171 research outputs found
Application of Drip Infusion Irrigation System on Various Planting Media on Growth and Production of Celery (Apium graveolens L.)
93 HalamanThe goal of this study is to see how celery (Apium graveolens L.) responds to different growing medium and AB mix solution delivery utilizing a modified drip irrigation method. The study employed a Factorial RAK design with two treatment factors: (1) Planting medium (M) was divided into three levels: M1 was 100 percent sand, M2 was 100 percent husk charcoal, and M3 was Sand + Husk Charcoal (1:1). (2) Drip infusion (I) is divided into three levels: treatment I1 administers nutrition AB mix at a rate of 20 drops per minute, treatment I2 administers nutrition AB mix at a rate of 40 drops per minute, and treatment I3 administers nutrition AB mix at a rate of 60 drops per minute. The findings of this study revealed that giving plants a combination of sand and husk charcoal as planting media had a substantial influence on boosting plant height, number of petioles, and number of leaves. The results of this study revealed that giving celery (Apium) plants a mixture of sand and husk charcoal as a planting media had a significant effect on increasing plant height, number of petioles, number of tillers, leaf size, root volume, root length, plant fresh weight per sample, and fresh weight per plot. In addition, administering 60 drops of AB mix solution per minute using a drip irrigation system had a substantial impact on celery plant growth and output. Giving a mixture of sand and husk charcoal planting media with AB mix solution at 60 drops per minute using a drip watering system with a concentration of 1470 ppm was the optimum treatment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman seledri (Apium graveolens L.) terhadap berbagai media tanam dan pemberian larutan AB mix melalui sistem irigasi infus tetes yang dimodifikasi. Rancangan yang digunakan yaitu RAK Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu : (1) Media tanam (M) terdiri dari 3 taraf , M1 Pasir 100%, M2 Arang Sekam 100%, M3 Pasir + Arang Sekam (1:1). (2) Infus tetes (I) terdiri dari 3 taraf, perlakuan I1 Pemberian Nutrisi ABmix 20 tetes/menit, I2 Pemberian Nutrisi AB mix 40 tetes/menit, I3 Pemberian Nutrisi AB mix 60 tetes/menit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian campuran media tanam pasir dan arang sekam berpengaruh nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, jumlah anakan, ukuran daun, volume akar, panjang akar, bobot segar tanaman per sampel dan bobot segar per plot tanaman seledri (Apium graveolens L.). Dan pemberian larutan AB mix 60 tetes/menit melalui sistem irigasi infus tetes berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanamn seledri. Perlakuan terbaik yaitu pemberian campuran media tanam pasir dan arang sekam dengan larutan AB mix 60 tetes/menit melalui sistem irigasi infus tetes dengan konsentrasi 1470 ppm
PENGARUH KEGIATAN MEMBATIK JUMPUTAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK LABSCHOOL UNESA
Abstrak Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari kegiatan membatik jumputan terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A yang terdapat di TK Labschool Unesa. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode literature review. Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi dan kekuatan sumber ilmiah dibutuhkan pengumpulan data pustaka, dilakukan dengan mengolah dari beberapa jurnal yang terkait dengan variabel penelitian yang kemudian disimpulkan oleh penulis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa membatik mampu memberikan pengaruh terhadap kemampuan motorik halus pada anak usia dini terutama dengan kegiatan membatik jumputan.Kata Kunci: membatik jumputan, kemampuan motorik halus. Abstract The research has purpose to prove the influence of batik jumputan activities on fine motor skills in group A children found in TK Labschool Unesa. The method used in this article is the literature review method. This method is used to obtain information and the strength of scientific sources needed library data collection, done by processing from several journals related to the research variables which are then concluded by the author. Based on the results of the study, it can be concluded that batik is able to give effect to fine motor skills in early childhood, especially with batik jumputan activities.Keywords: batik jumputan, fine motor skills
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MEDIA GAMBAR MELALUI METODE BERCAKAP-CAKAP PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN NEGERI PEMBINA KOTA MOJOKERTO
PENGARUH PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KARAKTER SOSIAL ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK TANJUNGSARI SURABAYA
Children's social character is very important to pay attention to, develop and implement well. Learning will influence the development of a child's character, especially the character of cooperation and caring for children. The urgency in this research is that the social character of children aged 5 - 6 years is not being improved through the learning process at school and learning about children's social character also needs to be done at home with good habits. The aim of this research is to determine whether Project Based Learning has an influence on the social character of children aged 5 - 6 years at Tanjungsari Kindergarten, Surabaya. The method used is quantitative and pre-experimental research design with one group pretest-posttest type. Data was collected using observation and documentation techniques. The analysis used in this research is analysis using the Wiloxon Match Pairs formula assisted by SPSS For Windows software. It was obtained from the results of the hypothesis test that the value of Asymp. Sig. (2 tailed) is 0.000, where this value is smaller than the threshold value for the significance requirement of 0.05 or 0.000 < 0.05. It can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. Based on the data analysis that has been carried out, it can be stated that there is an influence of project based learning on the social character of children aged 5-6 years at Tanjungsari Kindergarten Surabaya.
