the institutional contribution of Islamic higher education, the result of this research had found that the building of a college student in Islamic higher educational system found  its relevance with the real effort of the element of “the form itself” that is the educator in the process of learning activities.Keywords: Character, college student, Islamic higher Education

    Hubungan Penyakit Komorbid terhadap Derajat Keparahan Erupsi Obat Alergi (EOA) di RSUD dr. Saiful Anwar Malang pada Tahun 2018-2020.

    No full text
    Erupsi Obat Alergi (EOA) adalah suatu reaksi yang dapat menyebabkan perubahan struktur, fungsi pada kulit, dan membran mukosa yang disebabkan oleh penggunaan obat. Salah satu faktor risiko dari EOA adalah penyakit komorbid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyakit komorbid terhadap derajat keparahan erupsi obat alergi (EOA) di Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medik pasien Kulit dan Kelamin di Rumah Sakit Dr Saiful Anwar Malang tahun 2018-2020 kemudian dianalisis menggunakan software SPSS versi 23 dengan metode uji Chi-Square untuk mengetahui signifikansi hubungan antarvariabel. Penelitian ini dilakukan pada 167 pasien EOA dengan EOA ringan (52,7%) lebih banyak daripada EOA berat (47,3%). EOA ringan dan berat paling banyak dialami berturut-turut adalah erupsi eksantematosa dan DRESS.Selain itu, didapatkan juga jumlah pasien EOA yang memiliki penyakit komorbid, yaitu sebanyak 68 pasien (40,7%). Kemudian dilihat dari uji statistik yang dilakukan, didapatkan p-value = 0,074 dan Odds Ratio (OR) = 1,861. Dilihat dari angka p-value dapat disimpulkan bahwa hubungan tidak signifikan antara penyakit komorbid dengan derajat keparahan EOA (p > 0,05). Meskipun demikian, jika dilihat dari hasil OR menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit komorbid memiliki risiko 1,861 kali lebih tinggi mengalami EOA jenis ringan daripada jenis berat secara statistik. Salah satu saran untuk penelitian ini adalah melakukan pengambilan data rekam medis dengan rentang waktu yang lebih panjang. Hal ini diharapkan agar data lengkap dan sesuai kebutuhan sehingga dapat menunjang kekurangan dalam penelitian ini

    KEPASTIAN LEMBAGA HUKUM DALAM MELAKSANAKAN SANKSI REHABILITASI TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI PROVINSI ACEH

    No full text
    KEPASTIAN LEMBAGA HUKUM DALAM MELAKSANAKAN PENEGAKANHUKUM REHABILITASI TENTANG NARKOTIKA DI PROVINSI ACEHSaiful Hadi*Eddy Purnama*Moh. Din***ABSTRAKPasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotikamengamanahkan bahwa penyalahguna narkotika untuk direhabilitasi oleh pusatrehabilitasi, kewenangan rehabilitasi dimiliki oleh badan narkotika nasional melaluiPerpres Nomor 23 Tahun 2010 Tentang BNN. Selanjutnya dengan PerkaBNN dibentukBadan narkotika dilevel provinsi dan kabupten/kota. Banyak penyalahguna Narkotika diProvinsi Aceh telah dijatuhkan sanksi rehabilitasi, sehingga menguji kesiapan BNNPAceh untuk diteliti lebih jauh tentang bagaimana pelaksanaan sanksi rehabilitasipenyalahgunaan Narkotika oleh lembaga Hukum di Provinsi Aceh dan kendala-kendalayang dihadapi oleh BNNP Aceh.Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pelaksanaan sanksiRahabilitasi Penyalahguna Narkotika oleh lembaga Hukum di Provinsi Aceh danmengetahui dan menganalisis kendala pelaksanaan sanksi rehabilitasi penyalahgunanarkotika oleh lembaga Hukum di Provinsi AcehPenelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan keberlakuanhukum itu. Sumber data yang digunakan adalah melalui kepustakaan berupa bahanhukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Selain itu, datalapangan juga digunakan untuk mendukung data kepustakaan dan untuk mendukunganalisis terhadap data-data sekunder dan dilakukan wawancara untuk menambahkeyakinan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif yang akan menghasilkan datayang bersifat preskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukan, kepastian penegakan hukum rehabilitasi olehBNNP Aceh belum berjalan sebagaimana mestinya, hal ini disebabkan kedudukansebagai pelaksana kebijakan bersifat koordinasi. selain itu tidak tersedianya tempat rehapkarena tidak adanya kerjasama antara BNN dengan instansi pemerintah, atau masyarakat,atau keagamaan dan tradisional yang membidangi penanggulangan ketergantungan obatdan rehabilitasi tidak ada. kendala yang dihadapi oleh BNNP Aceh terbagi atas dua halyakni kendala yang di hadapi secara internal oleh BNNP Aceh sangatlah komplek darisegi hirarki koordinasi antar BNNP dan BNN Kab/Kota, terbatasnya tenaga ahli danmedis dan anggaran, kendala ekternal yang dihadapi BNNP Aceh dalam melakukanrehabilitasi di Aceh, tidak adan lagi lembaga sosial masyarakat yang memahami dalambidang penanggulangan ketergantugan obat dan rehabilitasiDisarankan, adanya revisi terhadap Perpres Nomor 23 Tahun 2010 Tentang BNNterkait penguatan rehabilitasi penyalahguna Narkotika, dan memuat sanksi apabilarehabilitasi tidak dilakukan oleh BNN, BNNP, dan BNNKab/Kota dan BNN segeramembuat MoU dengan instansi pemerintah, atau masyarakat, atau keagamaan dantradisional sebagai tempat rehabilitasi.Kata Kunci: Lembaga Hukum, Penegakan Hukum, dan Rehabilitas

    Publisher Correction: JMJD5 is a human arginyl C-3 hydroxylase

    No full text
    The originally published version of this Article contained an error in the spelling of the author Md. Saiful Islam, which was incorrectly given as Saiful Islam. This has now been corrected in both the PDF and HTML versions of the Article.</jats:p
    corecore