1,721,026 research outputs found
Nonang Siriburon seri 2
Pada dasarnya, pembangun nasional yang sedang dilaksanakan oleh bangsa indonesia melalui tahap-tahapan, atau melalui proses pembaharuan yang menyangkut semua sektor kehidupan bangsa Pembaharuan melalui proses pembangunan yang berlangsung dalam waktu yang relatif cepat. menuntut kemampuan adaptasi dalam sistem pergaulan, pola tingkah laku serta hubungan sosial
Implementasi Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Berbasis CTL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Karangrejo 2 Dempet, Demak
SD Negeri Karangrejo 2 terletak di Kecamatan Dempet Kabupaten Demak sangat jauh dari pusat Kecamatan. SD Negeri Karangrejo 2 termasuk SD dalam kategori ranking 10 besar di Kecamatan Dempet. Oleh karena itu potensi peserta didik SDN Karangrejo 2 termasuk cukup baik. Potensi tersebut perlu ditumbuhkembangkan. Berdasarkan data nilai guru, rata–rata nilai peserta didik kelas IV masih rendah, yaitu 6,5. Berdasarkan kondisi awal, peneliti menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya dalam materi pokok Rangka Manusia. Rumusan masalahnya, bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam materi pokok Rangka Manusia? Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. (2) Untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. Setelah PTK dilaksanakan, maka hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) Rata– rata hasil belajar peserata didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada meteri pokok Rangka Manusia dapat ditingkatkan, yaitu 7,2. (2) Aktifitas belajar peserata didik setelah diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkat, solid, dan terkoordinasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka dapat disarankan sebagai berikut: (1) Perlu dilakukan PTK lanjutan untuk materi pokok yang lain pada pelajaran IPA. (2) Model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat diterapkan untuk kelas–kelas yang lain di SDN Karangrejo 2 Kecamatan Dempet
PENGARUH GERAKAN JUMPUT SAMPAH TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI SD NU KEPANJEN KABUPATEN MALANG
AbstrakDi sekolah, siswa akan mencontoh gurunya sebagai teladan. Oleh karena itu, guru harus memberi contoh yang baik pada siswa berupa membuang sampah pada tempatnya di dalam maupun diluar sekolah. Untuk menciptakan kebiasaan hidup bersih dan sehat memang harus kita awali sejak dini, dimana dari kebiasaan itu akan terciptalah budaya untuk bersih dan sehat. SD NU Kepanjen adalah salah satu sekolah yang peduli terhadap kebersihan lingkungan yang dibuktikan dengan lingkungan asri dan tidak ada sampah. Penelitian ini termasuk deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Cara pengumpulan data dilakukan dengan (1) wawancara mendalam; (2) observasi; dan (3) dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan siswa dapat memahami bahwa yang mereka lakukan sudah mulai berubah menjadi kebutuhan bagi mereka dan lingkungannya. Melalui konsep pembelajaran kebersihan diri, berhasil dikembangkan menjadi konsep kebersihan lingkungan yang mampu dilakukan oleh siswa sendiri dengan pembelajaran kesadaran diri dan kesadaran terhadap tanggungjawab lingkungan lingkungan. Penyadaran ini menuai hasil kesadaran kebersihan lingkungan yang luar biasa. Kata Kunci: Gerakan Jumput Sampah, Pendidikan Karakter, Kebersihan Sekolah AbstractAt school, student will sample its teacher as a figure of speech. Therefore, teacher shall give a lead that good on student as discard waste in place at in as well as extramural. As to establish clear life wont and healthy really has us to start early on, where of custom it will most compose culture for clear and healthy. SD NU Kepanjen is one of school which care to proved environmental hygiene with beautiful environment and no waste.              This research included descriptive with kualitatif\u27s approaching. Data collecting trick is done with (1) visceral interviews; (2) observations; and (3) documentations. Result observationaling to point out student gets the picture that one they do was beginning changed as requirement on their behalf and its environment. The hygiene learning concept self, successful developed as environmental hygiene concept that can be done by alone student with consciousness learning self and consciousness to environment responsibilities. This resuscitation environmental hygiene consciousness result that admirably. Key words: Jumput Sampah Movement, Character Education, Schooled Hygien