Keywords: project based learning, social character, early childhoo
PENGARUH PEMBELAJARAN SENTRA BERMEDIA POMPOM CARDS TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1 – 10 PADA ANAK KELOMPOK A TK AL ANWAR SUMBERREJO WONOAYU SIDOARJO
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Pembelajaran Sentra Bermedia Pompom Cards 1-10 pada Anak Kelompok A TK Al Anwar Sumberrejo Wonoayu Sidoarjo. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Al Anwar Sumberrejo Wonoayu Sidoarjo dengan jumlah 15 anak. Penelitian ini berjenis Pre – Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest – Posttest Design. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test dengan rumus Thitung < Ttabel dengan menggunakan taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil perhitungan uji Wilcoxon Match Pairs Test menunjukkan bahwa Thitung < Ttabel yaitu 0 < 25 dengan taraf kesalahan 5% dan n = 15 sehingga berhipotesis adanya pengaruh pembelajaran sentra bermedia pompom cards terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10. Kata Kunci : Pembelajaran sentra bermedia pompom cards, konsep bilangan 1-10, anak kelompok A Abstrack: This research discuss about the Effect of Learning Center with Pompom Cards Media Numbers of Concept Ability 1-10 in Group A TK Al Anwar Sumberrejo Wonoayu Sidoarjo. The subject in this study were group A children with 15 children in TK Al Anwar Sumberrejo Wonoayu Sidoarjo. Data collection techniques are participant observation techniques. The data analysis technique of this study uses Nonparametic Statistics with the Wilcoxon Match Pairs Test with the Calculate formula <T table using a significant level of 5%. Based on the results of the Wilcoxon Test Match Pairs Test, it shows that the count <T table is 0 <25 with a level of error of 5% and n = 15 so that hipotesis the presence of media learning center with pompom cards media has an effect on the ability to recognize the number of concept 1-10. Thus it can be concluded that the use of media learning center with pompom cards media has an effect on the ability to recognize the number of concept 1-10 in group A in TK Al Anwar Sumberrejo Wonoayu Sidoarjo. Keywords: Learning center with pompom cards media, number of concepts 1-10, child group
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SENTRA MULTIMEDIA PADA KELOMPOK B DI TK RAUDLATUL JANNAH WARU SIDOARJO
Abstrak Penelitian kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk memotret dan mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran sentra multimedia pada kelompok B di TK Raudlatul Jannah Waru Sidoarjo, dari mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta cara guru dalam menstimulus aspek perkembangan anak di sentra multimedia. Subjek dalam penelitian ini adalah guru sentra multimedia dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman yang dimulai dari reduksi data, penyajian data, hingga pada verifikasi data/kesimpulan dengan data yang berbentuk deskripstif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penerapan model pembelajaran sentra multimedia pada kelompok B di TK Raudlatul Jannah Waru Sidoarjo, memiliki tahapan perencanaan dan pelaksanaannya yang sama seperti tahapan sentra pada umumnya, hanya saja yang menjadi perbedaan adalah kegiatan atau ragam main beserta media bermainnya harus tentang teknologi dan komputer. Pembelajaran sentra bukan hanya mengenalkan nama-nama teknologi, melainkan mengajak anak-anak untuk mempraktekkan penggunaannya sesuai aturan yang telah disampaikan. Penyesuaian kegiatan sentra multimedia dengan tema pembelajaran menjadi tantangan bagi guru sentra untuk lebih kreatif dalam merancang densitas dan medianya. Penerapan model pembelajaran sentra multimedia terbukti dapat mengembangkan enam aspek perkembangan anak melalui kegiatan atau densitas main serta media dan alat atau bahan pembelajaran yang telah direncanakan oleh guru sentra. