4 research outputs found
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM DI TIMUR TENGAH: (Studi Kawasan Mesir dan Turki)
Abstract
The essence of Islamic education is to abolish the dualism of religious knowledge and general knowledge. The Middle East as a model for the Islamic world especially in Islamic thought and education seeks to reunite the concept of integration of both knowledge. Westernized modernization has implications for the changing concept of education in the Middle East. This article attempts to describe socio-historically, the modernization of Islamic education taking place in the Middle East. Egypt and Turkey became the two countries used as a model to change the concept of Islamic education towards progress. Geographically Egypt became the hub of Arab and African culture, while Turkey was at the meeting line of Arab and European cultures. Egypt with the spirit of scientific integration and Turkey that echoes secularism both carry a term that is modernization.Hakikat pendidikan Islam adalah menghapuskan dualisme pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Timur Tengah sebagai model bagi dunia Islam khususnya dalam pemikiran dan pendidikan Islam berusaha menyatukan kembali konsep integrasi kedua pengetahuan tersebut. Modernisasi yang digaungkan barat berimplikasi pada perubahan konsep pendidikan di Timur Tengah. Artikel ini mencoba memaparkan secara sosio-historis, modernisasi pendidikan islam yang terjadi di timur tengah. Mesir dan turki menjadi dua negara yang dijadikan model dalam melakukan perubahan konsep pendidikan Islam ke arah kemajuan. Secara geografis mesir menjadi penghubung kebudayaan Arab dan Afrika, sementara Turki berada pada garis pertemuan kebudayaan Arab dan Eropa. Mesir dengan semangat integrasi keilmuan dan Turki yang menggaungkan sekularisme sama-sama mengusung satu istilah yaitu modernisasi
COVID-19 SEBAGAI FENOMENA RELASI EKSAMINATIF (‘ALAQAH AL-IBTILA) DALAM PENDIDIKAN ISLAM: KAJIAN FILOSOFIS PEMIKIRAN MAJID IRSAN AL-KILANI
This article discusses the Covid-19 phenomenon in the perspective of Majid Irsan Al-Kilani's perspective of Islamic education. In his book titled Falsafah Al-Tarbiyah Al-Islamiyyah : Dirasah Muqaranah baina Falsafah Al-Tarbiyah Al-Islamiyyah wa Al-Falsafat Al-Tarbawiyyah Al-Mu'ashirah, Al-Kilani discusses one vision of Islamic education, is intertwined harmonious relations between humans and life is called 'Alaqah Al-Ibtila or examinative relations. Covid-19 is one of the tests that is currently endemic in almost the entire world, and has an impact not only on the health sector, but also on the economy and the education process. Humans as perpetrators of the educational process can not be separated from the test. This paper has the concept of double movement, in the sense of a review of the Covid-19 phenomenon as a form of testing for humans, and at the same time assessing the impact of the test on current educational conditions
Kurikulum Merdeka Belajar: Analisis Prinsip dan Aksioma Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
The curriculum is one of the strategic components in the education system, therefore the curriculum must always experience development according to the demands of the times. Such development needs to be based on systematic and tested curriculum principles and axioms. The latest development of the national curriculum at this time is the initiation of the Merdeka Learning curriculum. This curriculum aims to encourage students to understand knowledge according to their field of expertise, so that they are ready to compete in the global arena. This article aims to analyze the relevance of the principles and values of the Merdeka Learning curriculum with the principles and axioms of the curriculum. The method used in this research is library research through content analysis. This study shows that theoretically the Merdeka Learning curriculum contains five general principles of curriculum development, namely: relevance, flexibility, continuity, efficiency, and effectiveness
Pesantren dan Pengembangan Kesadaran Lingkungan: Upaya Mitigasi Perubahan Iklim
Perubahan iklim yang terjadi dewasa ini sangat berkaitan dengan kesadaran lingkungan manusia. Sebab itu, pengembangan kesadaran terhadap pentingnya lingkungan hidup merupakan sebuah upaya yang harus ditempuh demi keberlangsungan hidup pada generasi selanjutnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan kesadaran lingkungan dalam pendidikan Islam, khususnya di pesantren. Hal ini dikarenakan pesantren memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Kajian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menjadikan sejumlah hasil kajian para peneliti terdahulu sebagai sumber data utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kesadaran lingkungan dapat diimplementasikan melalui nilai-nilai pendidikan Islam berbasis lingkungan di Pesantren. Iklim keagamaan di lingkungan dalam lembaga pendidikan Islam dapat diwujudkan melalui pendekatan Ekopesantren, yakni dengan tujuan: terciptanya lingkungan pendidikan agamis; terwujudnya kurikulum pembelajaran dengan menggunakan pendekatan nilai-nilai agama yang beberbasis lingkungan; dan terwujudnya teladan dari pendidik yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Adapun secara sederhana, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan pesantren untuk berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim, yakni: mewujudkan kurikulum hijau, efisiensi penggunaan air, dan one pesantren one SPAL