PENERAPAN MODEL SENTENCE-BERT UNTUK SISTEM REKOMENDASI BUKU BERBASIS KONTEN DI PERPUSTAKAAN DIGITAL
Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem rekomendasi buku berbasis konten (Content-Based Filtering (CBF)) untuk mendukung penelusuran koleksi pada perpustakaan digital. Dataset yang digunakan adalah GoodBooks-10K (versi enriched) yang memuat metadata lengkap berupa judul, penulis, dan deskripsi buku. Metode yang digunakan meliputi pra-pemrosesan teks, representasi konten menggunakan TF-IDF dan Sentence-BERT (SBERT, all-mpnet-base-v2), serta perhitungan cosine similarity untuk menghasilkan daftar rekomendasi Top-N. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa representasi SBERT mampu menangkap kesamaan semantik secara konsisten dengan nilai Precision@K (Keyword) = 1,00 pada ð¾={5,10,20}, sedangkan Precision@K (Author) berada pada kisaran 0,15–0,20. Nilai Intra-List Diversity (ILD) antara 0,686–0,738 menunjukkan bahwa sistem menghasilkan daftar rekomendasi yang beragam namun tetap relevan
Modul Bervisi Sets Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Ipa Kelas Iv Mi Nihayaturroghibin
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA kelas eksperimen dan kontrol materi hubungan sumber daya alam dengan lingkungan yang diajar menggunakan modul bervisi SETS dengan buku siswa, mengetahui pemahaman konsep IPA kelas IV materi sumber daya alam, untuk mendeskripsikan aktivitas belajar siswa yang diajar menggunakan modul bervisi SETS dengan buku siswa, mendeskripsikan peningkatan keterampilan guru dalam penerapan modul bervisi SETS kelas IV MI Nihayaturroghibin tahun pelajaran 2016/2017.
Pemahaman konsep IPA adalah proses memahami sesuaitu yang diketahui dengan prinsip belajar di lingkungan sekitar serta gejala-gejala kebendaan melalui kegiatan menemukan sendiri untuk meningkatkan pemahaman siswa pada aspek kognitif. Modul bervisi SETS berupa materi, media yang digunakan dalam pembelajaran dengan mengaitkan sians dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat yang memuat kompetensi pemahaman konsep.
Penelitian eksperimen ini dilakukan pada siswa kelas IV MI Nihayaturroghibin dengan sampel kelas IV A sebagai kelas kontrol dan kelas IV B sebagai kelas eksperimen. variabel bebas adalah bahan ajar yang terdiri atas modul bervisi SETS untuk kelas eksperimen dan buku siswa untuk kelas kontrol. Variabel terikat adalah pemahaman konsep IPA. Desain penelitian ini menggunakan posttest only control desaign.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi. Analisis data digunakan uji normalitas, uji hipotesis, dan uji ketuntasan belajar.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest pemahaman konsep yaitu kelas kontrol 70,54 dan kelas eksperimen 72,04. Sementara rata-rata aktivitas belajar pada kelas kontrol sebesar 71,94, sedangkan kelas eksperimen sebesar 76,81. Uji normalitas terhadap nilai posttest dilakukan menggunakan uji liliofers pada program SPSS 16. Berdasarkan uji normalitas, diperoleh daat kelas kontrol dan eksperimen berdistribusi normal, maka uji homogenitas dilakukan. Uji hipotesis menggunakan independent sampel t test. Dari hasil independenst sampel t test pemahaman konsep diperoleh nilai Sig. (2-Tailed) 0,346 atau > 0,05 dan hasil uji one sample t test Sig.0,002 atau 0,05. Dengan demikian modul bervisi SETS efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hasil keterampilan guru memperoleh rata-rata 82,57 dengan kategori baik.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kelas IV MI Nihayaturroghibin dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep kelas eksperimen sama dengan kelas kontrol. Aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Untuk itu disarankan dalam penerapan modu bervisi SETS, guru mampu mengarahkan siswa pada sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat sehingga siswa dapat mengembangkan pemahaman konsepnya
HUBUNGAN GENEALOGIS MASYARAKAT DAYAK BAWO DENGAN LAWANGAN DAN BENUAQ BERDASARKAN KONSEP RELIGI DAN BAHASA
RUMAH PANJANG DAYAK MONUMEN KEBERSAMAAN YANG KIAN TERKIKIS OLEH ZAMAN: STUDI KASUS DAYAK KANAYATN DI KALIMANTAN BARAT
- …