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran sentra multimedia di TK Raudlatul Jannah dapat menjadi solusi bagi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dalam mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan komputer untuk anak usia dini. Kata kunci : sentra multimedia, TK Raudlatul Jannah Abstract Qualitative research with descriptive qualitative type aims to photograph and describe how the implementation of multimedia center learning models in group B at Raudlatul Jannah Waru Kindergarten Sidoarjo, from planning, implementing, and evaluating, as well as the teacher’s way of stimulating aspects of child development in multimedia centers. The subjects of this study are 1 multimedia center teacher and the principal. The data collection techniques of this study are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model that starts from data reduction, data presentation, verification / conclusion and descriptive data. The presentation of data is described in the form of conclusions. Based on the results of research and discussion, the implementation of multimedia center learning models in group B at Raudlatul Jannah Kindergarten Waru Sidoarjo, has the same planning and implementation stages as the center stage in general, the only difference is the activities or the variety of playing and the playing media must be about technology and computer. Learning centers do not only introduce the names of technology, but also invite children to practice their use in accordance with the rules that have been explained. Aligning multimedia center activities with learning themes is a challenge for center teachers to be more creative in designing their density and media. The implementation of multimedia center learning models is proven to be able to develop six aspects of child development through activities or density of playing as well as media and learning tools or materials that have been planned by the center teacher. It was concluded that the implementation of multimedia center learning models in Raudlatul Jannah Kindergarten can became a solution for Early Childhood Education Institutions in developing technological and computer science for early childhood. Keywords: multimedia center, Raudlatul Jannah Kindergarte
DESIGN THINKING REHABILITASI TRAUMA TERHADAP KORBAN PELECEHAN SEKSUAL INSPIRASI HADIS
Skripsi ini berjudul Design Thinking Rehabilitasi Trauma terhadap Korban Pelecehan Seksual, yang dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap meningkatnya kasus pelecehan seksual serta dampak psikologis mendalam yang dialami oleh para korban, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Trauma akibat pelecehan seksual tidak hanya mencederai aspek fisik dan emosional korban, tetapi juga merusak rasa percaya diri, ketenangan batin, relasi sosial, bahkan hubungan spiritual mereka dengan Tuhan. Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk memahami secara mendalam kondisi dan pengalaman psikologis korban, serta merancang pendekatan rehabilitasi yang tidak hanya fokus pada aspek klinis, tetapi juga mencakup pendekatan spiritual Islam dengan inspirasi nilai-nilai hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode mix method, yaitu menggabungkan data lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi langsung terhadap penyintas dan ahli, serta data pustaka dari literatur ilmiah dan kitab-kitab hadis klasik. Dalam kerangka berpikir design thinking, penelitian ini mengimplementasikan lima tahapan utama, yaitu empathize (menggali empati korban), define (merumuskan masalah inti), ideate (mengembangkan ide solusi), prototype (merancang pendekatan terapi), dan test (dijelaskan secara teoritis karena keterbatasan pelaksanaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang tercermin dalam hadis seperti memberi rasa aman, husnudzon kepada Allah, penerimaan diri, peningkatan ibadah, memilih teman yang baik dan melakukan olahraga dapat menjadi fondasi kuat dalam menyusun pendekatan terapi trauma yang tidak hanya menenangkan jiwa, tetapi juga menguatkan iman dan harapan hidup korban. Model rehabilitasi yang dirancang melalui pendekatan design thinking ini berfungsi sebagai jembatan antara psikologi modern dan spiritualitas Islam, serta mampu memberikan alternatif solusi penyembuhan yang kontekstual, humanistik, dan aplikatif di tengah masyarakat Indonesia yang religius. Dengan demikian, skripsi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan metode intervensi trauma berbasis nilai keislaman, dan menjadi referensi penting dalam merancang terapi psikospiritual bagi penyintas kekerasan seksual. Kata Kunci: Trauma, Pelecehan Seksual, Design Thinking, Rehabilitasi, Hadi
PENGARUH MEDIA BALOK TERHADAP KEMAMPUAN VISUAL ANAK KELOMPOK A DI TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI IV
Penelitian pada anak kelompok A di Taman Kanak-kanak Pertiwi IV Dukuh Tunggal Glagah Lamongan dilatarbelakangi oleh kemampuan visual yang berhubungan dengan penglihatan dan pengamatan terhadap bentuk (segitiga, persegi, dan persegi panjang), ukuran (besar dan kecil), dan warna (merah, biru, dan kuning) masih perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan salah satunya media pembelajaran yang digunakan pada anak kelompok A kurang bervariasi sehingga anak tidak aktif dalam pembelajaran. Media merupakan sumber belajar sebagai perantara untuk menyampaikan pesan yang diberikan guru kepada anak. Salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan visual adalah media balok, balok yang digunakan terbuat dari potongan-potongan kayu dengan berbagai bentuk, ukuran dan warna.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media balok terhadap kemampuan visual anak kelompok A di TK Pertiwi IV Dukuh Tunggal Glagah Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan yaitu pre-experimental design jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A yang berjumlah 21 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan statistik nonparametrik uji Wilcoxon Match Pairs Test dengan rumus Thitung < Ttabel, jika Thitung < Ttabel maka penelitian ini signifikan terdapat adanya pengaruh media balok terhadap kemampuan visual anak. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tentang kemampuan visual anak kelompok A pada pre-test sebesar 149 dan posttest 214. Hasil analisis data uji Wilcoxon diperoleh bahwa Thitung = 0 < Ttabel = 0,59 dan hasil pengambilan keputusan: nilai Thitung < Ttabel dengan taraf signifikansi 0,05% yaitu 0 < 0,59. Hal ini menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media balok terhadap kemampuan visual anak kelompok A di TK Pertiwi IV Dukuh Tunggal Glagah Lamongan . Kata kunci: Kemampuan visual, Media balok. Abstract A research on group of children in kindergarten Pertiwi IV Dukuh Tunggal Glagah background by visual abilities related on vision and observation of the form (triangle, square, and rectangular), size (big and small), and color (red, blue, and yellow) still need to be improved. Instructional media used in children group A is still less varied so the child is not active in learning. Media is a source of learning as an intermediary to convey the message that given the teacher to the child. One of medium that can develop the visual abilities are beam medium, the beam which used is made from pieces of wood with a a variety of shapes, sizes, and colors. The purpose of this study was to determine the effect of the beam medium on the ability of visual childgroup A in kindergarten Pertiwi IV Glagah. This study uses quatitative reseach methods to the type of experimental reseach. Experimental design that used is pre-experimental design types of one-group pretest-posttest design. The reseach subject is a group of children who were 21 children. Data collection techniques used are observation and documentation. Data analysis technique using non-parametric statistical test of Wilcoxon Match Pairs Test with formula Tcount < Ttale, if Tcount < T table then this research significant influence between using beam media to visual ability group A. Based on the analysis of data about the visual abilities of children in group A before being given treatment (pre-test) and after being given treatment (post-test) values obtained with medium beam 149 pre-test and post-test value of 214. The results of the analysis of data test by Wilcoxon obtained that Tcount < Ttable with a significance level 0,05% (0 < 0,59), based on the reseach then Ha is accepted and H0 is recected. The conclusion of study shows that there is influence between using beam media to visual ability group A in kingdergarten Pertiwi IV Dukuh Tunggal Glagah. Keywords: Visual abilities, Beam mediu
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI PERMAINAN BISIK BERANTAI PADA KELOMPOK B RA AL-IHSAN KECAMATAN LAKARSANTRI SURABAYA
Anak usia dini adalah anak yang berada pada masa rentang usia peka dan merupakan masa emas (golden age) yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. Sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Salah satu aspek yang dikembangkan adalah bahasa, dimana didalam bahasa itu terdapat 4 indikator yaitu menerima pesan, mengulang kalimat sederhana,memahami aturan suatu permainan, menjawab pertanyaan sederhana. Kemampuan menyimak merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan karena terkait dengan bagaimana cara anak menerima pesan dan menyampaikan kembali suatu pesan. Berdasarkan observasi awal yang telah dilaksanakan peneliti bersama teman sejawat, bahwa kenyataan di lapangan diperoleh data dari 21 siswa tersebut 15 anak menunjukkan kesulitan saat menyimak intruksi dari guru, selain itu penyampaian guru saat pembelajaran kurang menarik hingga membuat anak bosan. Maka perlu dilakukan tindakan mengunakan permainan bisik berantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana meningkatkan kemampuan menyimak dengan permainan bisik berantai pada kelompok B RA. AL-Ihsan Lakarsantri Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus berulang yaitu 2 silus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek pada penelitian ini adalah anak kelompok B di RA. AL-IHSAN Surabaya berjumlah 21 anak yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi sedangkan analisis datanya menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I menunjukan bahwa kemampuan menyimak anak melalui permainan bisik berantai sebesar 65,7%. Hasil penelitian ini belum sesuai dengan kriteria pencapaian tingkat perkembangan anak, untuk itu penelitian ini dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II diperoleh hasil penelitian bahwa kemampuan menyimak anak melalui permainan bisik berantai meningkat menjadi 85,1%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa permainan bisik berantai dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak kelompok B di RA. AL-Ihsan Lakarsantri Surabaya. Kata Kunci : menyimak, bisik berantai Abstract Early childhood is children who are at the age range is a time-sensitive and gold (golden age) who are in the process of growth and development that is unique. So, we need the right stimulation in order to grow and develop to the maximum. One aspect that was developed is the language, which in the language that there are 4 indicators that received the message, repeat a simple sentence, understand the rules of a game, answering a simple question. The ability to listen is one of the aspects that should be developed as they relate to how children receive and convey messages back a message. Based on preliminary observations that have been carried out research with peers, that the reality in the field of data obtained from the 21 students of the 15 children showed difficulty when listening to instructions from the teacher, in addition to the delivery of learning when teachers are less attractive to make children bored. It is necessary to use the action game serial whispered. The purpose of this study is to describe how to improve listening skills with a game in group B chain whispered RA. AL-Ihsan Lakarsantri Surabaya. This study uses action research is designed in the form of a repeating cycle that is 2 silus. Each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were children in group B in RA. AL-IHSAN Surabaya totaled 21 children comprising 12 boys and 9 girls. Data collection techniques using observation and documentation while data analysis using descriptive statistics. Based on the research in the first cycle indicates that the listening skills of children through the game of 65.7% whispered chain. The results of this study have not been in accordance with the criteria of the achievement level of the child's development, for the study was continued in the second cycle. In the second cycle of research results obtained that the listening skills of children through games whispered chain increased to 85.1%. Based on these results, we can conclude that the game whispered chain can improve listening skills of children in group B in RA. AL-Ihsan Lakarsantri Surabaya. Keywords: listening, whispered chai
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN ANAK MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR KELOMPOK B
Abstract : The problems which founded at scope showed that kindergarten’s children Hati Buda Surabaya especially group B in verbal language skills are less, it can be looked that 40% or only 18 children. This research was did by the teacher’s class by doing self reflection to fix their performance as a teacher, so that the learning result can improve. The purpose of this research is to describe that through picture story media it can improve verbal language skills children group B in Hati Bunda Kidergarten Surabaya. And the result of the research are 85% for teacher activity and 89% for children activity. From the result, we can conlude that through story picture activity can increase children speaking ability. Keywords : Oral language skills of children, Media picture story Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak melalui cerita bergambar. Subyek penelitiannya adalah anak kelompok B TK Hati Bunda Surabaya yang berjumlah 18 anak. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak sebesar 89% sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa lisan anak berdasarkan evaluasi pada siklus I dan II. Kata Kunci : Kemampuan berbahasa lisan anak, Media cerita bergamba
- …
